Mengukur Kinerja Display pada Wearable Devices

Selama beberapa tahun terakhir, perangkat seperti fitness trackers untuk menghitung langkah berjalan Anda atau smartwatches yang dapat memberikan notifikasi panggilan dan pesan telah menjadi populer. Perangkat ini dilengkapi dengan sensor, dimana sensor tersebut terkonek secara nirkabel dengan perangkat elektronik smartphone atau lainnya untuk menerima dan menyampaikan informasi. Bagi pemakainya, kinerja dan kualitas panel display adalah sangat penting untuk mengakses informasi dengan baik.

Display harus mampu untuk menyajikan informasi yang dapat dibaca dalam berbagai kondisi visual. Wearable display juga harus memancarkan cahaya yang cukup untuk penerangan tingkat rendah atau pada lingkungan yang gelap. Display juga harus memiliki kontras yang cukup untuk dapat dibaca dalam lingkungan dengan cahaya terang. Selanjutnya, setiap komponen tambahan seperti panel sentuh atau kaca pelindung juga dapat mempengaruhi kinerja layar dalam lingkungan pencahayaan tertentu.

Mengukur parameter seperti kecerahan, kontras, reproduksi warna, dan sudut pandang dapat memberikan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja panel display. Dengan bantuan alat ukur display seperti Konica Minolta Luminance dan Color Meter CS-200 serta 2D Color Analyzer CA-2500, penggunanya dapat mengevaluasi kinerja layar dengan mudah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur cahaya dan display, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Mengukur Warna Sarung Tangan Sekali Pakai (Disposable Gloves)

Sarung tangan secara luas digunakan dalam banyak industri seperti industri kesehatan dan makanan untuk perlindungan pribadi atau pencegahan kontaminasi. Mereka umumnya terbuat dari bahan elastomer sintetis seperti nitrile dan vinyl atau lateks karet alam. Secara tradisional, warna sarung tangan sekali pakai hanya tersedia dalam warna putih atau biru. Hari ini, dengan semakin pentingnya kode warna di alat pelindung diri, sarung tangan sekali pakai tersedia dalam berbagai warna.

Warna sarung tangan adalah penting karena menyediakan isyarat visual untuk pekerja dan supervisor mereka. Dalam industri makanan, kode warna sarung tangan yang digunakan untuk mencegah kontaminasi silang dari makanan mentah dan makanan yang matang selama food handling. Dalam industri medis, kode warna sarung tangan juga digunakan untuk membantu membedakan antara nitrile dan sarung tangan karet.

Kualitas sering dikaitkan dengan konsistensi warna dan menerapkan kontrol kualitas warna dalam proses pembuatan sarung tangan akan membantu Anda untuk mencapai warna yang tepat secara konsisten. Mengevaluasi warna sarung tangan secara visual adalah hal yang cukup sulit karena cara mata manusia melihat dan menggambarkan warna adalah berbeda. Selain itu, faktor-faktor seperti kondisi pencahayaan, warna sekitarnya dan ukuran sampel juga mempengaruhi persepsi kita tentang warna.

Dalam pengukuran warna, satuan warna yang umum digunakan adalah CIE L*a*b*. Dengan bantuan alat ukur warna, penilaian warna yang akurat dan konsisten sangat mungkin untuk dilakukan. Kebanyakan sarung tangan sekali pakai tidak sepenuhnya buram karena bahan atau ketebalannya. Melipat sarung tangan sebelum pengukuran juga dianjurkan untuk memastikan opacity.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai cara mengukur warna sarung tangan sekali pakai, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

Mengukur Kandungan Klorofil pada Tanaman

Klorofil, pigmen yang ditemukan dalam daun tanaman, bertanggung jawab untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi melalui fotosintesis. Mengukur kadar klorofil penting karena mereka terkait erat dengan kondisi gizi tanaman. Selain itu, kandungan klorofil juga dapat digunakan sebagai indikator tidak langsung dari tingkat nitrogen dalam pupuk untuk mencegah over-fertilisasi.

