Pewarna Alami: Tantangan Baru bagi Produsen Makanan

pewarnaBanyak produsen makanan menuju ke arah natural/alami dan menghindari penggunaan pewarna buatan pada makanan mereka. Sejak saat skandal penggunaan pewarna makanan pada industri makanan di era 1950an, makin banyak pelanggan yang menghindari pewarna buatan pada makanan, bahkan pewarna yang disetujui oleh FDA. Pewarna-pewarna buatan ini dibuat dari bahan minyak/petroleum dan banyak yang percaya bahwa bahan ini memiliki efek samping bagi manusia yang mengkonsumsinya.

Pada umumnya, banyak pelanggan di Amerika yang sekarang menjadi ragu-ragu untuk membeli makanan yang mengandung bahan tambahan yang bersifat sintetik/buatan. Karena itu, produsen makanan raksasa seperti like General Mills, Kraft, Papa John’s, Panera, Subway dan yang lainnya mencari cara untuk mengembangkan pewarna makanan dari bahan alami/natural.

Hal ini menjadi tantangan yang cukup besar untuk para produsen makanan yang tidak dapat menghasilkan warna yang sama seperti pewarna buatan. Beberapa masalah utama timbul dari cara memproses bahan alami tersebut, karena pewarna alami yang dikembangkan merupakan hasil dari buah, sayuran, dan rempah-rempah. Bahan-bahan ini masing-masing memiliki wangi dan rasa sendiri, yang berarti para produsen makanan harus menambahkan proses “deodorizing” atau membuang wangi dan rasa alami yang terdapat pada pewarna tersebut agar tidak merusak rasa dari produk makanan yang ingin dicapai (Baca: Kendali Warna di Industri Perasa dan Aroma).

Masalah selanjutnya adalah kelangkaan dari pewarna alami yang berada di pasaran. Hijau terang, biru dan warna terang lainnya hanya dapat dihasilkan oleh pewarna buatan. Kenyataannya, sebelum dua tahun lalu tidak ada pewarna buatan berwarna biru sampai FDA menyetujui ekstrak spirulina sebagai pewarna biru alami untuk makanan. Tetapi, kebanyakan pewarna alami tidak cukup terang seperti pewarna buatan pada umumnya.warna makanan

Menjaga konsistensi pewarna alami pada proses produksi makanan sangatlah penting agar produsen dapat menggunakan pewarna alami pada produk mereka. Konica Minolta memiliki bermacam-macam alat untuk instrumen pengukuran warna yang cocok untuk menjaga konsistensi warna di setiap step pada produksi makanan.

Untuk informasi tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id.

Bagaimana Cara Memperoleh Warna yang Konsisten dalam Memanggang?

how to achieve consistent color in bakingWarna merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi pilihan konsumen. Produsen gula / confectionary tentunya memahami pentingnya warna dan konsistensi warna dalam mempengaruhi pilihan konsumen, namun belum memiliki upaya untuk memastikan bahwa produk mereka telah dipanggang hingga menghasilkan warna yang tepat dan konsisten dalam proses manufaktur serta siklus hidup produk tersebut. Pengontrolan warna untuk para produsen terkemuka dilakukan mulai dari bahan-bahan makanannya terlebih dahulu.

Warna tepung  diperiksa dengan menggunakan spektrofotometer agar dapat memastikan bahwa tepung tersebut dipanggang hingga menghasilkan warna putih tertentu, dan sama halnya seperti bahan-bahan yang diverifikasi terlebih dahulu sebelum dicampurkan. Pengukuran warna dilakukan selama proses manufaktur untuk memastikan bahwa warna yang tepat dapat dicapai secara konsisten.

Banyak perusahaan-perusahaan global Fast Moving Consumer Goods (barang konsumen yang bergerak cepat) yang telah melakukan investasi untuk mengontrol warna. Selain itu, mereka juga melakukan pengukuran teknologi untuk memastikan agar kualitas warna produk mereka dapat memuaskan permintaan konsumen.

