Mengukur Kandungan Klorofil pada Tanaman

Klorofil, pigmen yang ditemukan dalam daun tanaman, bertanggung jawab untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi melalui fotosintesis. Mengukur kadar klorofil penting karena mereka terkait erat dengan kondisi gizi tanaman. Selain itu, kandungan klorofil juga dapat digunakan sebagai indikator tidak langsung dari tingkat nitrogen dalam pupuk untuk mencegah over-fertilisasi.

Secara tradisional, pengukuran klorofil dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi kimia basah. Hal ini membutuhkan jaringan tanaman untuk di-extract dan dikirimkan ke laboratorium untuk analisis. Metode ini tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga memakan waktu dan mahal. Berbeda dengan metode tradisional, penggunaan klorofil meter lebih disukai karena instrumen tersebut memberikan pengukuran yang mudah dan cepat pada klorofil, tanpa perlu memotong sampel daun.

Konica Minolta Chlorophyll Meter SPAD-502Plus, telah digunakan oleh sejumlah para peneliti dan petani, karena alat ini memberikan pengukuran yang instan dan non-destruktif pada klorofil tanaman. SPAD-502Plus dapat mengkuantifikasi jumlah klorofil dengan mengukur absorbansi daun di dua daerah panjang gelombang. Selain itu, para peneliti dan petani juga dapat memantau pertumbuhan tanaman mereka dengan mudah, sehingga meningkatkan kualitas dan hasil produk pertanian mereka.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk SPAD-502Plus dan alat ukur warna lainnya, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Pengukuran Warna pada Pakan Ternak

Pakan ternak adalah jenis makanan yang diformulasikan untuk mengkompensasi kehilangan unsur hara / nutrient dari diet alami hewan. Hal ini membutuhkan cara memilih yang lebih hari-hati dan pencampuran bahan-bahan untuk menghasilkan nutrient yang diperlukan dalam menjaga kesehatan hewan dan meningkatkan kualitas akhir produk seperti daging, susu atau telur. Hari ini, dengan semakin adanya peningkatan biaya dan terbatasnya pasokan biji-bijian konvensional, kebutuhan pakan terjangkau mengharuskan penggunaan Distillers Dried Grain with Solubles (DDGS) sebagai alternatifnya. DDGS adalah co-produk dari proses produksi etanol giling kering yang hemat biaya dan memiliki nilai-nilai gizi yang tinggi.

Warna telah populer digunakan sebagai indikator dasar yang menentukan kualitas. Warna berkorelasi dengan kualitas gizi pakan dan sering digunakan oleh pembeli untuk menentukan kualitas produk pakan ternak akhir. Selain itu, warna dapat memberikan indikasi kematangan biji-bijian pakan, kondisi penyimpanan, dan indikasi terdapatnya racun atau kontaminasi. Misalnya, penampilan warna oranye hingga merah dapat menunjukkan kandungan tannin yang tinggi dalam orghum. Butir-butiran dengan penampilan gelap dapat mengindikasikan proses pemanasan yang berlebihan atau pembusukan karena penyimpanan yang tidak tepat atau akhir dari kehidupan shelf mereka. Untuk industri pakan ternak, evaluasi warna sangatlah membantu untuk meningkatkan formulasi pakan dan menghasilkan panen produksi pakan ternak.

Pengaturan Warna Dalam Proses Manufaktur

Manufaktur pakan ternak membutuhkan manajemen warna di seluruh prosesnya untuk mencapai warna yang tepat sepanjang waktu. Mulai dari persiapan bahan-bahan (jagung, minyak, kedelai, biji-bijian yang telah melalui proses penyulingan, gandum, dan lainnya), pelapisan pra-aplikasi dan proses setelah pemanasan untuk produk jadi sebelum dikemas. Pakan ternak membutuhkan proporsi yang tepat dari bahan-bahan untuk mencapai warna yang tepat, selain itu, memeriksa warna bahan juga dapat membantu meminimalkan varian warna pada produk akhir. Setelah proses pemanasan, perbedaan warna dalam hal ini dapat menunjukkan masalah yang berkaitan dengan proses pemanasan. Sebuah pakan yang terlalu panas dapat terlihat lebih gelap atau lebih terang saat dipanaskan. Perubahan warna tersebut sebetulnya dapat dinilai secara visual, namun sangat memiliki keterbatasan. Metode visual berkaitan dengan persepsi individu terhadap warna yang berbeda sebab mata kita tidak pandai membedakan antara warna-warna yang sangat mirip.

