Bagaimana Mengukur Warna Es Krim?

ap-ice-cream-color-blog-1-200x140Es krim terbuat dari bahan susu dan krim, adalah sebuah makanan dessert popular yang dinikmati oleh banyak orang di seluruh dunia. Es krim memiliki berbagai rasa dan kombinasi, menggunakan bahan- bahan seperti buah-buahan, kakao, dan pewarna. Warna mempengaruhi preferensi konsumen dan persepsi terhadap makanan, maka dari itu, mengukur dan memantau warna pada es krim sangatlah penting untuk dilakukan.

Untuk mengadopsi manajemen warna dalam proses produksi es krim membantu para produsen untuk meningkatkan konsistensi dan mengoptimalkan kualitas. Warna bahan mempengaruhi warna keseluruhan es krim, oleh karena itu, memverifikasi apakah nilai-nilai L*a*b* mereka berada dalam kisaran nilai yang diinginkan, membantu meminimalkan varian warna. Es krim dapat mengubah sifat fisik ketika mencair. Anda direkomendasikan untuk mengukur warna es krim dalam bentuk cair sehingga dapat mengevaluasi secara akurat.

Konica minolta spectrophotometer

Spectrophotometer CM-5 Konica Minolta dapat melakukan pengukuran reflektansi dan ap-ice-cream-color-blog-2transmitansi, mampu untuk mengukur berbagai sampel, apakah dalam bentuk bahan padat atau campuran krim berbentuk es cair. Berbagai macam aksesoris seperti cawan petri dan sel, tersedia untuk membantu produsen dalam memperoleh pengukuran berulang.

Klik disini untuk menonton video produk CM-5.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengukuran warna es krim, alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email di: marketing@almega.co.id

 

Mengukur Warna Yoghurt

ap-yogurt-color-blog-1-200x130Yoghurt adalah salah satu makanan untuk sarapan pagi yang paling populer dan merupakan pilihan untuk makanan penutup (dessert) di seluruh dunia. Yoghurt terbuat dari susu fermentasi dan memiliki berbagai macam rasa dengan menggunakan bahan-bahan seperti buah-buahan serta perasa makanan. Bagi para produsen yoghurt, untuk mencapai warna yoghurt yang akurat dan konsisten adalah hal yang sulit. Hal tersebut dikarenakan, kita membutuhkan proporsi bahan-bahan yang tepat untuk menghasilkan warna yang tepat. Adanya setiap variasi warna pada warna yoghurt dapat mempengaruhi bagaimana konsumen menerima suatu produk. Warna mempengaruhi persepsi konsumen dan preferensi makanan.

Mengadopsi pengaturan warna dari seluruh proses produksi yoghurt tentunya dapat membantu para produsen untuk meningkatkan kualitas warna dalam memproduksi yoghurt. Sebelum pencampuran bahan-bahan dilakukan, pengecekan tentang apakah nilai L*a*b* mereka berada dalam rentang range yang sesuai, dapat membantu meminimalisir adanya varian dalam warna yoghurt. Mengevaluasi warna akhir yoghurt juga membantu produsen untuk menentukan apakah tindakan korektif diperlukan sebelum produk yoghurt tersebut dikemas.

Bergantung pada bahan opasitas atau transparansinya, untuk memilih mode pengukuran yang sesuai (apakah itu pantulan atau transmisi) akan membantu memastikan bahwa data L*a*b* yang diperoleh adalah akurat.

KONICA MINOLTA SPECTROPHOTOMETER

Dilengkapi dengan kedua top-port dan ruang transmisi, Spektrofotometer CM-5 Konica ap-yogurt-color-blog-2Minolta memiliki fleksibilitas untuk mengukur beragam sample; apakah sample tersebut buram, bening, ataupun transparan. Selain itu, banyak juga aksesoris-aksesoris seperti target mask, cawan petri, dan sel yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pengukuran tertentu.

Klik disini untuk menonton video CM-5.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan lainnya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

 

 

Pewarna Alami: Tantangan Baru bagi Produsen Makanan

pewarnaBanyak produsen makanan menuju ke arah natural/alami dan menghindari penggunaan pewarna buatan pada makanan mereka. Sejak saat skandal penggunaan pewarna makanan pada industri makanan di era 1950an, makin banyak pelanggan yang menghindari pewarna buatan pada makanan, bahkan pewarna yang disetujui oleh FDA. Pewarna-pewarna buatan ini dibuat dari bahan minyak/petroleum dan banyak yang percaya bahwa bahan ini memiliki efek samping bagi manusia yang mengkonsumsinya.

Pada umumnya, banyak pelanggan di Amerika yang sekarang menjadi ragu-ragu untuk membeli makanan yang mengandung bahan tambahan yang bersifat sintetik/buatan. Karena itu, produsen makanan raksasa seperti like General Mills, Kraft, Papa John’s, Panera, Subway dan yang lainnya mencari cara untuk mengembangkan pewarna makanan dari bahan alami/natural.

