Optik 45°/0° Simulasikan Persepsi Visual Manusia Untuk Keselamatan Pengemudi

mengukur marka jalanSeorang pengemudi seringkali bergantung pada marka jalan untuk memberikan panduan ketika bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Maka dari itu, garis di jalanan dan jalan raya harus sangat terlihat bagi kendaraan-kendaraan agar mereka tetap berada dalam parameter jalur yang telah ditentukan, mencegah terjadinya tabrakan, dan juga menjaga keselamatan pengendara serta pejalan kaki. Sebagai peraturan keselamatan, garis warna distandarisasi (ASTM standards) oleh pemerintah agar dapat memastikan bahwa jalur pada jalan mudah dilihat, baik pada saat siang maupun malam hari. Hal ini membutuhkan evaluasi rutin dengan alat yang dapat mengukur warna secara tepat, dan sama dengan bagaimana manusia mempersepsikan warna.

Marka jalan, seperti jalur pemisah, umumnya berwarna cat kuning atau putih, atau terbuat kualitas marka jalandari bahan termoplastik yang meleleh dan terdiri dari pigmen serta manik-manik kaca. Seiring dengan berjalannya waktu, warna-warna pada marka jalan ini dapat memudar karena perubahan kondisi cuaca dan gesekan konstan ban kendaraan. Pengukuran rutin dengan spektrofotometer 45°/0° memastikan bahwa warna akan selalu terlihat oleh para pengemudi dan jika tidak, alat ukur ini akan memberi informasi pada pihak tertentu bahwa pengecatan warna yang baru pada marka jalan diperlukan. Spektrofotometer dengan geometri 45°/0° yang masih tradisional, dapat menghasilkan pengukuran yang tidak akurat.

Sebuah spektrofotometer dengan geometri 45°/0° diperlukan untuk mengukur marka jalan, serta aplikasi lain seperti interior otomotif, peralatan, furnitur, kemasan, dan beberapa produk makanan. Hal ini dikarenakan faktor dalam tekstur dan penampilan suatu permukaan, erat pararel dengan cara mata manusia melihat warna. Spektrofotometer tradisional dengan geometri ini dirancang dengan pencahayaan sekeliling yang biasanya tidak menerangi seluruh area permukaan atau sampel secara merata. Distribusi cahaya yang tidak sama ini tidak dapat mengambil keseluruhan warna sampel ketika pengukuran dilakukan dan dapat mengarah ke hasil yang tidak akurat, serta berpotensi untuk memberikan kondisi yang tidak aman bagi para pengendara dan pejalan kaki.

Sebuah terobosan baru dalam optik 45°/0° dapat memastikan visibilitas tinggi pada marka jalan.

Iluminasi Alat Ukur WarnaDalam menanggapi ketidakakuratan pada spektrofotometer tradisional 45°/0°, Konica
Minolta merancang spektrofotometer CM-2500c. Alat ukur ini dirancang dengan pencahayaan berbentuk cincin (bukan dengan pencahayaan melingkar), yang dapat menerangi permukaan sampel dengan terang dan merata ketika dilakukan pengukuran. Pencahayaan cincin ini seperti kumpulan serat fiber yang diterangi oleh satu sumber dan dibentuk seperti sebuah cincin. Celah pencahayaan dan lensa terintegrasi membuat sumber cahaya berbentuk cincin untuk memastikan agar warna dipandang secara lebih seragam.

Konica Minolta CM-2500cIluminasi berbentuk cincin dari CM-2500c ini membuatnya cocok untuk mengevaluasi warna pada marka jalan dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para penggunanya tentang bagaimana pengemudi akan melihat marka jalan ini. Rancangan optikal tersebut memberikan pembacaan yang lebih akurat dengan mendistribusi cahaya secara sama melalui sampel untuk mengambil keseluruhan dari warna sampel tersebut dan meminimalkan fluktuasi pembacaan pengukuran ketika sudut atau posisinya berubah pada alat ini. Untuk industri transportasi, hal ini berarti bahwa warna cat jalan atau bahan termoplastik dapat diidentifikasi dan dibandingkan dengan standar pemerintah yang handal dan akurat.

Stabilitas, presisi, dan akurasi yang berhubungan dengan pencahayaan berbentuk cincin dalam spektrofotometer 45°/0°, menempatkan CM-2500c di garis depan instrumen pengukuran warna dan cahaya. Terobosan baru dalam optik pengukuran warna ini tidak hanya mengikuti persepsi visual manusia, tetapi juga dapat mengidentifikasi warna pada benda bertekstur, lengkung, atau permukaan kasar secara lebih akurat dibandingkan dengan spektrofotometer tradisional 45°/0°. Maka dari itu, marka jalan mempertahankan visibilitas tinggi dan tabrakan kendaraan dapat dicegah bagi pengendara yang bepergian dari satu titik ke titik lain.

