Pengertian Inter-Instrument Agreement

Koordinasi dan komunikasi sampel atau spesifikasi warna produk dapat melelahkan ketika banyak pabrik atau pemasok terlibat. Ini semakin meningkat ketika model instrumen pengukur warna yang berbeda digunakan di semua lokasi ini. Hal ini berpotensi mengakibatkan pengerjaan ulang, pemborosan, dan penolakan yang mahal, oleh karena itu, penggunaan instrumen pengukur warna yang serupa dengan Inter-Instrument Agreement (IIA) yang baik direkomendasikan untuk memastikan konsistensi warna.

IIA, dinyatakan dalam Delta E (ΔE * ab), adalah ukuran seberapa dekat dua atau lebih warna alat ukur dari model yang sama akan membaca warna yang sama.

Nilai IIA diperoleh pertama-tama dengan mengukur set ubin warna 12 BCRA ditambah ubin hitam dan putih. Selanjutnya, ia menghitung dan rata-rata perbedaan warna dengan membandingkan nilai terhadap nilai yang diukur menggunakan instrumen “master”. Semakin kecil nilai IIA, semakin dekat hasil pengukurannya.

Selain memiliki instrumen pengukur warna dengan IIA yang baik, menetapkan standarisasi dalam prosedur dan kondisi pengukuran juga sama pentingnya dalam memastikan konsistensi warna.

Poin-poin berikut harus didefinisikan, didokumentasikan dan dibagikan secara internal atau di seluruh rantai pasokan untuk membuat pengukuran warna bermakna.

  • Model dan geometri instrumen
  • Penerangan standar
  • Pengamat standar 10 ° atau 2 °
  • Ruang warna dan rumus perbedaan warna
  • Prosedur untuk mempersiapkan dan menyajikan sampel
  • Kondisi pencahayaan untuk evaluasi visual

Untuk konsultasi gratis tentang cara memilih instrumen pengukuran warna yang tepat dan bagaimana mengembangkan dan menerapkan proses warna yang efektif khusus untuk aplikasi Anda dan kebutuhan operasional dapat menghubungi PT Almega Sejahtera melaului email marketing@almega.co.id

 

Memahami Specular Component Included (SCI) dan Specular Component Excluded (SCE)

Kondisi permukaan dapat mempengaruhi warna dan appearance/tampilan dari sebuah benda. Benda glossy berwarna biru akan nampak lebih jenuh sedangkan benda serupa dengan permukaan tidak rata, akan terlihat lebih kusam. Manusia menangkap warna melalui refleksi/pantulan cahaya yang terpantul pada suatu objek, dan kondisi perbedaan permukaan akan memantulkan cahaya secara berbeda. Ada dua cara bagaimana cahaya memantulkan suatu benda, disebut sebagai refleksi specular dan refleksi difus.

Refleksi specular terjadi ketika cahaya memantul sejajar namun berada pada sudut yang berbeda dari sumber cahaya. Mirip dengan bagaimana pantulan bola dari dinding. Pantulan terjadi dengan kuat pada benda dengan permukaan rata dan glossy. Ketika pantulan tersebar keberbagai arah, ini disebut pantulan difus, dan terjadi pantulan yang kuat pada benda matt atau permukaan tidak rata.

Untuk mengukur warna asli benda tanpa dipengaruhi kondisi lingkungan, diperlukan metode pengukuran Specular Component Included (SCI). Model SCI mencakup cahaya pantulan specular dan difusi, dan sangat ideal untuk color matching dan memantau kualitas warna.

Mode pengukuran Specular Component Excluded (SCE), tidak termasuk cahaya yang dipantulkan specular, digunakan untuk mengevaluasi warna suatu benda yang berkolerasi dengan persepsi visual. Menggunakan mode SCE, permukaan glossy biasanya akan mengukur lebih gelap dari permukaan matt dengan warna yang sama, mirip dengan bagaimana mata kita melihat benda. Mode ini biasanya digunakan selama evaluasi pengontrolan kualitas untuk memastikan warna cocok dengan standar warna dengan inspeksi visual.

Mengapa Mengukur Cahaya?

Salah satu faktor penting mengapa kita mengukur cahaya adalah faktor keamanan di jalan dan pencahayaan di landasan pacu menjadi hal yang prioritas.

Faktor Keamanan

Pencahayaan sepanjang jalan dan landasan pacu paling utama bertujuan untuk membantu sebagai arah rute laju, hal ini tentunya tidak boleh remang-remang. Pengendara perlu mendapatkan informasi visual yang cukup untuk alasan keamanan, dapat melihat jelas kedepan, merespon marka jalan dan melakukan manuver dengan tepat. Pencahayaan harus memiliki kecerahan yang cukup untuk memenuhi fungsi-fungsi tersebut.

