Mengukur Warna Kecap

Kecap, atau dikenal dengan saus soya, merupakan bahan pokok dalam sebagian besar masakan Asia. Kecap umumnya digunakan oleh para koki untuk meningkatkan rasa hidangan. Kecap tradisional diseduh dengan menggunakan proses honjozo (metode fermentasi biasa) dan memiliki warna coklat kemerahan yang jelas. Selain itu, terjadi juga keseimbangan dalam hal rasa dan aroma kecap. Lainnya, kecap yang diproduksi secara kimia akan memiliki warna yang lebih gelap dengan rasa yang kuat dan tidak enak.

Ada 2 jenis kecap, kecap asin dan kecap manis. Kedua kecap ini memberikan tantangan besar bagi ahli kimia makanan untuk membedakan warna mereka. Sebagai contoh, kecap asin adalah sulit untuk dinilai karena mereka adalah sample translucent dan mudah dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pencahayaan pada background. Satuan warna yang umum digunakan untuk mengukur kecap adalah CIE L*a*b* dan L*C*h. Dengan bantuan alat ukur warna, penggunanya dapat melakukan penilaian dengan cepat dan tentunya dengan cara yang obyektif.

Alat ukur warna seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-5 dilengkapi dengan top port dan ruang transmisi yang mampu mengukur sample dalam berbagai bentuk. Aksesoris seperti tube cell juga tersedia untuk membantu menyederhanakan proses pengukuran.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna CM-5 serta lainnya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Mengukur Warna dan Penampilan pada Interior Otomotif

Warna dan penampilan interior pada otomotif telah menjadi faktor penting yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Interior dirakit dengan menggunakan berbagai bagian yang memiliki tekstur berbeda serta dari berbagai suppliers. Untuk memastikan penampilan interior yang harmonis, warna dan gloss dari berbagai bagian diperiksa sebelum dilakukannya perakitan.

Bagian-bagian biasanya disediakan melalui berbagai suppliers dan untuk memastikan konsistensinya, penting bagi Anda untuk membangun toleransi yang ketat untuk warna dan gloss. Karena adanya toleransi yang ketat ini, akan menjadi sulit bagi Anda untuk melakukan penilaian secara visual, dan penggunaan alat ukur warna dibutuhkan untuk mencapai penilaian yang objektif.

Dalam jaringan supply chain saat ini di mana fasilitas dan suppliers telah tersebar di seluruh dunia, memilih alat ukur warna dengan inter-instrument agreement (IIA) yang ketat adalah hal yang penting. IIA mendefinisikan seberapa dekat hasil pengukuran dari dua atau lebih alat ukur warna dari model yang sama. Dengan IIA yang ketat, produsen dapat yakin bahwa instrumen dari model yang sama dapat mengukur secara konsisten satu sama lainnya di lokasi yang berbeda.

Spectrophotometer CM-25cG Konica Minolta adalah spektrofotometer two-in-one yang mampu mengukur warna dan gloss secara bersamaan. Dengan tingkat ΔE * ab <0,15 (rata-rata BCRA 12 Tiles) dan ΔGU <0.2GU (0-10GU Sample)  IIA yang ketat, hasil pengukuran akan tetap konsisten, bahkan ketika diukur pada lokasi yang berbeda.

Klik disini untuk menonton video produk CM-25cG.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengukuran warna dan penampilan interior otomotif serta kebutuhan pada aplikasi lainnya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Colorimeters dan Berbagai Macam Kegunaannya

Kolorimetri merupakan studi tentang warna sebab mata manusia melihat warna. Dengan demikian, colorimeters (dimana juga dikenal sebagai chromameters, color meters, atau color readers) tidak mengukur output spektral pada panjang gelombang seperti spectrophotometer, melainkan lebih ke arah memberikan koordinat kromatisitas atau nilai merah, biru, dan hijau dengan cara yang sama seperti mata manusia melihat warna. Di masa lalu, pengukuran ini dilakukan dengan tiga filter kaca yang cook dengan warna yang berbeda. Hal ini akan membiarkan radiasi dari panjang gelombang biru, hijau, dan merah dari spektrum yang terlihat melewati, tetapi tidak terdapat panjang gelombang lainnya.