Tentunya, menyiapkan program kualitas warna dapat membantu untuk mengontrol dan meminimalkan adanya varian warna yang terjadi.  Untuk produk pakan dengan minyak dan lapisan lemak, lapisan dan pelet diukur secara terpisah hanya untuk memastikan bahwa kedua bahan berada dalam standar yang sesuai. Karena coating / pelapisan dapat mempengaruhi warna dan tampilan pelet pakan, mengukurnya secara terpisah dapat membantu untuk menentukan apakah pakan atau lapisannya yang memiliki warna yang tidak sesuai / kurang.

Mengukur Warna Pakan Ternak dalam Sistem L*a*b

Pemanasan yang berlebihan dari bahan pakan dapat menyebabkan mengikatnya asam amino dan protein untuk senyawa lain dan mengurangi asam amino cerna (terutama lisin) dan mengakibatkan hilangnya kualitas protein. CIE L*a*b* adalah satuan warna yang umum banyak digunakan dalam industri pakan ternak untuk menilai tingkat kerusakan panas.  Mengukur tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan atau kehijauan (+/- a*) dan tingkat kekuningan atau kebiruan (+/- b*). Untuk evaluasi sumber DDGS yang digunakan dalam diet, pembacaan CIE L* yang lebih tinggi dari 50 adalah ideal untuk memastikan atas rata-rata lisin cerna.

Dengan bantuan alat ukur warna seperti Chroma Meter CR-410 Konica Minolta yang dilengkapi dengan data kolorimetri CIE L*a*b*, evaluasi warna yang objektif untuk sample bahan pakan ternak dapat dilakukan dengan mudah. Selain itu, Anda juga disarankan untuk menggunakan aksesoris instrumen seperti petri-dish / cawan petri atau granular material attachment untuk mencapai area permukaan pengukuran yang seragam agar meningkatkan akurasi pengukurannya. Penggunaan aksesoris juga dapat membantu untuk menyederhanakan proses pengukuran dan menghilangkan pemborosan yang tidak perlu.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan aplikasinya pada pakan ternak / feedmill, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Mengukur Efek Pigmen

ap-effect-pigments-blog-1Warna masa kini yang menggeser efek pigmen menyebabkan perubahan hue warna apabila dilihat dari sudut yang berbeda. Pengecatan yang menggunakan efek pigmen khusus ini dapat menunjukkan warna pelangi jika dilihat dari perspektif yang berbeda. Perubahan yang terjadi pada kecerahan dan warna disebut sebagai wisata warna / color travel.

Warna berubah seiring ketika sudut pencahayaan dan penglihatan berubah, dimana hal ini akan menciptakan efek yang memukau dan dramatis. Dalam spektrofotometer 45/0 normal, pencahayaan diposisikan pada 45° dan refleksi spekular atau cermin refleksi dari pencahayaan ini ada pada sudut 45°. Spektrofotometer tersebut digunakan untuk mengukur warna solid, tetapi tidak cocok untuk mengukur efek pelapisan/pengecatan khusus. Untuk mengukur metalik dan warna pearlescent, spektrofotometer multi-angle atau goniophotometer adalah diperlukan.

Spektrofotometer multi-angle ini memiliki beberapa sudut pandang untuk menandakan efek ap-effect-pigments-blog-2tersebut dan penelitian menunjukkan bahwa dua sudut pandang refleksi aspecular yang berdekatan (-15° dan 15°) dapat membantu memberikan data mengenai perbedaan warna. Sudut aspecular adalah perbedaan antara sudut refleksi specular dan sudut pandang.

Spectrophotometer CM-M6 Konica Minolta yang dilengkapi dengan enam sudut pandang aspecular yaitu pada -15°, 15°, 25°, 45°, 75° dan 110° memungkinkan untuk mengukur efek pigmen.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengukuran warna efek pigmen, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

 

Colorimeters dan Berbagai Macam Kegunaannya

Kolorimetri merupakan studi tentang warna sebab mata manusia melihat warna. Dengan demikian, colorimeters (dimana juga dikenal sebagai chromameters, color meters, atau color readers) tidak mengukur output spektral pada panjang gelombang seperti spectrophotometer, melainkan lebih ke arah memberikan koordinat kromatisitas atau nilai merah, biru, dan hijau dengan cara yang sama seperti mata manusia melihat warna. Di masa lalu, pengukuran ini dilakukan dengan tiga filter kaca yang cook dengan warna yang berbeda. Hal ini akan membiarkan radiasi dari panjang gelombang biru, hijau, dan merah dari spektrum yang terlihat melewati, tetapi tidak terdapat panjang gelombang lainnya.