Hal ini menjadi tantangan yang cukup besar untuk para produsen makanan yang tidak dapat menghasilkan warna yang sama seperti pewarna buatan. Beberapa masalah utama timbul dari cara memproses bahan alami tersebut, karena pewarna alami yang dikembangkan merupakan hasil dari buah, sayuran, dan rempah-rempah. Bahan-bahan ini masing-masing memiliki wangi dan rasa sendiri, yang berarti para produsen makanan harus menambahkan proses “deodorizing” atau membuang wangi dan rasa alami yang terdapat pada pewarna tersebut agar tidak merusak rasa dari produk makanan yang ingin dicapai (Baca: Kendali Warna di Industri Perasa dan Aroma).

Masalah selanjutnya adalah kelangkaan dari pewarna alami yang berada di pasaran. Hijau terang, biru dan warna terang lainnya hanya dapat dihasilkan oleh pewarna buatan. Kenyataannya, sebelum dua tahun lalu tidak ada pewarna buatan berwarna biru sampai FDA menyetujui ekstrak spirulina sebagai pewarna biru alami untuk makanan. Tetapi, kebanyakan pewarna alami tidak cukup terang seperti pewarna buatan pada umumnya.warna makanan

Menjaga konsistensi pewarna alami pada proses produksi makanan sangatlah penting agar produsen dapat menggunakan pewarna alami pada produk mereka. Konica Minolta memiliki bermacam-macam alat untuk instrumen pengukuran warna yang cocok untuk menjaga konsistensi warna di setiap step pada produksi makanan.

Untuk informasi tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id.

Bagaimana Cara Memperoleh Warna yang Konsisten dalam Memanggang?

how to achieve consistent color in bakingWarna merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi pilihan konsumen. Produsen gula / confectionary tentunya memahami pentingnya warna dan konsistensi warna dalam mempengaruhi pilihan konsumen, namun belum memiliki upaya untuk memastikan bahwa produk mereka telah dipanggang hingga menghasilkan warna yang tepat dan konsisten dalam proses manufaktur serta siklus hidup produk tersebut. Pengontrolan warna untuk para produsen terkemuka dilakukan mulai dari bahan-bahan makanannya terlebih dahulu.

Warna tepung  diperiksa dengan menggunakan spektrofotometer agar dapat memastikan bahwa tepung tersebut dipanggang hingga menghasilkan warna putih tertentu, dan sama halnya seperti bahan-bahan yang diverifikasi terlebih dahulu sebelum dicampurkan. Pengukuran warna dilakukan selama proses manufaktur untuk memastikan bahwa warna yang tepat dapat dicapai secara konsisten.

Banyak perusahaan-perusahaan global Fast Moving Consumer Goods (barang konsumen yang bergerak cepat) yang telah melakukan investasi untuk mengontrol warna. Selain itu, mereka juga melakukan pengukuran teknologi untuk memastikan agar kualitas warna produk mereka dapat memuaskan permintaan konsumen.

Spektrofotometer Konica Minolta CM-5  dengan transmitansi dan mode pengukuran reflektansi, mampu mengukur beragam bentuk sampel seperti bubuk ataupun adonan. Dengan macam-macam aksesoris yang tersedia, CM-5 dapat mengukur sampel yang memiliki beragam ukuran dan bentuk secara mudah.

Untuk detail lebih lanjut serta pertanyaan mengenai alat ukur warna atau bidang lainnya, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

Cara Mengukur Warna dari Bubuk Kopi Instan

Kopi instant memudahkan kita untuk meminum kopi kapanpun dan dimanapun. Hanya tambahkan air ke bubuk kopi, lalu Anda dapat menikmati kopi Anda. Kopi diproses/dimasak dari biji kopi yang sudah dipanggang dan dihaluskan, lalu diubah menjadi bubuk dengan cara pembekuan atau spray drying.

Metode pwarna biji dan bubuk kopiemanggangan dan persiapan mempengaruhi rasa dari kopi itu sendiri. Dalam pemanggangan, warna dari biji kopi adalah suatu indikator dan proses pemasakan membutuhkan proporsi tertentu dari bahan baku agar konsistensi warna dari bubuk kopi dapat diproduksi.

Pengukuran warna dapat menjadi subjektif karena mata kita tidak sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada standar visual yang dapat membantu produsen membandingkan warna. Warna dari bubuk kopi tergantung pada tingkat pemanggangan dan proses pemasakan. Pengecekan warna pada saat pemanggangan dan pemasakan sangat diperlukan untuk mengurangi perbedaan warna pada biji kopi.

KONICA MINOLTA

Pada pengukuran warna, ruang warna yang sering di Diagram warna L*a*b* pakai adalah CIE L*a*b dan CIE L*C*h. Dengan bantuan instrumen analisa warna seperti Konica Minolta Chroma Meter CR-410C atau Spektrofotometer CM-5, para pengguna dapat mengukur warna dengan mudah, membantu mereka untuk meningkatkan kualitas dan profit dari produksi bubuk kopi instant.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengetahuan dan aplikasi warna, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui marketing@almega.co.id.