Spektrofotometer Konica Minolta CM-5  dengan transmitansi dan mode pengukuran reflektansi, mampu mengukur beragam bentuk sampel seperti bubuk ataupun adonan. Dengan macam-macam aksesoris yang tersedia, CM-5 dapat mengukur sampel yang memiliki beragam ukuran dan bentuk secara mudah.

Untuk detail lebih lanjut serta pertanyaan mengenai alat ukur warna atau bidang lainnya, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

Menjaga Penampilan Tetap Cantik: Penggunaan Spektrofotometer pada Industri Kosmetik

Pada produk-produk kosmetik, warna adalah segalanya. Jika anda menginginkan riasan mata yang dramatis, atau hanya mempertegas warna kulit anda menjadi lebih cerah atau gelap, warna kosmetik yang anda gunakan dapat mengubah keseluruhan penampilan wajah anda. Sebagian besar konsumen kosmetik akan menemukan palet warna yang mereka sukai kemudian akan terus membeli warna yang sudah dipilih tersebut terus menerus karena dirasa cocok dengan keinginan mereka. Hal ini membuktikan betapa pentingnya keterulangan (repeatability) dalam produksi kosmetik, karena akan meningkatkan penjualan akibat kesetiaan konsumen terhadap produk tersebut.

KosmetikBagaimana caranya mencapai keterulangan yang baik pada produksi kosmetik? Tentunya dengan melakukan pengukuran warna yang tepat. Sama halnya dengan proses produksi pada industri lainnya, analisa secara visual sering menjadi langkah awal untuk mengkonfirmasi apakah jenis warna yang dihasilkan sama dengan yang diinginkan. Sayangnya, analisa secara visual adalah metode dengan banyak keterbatasan untuk memastikan kualitas warna. Terkadang pada beberapa jenis produk kosmetik, adanya perbedaan tekstur dan kilau produk dapat menyulitkan dalam melakukan analisa warna.

Menjawab permasalahan ini, maka teknologi spektrofotometri diperkenalkan untuk menetapkan metode yang pasti dalam menentukan kualitas warna. Dengan menggunakan instrument analisa warna berakurasi tinggi maka akan membuat nilai referensi yang terukur, yang dapat dijadikan perbandingan terhadap warna asli, untuk emmastikan warna yang dihasilkan memenuhi tolerasi yang ditetapkan. Spektrofotometer adalah instrumen yang sangat berguna untuk metode uji kualitas, dan dapat diaplikasikan pada berbagai tahapan proses produksi untuk memastikan konsistensi warna yang dihasilkan pada tiap tahapannya.

Secara keseluruhan, spektrofotometer menjadi pilihan terbaik bagi industri kosmetik sebab instrumen ini dapat mengkonfirmasi data dari pengukuran warna yang didapat dengan analisa visual yang dilakukan, serta memberikan nilai angka yang mudah untuk dijadikan perbandingan. Hal ini sangat membantu untuk mengurangi kesalahan warna yang rentan terjadi sejak awal proses produksi berlangsung. Selain ini, instrumen ini juga dapat membantu produsen kosmetik dalam menghindari pemborosan waktu dan biaya, serta memastikan kualitas produk yang tinggi secara konsisten.

Alat ukur warna

Tentunya, pengukuran warna yang akurat hanya dapat dicapai apabila instrumen yang digunakan juga berkualitas tinggi. Konica Minolta merupakan yang terdepan untuk instrumen pengukuran warna berteknologi tinggi, dengan produk-produk sperti CM-5, CM-700d dan CM-3700a. Instrumen-instrumen ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dapat memastikan pengukuran warna yang tepat untuk industri kosmetik, memastikan konsumen terlihat cantik menggunakan kosmetik yang dihasilkan.

