Kolorimetri Membantu Meningkatkan Kualitas Kopi

Karena banyaknya variabel yang di luar kendali petani kopi dan hanya produsen yang dapat menentukan biji mana yang kualitasnya paling tinggi adalah keharusan untuk membuat kopi berkualitas tinggi. Setiap biji kopi menjalani pemeriksaan kualitas yang ketat untuk memastikannya memenuhi standar kualitas internasional yang ketat. Di masa lalu, pemanen dan pengolah kopi harus mengandalkan penglihatan dan rasa fisik saja untuk menentukan kematangan dan kesiapan kacang. Bahkan dengan pemanen ahli dan “cupper” (pencicip kopi profesional) mempertahankan kualitas yang konsisten masih sangat sulit karena persepsi manusia dapat dengan mudah berubah berdasarkan pada sikap dan lingkungan dari hari ke hari.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, pemroses kopi memutuskan untuk menggunakan gadget kecil yang bagus yang disebut colorimeter. Sebelum biji dipanggang, salah satu pemeriksaan kualitas paling penting adalah menguji warna biji kopi hijau. Alasan untuk pemeriksaan ini adalah karena warna hijau biji kopi dapat bervariasi tergantung pada ketinggian di mana biji ditanam.

Dengan menggunakan colorimeter Konica Minolta CR-410, mereka dapat menentukan bahwa biji kopi dengan ketinggian lebih tinggi memiliki jumlah warna hijau biru atau biru yang lebih tinggi, hadir daripada biji kopi ketinggian lebih rendah. Ini membuatnya mudah untuk menentukan kacang mana yang berkualitas lebih tinggi. Tidak hanya ini menetapkan dan membantu menjaga standar kualitas, itu juga berarti bahwa pemanen dapat mengetahui dengan lebih pasti jumlah keuntungan yang lebih tinggi yang dapat dihasilkan berdasarkan jumlah biji berkualitas lebih tinggi yang dipanen.

Untuk informasi lebih lanjut dan apabila tertarik dengan produk alat uji warna, silahkan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

Cara Memilih Alat Ukur Warna Yang Tepat

Manajemen warna penting di banyak bidang manufaktur seperti otomotif, pelapis dan cat, plastik dan makanan. Alat pengukur warna seperti spektrofotometer dan kolorimetri banyak digunakan untuk membantu mengukur perbedaan warna yang tidak dapat dibedakan dengan akurat oleh mata kita.

Warna memainkan berbagai peran dalam kehidupan kita sehari-hari, itu memengaruhi pembelian kita dan juga selera kita terhadap makanan. Tidak seperti dimensi atau berat di mana kita dapat mengukur dengan penggaris atau skala, warna dapat dirasakan secara berbeda oleh orang yang berbeda. Misalnya, ketika kita mengatakan ‘biru’, orang yang berbeda membayangkan nuansa biru yang berbeda. Untuk mengekspresikan warna seperti bagaimana kita mengekspresikan dimensi atau berat secara numerik, alat pengukur warna seperti pembaca warna dan spektrofotometer digunakan.

Pembaca warna menggunakan tiga sensor (filter merah, hijau dan biru) yang mirip dengan cara mata manusia melihat warna. Sensor mengukur cahaya yang dipantulkan atau dikirim oleh suatu objek dan mengirimkan data ke komputer mikro yang akan menghitung nilai-nilai X, Y dan Z yang masing-masing mewakili warna merah, hijau dan biru.

Nilai-nilai ini dapat membantu dalam menyesuaikan komponen warna atau membandingkan warna dengan standar atau referensi. Instrumen ini harganya relatif murah, ukurannya kecil dan mudah dibawa. Mereka terutama digunakan untuk pengukuran reflektansi dan tidak cocok untuk analisis warna yang kompleks seperti metamerisme.

