Kontrol Warna Untuk Produk Keju

ap-cheese-product-blog-1-200x98Keju memiliki berbagai nuansa warna kuning dan oranye, tergantung dari jenis susu dan pewarna makanan yang digunakan. Susu mengandung beta-karoten, sebuah pigmen alami yang memberikan warna oranye pada wortel. Jumlah beta-karoten bervariasi, sesuai dengan diet hewan, dimana hal ini mempengaruhi warna keju. Untuk mengatasi masalah warna keju yang tidak konsisten, produsen keju menggunakan annatto, pewarna makanan alami, untuk mencapai warna keju yang diinginkan.

Warna makanan memiliki pengaruh yang kuat terhadap preferensi konsumen dan identifikasi 2rasa. Dalam produksi keju, untuk mencapai keseragaman warna adalah penting dan cukup sulit. Mengadopsi manajemen warna seluruh proses produksi keju membantu meningkatkan kualitas warna dan hasil dalam produksi keju.

3Evaluasi warna keju dapat dilakukan secara visual dengan membandingkannya terhadap diagram warna keju standar National Cheese Institute (NCI). Namun, perbandingan tersebut adalah subyektif dan banyak faktor-faktor seperti kondisi pencahayaan dan ukuran sample dapat mempengaruhi penilaian. Lebih dari itu, standar keju ini mungkin terbuat dari plastic chip atau replika lilin, yang mungkin tidak sepenuhnya mewakili warna keju yang sebenarnya.

SPECTROPHOTOMETER KONICA MINOLTA

Dengan teknologi masa kini, produsen keju dapat menggunakan alat ukur warna seperti 4Spektrofotometer CM-5 Konica Minolta. CM-5 dapat mengukur warna referensi keju yang sebenarnya dan menyimpan data untuk referensi dan kontrol di masa depan. Dilengkapi dengan top-port dan ruang transmisi, CM-5 memiliki fleksibilitas untuk mengukur beragam sampel keju, apakah itu adalah parut, bubuk, maupun pasta.

Klik disini untuk menonton video CM-5.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pengukuran warna keju atau evaluasi warna makanan lainnya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id 

Dapatkah Laba-laba Menjadi Kunci untuk Pewarna Alami Makanan?

Apakah Anda pernah mendengar tentang laba-laba biru? Terdapat 40 spesies berbeda dari laba-laba biru dan mereka memiliki pancaran warna biru yang hampir sama.

laba-laba biruYang membuat laba-laba biru sangat menarik adalah cara mereka mendapatkan warna mereka. Warna tersebut bukan berasal dari pigmentation, tetapi photonic nanostructure yang terdapat di seluruh tubuh. Ini membuat para ilmuwan bingung, mengapa hewan malam seperti laba-laba ingin memiliki tubuh berwarna biru.

Salah satu kemungkinan adalah karena warna tersebut berbeda dari kebanyakan benda berwarna hijau yang ditemukan di hutan tropis. Tetapi, apakah hal ini justru membuat mereka dapat diketahui lebih mudah? Ya dan tidak. Para ilmuwan percaya bahwa predator di hutan tropis telah teradaptasi untuk mengikuti pergerakan mangsa yang berwarna hijau sehingga mereka tidak menyadari keberadaan laba-laba biru. Ini bisa jadi kamuflase pintar yang dilakukan laba-laba tersebut.

Tetapi, alasan utama para ilmuwan sangat tertarik dengan laba-laba biru bukan karena ini membuat mereka bertahan hidup, tetapi karena photonic nanostructure dapat menjadi cara yang lebih konstan untuk mewarnai benda tanpa menggunakan pewarna beracun dari pigmen makanan sintetik. Ini merupakan rintangan signifikan yang dialami produsen makanan di masa lalu.

Nanostructure berwarna biru yang ditemukan di laba-laba telah menghasilkan warna yang unik. Tidak seperti nanostructure yang ditemukan pada burung dan serangga, warna biru pada laba-laba tidak berubah saat Anda melihatnya dari sudut berbeda. Ini membuat nanostructure laba-laba lebih stabil.

Mengapa ini sangat penting? Photonic nanostructure dapat digunakan untuk memberi warna untuk layar electronik atau bahkan pakaian, tetapi warna tersebut harus seragam dan tidak berubah terhadap sudut pandang. Sudut pandang warna merupakan rintangan besar terhadap aplikasi warna pada saat ini. Laba-laba biru dapat menjanjikan warna yang lebih cerah dan lebih sulit pudar daripada warna yang berasal dari pigmen.

Dari sudut pandang produksi, photonic nanostructure dapat menguntungkan produsen, dengan menyediakan cara yang lebih ramah lingkungan untuk menghasilkan warna pada objek di masa depan. Cara untuk mengembangkan nanostructure yang digunakan laba-laba belum dapat diproduksi secara ekonomis, tetapi laba-laba biru telah memberikan ilham terhadap para ilmuwan.

Untuk pengetahuan lebih lanjut mengenai warna, silakan menghubungi marketing@almega.co.id.