Colorimeters dan Berbagai Macam Kegunaannya

Kolorimetri merupakan studi tentang warna sebab mata manusia melihat warna. Dengan demikian, colorimeters (dimana juga dikenal sebagai chromameters, color meters, atau color readers) tidak mengukur output spektral pada panjang gelombang seperti spectrophotometer, melainkan lebih ke arah memberikan koordinat kromatisitas atau nilai merah, biru, dan hijau dengan cara yang sama seperti mata manusia melihat warna. Di masa lalu, pengukuran ini dilakukan dengan tiga filter kaca yang cook dengan warna yang berbeda. Hal ini akan membiarkan radiasi dari panjang gelombang biru, hijau, dan merah dari spektrum yang terlihat melewati, tetapi tidak terdapat panjang gelombang lainnya.

Pengukuran ini memiliki sejumlah aplikasi. Karena mereka membantu untuk menghitung persepsi seseorang terhadap warna, pengukuran ini sering digunakan di bidang R&D untuk membantu mengembangkan perangkat elektronik yang memiliki layar, termasuk ponsel, tablet, dan komputer. Meskipun terdapat metode pengukuran lain yang lebih komprehensif, seperti spektrometri, hasil pembacaan dari colorimeters memberikan data yang lebih relevan.

Selain itu, para ilmuwan dapat menggunakan chromameters untuk menganalisis zat kimia yang memiliki kromofor. Ini adalah area di bahan kimia yang memiliki radiasi tampak. Penelitian di bidang-bidang farmasi dan histologi bisa mendapatkan keuntungan dari mengkuantifikasi warna agar dapat mengukur subjek mereka secara akurat.

Color readers juga dapat berfungsi sebagai monitor kontrol kualitas untuk jalur produksi ataupun makanan. Pembuat mainan, tekstil, dan produk lainnya juga dapat memanfaatkan color readers agar dapat memastikan bahwa warna yang diproduksi adalah sama untuk seluruh item. Chromameter juga dapat digunakan untuk melakukan pengukuran pada makanan.

Hal-hal diatas hanyalah beberapa contoh aplikasi yang memungkinkan untuk colorimeters. Tetapi, apapun kebutuhan Anda, Konica Minolta Sensing akan menjadi solusi uncr410tuk kebutuhan pengukuran warna dan cahaya Anda. CA-310 Display Color Analyzer dapat mengukur tampilan layar pada luminesces rendah dan tinggi. Chromameter CR-400/410 adalah alat ukur warna portabel dengan baterai tahan lama. Alat ini dapat mengambil pembacaan dari permukaan yang tidak rata dengan beragam variasi warna, maka dari itu, dapat digunakan untuk di berbagai bidang, salah satunya seperti untuk produksi lantai. Konica Minolta Sensing juga menawarkan beragam alat ukur warna untuk industri makanan. Sebagai contohnya, BC-10 bc-10-plusPlus Contrast Baking Meter dapat mengkuantifikasi warna makanan pada saat dipanggang, diproses, dan digoreng agar memastikan bahwa warna seluruh makanan adalah konsisten. Jika Anda membutuhkan colorimeter, percayalah pada Konica Minolta Sensing.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Penilaian Warna Putih

ap-whiteness-blog-1-200x133Untuk industri perhotelan, warna putih seringkali merupakan warna yang disukai untuk linen seperti seprai dan handuk dikarenakan kaitannya dengan kesegaran dan kebersihan. Selama ini, tidak ada standar untuk seberapa putih warna suatu benda dan preferensi warna putih tergantung pada selera pribadi dan persepsi. Penggunaan dan eksposur yang frekuen terhadap bahan kimia selama proses pencucian dapat memperburuk warna putih linen kembali ke warna kekuningannya yang alamiah.

Kurangnya penilaian terhadap warna putih linen seringkali menyebabkan linen yang dibuang sebelum masa akhir mereka berakhir dan menimbulkan biaya yang sebetulnya tidak diperlukan dengan menggantinya. Penilaian visual dan grading tingkat warna putihnya suatu benda adalah bersifat subjektif dikarenakan faktor-faktor seperti mata yang lelah dan kondisi cahaya mempengaruhi bagaimana kita memberikan persepsi tentang warna.

