Alat Ukur Warna

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bergelut dengan beragam warna yang dapat diukur secara ilmiah. Colorimeter dan Spectrophotometer adalah alat ukur warna yang menquantify warna dalam satuan angka. CIE LAB dan CIE LCH adalah color space yang umum dipakai dalam dunia industri untuk mengevaluasi / menyortir / menentukan mutu dari suatu produk.
CIEColorSpaceColorimetri lebih dikenal dengan istilah Chroma Meter menggunakan sensor fotodioda, seperti halnya fungsi color matching retina mata manusia yang bisa mendeteksi tiga nilai warna primer. Ketiga nilai dasar inilah yang nantinya mendasari perhitungan color space CIE LAB / CIE LCH.

Spectrophotometer bekerja atas dasar prinsip cahaya putih yang datang ke suatu prisma yang didispersikan menjadi suatu spektrum panjang gelombang. Sensor spektral mengukur spektrum dan memberikan karakter spekral dari cahaya itu sendiri. Di sinilah ‘sidik jari’ warna dari suatu cahaya diukur.

Colorimeter dapat mengukur tiga warna primer dengan mudah. Akan tetapi, colorimeter mempunyai keterbatasan, yaitu tidak bisa mengukur metamerisme dan juga color strength. Spectrophotometer mempunyai tingkat keakurasian lebih tinggi dan kemampuan lebih canggih. Ini sangat bermanfaat untuk menganalisa warna lebih jauh karena dapat menentukan nilai reflektansi spektral dari setiap panjang gelombang. Hal ini membuat spetrophotometer mempunyai harga jual lebih dibandingkan dengan colorimeter. Oleh karena itu, ketika sampai pada tahap pemilihan alat, penting sekali bagi kita untuk mengetahui sampai dimana kebutuhan kita (untuk aplikasi apa? Butuh seberapa akurat ?) sehingga tidak salah dalam memilih dalam investasi.

Teori warna dan alat ukur warna tidak diajarkan di bangku sekolah. Keduanya adalah suatu ilmu pengetahuan yang butuh untuk ‘diselami’. Sebagai contoh, tidak mudah bagi kita untuk memilih alat ukur warna mana yang paling sesuai dengan aplikasi yang kita miliki hanya dengan melihat brosur / katalog yang ada. Kita butuh berkonsultasi dengan mereka yang mampu menjawab kebutuhan kita secara tepat serta kompeten memberikan solusi terhadap permasalahan yang mungkin kita hadapi.

Tepuk Tangan!mempengaruhi penetapan berapa nilai dE*ab yang seharusnya. Untuk dua bagian yang berdekatan satu sama lain (contoh: body mobil dengan bumpernya), dE*ab yang ketat (kecil) harus digunakan. Jika tidak perbedaan warna tentunya akan terlihat dengan jelas. Lain halnya untuk bagian lainnya seperti body mobil dengan kaca spion, toleransi dE*ab bisa lebih besar (tidak begitu ketat) karena kedua bagian tersebut tidak akan jelas terlihat dikarenakan jaraknya yang terpisah (tidak berdekatan).

Pemilihan dan penggunaan dE*ab yang tepat sangat penting dalam pengontrolan warna. Menggunakan toleransi dE*ab yang besar bisa berdampak penolakan dan kurang percaya diri di hadapan pelanggan, ekstrimnya akan berdampak suatu perusahaan akan merugi. Sedangkan toleransi dE*ab yang sangat kecil akan membuat bagian produksi kesulitan yang bisa berakibat banyak bahan buangan. Untuk mendapatkan dE*ab yang paling dapat, Anda dapat berkonsultasi dengan ahlinya.

Silakan klik disini untuk informasi lebih lanjut.

Berapa Delta E (DE*ab) Yang Direkomendasikan?

Ketika mengukur warna, umum jika akan ada pertanyaan ‘berapa toleransi Delta E*ab yang direkomendasikan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan?’ Sayang sekali tidak ada rekomendasi tentang berapa besarnya Delta E*ab yang harus kita gunakan oleh karena dE*ab yang sama untuk warna yang berbeda mungkin akan memiliki persepsi warna yang berbeda secara visual.

Ada suatu warna dimana mata manusia sangat sensitif untuk
Ukur Warna Alat Chroma Meter CR-400 Mengukur Warnamembedakan warna, namun ada juga suatu warna dimana mata manusia tidak begitu sensitif untuk melihat perbedaannya. Oleh karena itu pemakaian dE*ab yang sama untuk semua warna adalah sangat tidak direkomendasikan. Sebagai salah satu contoh, untuk warna chroma rendah seperti biege / krem, mata manusia akan sangat sensitif untuk dapat melihat perbedaan warna yang sangat kecil sekalipun. Sedangkan untuk warna chroma tinggi seperti merah tua, sedikit perbedaan warna (seperti halnya yang terjadi pada warna beige) belum tentu terlihat oleh kasat mata. Hal ini sama dengan halnya saat mata kita bisa melihat perbedaan warna yang sangat jelas untuk warna abu-abu muda daripada warna hitam.

