Warna, Rasa, dan Emosi

Makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok kita yaitu: makan. Rasa lapar merupakan hal yang normal dan reaksi yang sehat terhadap keinginan kita untuk memakan sesuatu karena kekurangan nutrisi/makanan. Proses ini memiliki 2 aspek yang penting: fisik dan emosi,  keduanya bekerja secara individual terhadap apa yang kita makan.

Makanan, warna dan emosi

Jika kita mengetahui bahwa warna berkorelasi dengan aspek emosional maka kita dapat menerima bahwa proses pemilihan makanan akan dipengaruhi oleh emosi. Karena itu, pengaruh emosi dan warna terhadap pemilihan makanan tidak dapat dipungkiri. Sebagai contoh, makanan penutup (dessert), selain mengandung banyak gula juga diberi warna pink karena banyak orang menghubungkan warna ini dengan sikap positif (kasih sayang, cinta, dsb).

Warna, rasa dan emosi

Seperti yang dapat kita lihat pada tabel 1, hijau merupakan warna yang paling sering muncul pada makanan karena warna ini berhubungan erat dengan buah-buahan dan sayuran. Setelah warna hijau, warna merah juga sering muncul karena relasinya dengan sambal dan banyak makanan lainnya.

Emosi

Ketika warna dan emosi berelasi dengan ketat, ternyata emosi dapat dikategorikan sebagai emosi negatif dan positif. Emosi positif adalah bahagia, cinta, kasih sayang; sedangkan emosi negatif adalah kesedihan, rasa tidak aman dan bahaya.

Warna merah menunjukkan emosi yang bertentangan karena selain direlasikan dengan cinta dan kebahagiaan, warna ini juga berhubungan dengan perasaan marah.

Beberapa hubungan antara warna dan rasa adalah:

  • Manis. Rasa ini berelasi dengan warna pink, buah-buahan, permen dan coklat.
  • Pahit. Berhubungan dengan warna hijau dan kuning, buah jeruk dan rasa sedih.

Kesimpulan

  • Setiap rasa mempunyai relasi dengan warna, seperti pink dengan manis, putih untuk asin, merah untuk pedas dan oranye untuk asam-manis.
  • Hal ini juga berlaku untuk makanan, dimana setiap makanan mempunyai warnanya masing-masing.
  • Warna memegang peranan penting untuk rasa dan emosi, dimana kedua hal ini mempengaruhi proses pemilihan makanan oleh para customer.

  

Diterjemahkan dari: “Colors, flavors and emotions” by Georgina Ortiz Hernandes, Asociación Mexicana de Investigadores del Color, Universidad Nacional Autónoma de México.

Untuk info lebih lanjut mengenai pengukuran warna dan beragam aplikasinya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Sejarah Color Vision

Penglihatan mata manusia terhadap warna bekerja dengan memanfaatkan tiga protein sensitif cahaya yang berbeda untuk memahami panjang gelombang cahaya, yang disebut sebagai penglihatan trikromatik. Kebanyakan primata, bagaimanapun, hanya memiliki penglihatan dikromatik, yang berarti bahwa mereka tidak dapat mendeteksi perbedaan antara merah dan hijau. Apakah yang mendorong spesies kita untuk memiliki penglihatan trikromatik? Monyet howler dapat membantu menjelaskan tentang evolusi kita.
Pekerja riset di Universitas Calgary baru-baru ini menerbitkan sebuah makalah teori tentang mengapa spesies primata tertentu dapat mengembangkan penglihatan warna. Dari alasan yang disampaikan dalam analisa mereka yaitu bahwa monyet howler mengembangkan penglihatan / vision trikromatik agar lebih mudah menemukan makanan bergizi.

Penglihatan warna mereka berbeda dengan banyak monyet lain di Amerika Selatan dan Tengah. Kemampuan primata dalam melihat warna dapat sangat bervariasi, bahkan dalam satu spesies pun. Alasan utama perbedaan ini adalah diet. Sementara monyet lain memakan serangga, makanan utama monyet howler adalah buah dan daun. Pada pohon-pohon tertentu seperti Ficus dari Kosta Rika, daun yang lebih baru menawarkan lebih banyak nutrisi dan monyet lebih menyukai mereka. Daun-daun ini berwarna rona kemerahan dan untuk membedakannya dari yang lain, monyet howler mengembangkan dan menggunakan penglihatan trikromatik nya.