Alat ukur warna seperti Konica Minolta CR-20 Color Reader memiliki kemampuan untuk mengukur indeks putih. Hal ini berguna untuk memastikan tingkat warna putih yang dinilai secara objektif. CR-20 Color Reader juga dilengkapi dengan CIE L*a*b* data kolorimetri yang mampu mengukur linen berwarna.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pengukuran warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel “Mengukur Warna Putihnya Cucian/Kain” DISINI

Bagaimana Mengukur Warna Kabut (Haze) dalam Kemasan Transparan?

ap-transparent-packaging-blog-1Dalam industri kemasan, terdapatnya kabut/haze dalam kemasan transparan seperti plastik dan kaca botol adalah hal yang tidak diinginkan. Kehadiran haze tersebut mengurangi kejelasan penampilan kemasan dan mempengaruhi keseluruhan presentasi produk. Haze dapat terjadi ketika kotoran terdapat dalam materi atau kondisi permukaan yang menyebabkan cahaya menyebar. Untuk mengukur kejelasan dalam kemasan transparan, pengukuran haze perlu untuk dilakukan.

Secara tradisional, pengukuran haze dilakukan secara visual dengan memegang sampel transparan ke sumber cahaya untuk menilai kekaburannya. Metode ini sangatlah subjektif dan memakan waktu. Pengukuran haze yang objektif dan konsisten dapat dicapai dengan menggunakan spektrofotometer.

Nilai haze standar acuan pertama-tama harus didefinisikan, setelah itu, penggunanya dapat menghitung jumlah haze pada sampel dengan menggunakan spektrofotometer agar dapat menentukan apakah standar nilai kabut tercapai.

Konica Minolta Spectrophotometer CM-5 dilengkapi dengan ruang transmisi yang mampu ap-transparent-packaging-blog-2mengukur sampel besar dengan ketebalan hingga 60 mm. Ketika digunakan bersama dengan Spectramagic NX Color Software Data, CM-5 dapat memberikan pengguna dengan tanggal kabut kuantitatif serta tepat yang akan membantu memastikan tindakan korektif yang dapat diambil sebelum produksi massal dilakukan, untuk mencegah pengerjaan ulang yang tidak diperlukan.

Klik disini untuk menonton video CM-5

Untuk informasi lebih lanjut tentang alat ukur warna / cahaya, silakan menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel “Bagaimana Mencapai Warna Botol PET yang Konsisten?” DISINI

Mengukur Warna Minyak

gambar 1Minyak nabati, seperti minyak kelapa, minyak zaitun, atau minyak kelapa sawit, dinilai berdasarkan tingkat kemurnian mereka. Penilaian dari minyak nabati ini dapat dilakukan dengan membandingkan warna terhadap suatu referensi. Namun, penilaian visual saja tentunya sulit dalam menilai minyak nabati secara terpercaya dan konsisten sebab faktor-faktor seperti kondisi pencahayaan, ukuran sampel, dan mata yang lelah dapat mempengaruhi bagaimana mata kita melihat warna. Untuk memastikan penilaian minyak nabati yang akurat dan konsisten, penggunaan alat ukur warna akan diperlukan.

Minyak nabati pada umumnya bening atau transparan di alam, oleh karena itu, cara terbaik untuk mengukurnya ialah dengan menggunakan pengukuran transmitansi. Sebuah referensi standar nilai-nilai L*a*b* pertama kali didefinisikan dan kemudian, sampel minyak diukur untuk menentukan apakah nilai-nilai L*a*b* mereka berada pada kisaran yang diinginkan.

Penggunaan alat timbang untuk penilaian secara komersial sebagian besar digunakan dalam perdagangan minyak, sementara itu kolorimetri dan spektrofotometri digunakan untuk penentuan tepatnya sebuah warna. Minyak-minyak yang dikemas untuk konsumen dicampur dengan seksama untuk menghasilkan warna yang tepat, dengan bantuan kromameter dan spektrofotometer di banyak pabrik untuk memastikan konsistensinya.

gambar 2Alat ukur warna seperti Spektrofotometer CM-5 Konica Minolta dilengkapi dengan ruang transmisi yang dapat mengukur kedua sampel cairan tembus dan transparan secara akurat. CM-5 ini juga mampu untuk menyediakan informasi lulus/gagal berdasarkan toleransi user-set untuk memastikan bahwa minyak nabati diukur secara obyektif dan konsisten. Berbagai macam aksesoris seperti kuvet dan sel, tersedia untuk menyediakan penggunanya agar dapat melakukan pengukuran sampel minyak dengan cepat dan mudah.