Mengidentifikasi Perbedaan Warna Menggunakan Lab atau LCH Koordinat 1Selain mata kita yang sangat sensitif, penerapan produk (untuk keperluan apa) juga akan mempengaruhi penetapan berapa nilai dE*ab yang seharusnya. Untuk dua bagian yang berdekatan satu sama lain (contoh: body mobil dengan bumpernya), dE*ab yang ketat (kecil) harus digunakan. Jika tidak perbedaan warna tentunya akan terlihat dengan jelas. Lain halnya untuk bagian lainnya seperti body mobil dengan kaca spion, toleransi dE*ab bisa lebih besar (tidak begitu ketat) karena kedua bagian tersebut tidak akan jelas terlihat dikarenakan jaraknya yang terpisah (tidak berdekatan).

Pemilihan dan penggunaan dE*ab yang tepat sangat penting dalam pengontrolan warna. Menggunakan toleransi dE*ab yang besar bisa berdampak penolakan dan kurang percaya diri di hadapan pelanggan, ekstrimnya akan berdampak suatu perusahaan akan merugi. Sedangkan toleransi dE*ab yang sangat kecil akan membuat bagian produksi kesulitan yang bisa berakibat banyak bahan buangan. Untuk mendapatkan dE*ab yang paling dapat, Anda dapat berkonsultasi dengan ahlinya.

Silakan klik disini untuk informasi lebih lanjut.

Ukur Warna – Produsen Sabun Noodle / Pellet

Soap noodle/pellet (bahan dasar sabun yang berbentuk untaian panjang atau butiran), adalah dasar dari pembuatan sabun batang. Produsen sabun dapat membuat merek mereka sendiri dengan menambahkan pigmen warna, pewangi dan bahan pelengkap lainnya. Soap noodle/soap pellet dibuat dari minyak palma, kelapa atau lemak nabati/hewani.

Produsen sabun membeli butir sabun, menambahkan pigmen, pewangi dan komponen lainnya untuk membuat sabun merek mereka sendiri, contohnya untuk baju, mandi, pengobatan, anak-anak, dll. Sabun untuk anak-anak dapat mengandung susu untuk melembapkan kulit atau ekstrak herbal untuk wangi alami.

Inilah artikel yang menjelaskan bagaimana dua merek sabun terkenal, Rexona dan Palmolive diproduksi.

Jika bahan dasar sabun tidak bagus, maka butir sabun yang berwarna putih tidak dapat diproduksi. Dengan banyaknya konsumen yang menyukai sabun batang berwarna putih atau warna muda, butir sabun yang berwarna putih murni lebih diinginkan karena sabur berwarna lainnya mudah diproduksi dengan menambahkan pigmen warna. Warna adalah salah satu spesifikasi dari kualitas butir sabun yang seringkali disebut dengan “putih salju”, “putih natural”, “putih krim”, dll.

Banyak produk global perusahaan menggunakan Konica Minolta Sensing Chroma Meter dan Spectrophotometer untuk menganalisa konsistensi dari butir sabun dan sabun batang. Chroma Meter CR-410 dan Spectrophotometer CM-5 dapat digunakan untuk aplikasi-aplikasi tersebut.

Negara-negara seperti Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina dan Sri Lanka adalah pengekspor utama untuk butir sabun/soap pellet. Ini dikarenakan negara-negara tersebut memiliki lahan palma dan pohon kelapa yang berlimpah. Malaysia dan Indonesia adalah pengekspor terbesar di dunia untuk butir sabun dan memiliki pabrik produsen sabun terbanyak.

Cara Mengukur Warna

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Mengukur Warna Intensitas

Mengukur Warna IntensitasBidang warna-sensitif seperti fotografi dan film, dan bahkan di banyak bidang ilmu seperti kimia analitik, sering prihatin dengan beberapa aspek warna. Di antaranya, Kromatisitas, atau semua warna, adalah salah satu yang paling penting. Karena kemurnian dan saturasi warna tertentu sepanjang spektrum warna sering dapat menghasilkan informasi penting seperti susunan kimia suatu zat atau visibilitas keseluruhan bagian-bagian tertentu dari sebuah adegan, mampu mengukur dan menganalisis intensitas warna dalam handal dan terukur Cara ini sangat penting. Beberapa contoh penggunaan spesifik untuk pengukuran intensitas warna meliputi:

Tekstil dan kain manufaktur produsen tekstil biasanya menghasilkan batch besar kain, yang masing-masing harus persis sama dalam hal keterangan, warna dan kecerahan. Namun, mata manusia tidak terlalu mahir menemukan perbedaan dan variasi dalam intensitas warna karena warna sekitarnya, kondisi pencahayaan, dan kondisi atmosfer dapat mempengaruhi reseptor warna mata. Dengan demikian, ia telah menjadi sangat umum bagi produsen tekstil untuk memanfaatkan spektrofotometer atau colorimeters untuk mengukur sampel batch kain sebagai bagian dari langkah-langkah pengendalian kualitas mereka. Karena banyak hal yang bisa mengganggu reproduksi pewarna warna, dan karena bahkan sedikit perbedaan dalam intensitas warna dapat membahayakan identitas produsen merek, perangkat warna penginderaan ini sangat penting dalam menjaga intensitas warna dan Kromatisitas konsisten di batch besar tekstil dan kain.