Pengukuran ini memiliki sejumlah aplikasi. Karena mereka membantu untuk menghitung persepsi seseorang terhadap warna, pengukuran ini sering digunakan di bidang R&D untuk membantu mengembangkan perangkat elektronik yang memiliki layar, termasuk ponsel, tablet, dan komputer. Meskipun terdapat metode pengukuran lain yang lebih komprehensif, seperti spektrometri, hasil pembacaan dari colorimeters memberikan data yang lebih relevan.

Selain itu, para ilmuwan dapat menggunakan chromameters untuk menganalisis zat kimia yang memiliki kromofor. Ini adalah area di bahan kimia yang memiliki radiasi tampak. Penelitian di bidang-bidang farmasi dan histologi bisa mendapatkan keuntungan dari mengkuantifikasi warna agar dapat mengukur subjek mereka secara akurat.

Color readers juga dapat berfungsi sebagai monitor kontrol kualitas untuk jalur produksi ataupun makanan. Pembuat mainan, tekstil, dan produk lainnya juga dapat memanfaatkan color readers agar dapat memastikan bahwa warna yang diproduksi adalah sama untuk seluruh item. Chromameter juga dapat digunakan untuk melakukan pengukuran pada makanan.

Hal-hal diatas hanyalah beberapa contoh aplikasi yang memungkinkan untuk colorimeters. Tetapi, apapun kebutuhan Anda, Konica Minolta Sensing akan menjadi solusi uncr410tuk kebutuhan pengukuran warna dan cahaya Anda. CA-310 Display Color Analyzer dapat mengukur tampilan layar pada luminesces rendah dan tinggi. Chromameter CR-400/410 adalah alat ukur warna portabel dengan baterai tahan lama. Alat ini dapat mengambil pembacaan dari permukaan yang tidak rata dengan beragam variasi warna, maka dari itu, dapat digunakan untuk di berbagai bidang, salah satunya seperti untuk produksi lantai. Konica Minolta Sensing juga menawarkan beragam alat ukur warna untuk industri makanan. Sebagai contohnya, BC-10 bc-10-plusPlus Contrast Baking Meter dapat mengkuantifikasi warna makanan pada saat dipanggang, diproses, dan digoreng agar memastikan bahwa warna seluruh makanan adalah konsisten. Jika Anda membutuhkan colorimeter, percayalah pada Konica Minolta Sensing.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Alat Ukur Warna dan Cahaya untuk Evaluasi pada Otomotif

untitledEvaluasi warna dan cahaya pada otomotif adalah hal yang penting, terutama untuk memastikan konsistensi warna dan cahaya agar sesuai dengan standard yang diinginkan pada proses produksi.

Kini, aplikasi untuk evaluasi otomotif dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur warna dan cahaya Konica Minolta pada bagian eksterior serta interior kendaraan.

Beberapa contoh untuk aplikasi pengukuran warna dan cahaya pada bagian eksterior otomotif yaitu, warna kaca depan mobil dapat diukur dengan spectrophotometer CM-700d dan spectrophotometer CM-5; untuk lampu depan mobil dapat diukur dengan 2D Color Analyzer CA-2500A dan Illuminance Meter T-10A; untuk warna gagang pintu dan cat metalik, dapat diukur dengan CM-512m3a.

Mengenai aplikasi pengukuran warna dan cahaya pada bagian interior otomotif, beberapa contohnya yaitu, warna dasbor dapat diukur dengan Spectrophotometer CM-700d, CM-2500c serta Gloss Meters UG-60 Plus dan Gloss Peters MG-268Plus; untuk warna setir mobil dapat diukur dengan spectrophotometer CM-700d; untuk warna kursi dan langit-langit mobil dapat diukur dengan Chroma Meter CR-410, serta warna bagian dalam pintu dapat diukur dengan spectrophotometer CM-700d.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan cahaya Konica Minolta,serta aplikasi pada otomotif, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id