Di sisi lain, spektrofotometer menggunakan beberapa sensor untuk mengukur warna pantulan spektral di seluruh spektrum panjang gelombang yang terlihat (400mm hingga 700mm), itulah sebabnya mereka lebih tepat dan akurat dibandingkan dengan pembaca warna. Instrumen ini bisa lebih mahal daripada pembaca warna tetapi dengan presisi dan akurasi tinggi, mereka adalah instrumen yang ideal untuk pengendalian kualitas warna, formulasi warna dan analisis warna yang kompleks.

Konica Minolta Sensing menawarkan berbagai pembaca warna dan spektrofotometer yang memenuhi kebutuhan dan kebutuhan yang berbeda

Spektrofotometer, dengan banyak sensor, mengukur warna pantulan spektral melintasi spektrum panjang gelombang yang terlihat (400mm hingga 700mm). Instrumen ini sangat tepat dan akurat dan ideal untuk formulasi warna, kontrol kualitas warna dan analisis warna yang kompleks.

Colorimeter atau pembaca warna menggunakan tiga sensor merah, hijau dan biru, mirip dengan cara mata kita melihat warna, untuk mengukur cahaya yang dipantulkan atau ditransmisikan oleh suatu objek. Mereka terutama digunakan dalam menyesuaikan komponen warna atau membandingkan warna dengan referensi atau standar.

Mode Pengukuran

Ketika cahaya menerangi atau menyerang objek, objek akan memantulkan atau menyerap cahaya. Interaksi penyerapan dan pemantulan cahaya ini menentukan warna.

Sampel, baik padat atau cair, memerlukan mode pengukuran tertentu untuk mencapai data warna yang andal. Sampel padat tidak memungkinkan cahaya untuk lewat paling baik diukur menggunakan mode pemantulan. Sampel cair paling baik diukur menggunakan mode pengukuran transmitansi atau trans-reflektansi sesuai dengan tingkat transparansi mereka.

Untuk informasi lebih lanjut dan apabila tertarik dengan produk alat uji warna, silahkan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

Bagaimana Anda Suka Kopi Anda?

Bagi masyarakat Indonesia, hari yang produktif biasanya dimulai dengan secangkir kopi. Faktanya, lebih dari 50 persen penduduk dewasa di Indonesia minum kopi setiap hari, menjadikan Indonesia salah satu konsumen dan produsen kopi terbesar di dunia.

Dengan popularitas minuman jawa ini terus meningkat, “Bagaimana Anda suka kopi Anda?” Telah menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan dalam kehidupan sehari-hari Amerika. Menanggapi pertanyaan ini, bagaimanapun, konsumen paling sering merujuk pada tingkat warna, bukan rasa, kopi.

Ringan, sedang, panggang gelap, dan hitam adalah respons umum terhadap pertanyaan, “Bagaimana Anda suka kopi Anda?” Ini karena warna adalah salah satu elemen yang menunjukkan rasa kopi, sehingga penting untuk warna kopi panggang untuk setara dengan harapan konsumen. Untuk produsen kopi yang sukses, proses evaluasi warna yang ketat diterapkan untuk secara efisien mengontrol warna dan rasa kacang ini selama produksi dan pemanggangan.

Dianggap sebagai bentuk seni, pemanggangan mengubah rasa kacang dengan mengubah warna dan kepadatannya melalui panas, dan merupakan praktik yang harus dipantau dengan cermat. Ada empat kategori warna daging panggang, termasuk cahaya, sedang, sedang / gelap, dan gelap, mulai dari rasa ringan (terang) hingga kepahitan yang berbeda (gelap). Perbedaan antara kategori panggang bisa minimal, sehingga pemanggang sering menggunakan sistem klasifikasi warna sebagai panduan untuk menentukan tingkat warna masing-masing panggang

Untuk kontrol warna lengkap, alat ukur warna juga digunakan untuk menentukan tingkat panggang. Colorimeter portabel Konica Minolta Sensing CR-410C, misalnya, mengukur warna kopi menggunakan teknologi optik canggih. Pengukuran ini memberikan informasi berharga untuk pemanggang, seperti nomor pemanggangan Speciality Coffee Association of America (SCAA), tingkat pemanggangan, dan penilaian lulus / gagal untuk menentukan apakah produk tersebut memenuhi standar warna. Hal ini memungkinkan produsen kopi untuk memisahkan batch produksi dengan tingkat panggang, mengidentifikasi perbedaan warna, dan mempertahankan profil rasa yang terkait dengan masing-masing warna panggang.