Efisiensi Energi

Fungsi lain dari pengukuran cahaya adalah untuk mendapatkan efisiensi energy dari sumber cahaya, memastikan konsistensi dari cahaya emitting dari LED screen, dan memberikan cukup ruang agar sumber cahaya cukup terang. Konsistensi dalam warna produk mengidentifikasikan kualitas brand. Untuk pengukuran warna, chroma meter dan spectrophotometer dapat digunakan.

 

Bagaimana Mengetes Layar OLED (Organic Light-Emitting Diodes)

Organic Light-Emitting Diodes atau OLED adalah teknologi display yang dapat ditemukan pada banyak elektronik seperti smartphone, wearable devices dan televisi. OLED tidak membutuhkan backlight, hal ini membuat display menjadi lebih tipis dan memerlukan sedikit power.

Warna dan kecerahan dari display OLED ditentukan pada level pixel. Setiap pixel terdiri dari merah, hijau dan sub pixel biru, dimana hal ini bisa dikontrol secara masing-masing. Output luminance dari masing-masing sub pixel ini bervariasi bahkan untuk sub pixel berwarna sama. Output luminance yang tidak konsisten ini menimbulkan variasi kecerahan dari pixel satu ke pixel lainnya dan kemudian mempengaruhi keseragaman warna di seluruh display.

Meningkatkan luminance dan keseragaman dari setiap display OLED bisa dilakukan dengan memodifikasi dari masing-masing sub pixel. Prosedur umumnya dimulai dengan mengaktifkan semua sub pixel berwarna yang sama, contohnya warna biru, digunakan sebagai sampel image.Dengan bantuan pencitraan oleh colorimeter, user dapat mengukur dan merekam kecerahan dari setiap sub-pixel. Setelah itu, proses ini diulang untuk semua warna.

Konica Minolta, menawarkan solusi display seperti tipe 2D Color Analyzer CA-2500 dan ProMetric untuk memudahkan mengetes performa dengan mudah.

Bagaimana Pengaruh Warna Terhadap Mood?

Hubungan antara warna dan mood manusia bukanlah suatu topik yang baru. Lebih dari 200 tahun yang lalu, penulis dari Jerman bernama Johann Wolfgang von Goethe mempublikasikan makalahnya yang berjudul Teori Warna. Meskipun bukan suatu makalah ilmiah yang resmi, namun makalahnya mampu mempengaruhi penelitian warna saat ini, dan pemikirannya mengenai warna dan mood masih relevan sampai sekarang. Contohnya, ia mengatakan bahwa warna merah memberikan persepsi darurat dan kaitannya dengan martabat, menggambarkan royalti, sementara ia berasumsi bahwa warna kuning menggambarkan perasaan santai.

Kini karena kemajuan dalam dunia penelitian, para ilmuwan mampu untuk melakukan tes yang lebih akurat mengenai efek dari perbedaan warna bagi mood manusia.

Dalam satu penelitian, 600 peserta diuji visual dengan menggabungkan gambar dan kata-kata dengan latar belakang warna biru dan merah. Dari tes ini, para ilmuwan menemukan bahwa warna merah dapat menyebabkan seseorang mampu berkonsentrasi lebih kuat dan mampu bekerja lebih baik, sedangkan warna biru lebih memicu kreativitas.

Pada tes lain, peneliti menemukan bahwa warna berdampak berbeda pada otak monyet. Contohnya adalah warna merah, hijau, dan biru, memiliki dampak besar bagi kegiatan mental monyet. Hal ini memastikan bahwa beberapa warna memang memberikan dampak lebih bagi orang lain, para desainer atau seniman harus menyadari hal ini dalam membuat karya.

Penelitian lain yang melibatkan monyet, menemukan adanya hubungan antara warna merah dengan perasaan tidak mau terpengaruh. Para peserta dipakaikan baju warna merah, hijau, atau biru. Hasilnya adalah monyet menghindari peserta yang menggunakan warna merah dibandingkan baju warna lain.

Penelitian warna telah dimanfaatkan di berbagai  industri, dan sekarang banyak merek yang menyadari bahwa warna yang diaplikasikan dalam kemasan dan logo dapat memberikan pesan yang berbeda. Biru dapat membangkitkan manfaat dan merasakan bahwa merek itu dapat diandalkan. Sementara hijau untuk menggambarkan alam. Kuning untuk kesan unik dan lucu. Merah membangkitkan kecakapan. Semakin banyaknya penemuan mengenai korelasi warna dan psikologi, perusahaan dapat mengukur dan menimbang potensi pro dan kontra, dalam penggunaaan perbedaan warna dalam membangun strategi pasar.

Jangan biarkan manfaat-manfaat ini dilewatkan. Konica Minolta Sensing memproduksi beragam tipe dari produk pengukur warna dan software. Colibri Color Management Suite dapat membantu dalam pengelolaan merek dalam warna logo dan memastikan selalu menggunakan warna yang tepat.