Secara tradisional, pengukuran klorofil dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi kimia basah. Hal ini membutuhkan jaringan tanaman untuk di-extract dan dikirimkan ke laboratorium untuk analisis. Metode ini tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga memakan waktu dan mahal. Berbeda dengan metode tradisional, penggunaan klorofil meter lebih disukai karena instrumen tersebut memberikan pengukuran yang mudah dan cepat pada klorofil, tanpa perlu memotong sampel daun.

Konica Minolta Chlorophyll Meter SPAD-502Plus, telah digunakan oleh sejumlah para peneliti dan petani, karena alat ini memberikan pengukuran yang instan dan non-destruktif pada klorofil tanaman. SPAD-502Plus dapat mengkuantifikasi jumlah klorofil dengan mengukur absorbansi daun di dua daerah panjang gelombang. Selain itu, para peneliti dan petani juga dapat memantau pertumbuhan tanaman mereka dengan mudah, sehingga meningkatkan kualitas dan hasil produk pertanian mereka.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk SPAD-502Plus dan alat ukur warna lainnya, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Pengukuran Warna pada Pakan Ternak

Pakan ternak adalah jenis makanan yang diformulasikan untuk mengkompensasi kehilangan unsur hara / nutrient dari diet alami hewan. Hal ini membutuhkan cara memilih yang lebih hari-hati dan pencampuran bahan-bahan untuk menghasilkan nutrient yang diperlukan dalam menjaga kesehatan hewan dan meningkatkan kualitas akhir produk seperti daging, susu atau telur. Hari ini, dengan semakin adanya peningkatan biaya dan terbatasnya pasokan biji-bijian konvensional, kebutuhan pakan terjangkau mengharuskan penggunaan Distillers Dried Grain with Solubles (DDGS) sebagai alternatifnya. DDGS adalah co-produk dari proses produksi etanol giling kering yang hemat biaya dan memiliki nilai-nilai gizi yang tinggi.

Warna telah populer digunakan sebagai indikator dasar yang menentukan kualitas. Warna berkorelasi dengan kualitas gizi pakan dan sering digunakan oleh pembeli untuk menentukan kualitas produk pakan ternak akhir. Selain itu, warna dapat memberikan indikasi kematangan biji-bijian pakan, kondisi penyimpanan, dan indikasi terdapatnya racun atau kontaminasi. Misalnya, penampilan warna oranye hingga merah dapat menunjukkan kandungan tannin yang tinggi dalam orghum. Butir-butiran dengan penampilan gelap dapat mengindikasikan proses pemanasan yang berlebihan atau pembusukan karena penyimpanan yang tidak tepat atau akhir dari kehidupan shelf mereka. Untuk industri pakan ternak, evaluasi warna sangatlah membantu untuk meningkatkan formulasi pakan dan menghasilkan panen produksi pakan ternak.

Pengaturan Warna Dalam Proses Manufaktur

Manufaktur pakan ternak membutuhkan manajemen warna di seluruh prosesnya untuk mencapai warna yang tepat sepanjang waktu. Mulai dari persiapan bahan-bahan (jagung, minyak, kedelai, biji-bijian yang telah melalui proses penyulingan, gandum, dan lainnya), pelapisan pra-aplikasi dan proses setelah pemanasan untuk produk jadi sebelum dikemas. Pakan ternak membutuhkan proporsi yang tepat dari bahan-bahan untuk mencapai warna yang tepat, selain itu, memeriksa warna bahan juga dapat membantu meminimalkan varian warna pada produk akhir. Setelah proses pemanasan, perbedaan warna dalam hal ini dapat menunjukkan masalah yang berkaitan dengan proses pemanasan. Sebuah pakan yang terlalu panas dapat terlihat lebih gelap atau lebih terang saat dipanaskan. Perubahan warna tersebut sebetulnya dapat dinilai secara visual, namun sangat memiliki keterbatasan. Metode visual berkaitan dengan persepsi individu terhadap warna yang berbeda sebab mata kita tidak pandai membedakan antara warna-warna yang sangat mirip.