Tertarik untuk mengenal lebih jauh mengenai spektrofotometer CM-2500c? Klik disini

Untuk informasi lebih lanjut tentang alat ukur warna / cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Bagaimana Cara Mengukur Warna Rempah-Rempah?

gambar 1Rempah-rempah memiliki banyak fungsi yang berguna dalam produk makanan. Hal ini dapat membantu untuk meningkatkan rasa makanan, dimana rempah-rempah digunakan sebagai pengawet atau untuk mempengaruhi keseluruhan warna makanan. Warna mempengaruhi persepsi kita terhadap makanan, maka dari itu, pengontrolan warna rempah-rempah adalah penting untuk memastikan bahwa warna akhir dari produk pangan diproduksi secara akurat dan konsisten.

Rempah-rempah, dalam bentuk utuh atau yang sudah dihaluskan, memiliki variasi warna, membuat komunikasi warna dan perbandingan warna terhadap standar merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan.  Untuk menghilangkan adanya variasi warna, penggunaan alat ukur warna dengan fungsi rata-rata (averaging) akan diperlukan. Dengan merata-ratakan pengukuran tersebut, warna yang lebih representatif dapat diperoleh. Kebanyakan rempah-rempah umumnya buram di alam, oleh karena itu, warna rempah-rempah dapat diukur dengan menggunakan mode reflektansi.

Alat ukur warna seperti Spektrofotometer CM-5 Konica Minolta dilengkapi dengan data kolorimetri CIE L*a*b* serta fungsi rata-rata yang dapat gambar 2membantu penggunanya untuk mengukur warna rempah-rempah dan rata-rata dari pengukuran data tersebut secara langsung. CM-5 juga dilengkapi dengan top-port yang mampu melakukan pengukuran reflektansi. Berbagai macam aksesoris-aksesoris seperti cawan petri atau sel tabung juga tersedia untuk memenuhi ukuran sampel yang berbeda.

Klik disini untuk melihat video produk CM-5.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana mengukur warna rempah-rempah dan bidang lainnya, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Mengukur Warna Putihnya Cucian/Kain

ap-laundry-whiteness-blog-1-200x100Dalam industri laundry (pencucian) atau perhotelan komersial, penyortiran linen seperti handuk-handuk dan seprai berdasarkan tingkat noda mereka merupakan prosedur yang penting. Karena tidak semua noda dapat dihilangkan dengan zat kimia biasa, pengelompokkan linen menjadi tingkat noda berat, sedang, dan ringan akan membantu mengoptimalkan jumlah bahan kimia yang digunakan, serta mencegah pencucian ulang yang tidak diperlukan.

Linen-linen dikategorikan ke dalam tingkat noda yang berbeda berdasarkan seberapa putihnya mereka. Umumnya, untuk mengevaluasi tingkat warna putih suatu cucian dilakukan secara visual. Tetapi, untuk menghasilkan penilaian visual yang konsisten dari tingkatan warna putih tersebut adalah hal yang sulit, sebab, faktor-faktor seperti warna di sekitar, kondisi pencahayaan, dan mata yang lelah dapat mempengaruhi warna yang terlihat oleh mata kita.

Untuk mengevaluasi tingkat putih sebuah linen secara obyektif, diperlukan alat ukur warna seperti Konica Minolta CR-20 color reader. Karena model ini cocok untuk digunakan langsung di tempat, color reader CR-20 mampu mengukur indeks putih dan populer di banyak tempat laundry untuk melakukan evaluasi yang cepat, mudah, dan obyektif.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana mengontrol seberapa putihnya produk Anda ataupun bidang lainnya, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel “Pengujian Warna Putih Linen pada Laundry Komersial” DISINI

Mengukur Warna Lensa Kontak

ap-contact-lens-blog-200x85Pada masa kini, lensa kontak berwarna merupakan lensa yang modis dengan desain dan warna-warna yang lebih beragam dan tegas. Warna lensa dapat melengkapi pemakaian kosmetik dan dengan adanya para desainer kreatif yang menciptakan warna-warna baru, para produsen mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk memastikan bahwa warna lensa kontak yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi yang tepat dan warna tersebut dapat dicapai secara konsisten.