Proses serupa mungkin juga terjadi di Asia dan Afrika, di mana para primata lebih cenderung memakan daun daripada serangga. Namun, penting untuk dicatat bahwa ‘buta warna’ juga memiliki kelebihan tersendiri. Misalnya, saat berburu serangga yang sedang berkamuflase, warna sebenarnya dapat menghalangi predator karena warnanya membuat mereka mudah berbaur dengan latar belakangnya. Monyet yang buta warna lebih tanggap terhadap pola dan bisa memotong melalui kamuflase untuk melihat interupsi pada pola kulit atau lingkungan lainnya.

Jadi, nampaknya penglihatan trikromatik berevolusi karena hal tersebut bermanfaat untuk mengumpulkan makanan. Tetapi, penglihatan kita tidak sempurna, bahkan untuk makanan dan perbedaan dalam pewarna makanan dapat membuat kita tidak dapat membedakannya secara langsung. Konica Minolta Sensing menawarkan berbagai alat ukur warna untuk industri makanan, seperti model CR-400 dan CR-410 Chroma Meter.

Silakan hubungi PT Almega Sejahtera selaku sole agent Konica Minolta Sensing di Indonesia melalui email: marketing@almega.co.id dan kami akan membantu Anda dalam mencapai standar kualitas warna!

Lampu LED Merevolusionerkan Pencahayaan Mobil

alat ukur cahaya  Dengan perkembangan teknologi LED di hampir semua industri, tidak mengherankan jika mereka mempunyai efek yang besar terhadap aplikasi di industri otomotif. Produsen mobil sedang melihat untuk menggunakan lampu LED di beberapa model mobil karena keuntungan dari lampu LED (Baca: Solusi Lengkap untuk Industri Otomotif).

Keuntungan yang paling jelas dari kehadiran LED pada desain lampu depan adalah lampu led mobilpeningkatan dalam penglihatan yang lebih terang dan detail. Hal ini memperbolehkan pengendaran untuk memiliki bantuan tambahan dalam mengendarai mobil di kondisi yang redup atau pada cahaya yang kurang baik. Keuntungan lainnya adalah sorotan LED yang terfokus, sehingga mengurangi kesilauan untuk pengendara dari
arah sebaliknya. Cahaya LED dapat ditujukan pada arah yang seharusnya, yaitu jalan raya.
Lampu LED bertahan lebih lama daripada lampu pada umumnya, sehingga biaya perawatan pun lebih rendah. Selain itu, lampu ini menyediakan sarana bagi desainer dan produsen mobil untuk mengeksplorasi desain baru untuk lampu, peredupan automatis, dan sistem bantuan cahaya yang mengikuti arah dari belokan mobil.

Model lampu LED tertentu menggunakan daya yang sangat kecil sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar dan mengurangi emisi CO2. Dengan harga bahan bakar yang fluktuatif, inovasi seperti ini tentunya akan menarik perhatian pembeli, karena sistemnya yang eco-friendly, dan membantu pemilik mobil untuk menambah efisiensi penggunaan bahan bakar.

desain led mobilTentunya keuntungan dan inovasi yang dihasilkan dari kehadiran lampu LED masih banyak lagi. Dengan mulai berpindahnya sistem pencahayaan ke lampu LED, pengecekan kualitas LED juga menjadi hal yang penting bagi para produsen mobil. Konica Minolta memiliki alat-alat pengukuran cahaya yang akurat, cepat dan efisien, yang mampu menyediakan pengukuran yang detail dan tepat secara konsisten. Untuk informasi lebih lanjut tentang alat ukur cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id.

Baca juga artikel berikut:

Color Education Series – LED Metrology

 

 

Colorimeters dan Berbagai Macam Kegunaannya

Kolorimetri merupakan studi tentang warna sebab mata manusia melihat warna. Dengan demikian, colorimeters (dimana juga dikenal sebagai chromameters, color meters, atau color readers) tidak mengukur output spektral pada panjang gelombang seperti spectrophotometer, melainkan lebih ke arah memberikan koordinat kromatisitas atau nilai merah, biru, dan hijau dengan cara yang sama seperti mata manusia melihat warna. Di masa lalu, pengukuran ini dilakukan dengan tiga filter kaca yang cook dengan warna yang berbeda. Hal ini akan membiarkan radiasi dari panjang gelombang biru, hijau, dan merah dari spektrum yang terlihat melewati, tetapi tidak terdapat panjang gelombang lainnya.

