Pengontrolan Warna Pada Minuman

ap-color-control-beverages-blog-1Mempertahankan warna yang tepat secara konsisten sangat penting dalam industri minuman. Konsumen seringkali mengasosiasi warna dengan kualitas dan warna yang tidak konsisten menciptakan kesan yang negative pada kedua produk dan mereknya. Banyak perusahaan minuman besar memahami pentingnya untuk menjaga konsistensi warna, memanfaatkan instrumen pengukuran warna untuk membantu mereka mencapai warna yang tepat secara konsisten.

Minuman memerlukan proporsi yang tepat dari bahan-bahan untuk mencapai warna yang tepat dan mengukur warna bahan dapat membantu meminimalkan adanya varian warna. Selain itu, mengevaluasi warna akhir minuman membantu menentukan apakah tindakan perbaikan selanjutnya akan diperlukan.

Suatu minuman, apakah itu dalam bentuk buram, bening, maupun transparan, memerlukan modus pengukuran tertentu untuk mencapai data warna yang terpercaya dan berulang. Minuman yang buram seperti smoothies, dengan isi yang padat/solid, tidak memungkinkan cahaya untuk menembus warnanya, dapat diukur dengan menggunakan mode reflektansi. Untuk pengukuran warna minuman yang bening seperti the ataupun minuman ringan berkarbonasi, penggunaan baik dalam modus transmisi pantulan atau dipilih berdasarkan tingkat transparansi. Minuman-minuman yang transparan seperti air mineral yang memungkinkan cahaya untuk menembusnya dengan sedikit atau tanpa gangguan sama sekali, oleh karena itu, mode terbaik untuk mengukurnya adalah dengan menggunakan mode transmisi.

Alat ukur warna seperti Spektrofotometer CM-5 Konica Minolta dilengkapi dengan top-port ap-color-control-beverages-blog-2dan ruang transmisi, dimana alat ini mampu mengukur warna dan tampilan minuman, baik dalam bentuk buram, transparan, dan tembus/bening. Menggunakan CM-5 dengan aksesoris seperti sel dan kuvet, berbagai jenis sampel minuman dapat diukur dengan mudah.

Klik disini untuk menonton video CM-5.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kontrol warna minuman, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Lampu LED Ditemukan Dapat Merusak Susu

ledPara ilmuwan di Cornell University akhir-akhir ini menemukan bahwa lampu LED yang bersinar pada susu selama beberapa jam dapat mengurangi kualitas cairan lebih dari yang dapat dilakukan oleh mikroba. Para ilmuwan tersebut melakukan eksperimen untuk menguji usia, lemak, konten mikrobiologi, serta paparan cahaya pada sampel susu dengan menggunakan beragam analisis. LED menurunkan kualitas rasa susu lebih dari sampel yang memiliki kontaminasi mikrobiologi lebih dari 20.000 CFU/mL. Para peminum susu memilih cairan untuk disimpan lebih lama daripada cairan disimpan dalam wadah yang normal di dekat lampu LED sedikitnya selama durasi 4 jam. Susu yang belum terkena lampu LED mempertahankan kualitas tinggi hingga kurun waktu 2 minggu.

Susu memiliki sejumlah bahan kimia fotosensitif, seperti riboflavin dan klorofil. Ketika terkenamilk cahaya baik alami maupun buatan, energi fotonik ini akan pindah ke susu yang sebenarnya, yang akan bereaksi secara berantai dan menciptakan senyawa baru serta molekul. Hal ini, pada akhirnya, dapat menyebabkan berubahnya aroma dan rasa susu menjadi buruk. Orang-orang yang meminum susu tersebut terkadang menggambarkan rasanya seperti rasa plastik atau kardus.

Seorang supervisor di Cornell University mengatakan bahwa meskipun banyak orang melihat kesegaran susu dari usianya, namun penelitian membuktikan bahwa cahaya adalah faktor yang lebih besar dalamĀ  mempengaruhi rasa dan aroma susu. LED juga dapat mengurangi manfaat gizi susu dan menyebabkan penampilan dari packaging susu berubah. Karena proses pengemasan susu yang digunakan sekarang ini telah terkena cahaya dari beragam level, hal ini dapat menyebabkan perbaikan packaging di masa depan, seperti mengubah botol susu untuk membuatnya tahan terhadap cahaya. Dikarenakan penelitian sebelumnya telah difokuskan pada lampu neon, penemuan ini juga membuka pintu baru untuk eksperimen dengan lampu yang berbeda di masa depan.