Beberapa perusahaan kopi menggunakan Colorimeter CR-410C di pabrik mereka untuk menjaga kualitas produk mereka. Setelah proses pemanggangan, biji kopi mereka ditumbuk menjadi bubuk dan dievaluasi untuk rasa dan warna melalui penilaian visual manusia. Warna bubuk kopi kemudian diukur dengan CR-410C menggunakan lampiran aksesori yang dirancang khusus untuk butiran. Meskipun dimungkinkan untuk mengukur kacang sendiri, tidak dianjurkan karena memanggang kacang secara internal tidak dapat dievaluasi. Pengukuran ini mengidentifikasi adanya inkonsistensi warna dalam bubuk, serta perbedaan kualitas warna kopi.

Dengan mengevaluasi warna kopi selama proses produksi dan pemanggangan, perusahaan-perusahaan ini berhasil menentukan tingkat pemanggangan produk mereka, serta lebih baik menentukan rasanya, untuk dikemas dalam toko eceran atau dikirim ke kedai kopi. Dengan setiap tanggapan terhadap pertanyaan, “Bagaimana Anda menyukai kopi Anda?” Dapat dipastikan bahwa profil rasa akan cocok dengan warna kopi untuk kepuasan konsumen.

Untuk informasi lebih lanjut dan apabila tertarik dengan produk alat uji warna ini, silahkan menghubungi kami dengan email ke marketing@almega.co.id

Cek Warna Produk Kecantikan Untuk Bibir

Bibir merupakan salah satu bagian terpenting pada fitur wajah. Warna bibir yang memikat seringkali menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang melihatnya. Lipstik adalah produk kecantikan untuk bibir yang paling banyak dicari.

Lipstik terdiri dari basis putih (fraksi padat, cair, semi-pasta) dan basis berwarna. Basis putih berasal dari berbagai jenis dan sifat wax (beeswax, nauba wax, dll) dan berbagai minyak (nabati, sintetik, dll). Wax berperan dalam pembentukan struktur stick, mengatur kemampuan ketahanan terhadap pemanasan dan tingkat kekerasan pada penggunaan.

Di sisi lain, minyak membuat lipstik berkilau, mudah digunakan, tapi sayangnya juga bertanggung jawab atas terbentuknya rembesan. Material lemak lainnya seperti butter, minyak nabati terhidrogenasi dan ester lemak dihubungkan antara wax dan minyak, berperan penting dalam homogensitas, ketebalan, berwarna krim, berlemak dan menahan lapisan pada bibir dan sebagai basis warna.

Pentingnya penentuan bahan pewarna pada produk kosmetik

  1. Menjamin bahan pewarna yang ditambahkan pada produk kosmetik adalah bahan yang diijinkan
  2. Menjamin informasi pada label tepat dan sempurna
  3. Menentukan penyebab alergi dan reaksi dermatologi
  4. Membantu investigasi forensik
  5. Menentukan stabilitas bahan pewarna yang ditambahkan pada berbagai matriks
  6. Kontrol kualitas

Penentuan bahan pewarna pada produk kosmetik

6.jpg

Lipstik sebagai produk kosmetik dekoratif mengandung persentase tertinggi penggunaan bahan pewarna, seringkali berupa campuran dari sejumlah bahan pewarna. Bahan pewarna lipstik biasanya digunakan pada kisaran 1-10%. Umumnya, bahan pewarna yang ada pada produk kosmetik harus diisolasi dari matriks untuk proses analisis kualitatif dan kuantitatif-nya.

Untuk memproduksi produk bibir seperti ini, konsistensi warna merupakan hal yang sangat penting. Bagaimana caranya mencapai keterulangan yang baik pada produksi kosmetik?

