Apakah Bayi Dapat Mengenal Warna yang Berbeda?

Seiring dengan angka, huruf, dan bentuk, salah satu hal paling awal yang diajarkan pada masa kanak-kanak kita adalah warna pelangi. Namun, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa manusia sebenarnya terlahir dengan kemampuan untuk mengenali warna. Tidak, kita tidak keluar dari rahim kemudian langsung mengetahui bahwa warna merah adalah merah atau biru disebut biru, namun penelitian menunjukkan bahwa bayi mampu membedakan warna dari satu sama lain dan memisahkannya ke dalam kategori yang berbeda.

PENELITIAN WARNA

Dalam sebuah eksperimen penelitian warna yang dilakukan oleh ilmuwan Anna Franklin di Universitas Sussex di Inggris, bayi berusia 4-6 bulan ditunjukkan 14 warna berbeda dari roda warna. Setelah diberi warna yang sama beberapa kali, mereka kemudian menunjukkan warna yang berbeda. Jika bayi itu menatap warna baru, ia akan menatap lebih lama dari yang sebelumnya, dan hal ini berarti bahwa ia mengenalinya sebagai warna baru. Hal ini disimpulkan dengan menggunakan sesuatu yang dikenal sebagai “infant looking time,” yang merupakan gagasan bahwa bayi akan menatap sesuatu yang lebih lama jika hal tersebut adalah hal yang tidak mereka ketahui.

Meskipun sebelumnya kita berpikir bahwa pemisahan warna mungkin merupakan konstruksi sosial yang sewenang-wenang, eksperimen ini menunjukkan hal yang berbeda. Setelah mempelajari reaksi 179 bayi, hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi dapat memisahkan warna menjadi lima kategori yang berbeda: merah, kuning, hijau, biru, dan ungu. Kemampuan bawaan untuk membedakan warna ini mungkin telah terbukti bermanfaat bagi nenek moyang kita yang paling awal saat harus mengenali warna “aman” vs. “berbahaya” untuk situasi tertentu di alam liar, seperti saat kita bertemu dengan tanaman atau hewan beracun.

SPECTROPHOTOMETER

Meskipun kita mungkin bisa mengenali hanya lima warna berbeda seperti bayi, spektrofotometer dari Konica Minolta Sensing dapat melakukan banyak hal. Spektrofotometer portabel seperti CM-M6 atau CM-25cG dapat mengukur warna sample yang Anda letakkan di depannya, tidak peduli kondisi pencahayaan, bentuk, atau teksturnya. Dan tidak seperti bayi, mereka tidak perlu memandang warnanya terlalu lama untuk mempelajarinya – spektrofotometer portabel dari Konica Minolta Sensing dapat melakukan pengukuran hanya dalam hitungan detik, bahkan terkadang lebih cepat. Lihatlah berbagai macam spektrofotometer yang tersedia dari Konica Minolta Sensing hari ini!

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai spektrofotometer atau alat pengukur warna lainnya, silakan menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Bagaimana Makeup Dibuat?

Kosmetik didefinisikan oleh FDA sebagai produk yang digunakan pada kulit manusia “untuk membersihkan, mempercantik, meningkatkan daya tarik, atau mengubah penampilan.” Untuk meningkatkan kecantikan penggunanya, makeup harus berkualitas tinggi. Oleh karena itu, produsen perlu menyadari bahan apa yang mereka masukkan ke dalam kosmetik mereka. Mari kita pelajari lebih dekat tentang apa yang termasuk ke berbagai jenis makeup.

1. MASKARA

Di Amerika Serikat, maskara biasanya diwarnai dengan karbon hitam. Untuk warna lain seperti coklat, oksida besi biasanya digunakan, dan pigmen anorganik dapat membuat mascara berwarna ungu atau biru. Dari sana, sebagian besar perusahaan menggunakan emulsi-mengeluarkan tetesan cairan kecil yang tidak larut ke dalam cairan lain – di atas air dan pengental untuk menciptakan krim. Kemudian, pigmen dan lilin dicampur sampai partikel besar telah pecah sehingga maskara memiliki warna yang tepat dan tidak akan merugikan/merusak mata orang lain.

2. LIPSTIK

Awalnya, lilin dan minyak dicairkan bersama. Selanjutnya, pigmen warna dan larutan pelarut tercampur. Setelah dicampur selama berjam-jam, formula dimasukkan ke dalam tabung lipstik dan didinginkan sehingga bisa menjaga bentuknya.

3. FoUNDATION & BEDAK

Seperti dua jenis makeup sebelumnya, foundation dan bedak juga dibuat dengan minyak dan pigmen. Parfum juga sering ditambahkan untuk menghilangkan bau dari bahannya. Dari situ, bahan yang digunakan di dalamnya juga sering bergantung pada jenis produknya. Banyak produk baru dibuat khusus untuk kulit sensitif, jadi produsen tidak memasukkan bahan-bahan yang keras untuk kulit.