Pengukuran ini memiliki sejumlah aplikasi. Karena mereka membantu untuk menghitung persepsi seseorang terhadap warna, pengukuran ini sering digunakan di bidang R&D untuk membantu mengembangkan perangkat elektronik yang memiliki layar, termasuk ponsel, tablet, dan komputer. Meskipun terdapat metode pengukuran lain yang lebih komprehensif, seperti spektrometri, hasil pembacaan dari colorimeters memberikan data yang lebih relevan.

Selain itu, para ilmuwan dapat menggunakan chromameters untuk menganalisis zat kimia yang memiliki kromofor. Ini adalah area di bahan kimia yang memiliki radiasi tampak. Penelitian di bidang-bidang farmasi dan histologi bisa mendapatkan keuntungan dari mengkuantifikasi warna agar dapat mengukur subjek mereka secara akurat.

Color readers juga dapat berfungsi sebagai monitor kontrol kualitas untuk jalur produksi ataupun makanan. Pembuat mainan, tekstil, dan produk lainnya juga dapat memanfaatkan color readers agar dapat memastikan bahwa warna yang diproduksi adalah sama untuk seluruh item. Chromameter juga dapat digunakan untuk melakukan pengukuran pada makanan.

Hal-hal diatas hanyalah beberapa contoh aplikasi yang memungkinkan untuk colorimeters. Tetapi, apapun kebutuhan Anda, Konica Minolta Sensing akan menjadi solusi uncr410tuk kebutuhan pengukuran warna dan cahaya Anda. CA-310 Display Color Analyzer dapat mengukur tampilan layar pada luminesces rendah dan tinggi. Chromameter CR-400/410 adalah alat ukur warna portabel dengan baterai tahan lama. Alat ini dapat mengambil pembacaan dari permukaan yang tidak rata dengan beragam variasi warna, maka dari itu, dapat digunakan untuk di berbagai bidang, salah satunya seperti untuk produksi lantai. Konica Minolta Sensing juga menawarkan beragam alat ukur warna untuk industri makanan. Sebagai contohnya, BC-10 bc-10-plusPlus Contrast Baking Meter dapat mengkuantifikasi warna makanan pada saat dipanggang, diproses, dan digoreng agar memastikan bahwa warna seluruh makanan adalah konsisten. Jika Anda membutuhkan colorimeter, percayalah pada Konica Minolta Sensing.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Bagaimana Mengukur Warna Kabut (Haze) dalam Kemasan Transparan?

ap-transparent-packaging-blog-1Dalam industri kemasan, terdapatnya kabut/haze dalam kemasan transparan seperti plastik dan kaca botol adalah hal yang tidak diinginkan. Kehadiran haze tersebut mengurangi kejelasan penampilan kemasan dan mempengaruhi keseluruhan presentasi produk. Haze dapat terjadi ketika kotoran terdapat dalam materi atau kondisi permukaan yang menyebabkan cahaya menyebar. Untuk mengukur kejelasan dalam kemasan transparan, pengukuran haze perlu untuk dilakukan.

Secara tradisional, pengukuran haze dilakukan secara visual dengan memegang sampel transparan ke sumber cahaya untuk menilai kekaburannya. Metode ini sangatlah subjektif dan memakan waktu. Pengukuran haze yang objektif dan konsisten dapat dicapai dengan menggunakan spektrofotometer.

Nilai haze standar acuan pertama-tama harus didefinisikan, setelah itu, penggunanya dapat menghitung jumlah haze pada sampel dengan menggunakan spektrofotometer agar dapat menentukan apakah standar nilai kabut tercapai.

Konica Minolta Spectrophotometer CM-5 dilengkapi dengan ruang transmisi yang mampu ap-transparent-packaging-blog-2mengukur sampel besar dengan ketebalan hingga 60 mm. Ketika digunakan bersama dengan Spectramagic NX Color Software Data, CM-5 dapat memberikan pengguna dengan tanggal kabut kuantitatif serta tepat yang akan membantu memastikan tindakan korektif yang dapat diambil sebelum produksi massal dilakukan, untuk mencegah pengerjaan ulang yang tidak diperlukan.

Klik disini untuk menonton video CM-5

Untuk informasi lebih lanjut tentang alat ukur warna / cahaya, silakan menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel “Bagaimana Mencapai Warna Botol PET yang Konsisten?” DISINI