Tentunya, menyiapkan program kualitas warna dapat membantu untuk mengontrol dan meminimalkan adanya varian warna yang terjadi.  Untuk produk pakan dengan minyak dan lapisan lemak, lapisan dan pelet diukur secara terpisah hanya untuk memastikan bahwa kedua bahan berada dalam standar yang sesuai. Karena coating / pelapisan dapat mempengaruhi warna dan tampilan pelet pakan, mengukurnya secara terpisah dapat membantu untuk menentukan apakah pakan atau lapisannya yang memiliki warna yang tidak sesuai / kurang.

Mengukur Warna Pakan Ternak dalam Sistem L*a*b

Pemanasan yang berlebihan dari bahan pakan dapat menyebabkan mengikatnya asam amino dan protein untuk senyawa lain dan mengurangi asam amino cerna (terutama lisin) dan mengakibatkan hilangnya kualitas protein. CIE L*a*b* adalah satuan warna yang umum banyak digunakan dalam industri pakan ternak untuk menilai tingkat kerusakan panas.  Mengukur tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan atau kehijauan (+/- a*) dan tingkat kekuningan atau kebiruan (+/- b*). Untuk evaluasi sumber DDGS yang digunakan dalam diet, pembacaan CIE L* yang lebih tinggi dari 50 adalah ideal untuk memastikan atas rata-rata lisin cerna.

Dengan bantuan alat ukur warna seperti Chroma Meter CR-410 Konica Minolta yang dilengkapi dengan data kolorimetri CIE L*a*b*, evaluasi warna yang objektif untuk sample bahan pakan ternak dapat dilakukan dengan mudah. Selain itu, Anda juga disarankan untuk menggunakan aksesoris instrumen seperti petri-dish / cawan petri atau granular material attachment untuk mencapai area permukaan pengukuran yang seragam agar meningkatkan akurasi pengukurannya. Penggunaan aksesoris juga dapat membantu untuk menyederhanakan proses pengukuran dan menghilangkan pemborosan yang tidak perlu.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan aplikasinya pada pakan ternak / feedmill, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Mengukur Warna Pakaian Visibilitas Tinggi (HVC)

ap-high-visibility-clothing-blog-1Pakaian visibilitas tinggi (HVC: High Visibility Clothing) atau sering disebut juga sebagai pakaian keselamatan visibilitas tinggi (HVSA: High-Visibility Safety Apparel) biasanya dipakai oleh para pekerja, petugas keamanan, atau responden darurat untuk meningkatkan seberapa baik orang lain dapat melihat mereka ketika waktu darurat. HVC, mulai dari rompi, jaket, dan celana panjang, terbuat dari bahan fluoresen dan retroreflective. Bahan-bahan ini memiliki visibilitas tinggi dan sifat reflektif yang nyata dalam lingkungan apapun.

HVC harus disertifikasi dan dikualifikasi sebelum digunakan dan standar yang digunakan untuk menguji HVC adalah ISO 20471. Standar ini diklasifikasikan ke dalam tiga kelas desain dasar, menguraikan persyaratan kinerja minimum, dan metode pengujian untuk memastikan visibilitas tinggi. Persyaratan kinerja mencakup di daerah seperti warna dan penempatan bahan.

Bahan latar belakang HVC haruslah berupa fluoresen kuning-hijau, merah-oranye, atau merah. ap-high-visibility-clothing-blog-2Warna dan pencahayaan harus diverifikasi sebelum dan setelah minimal 5 siklus mencuci. Parameter yang digunakan untuk menguji HVC adalah koordinat warna L*a*b*, Yxy, dan luminance Factor ßmin.

Untuk memenuhi syarat warna HVC berdasarkan kinerja warna seperti yang dinyatakan dalam ISO 20471, alat ukur warna Konica Minolta Spectrophotometer CM-25cG dengan 45/0 akan dibutuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pengukuran warna pakaian visibilitas tinggi (HVC), silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id