Tidak masalah jenis produsen kosmetik mana pun yang membuat makeup, semua hal di atas adalah proses yang pasti terlibat. Warna perlu diukur pada setiap langkah proses sehingga produk akhirnya membuat Anda terlihat cantik. Konica Minolta Sensing memiliki berbagai pilihan instrumen pengukuran yang sempurna untuk industri kosmetik. Apakah sampel itu berbentuk bubuk, cairan, atau krim, produk alat ukur warna dan software kami dapat memberikan pengukuran yang produsen butuhkan. Lihat Chroma Meter CR-400 atau CM-5 dan CM-700d Spectrophotometers; dan lihat bagaimana instrumen kami dapat membantu Anda memenuhi standar kualitas warna dengan mudah.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai alat ukur warna untuk sample kosmetik, farmasi, serta lainnya, silakan menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Bagaimana Pengukuran Warna dan Penampilan Bekerja di Industri 4.0?

Industri 4.0, kata kunci untuk manufaktur dalam waktu dekat menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) ke dalam manufakturnya. Seringkali disebut sebagai revolusi industri ke-4, Industri 4.0 bekerja dengan menggunakan teknologi digital untuk membangun sesuatu secara efisien. Inti Industri 4.0 adalah pabrik cerdas yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi di supply chain serta produksi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi.

Pemilik merek otomotif memiliki plants yang tersebar di seluruh dunia. Merek otomotif terkemuka di dunia memiliki lebih dari 100 pabrik di seluruh dunia. Untuk memastikan konsistensi warna suku cadang / parts otomotif adalah tantangan yang sulit. Dengan komponen yang berasal dari ratusan supply chain, untuk dapat memenuhi spesifikasi warna yang tepat bukanlah hal yang mudah.

Dengan banyak standar fisik dan sample yang beredar, untuk mendapatkan warna yang tepat dapat menjadi hal yang membingungkan dan rumit. Lalu, bagaimana sebuah perusahaan otomotif bergerak menuju Industri 4.0?

Sensor, analisis data, dan komputasi awan (cloud computing) adalah kunci bagi Industri 4.0 untuk mendorong efisiensi. Warna, gloss dan tekstur, serta dasar pengukuran warna dan penampilan menggunakan sensor dan dengan teknologi sekarang ini, sudah mungkin bagi kita untuk memiliki inter-instrument agreement (IIA) spektrofotometer, gloss meter, dan sistem pengukuran tampilan total yang tinggi.

alat ukur warna konica minolta

Spektrofotometer Konica Minolta CM-25cG memiliki data IIA yang sangat baik dan data yang dapat direproduksi dapat menghasilkan data warna digital yang bermakna. Selain itu, dengan Rhopoint IQ-S 20/60/85 dan Total Appearance Measurement System, informasi gloss dan tekstur dapat dikomunikasikan secara efektif sehingga  menghasilkan penampilan yang harmonis untuk inspeksi otomotif.

Ribuan sampel fisik yang kompleks dan mahal dalam supply chain sekarang dapat dikomunikasikan secara digital. Bersama dengan platform cloud, perusahaan global dapat mengatur warna data digital dengan lancar.

Dengan Industri 4.0, para produsen otomotif dapat mempersingkat proses pengukuran warna dengan menggunakan manajemen data warna digital serta alat ukur warna untuk menjaga kualitas warna pada otomotif.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan cahaya pada otomotif, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Mengukur Warna Kecap

Kecap, atau dikenal dengan saus soya, merupakan bahan pokok dalam sebagian besar masakan Asia. Kecap umumnya digunakan oleh para koki untuk meningkatkan rasa hidangan. Kecap tradisional diseduh dengan menggunakan proses honjozo (metode fermentasi biasa) dan memiliki warna coklat kemerahan yang jelas. Selain itu, terjadi juga keseimbangan dalam hal rasa dan aroma kecap. Lainnya, kecap yang diproduksi secara kimia akan memiliki warna yang lebih gelap dengan rasa yang kuat dan tidak enak.

Ada 2 jenis kecap, kecap asin dan kecap manis. Kedua kecap ini memberikan tantangan besar bagi ahli kimia makanan untuk membedakan warna mereka. Sebagai contoh, kecap asin adalah sulit untuk dinilai karena mereka adalah sample translucent dan mudah dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pencahayaan pada background. Satuan warna yang umum digunakan untuk mengukur kecap adalah CIE L*a*b* dan L*C*h. Dengan bantuan alat ukur warna, penggunanya dapat melakukan penilaian dengan cepat dan tentunya dengan cara yang obyektif.

Alat ukur warna seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-5 dilengkapi dengan top port dan ruang transmisi yang mampu mengukur sample dalam berbagai bentuk. Aksesoris seperti tube cell juga tersedia untuk membantu menyederhanakan proses pengukuran.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna CM-5 serta lainnya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id