Sama halnya dengan proses produksi pada industri lainnya, analisa secara visual sering menjadi langkah awal untuk mengkonfirmasi apakah jenis warna yang dihasilkan sama dengan yang diinginkan. Sayangnya, analisa secara visual adalah metode dengan banyak keterbatasan untuk memastikan kualitas warna. Terkadang pada beberapa jenis produk kosmetik terutama pada produk lipstik, adanya perbedaan tekstur dan kilau produk dapat menyulitkan dalam melakukan analisa warna. Spektrofotometer adalah instrumen yang sangat berguna untuk metode uji kualitas, dan dapat diaplikasikan pada berbagai tahapan proses produksi untuk memastikan konsistensi warna yang dihasilkan pada tiap tahapannya.

Hal ini sangat membantu untuk mengurangi kesalahan warna yang rentan terjadi sejak awal proses produksi berlangsung. Selain itu, instrumen ini juga dapat membantu produsen kosmetik dalam menghindari pemborosan waktu dan biaya, serta memastikan kualitas produk yang tinggi secara konsisten.

Tentunya, pengukuran warna yang akurat hanya dapat dicapai apabila instrumen yang digunakan juga berkualitas tinggi. Konica Minolta merupakan yang terdepan untuk instrumen pengukuran warna berteknologi tinggi, dengan produk-produk seperti CM-5.

Gbr. Konica Minolta CM-5

CM-5 Merupakan bench top spectrophotometer yang sangat mudah digunakan.  Alat ukur warna ini dilengkapi dengan tombol dan LCD warna yang berukuran cukup besar sehingga mudah dibaca. Alat ini mempunyai kemampuan untuk kalibrasi otomatis disaat setiap awal penggunaan, dapat menguji dengan berbagai bentuk dan ukuran sample baik itu sample dalam bentuk granul, bubuk powder, pasta, cair, padat.

Selain itu  alat ini juga dilengkapi dengan fitur untuk memakai USB yang bisa langsung ditancapkan pada alat .

Untuk informasi lebih lanjut dan apabila tertarik dengan produk alat uji warna ini, silahkan menghubungi kami dengan email ke : marketing@almega.co.id

Uji Stabilitas Warna Pada Sediaan Kapsul dan Tablet

Obat sudah menjadi kebutuhan dasar dalam urusan kesehatan pada kehidupan manusia modern. Untuk mengatasi berbagai gejala penyakit, dunia farmasi mengenal beberapa bentuk sediaan obat.  Yang berwujud cair biasa disebut sirup, yang serbuk biasa di sebut puyer, sedangkan padat ada yang berupa tablet atau kapsul.

Menurut sejumlah referensi di bidang farmasi, kapsul sebenarnya obat serbuk (puyer) yang dimasukan ke dalam cangkang padat yang mudah larut. Cangkang itu sendiri biasanya terbuat dari gelatin atau dari pati lainnya.  Saat kita menerima obat berupa kapsul, sangat lazim cangkangnya terdiri dari dua warna yang berbeda.

Sedangkan sediaan obat dalam bentuk tablet adalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau bahan pengisi. Tablet terdapat dalam berbagai ragam bentuk, ukuran, bobot, kekerasan, ketebalan dan dalam aspek lain, tergantung pada penggunaan yang dimaksudkan dan metode penggunaanya.

Tablet biasanya berbentuk bundar dengan permukaan datar, atau konveks. Bentuk khusus seperti kaplet, segitiga, lonjong, Empat segi dan segi enam heksagonal dikembangkan oleh beberapa pabrik untuk membedakan peroduknya terhadap produk pabrik lainnya. Tabletpun dibuat dengan warna yang berbeda-beda.

Bahan pewarna pada dasarnya jenis yang digunakan pada produk obat adalah sama dengan jenis bahan pewarna yang digunakan pada makanan. Dengan demikian semua jenis bahan pewarna yang diizinkan digunakan pada makanan, diizinkan pula untuk digunakan dalam produk obat, pada umumnya di gunakan untuk sediaan sirup, tablet dan kapsul.