Pengukuran ini memiliki sejumlah aplikasi. Karena mereka membantu untuk menghitung persepsi seseorang terhadap warna, pengukuran ini sering digunakan di bidang R&D untuk membantu mengembangkan perangkat elektronik yang memiliki layar, termasuk ponsel, tablet, dan komputer. Meskipun terdapat metode pengukuran lain yang lebih komprehensif, seperti spektrometri, hasil pembacaan dari colorimeters memberikan data yang lebih relevan.

Selain itu, para ilmuwan dapat menggunakan chromameters untuk menganalisis zat kimia yang memiliki kromofor. Ini adalah area di bahan kimia yang memiliki radiasi tampak. Penelitian di bidang-bidang farmasi dan histologi bisa mendapatkan keuntungan dari mengkuantifikasi warna agar dapat mengukur subjek mereka secara akurat.

Color readers juga dapat berfungsi sebagai monitor kontrol kualitas untuk jalur produksi ataupun makanan. Pembuat mainan, tekstil, dan produk lainnya juga dapat memanfaatkan color readers agar dapat memastikan bahwa warna yang diproduksi adalah sama untuk seluruh item. Chromameter juga dapat digunakan untuk melakukan pengukuran pada makanan.

Hal-hal diatas hanyalah beberapa contoh aplikasi yang memungkinkan untuk colorimeters. Tetapi, apapun kebutuhan Anda, Konica Minolta Sensing akan menjadi solusi uncr410tuk kebutuhan pengukuran warna dan cahaya Anda. CA-310 Display Color Analyzer dapat mengukur tampilan layar pada luminesces rendah dan tinggi. Chromameter CR-400/410 adalah alat ukur warna portabel dengan baterai tahan lama. Alat ini dapat mengambil pembacaan dari permukaan yang tidak rata dengan beragam variasi warna, maka dari itu, dapat digunakan untuk di berbagai bidang, salah satunya seperti untuk produksi lantai. Konica Minolta Sensing juga menawarkan beragam alat ukur warna untuk industri makanan. Sebagai contohnya, BC-10 bc-10-plusPlus Contrast Baking Meter dapat mengkuantifikasi warna makanan pada saat dipanggang, diproses, dan digoreng agar memastikan bahwa warna seluruh makanan adalah konsisten. Jika Anda membutuhkan colorimeter, percayalah pada Konica Minolta Sensing.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Penilaian Warna Putih

ap-whiteness-blog-1-200x133Untuk industri perhotelan, warna putih seringkali merupakan warna yang disukai untuk linen seperti seprai dan handuk dikarenakan kaitannya dengan kesegaran dan kebersihan. Selama ini, tidak ada standar untuk seberapa putih warna suatu benda dan preferensi warna putih tergantung pada selera pribadi dan persepsi. Penggunaan dan eksposur yang frekuen terhadap bahan kimia selama proses pencucian dapat memperburuk warna putih linen kembali ke warna kekuningannya yang alamiah.

Kurangnya penilaian terhadap warna putih linen seringkali menyebabkan linen yang dibuang sebelum masa akhir mereka berakhir dan menimbulkan biaya yang sebetulnya tidak diperlukan dengan menggantinya. Penilaian visual dan grading tingkat warna putihnya suatu benda adalah bersifat subjektif dikarenakan faktor-faktor seperti mata yang lelah dan kondisi cahaya mempengaruhi bagaimana kita memberikan persepsi tentang warna.

Alat ukur warna seperti Konica Minolta CR-20 Color Reader memiliki kemampuan untuk mengukur indeks putih. Hal ini berguna untuk memastikan tingkat warna putih yang dinilai secara objektif. CR-20 Color Reader juga dilengkapi dengan CIE L*a*b* data kolorimetri yang mampu mengukur linen berwarna.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pengukuran warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel “Mengukur Warna Putihnya Cucian/Kain” DISINI