Mempertahankan penglihatan yang jelas sangatlah penting pada lensa kontak, namun, proses pewarnaan pada media yang bening dapat mengurangi kejernihan pada media/benda tersebut. Dengan kelengkungan permukaan dan daerah yang kecil, pengontrolan warna pada lensa kontak merupakan hal yang sulit. Instrumen warna CIE L*a*b* digunakan untuk memeriksa transmisi, kejelasan, dan warna lensa optik. Pengukuran lensa kontak pada umumnya mengikuti prinsip yang sama, kecuali untuk lensa yang lebih kecil. Dengan metodologi yang tepat dan bantuan jig, sifat optik dapat diukur dengan mudah dan berulang.

Alat ukur warna seperti Spektrofotometer Konica Minolta CM-5 dilengkapi dengan ruang khusus yang mampu melakukan pengukuran transmitansi. Berbagai macam aksesoris juga tersedia untuk membantu mempertahankan dan mengukur lensa-lensa kecil.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai CM-5 dan bagaimana cara untuk mengukur warna lensa kontak, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

 

Meningkatkan Kualitas Tepung dengan Pengukuran Warna

ap-flour-blog-1-200x133Warna dan tekstur adalah hal-hal yang sangat penting untuk konsumen, pabrik tepung melalui proses yang panjang untuk memastikan bahwa warna tepung mereka memenuhi harapan klien. Pengecekan ini dilakukan terutama berdasarkan pada permintaan konsumen. Ketika dalam proses penggilingan, endosperma tersebut terpisah dari kulitnya dan kadar abu memberikan indikasi untuk proses ini. Kadar abu yang tinggi menunjukkan kadar kulit yang tinggi dan ini merupakan indikasi dari kelas-kelas tepung. Dari berbagai gandum, warna tepung dapat menjadi indikasi yang terpercaya untuk melihat kualitas gandum dan pengecekan ini sangat penting untuk para produsen agar dapat melihat kualitas tepung tersebut.

Pengukuran warna dengan spektrofotometer dan kromameter telah banyak digunakan di industri pabrik untuk membantu para produsen mempertahankan kualitas tepung mereka. Ruang warna seperti CIE L*a*b* adalah pengecekan warna yang sudah umum dilakukan.

Dibawah ini adalah ekstrak dari Canadian Grain Commission mengenai bagaimana untuk mengukur warna tepung dan bubur tepung semolina.

CIELAB Tristimulus Pengukuran Warna Tepung

Minolta model CM-5 top-port spektrofotometer yang berdiri sendiri (d/8 geometri dan diameter area pengukuran 30 mm) digunakan untuk menentukan warna sampel tepung gandum. Sebuah cawan petri berdiameter 45 mm diisi dengan sampel tepung. Kemudian cawan tersebut ditepuk secara perlahan hingga tepungnya menjadi rata dan tidak ada kesenjangan yang terlihat dari dasar cawan tersebut. Kedalaman/tinggi tepung tersebut adalah paling sedikit 10 mm. Hasil pengecekan dilaporkan sebagai rata-rata duplikat penentuan parameter L*, a*, dan b* dari model warna CIELAB, yang masing-masing menunjukkan nilai-nilai penerangan, kemerahan, dan kekuningan. Berikut adalah hasil untuk 10° pengamat standar dan D65 illuminant:

  • L*: 100 putih, 0 hitam
  • A*: +60 merah, -60 hijau
  • B*: +60 kuning, -60 biru

CIELAB Tristimulus Pengukuran Warna untuk Bubur Tepung Semolina

Sebuah spektrofotometer top-port yang berdiri sendiri digunakan untuk menentukan warna gandum durum dari bubur tepung semolina. Sampel percobaannya dibuat menjadi bubur dengan mencampurkan 10 gram semolina pada dasar kelembapan 14% dan 12.5 ml air hasil penyulingan. Setelah dicampur dengan menggunakan pengaduk overhead yang dilengkapi dengan paddle aduk poros (2 menit, 100 rpm), bubur dituangkan ke dalam cawan Petri (45 mm diameter) dan didiamkan selama 5 menit sebelum melakukan analisa. Warna bubur tepung semolina ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer Minolta model CM–5 yang dilengkapi dengan d/8 geometri dan area pengukuran dengan diameter 30 mm. Hasil pengecekan dilaporkan sebagai rata-rata duplikat penentuan parameter L*, a*, dan b* dari model warna CIELAB, yang masing-masing menunjukkan nilai penerangan, kemerahan, dan kekuningan. Hasil untuk 10° standar pengamat dan D65 illuminant adalah sebagai berikut:

  • L*: 100 putih, 0 hitam
  • a*: +60 merah, -60 hijau
  • b*: +60 kuning, -60 biru

Untuk informasi dan pengetahuan lebih lanjut mengenai pengukuran warna tepung dan bidang lainnya, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id