Fotografi profesional fotografi sangat sensitif terhadap warna, dan perangkat seperti meter cahaya dapat digunakan baik ketika merencanakan pemotretan dan selama pascaproduksi untuk menyoroti warna tertentu dalam gambar. Demikian pula, banyak kampanye fotografi komersial mengandalkan keterangan warna tertentu, seperti warna merek, latar belakang yang menggangu penglihatan. Dalam kasus ini, colorimeters dapat digunakan untuk memastikan bahwa warna tertentu selalu mencapai tingkat yang sama intensitas di seluruh gambar yang berbeda dengan berbagai jenis tingkat latar belakang yang menggangu penglihatan.

Layar kalibrasi digital display digital seperti yang ditemukan di TV HD dan laptop sering membutuhkan kalibrasi khusus untuk mencapai output warna maksimum. Karena banyak hal yang bisa mengganggu operasi mereka, faktor-faktor seperti cahaya ambient, produsen panel LED, dan line-in jenis dan kualitas misalnya, pajangan ini mendapatkan keuntungan dari menggunakan analisa warna karena tingkat hitam dan tingkat putih dapat disesuaikan dengan tepat untuk kondisi tertentu melihat .

Terlepas dari aplikasi, pengukuran intensitas warna sering diperlukan tidak hanya untuk tujuan estetika, tetapi juga untuk memastikan konsistensi di manufaktur yang sudah berjalan untuk memastikan bahwa menampilkan performa lebih tinggi dan memaksimalkan nilai mereka. Akhirnya, karena melihat kondisi untuk bisa menampilkan perubahan, seringkali diperlukan untuk mengambil beberapa pembacaan kolorimetri pada beberapa kali terhadap sample atau standar. Hal ini memastikan bahwa fluktuasi jangka pendek faktor dalam pengaturan kalibrasi warna, dan bahwa manufaktur dan tampilan pengaturan optimal di berbagai kondisi. Untuk informasi lebih lanjut tentang teknologi pengukuran warna, dan untuk melihat bagaimana colorimeter bisa berguna.

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Membangun Merek yang Lebih Baik

Membangun Merek yang Lebih Baik

Kita hidup disekelilingi oleh warna, baik itu warna silver metalik mobil Toyota yang kita kemudikan, warna kuning keemasan dari buah pisang yang kita makan, bahwa warna emas dari produk iPhone yang kita gunakan sehari-hari. Warna adalah suatu hal yang penting bagi dunia sekita kita. Warna dapat mendefinisikan karakter kita, meningkatkan nafsu makan, bahkan dapat juga meningkatkan inpresi orang lain terhadap pribadi kita. Aktivitas dan respons kita dipengaruhi oleh warna. Warna menjadi sebuah bahasa yang universal, seperti contohnya warna lampu lalu lintas dan warna aspal jalan di dunia semuanya sama.

Warna merupakan sesuatu yang sifatnya kritis

Dalam hal membangun sebuah merek, warna sangatlah penting. Bayangkan apabila logo Coca Cola berwarna biru, atau lambing McDonalds tiba-tiba berwarna hijau, tentunya persepsi kita menjadi berbeda. Dari hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa warna merupakan faktor penting yang membangun identitas sebuah merek. Perusahaan global seperti Apple, Toyota, Coca Cola, McDonalds contohnya, menggunakan warna sebagai elemen penting agar konsumen dapat mengidentifikasi produk mereka secara instan.

Dalam pengelolaan sebuah merek, warna produk harus konsisten untuk memastikan kualitas dari produk dan layanan yang ditawarkan. Banyak perusahaan yang sukses menginvestasikan banyak biaya untuk melakukan kendali dan pengukuran warna untuk memastikan warna pada produk mereka selalu konsisten.

Perusahaan-perusahaan ini menggunakan instrumen pengukuran warna seperti chroma meter dan spectrophotometer untuk memastikan warna yang digunakan tepat setiap saat. Di Konica Minolta Sensing, kami mengukur warna dan cahaya untuk membantu perusahaan-perusahaan membangun merek mereka dengan lebih baik. Konica Minolta memproduksi instrumen pengukuran warna yang sesuai dengan standar internasional, dan semua instrumen didesain dan diproduksi di Jepang. Program dari Konica Minolta, yaitu Color Education Series, diperkenalkan ke banyak perusahaan di seluruh dunia untuk membantu mereka mengerti teori ilmiah dari pengukuran warna.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai bagaimana Konica Minolta dapat membantu anda membangun merek yang lebih baik, silakan mengirimkan pertanyaan anda ke marketing@almega.co.id, atau melalui website kami di www.analisawarna.com.