Mengukur Warna dan Penampilan pada Interior Otomotif

Warna dan penampilan interior pada otomotif telah menjadi faktor penting yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Interior dirakit dengan menggunakan berbagai bagian yang memiliki tekstur berbeda serta dari berbagai suppliers. Untuk memastikan penampilan interior yang harmonis, warna dan gloss dari berbagai bagian diperiksa sebelum dilakukannya perakitan.

Bagian-bagian biasanya disediakan melalui berbagai suppliers dan untuk memastikan konsistensinya, penting bagi Anda untuk membangun toleransi yang ketat untuk warna dan gloss. Karena adanya toleransi yang ketat ini, akan menjadi sulit bagi Anda untuk melakukan penilaian secara visual, dan penggunaan alat ukur warna dibutuhkan untuk mencapai penilaian yang objektif.

Dalam jaringan supply chain saat ini di mana fasilitas dan suppliers telah tersebar di seluruh dunia, memilih alat ukur warna dengan inter-instrument agreement (IIA) yang ketat adalah hal yang penting. IIA mendefinisikan seberapa dekat hasil pengukuran dari dua atau lebih alat ukur warna dari model yang sama. Dengan IIA yang ketat, produsen dapat yakin bahwa instrumen dari model yang sama dapat mengukur secara konsisten satu sama lainnya di lokasi yang berbeda.

Spectrophotometer CM-25cG Konica Minolta adalah spektrofotometer two-in-one yang mampu mengukur warna dan gloss secara bersamaan. Dengan tingkat ΔE * ab <0,15 (rata-rata BCRA 12 Tiles) dan ΔGU <0.2GU (0-10GU Sample)  IIA yang ketat, hasil pengukuran akan tetap konsisten, bahkan ketika diukur pada lokasi yang berbeda.

Klik disini untuk menonton video produk CM-25cG.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengukuran warna dan penampilan interior otomotif serta kebutuhan pada aplikasi lainnya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Mengapa Mengukur Kilau dalam 85°, 60°, dan 20°?

gloss 85-60-20Tampilan visual dari suatu produk adalah salah satu faktor utama dalam menangkap preferensi pelanggan. Selain warna, kilau adalah kunci parameter pengukuran lain yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas visual. Kilau diukur dengan menghitung jumlah cahaya yang terpantul dari permukaan dan pengukuran tersebut akan dicatat dalam satuan gloss units (GU). Semakin tinggi unit gloss yang terukur, maka hal tersebut menandakan permukaan yang lebih reflektif dan lebih mengkilap.

Seperti warna, persepsi tingkat kilau ialah bersifat subjektif antara orang-orang yang berbeda. Yang mungkin terlihat mengkilap menurut desainer furnitur, mungkin terlihat kusam bagi para produsen mobil. Maka dari itu, untuk mencapai tingkat kilau yang diinginkan secara akurat dan konsisten, tentunya diperlukan penggunaan gloss meters.

Tingkat kilau yang berbeda akan memancarkan cahaya yang berbeda. Untuk mengakomodasi range kilau yang lebih luas serta menentukan perbedaan yang sesungguhnya dalam nilai gloss / kilau, lebih dari satu pengukuran geometri dianjurkan untuk digunakan. Banyak industri-industri yang menggunakan geometri  85°/60°/20°, yang ditentukan dalam ASTM D523 untuk mengukur kilau. Dengan menggunakan 60° sebagai sudut pengukuran standar, pengukuran dibawah 10 GU dan lebih dari 70 GU dianjurkan untuk diukur kembali menggunakan geometri 85° dan 20° secara berturut-turut, agar dapat mengoptimalkan akurasi dalam pengukuran tersebut.

Sebuah 85°/60°/20° instrument tri-gloss seperti Rhopoint IQ  mampu mengukur kilau dan efek yang berhubungan dengan lapisan seperti tekstur orange peel dan kabut secara bersamaan, sehingga dapat memberikan solusi yang menghemat biaya dan waktu, untuk mengukur suatu tampilan.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pengukuran kilau dan solusi tentang pengukuran tampilan, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id