Selain instrumen yang berkualitas tinggi, Konica Minolta juga memiliki perangkat lunak untuk pengujian kualitas dan formulasi warna. Dengan mengkombinasikan perangkat lunak ini dengan instrumen analisa warna, maka akan menghasilkan nilai ukur warna yang akurat dan tertelusur pada setiap langkah proses produksi. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Cara Mengukur Warna dari Bubuk Kopi Instan

Kopi instant memudahkan kita untuk meminum kopi kapanpun dan dimanapun. Hanya tambahkan air ke bubuk kopi, lalu Anda dapat menikmati kopi Anda. Kopi diproses/dimasak dari biji kopi yang sudah dipanggang dan dihaluskan, lalu diubah menjadi bubuk dengan cara pembekuan atau spray drying.

Metode pwarna biji dan bubuk kopiemanggangan dan persiapan mempengaruhi rasa dari kopi itu sendiri. Dalam pemanggangan, warna dari biji kopi adalah suatu indikator dan proses pemasakan membutuhkan proporsi tertentu dari bahan baku agar konsistensi warna dari bubuk kopi dapat diproduksi.

Pengukuran warna dapat menjadi subjektif karena mata kita tidak sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada standar visual yang dapat membantu produsen membandingkan warna. Warna dari bubuk kopi tergantung pada tingkat pemanggangan dan proses pemasakan. Pengecekan warna pada saat pemanggangan dan pemasakan sangat diperlukan untuk mengurangi perbedaan warna pada biji kopi.

KONICA MINOLTA

Pada pengukuran warna, ruang warna yang sering di Diagram warna L*a*b* pakai adalah CIE L*a*b dan CIE L*C*h. Dengan bantuan instrumen analisa warna seperti Konica Minolta Chroma Meter CR-410C atau Spektrofotometer CM-5, para pengguna dapat mengukur warna dengan mudah, membantu mereka untuk meningkatkan kualitas dan profit dari produksi bubuk kopi instant.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengetahuan dan aplikasi warna, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui marketing@almega.co.id.

Bagaimana Mengukur Warna Metalik?

Warna mempengaruhi kita dalam banyak hal, terutama untuk palet metalik. Metalik sangat cocok digunakan terutama pada saat Hari Natal karena membantu memberikan kilauan meriah dalam desain kartu ucapan dan kertas kado. Di industri otomotif, warna metalik banyak digunakan untuk membuat produk yang sangat menarik bagi pembeli. Dengan tren styling otomotif yang terus berkembang, mempelajari bagaimana cara menjaga prosedur kontrol warna tetap praktis dan mudah adalah penting.

Cat mobil metalik sangat bervariasi dalam warna dan efek kilau agar sesuai dengan sebagian besar aplikasi otomotif. Cat tersebut dibuat dengan menambahkan aluminium ground halus ke dalam cat berpigmen atau tidak berpigmen. Partikel aluminium halus ini (serpihan logam) akan memberikan kilau yang berbeda dalam ukuran, kecerahan dan warna. Hal ini bergantung pada sudut pandangnya.

Saat mengukur warna metalik, beberapa sudut pandang diperlukan untuk menangkap color travel secara penuh karena perumusan dan interferensi serpihan logam yang ada di lapisan. Sebuah spektrofotometer multi-angle yang portabel direkomendasikan untuk menganalisa warna cat metalik. Bila diletakkan di permukaan kendaraan atau panel uji, pengukuran dilakukan pada 3 atau lebih sudut pandang secara bersamaan. Masing-masing pengukuran ini mewakili variabel kolorimetri seperti lightness/kecerahan, hue/rona, dan kroma. Perbedaan warna data warna metalik juga dapat ditentukan sebab kebanyakan sistem membandingkan kendaraan dan test panel satu sama lain.

NEW SPECTROPHOTOMETER CM-M6

Spektrofotometer multi-angle seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-M6 dapat dengan mudah mengukur warna logam/metalik pada 6 sudut pandang: -15 °, 15 °, 25 °, 45 °, 75 ° dan 110 °, sehingga memungkinkan Anda untuk melihat keseluruhan color travel.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengukuran warna pada cat metalik atau otomotif, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id