Penggunaan bahan pewarna dalam obat konsentrasinya relative sangat kecil apabila dibandingkan penggunaannya dalam makanan. Dilain pihak penggunaan obat itu sendiri mempunyai dosis dan aturan pakai yang tepat. Dengan demikian bahan pewarna dalam obat yang dikonsumsi oleh manusia jumlahnya sangat kecil dan hampir tidak berarti.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa penggunaan bahan pewarna harus dilakukan secara tepat, yang ditinjau dari aspek proses teknologi produksi yang berpengaruh pada tampilan tablet.

Zat pewarna ditambahkan dalam jumlah kecil bertujuan untuk :

  • Menutupi warna obat yang kurang baik, sehingga mempunyai nilai estetika yang menarik.
  • Untuk mengidentifikasi produk, sebagai pembeda 1 produk dengan produk lainnya.
  • Dengan ditambahkannya bahan pewarna dapat menjadi penawar bau dari obat tersebut.
  • Jika menggunakan bahan peraroma-perasa, bahan pewarna dapat digunakan untuk menyesuaikan warna terhadap aroma-rasa tersebut.
  • Untuk membedakan dosis.
  • Untuk memudahkan pengwasan misalnya warna yang pudar menunjukan bahwa kapsul/tablet tersebut telah rusak.

Pewarna yang digunakan haruslah pewarna yang dibolehkan oleh undang-undang untuk digunakan sebagai pewarna untuk sediaan obat. Bahan pewarna ada yang larut di dalam air ada yang tidak larut. Pewarna ditambahkan dalam bentuk larutan atau suspense dalam granulasi basah, tergantung apakah pewarna tersebut larut atau tidak. Penggunaan pewarna yang larut kemungkinan dapat terjadi migrasi zat warna selama proses pengeringan yang dapat mengakibatkan tidak meratanya warna.

Penggunaan pewarna yang larut kemungkinan dapat terjadi migrasi zat warna selama proses pengeringan yang dapat mengakibatkan tidak meratanya warna. Penggunaan pewarna yang tidak larut dapat mengurangi resiko interaksi yang kemungkinan terjadi dengan zat aktif dan bahan tambahan lain. Terhadap tablet yang telah diberi pewarna, sangat penting untuk dilakukan pengukuran kestabilan warna pengkilapan, serta perubahan warna karena pengaruh cahaya pada permukaan tablet. Pengukuran dapat dilakukan dengan Spektrofototometer.

Untuk pengujian kestabilan warna pada sediaan obat Spektrofotometer CM-5 dari Konica Minolta dapat menjadi solusinya.  Spektrofotometer adalah instrument pengukuran warna yang mudah digunakan dan dilengkapi dengan keyboard an layar LCD berwarna dan software onboard yang menghilangkan kebutuhan akan komputer yang terpisah karena data dapat diolah dari instrument.

Spektrofotometer CM-5 dapat mengukur sampel dalam berbagai bentuk seperti pellet, padatan, gelatin, bubuk dan pasta. Spektrofotometer CM-5 memiliki kemampuan untuk melakukan pengukuran untuk industry kimia dan farmasi dengan beberapa indeks standar : Gardner, Hazen/APHA, Lodine Color Number, US Pharmacopeia dan European pharmacopeia. Dengan demikian Spektrofotometer CM-5 merupakan instrument Laboratorium serba guna yang sempurna untuk aplikasi Farmasi.

Gbr. Konica Minolta Spektrofotometer CM-5
Klik Brosur

Sebelum sediaan obat Kapsul/Tablet di distribusikan kepasaran tentu saja uji kestabilan warna sangat diperlukan. Misalnya dalam 1 strip kapsul/tablet terdapat isi 10 kapsul/tablet apabila dalam 1 strip terdapat perbedaan warna tentu saja sediaan obat kapsul/tablet tersebut tidak akan di terima dipasaran karena akan diasumsikan bahwa sediaan obat tersebut rusak. Produk akan dikembalikan dan akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan baik secara produksi ataupun kredibilitas.

Untuk informasi atau konsultasi bersama dengan tim ahli untuk pengujian kestabilan warna pada kapsul/tablet silahkan menghubungi marketing@almega.co.id.