Konica Minolta Sensing memiliki katalog lengkap tentang pengukuran cahaya, seperti CL-500A Illuminance Spectrophotometer dan CL-70F CRI Illuminance Meter. Perangkat serbaguna ini dapat mengukur semua jenis cahaya, baik untuk cahaya LED maupun neon.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat analisa cahaya dan warna, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

 

Kendali Warna di Industri Perasa dan Aroma

Perasa dan aroma digunakan pada produk makanan terproses, produk perawatan tubuh serta produk pembersih lainnya.

Dengan bertumbuhnya jumlah konsumen, jumlah produksi dari produk-produk tersebut tentunya harus ditambah. Dan dengan adanya peningkatan volume produksi, maka berdampak juga pada meningkatnya jumlah perusahaan di industri perasa dan aroma.

Untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap produk berkualitas tinggi dewasa ini, produksi perasa dan aroma merupakan sebuah teori ilmiah. Bahan baku pembuatan perasa dan aroma tidak hanya diuji elemen rasa dan baunya, namun juga ada parameter lain yang menjadi semakin penting dewasa ini, yaitu warna.

Penilaian terhadap warna suatu produk dilakukan oleh konsumen tanpa sadar, suatu penilaian yang dilakukan bahkan sebelum pengujian rasa dan aromanya, sebab warna telah menjadi indikasi kualitas produk. Kualitas warna suatu produk dijaga dengan baik oleh ilmuwan yang melakukan uji warna di laboratorium, untuk memastikan bahwa warna yang dihasilkan konsisten.

Bahan baku perasa dan aroma umumnya berbentuk larutan dan digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Oleh karena itu, pengujian dilakukan dengan menggunakan instrumen pengukur warna dengan metode penyebaran cahaya (transmittance).
spectrophotometer-cm-5-alat-ukur-warna-pengukuran-warna-dan-cahaya1-e1435032631626Salah satu instrumen pengukur warna yang menggunakan metode tersebut adalah Konica Minolta Spectrophotometer CM-5. Dengan kemampuan menguji warna yang semi-transparan, instrumen ini dapat mengakomodasi pengukuran secara terus menerus selama proses produksi dengan menggunakan flow cell, cell holder dan sistem pengukuran sampel secara otomatis.

Untuk pengukuran sampel berbahan cairan atau larutan dalam jumlah yang kecil, Spectrophotometer CM-5 juga dilengkapi aksesoris berupa Cell Measurement Set berukuran 10mm, yang didesain khusus untuk pengujian sampel dalam jumlah kecil, yang sekaligus juga membantu mengurangi biaya pengujian sampel. Aksesoris ini juga dapat digunakan untuk pengujian menggunakan indeks Gardner, yaitu indeks yang umum digunakan pada pengujian sampel berbentuk cairan dari warna kuning muda hingga cokelat tua yang umumnya ditemukan pada proses produksi perasa dan aroma.

Warna dari produk yang masih setengah jadi atau sudah jadi, seperti gel dan pasta yang sifatnya transparan atau berwarna gelap juga dapat diukur dengan menggunakan CM-5. Sampel ditempatkan pada cawan petri yang didesain khusus, tabung cell, cawan petri berukuran kecil, cincin penahan dancell holder untuk kemudahan pengujian.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi PT. Almega Sejahtera di marketing@almega.co.id atau melalui telpon di 021-65833731.

Kendali Warna menentukan Kualitas Produk

Produk makanan dan minuman dewasa ini, baik produk yang dibekukan, didinginkan, terbungkus plastik, ataupun dalam kemasan sering menitikberatkan pada tampilan eksternalnya dibandingkan pada bau ataupun rasa nya. Sebab produk tersebut harus menarik bagi mata pelanggan, untuk membuat pelanggan mau membelinya. Hal ini juga terjadi dengan produk makanan yang segar dan belum diolah, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daging dan ikan. Standar warna tertentu menjadi dasar bagi pelanggan untuk menentukan apakah produk yang dibeli tersebut segar atau tidak. Oleh karena itu, dewasa ini Banyak produsen makanan dan minuman menggunakan alat ukur warna untuk memastikan warna produk yang dihasilkan sesuai dengan standar, dan menarik bagi konsumen.