Klik disini untuk menonton video produk CM-5.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai bagaimana untuk mengukur warna minyak, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel seputar “Meningkatkan Kualitas Tepung dengan Pengukuran Warna” DISINI

Optik 45°/0° Simulasikan Persepsi Visual Manusia Untuk Keselamatan Pengemudi

mengukur marka jalanSeorang pengemudi seringkali bergantung pada marka jalan untuk memberikan panduan ketika bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Maka dari itu, garis di jalanan dan jalan raya harus sangat terlihat bagi kendaraan-kendaraan agar mereka tetap berada dalam parameter jalur yang telah ditentukan, mencegah terjadinya tabrakan, dan juga menjaga keselamatan pengendara serta pejalan kaki. Sebagai peraturan keselamatan, garis warna distandarisasi (ASTM standards) oleh pemerintah agar dapat memastikan bahwa jalur pada jalan mudah dilihat, baik pada saat siang maupun malam hari. Hal ini membutuhkan evaluasi rutin dengan alat yang dapat mengukur warna secara tepat, dan sama dengan bagaimana manusia mempersepsikan warna.

Marka jalan, seperti jalur pemisah, umumnya berwarna cat kuning atau putih, atau terbuat kualitas marka jalandari bahan termoplastik yang meleleh dan terdiri dari pigmen serta manik-manik kaca. Seiring dengan berjalannya waktu, warna-warna pada marka jalan ini dapat memudar karena perubahan kondisi cuaca dan gesekan konstan ban kendaraan. Pengukuran rutin dengan spektrofotometer 45°/0° memastikan bahwa warna akan selalu terlihat oleh para pengemudi dan jika tidak, alat ukur ini akan memberi informasi pada pihak tertentu bahwa pengecatan warna yang baru pada marka jalan diperlukan. Spektrofotometer dengan geometri 45°/0° yang masih tradisional, dapat menghasilkan pengukuran yang tidak akurat.

Sebuah spektrofotometer dengan geometri 45°/0° diperlukan untuk mengukur marka jalan, serta aplikasi lain seperti interior otomotif, peralatan, furnitur, kemasan, dan beberapa produk makanan. Hal ini dikarenakan faktor dalam tekstur dan penampilan suatu permukaan, erat pararel dengan cara mata manusia melihat warna. Spektrofotometer tradisional dengan geometri ini dirancang dengan pencahayaan sekeliling yang biasanya tidak menerangi seluruh area permukaan atau sampel secara merata. Distribusi cahaya yang tidak sama ini tidak dapat mengambil keseluruhan warna sampel ketika pengukuran dilakukan dan dapat mengarah ke hasil yang tidak akurat, serta berpotensi untuk memberikan kondisi yang tidak aman bagi para pengendara dan pejalan kaki.

Sebuah terobosan baru dalam optik 45°/0° dapat memastikan visibilitas tinggi pada marka jalan.

Iluminasi Alat Ukur WarnaDalam menanggapi ketidakakuratan pada spektrofotometer tradisional 45°/0°, Konica
Minolta merancang spektrofotometer CM-2500c. Alat ukur ini dirancang dengan pencahayaan berbentuk cincin (bukan dengan pencahayaan melingkar), yang dapat menerangi permukaan sampel dengan terang dan merata ketika dilakukan pengukuran. Pencahayaan cincin ini seperti kumpulan serat fiber yang diterangi oleh satu sumber dan dibentuk seperti sebuah cincin. Celah pencahayaan dan lensa terintegrasi membuat sumber cahaya berbentuk cincin untuk memastikan agar warna dipandang secara lebih seragam.

Konica Minolta CM-2500cIluminasi berbentuk cincin dari CM-2500c ini membuatnya cocok untuk mengevaluasi warna pada marka jalan dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para penggunanya tentang bagaimana pengemudi akan melihat marka jalan ini. Rancangan optikal tersebut memberikan pembacaan yang lebih akurat dengan mendistribusi cahaya secara sama melalui sampel untuk mengambil keseluruhan dari warna sampel tersebut dan meminimalkan fluktuasi pembacaan pengukuran ketika sudut atau posisinya berubah pada alat ini. Untuk industri transportasi, hal ini berarti bahwa warna cat jalan atau bahan termoplastik dapat diidentifikasi dan dibandingkan dengan standar pemerintah yang handal dan akurat.

Stabilitas, presisi, dan akurasi yang berhubungan dengan pencahayaan berbentuk cincin dalam spektrofotometer 45°/0°, menempatkan CM-2500c di garis depan instrumen pengukuran warna dan cahaya. Terobosan baru dalam optik pengukuran warna ini tidak hanya mengikuti persepsi visual manusia, tetapi juga dapat mengidentifikasi warna pada benda bertekstur, lengkung, atau permukaan kasar secara lebih akurat dibandingkan dengan spektrofotometer tradisional 45°/0°. Maka dari itu, marka jalan mempertahankan visibilitas tinggi dan tabrakan kendaraan dapat dicegah bagi pengendara yang bepergian dari satu titik ke titik lain.

Tertarik untuk mengenal lebih jauh mengenai spektrofotometer CM-2500c? Klik disini

Untuk informasi lebih lanjut tentang alat ukur warna / cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id