Pada industri makanan dan minuman dewasa ini, ada dua metode yang digunakan untuk pengukuran warna, yaitu Colorimetry dan Spectrophotometry.
CR400_A05Colorimetry adalah teknik pengukuran warna dengan menggunakan tiga komponen warna primer yang terlihat oleh mata manusia, yaitu merah, hijau dan biru (juga dikenal dengan sebutan RGB). Pengukuran ketiga komponen warna ini memberikan data mengenai berapa banyak dari ketiga komponen warna ini terkandung dalam cahaya yang dipantulkan (umumnya jika produk tersebut sifatnya padat) atau diserap (jika produk tersebut bersifat cairan) oleh produk makanan yang dianalisa.

Data hasil analisa tersebut bia digunakan untuk menyesuaikan komposisi bahan baku untuk formulasi produk makanan dan minuman, atau untuk menentukan faktor seperti tingkat kematangan dan kerusakan yang terjadi pada produk makanan dan minuman pada saat pengiriman dan penyimpanan, bahkan untuk menentukan kualitas rasa dan kapan produk tersebut seharusnya dibuang sebab sudah tidak aman dikonsumsi.

Walaupun tidak ada batasan mengenai keuntungan dari metode colorimetry, tetap harus diingat bahwa metode pengukuran warna ini menggunakan konsep yang kurang lebih sama dengan kemampuan mata manusia menilai warna. Artinya, warna-warna sekunder seperti oranye, ungu, kuning, coklat, dan sebagainya tidak terukur secara individu. Hal ini bisa menjadi kelemahan bagi produsen makanan dan minuman untuk mereplikasi warna semirip mungkin dengan hasil yang diinginkan.

Untuk metode spectrophotometry, saat ini merupakan metode yang paling tepat dan akurat untuk pengukuran warna pada produk makanan dan minuman. Instrumen spectrophotometer mengukur pembiasan, pemantulan atau penyerapan cahaya pada seluruh spektrum warna yang berada pada gelombang cahaya 400nanometer hingga 700 nanometer. Metode ini menghasilkan pengukuran warna yang spesifik dan akurat pada berbagai jenis warna yang diinginkan. Spectrophotometer memiliki keunggulan dalam analisa warna secara spesifik, sehingga membuat instrumen ini dipilih sebagai instrumen terbaik untuk digunakan pada industri makanan dan minuman.

Pada beberapa tahun terakhir, penggunaan spectrophotometer pada industri makanan dan minuman sudah meningkat untuk standarisasi dan pengujian mutu bahan baku, spesifikasi warna produk akhir (seperti pada produk selai, jeli, minuman, sirup, dsb), analisa dan pengembangan jenis produk makanan dan minuman baru, serta untuk memilah produk-produk berdasarkan pengukuran warna.

Perangkat Lunak dan Metodologi
Salah satu kunci utama pada berkembangnya penggunaan alat ukur warna pada industri makanan dan minuman adalah ketersediaan perangkat lunak yang mudah dimengerti dan diaplikasikan, yang berisi data pengukuran warna, pencocokan warna, formulasi warna dan pengujian mutu berdasarkan warna. Jika dikorelasikan dengan data dari laboratorium dan pengujian produk, warna bisa menjadi salah satu komponen utama yang menentukan seberapa menariknya suatu produk bagi konsumen, jangka waktu konsumsi produk, serta kemungkinan terjadinya kerusakan atau kontaminasi produk.

Perangkat lunak untuk formulasi dan pencocokan warna kini tersedia untuk digunakan pada spectrophotometer untuk aplikasi di laboratorium. Perangkat lunak ini dilengkapi dengan data pengujian apakah sampel lulus/tidak, dan data ini dapat diperbarui sesuai dengan perubahan standar yang berlaku. Selain itu, perangkat lunak ini menjadi komponen integral bagi fungsi pengujian mutu dari portabel colorimeter dan spectrophotometer.

Produk spectrophotometer dan colorimeter dari Konica Minolta Inc beserta perangkat lunaknya memberikan solusi lengkap bagi kebutuhan pengukuran warna di industri makanan dan minuman. Selama lebih dari 20 tahun terakhir Konica Minolta sudah berinovasi dengan hampir empat (4) generasi teknologi. Oleh karena itu, produk yang disajikan dari divisi pengukuran warna telah dipastikan sebagai produk-produk yang responsif secara teknologi dan memberikan kemudahan bagi produsen serta laboratorium pengujian mutu makanan dan minuman dalam memastikan produk yang dihasilkan berkualitas tinggi, aman dikonsumsi dan menarik pelanggan untuk membeli.

For more information, contact: marketing@almega.co.id