Mengukur Warna Kopi 3 in 1

ap-another-coffee-blog-1-200x116Kopi 3 in 1 (tiga dalam satu) adalah kopi instan yang dikemas dengan non-dairy creamer dan gula yang ditambahkan ke dalamnya. Mirip seperti kopi instan, pembuatan kopi 3 in 1 memerlukan air panas atau hangat agar dapat larut untuk dikonsumsi.

Karena adanya penambahan non-dairy creamer dan gula pada kopi 3 in 1 ini, pengukuran warna campuran kopi 3 in 1 relatif lebih sulit untuk dilakukan dibandingkan dengan  mengukur warna kopi instan. Untuk menghilangkan adanya variasi warna, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mengukur kopi 3 in 1 tersebut dalam bentuk cair.

Untuk mengukur warna pada kebanyakan minuman, penggunaaan data kolorimetri CIE L*a*b* dianjurkan. Dengan menggunakan Spektrofotometer Konica Minolta, nilai-nilai CIE L*a*b* dapat diukur dan digunakan untuk mengukur warna pada kopi 3 in 1.

Klik disini untuk informasi lebih lanjut mengenai Spektrofotometer Konica Minolta.

Dan, untuk informasi lebih lanjut mengenai pengetahuan dan aplikasi warna, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel “Pengontrolan Warna Pada Minuman” DISINI

Cara Mengukur Warna dari Bubuk Kopi Instan

Kopi instant memudahkan kita untuk meminum kopi kapanpun dan dimanapun. Hanya tambahkan air ke bubuk kopi, lalu Anda dapat menikmati kopi Anda. Kopi diproses/dimasak dari biji kopi yang sudah dipanggang dan dihaluskan, lalu diubah menjadi bubuk dengan cara pembekuan atau spray drying.

Metode pwarna biji dan bubuk kopiemanggangan dan persiapan mempengaruhi rasa dari kopi itu sendiri. Dalam pemanggangan, warna dari biji kopi adalah suatu indikator dan proses pemasakan membutuhkan proporsi tertentu dari bahan baku agar konsistensi warna dari bubuk kopi dapat diproduksi.

Pengukuran warna dapat menjadi subjektif karena mata kita tidak sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada standar visual yang dapat membantu produsen membandingkan warna. Warna dari bubuk kopi tergantung pada tingkat pemanggangan dan proses pemasakan. Pengecekan warna pada saat pemanggangan dan pemasakan sangat diperlukan untuk mengurangi perbedaan warna pada biji kopi.

KONICA MINOLTA

Pada pengukuran warna, ruang warna yang sering di Diagram warna L*a*b* pakai adalah CIE L*a*b dan CIE L*C*h. Dengan bantuan instrumen analisa warna seperti Konica Minolta Chroma Meter CR-410C atau Spektrofotometer CM-5, para pengguna dapat mengukur warna dengan mudah, membantu mereka untuk meningkatkan kualitas dan profit dari produksi bubuk kopi instant.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengetahuan dan aplikasi warna, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui marketing@almega.co.id.

Cara Mendapatkan Warna Biji Kopi yang Tepat

CR-410C Untuk para pemanggang biji kopi, warna dari biji kopi dapat memberitahu rasa dan aroma dari kopi itu sendiri. Pada saat dipanggang, biji kopi menjadi lebih hitam dan secara perlahan berubah rasa. Untuk mendapatkan rasa dan aroma yang diinginkan, para pemanggang biji kopi menggunakan warna untuk menentukan durasi proses pemanggangan.

Pada awalnya, pengecekan warna pada biji kopi dilakukan secara visual. Tetapi metode ini mempunyai keterbatasan karena bahkan pemanggang yang paling ahli pun dapat menjadi tidak konsisten ketika matanya lelah. Untuk mendapatkan konsistensi yang diinginkan, alat ukur warna untuk kopi seperti Konica Minolta Chroma Meter CR-410C sangatlah berguna.

Chroma meter CR-410C

Dilengkapi dengan diagram pemanggangan biji kopi yang dietujui oleh “Specialty Diagram SCAA Coffee ChartCoffee Association of America (SCAA)“, mengukur dan menkuantifikasi warna biji kopi menggunakan Chroma Meter CR-410C dapat menyediakan solusi yang lebih terpercaya dan efisien. Diagram dari SCAA adalah diagram yang distandarisasi dan memiliki 8 warna pemanggangan untuk mengkuantifikasi warna dari biji kopi yang dipanggang. Dengan index kopi ini, para pengguna akan dapat mengkuantifikasi warna pemanggangan dengan instrumen dan membandingkan warnanya dengan diagram tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengetahuan dan aplikasi warna, Anda dapat menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui marketing@almega.co.id.

Pengontrolan Warna Pada Minuman

ap-color-control-beverages-blog-1Mempertahankan warna yang tepat secara konsisten sangat penting dalam industri minuman. Konsumen seringkali mengasosiasi warna dengan kualitas dan warna yang tidak konsisten menciptakan kesan yang negative pada kedua produk dan mereknya. Banyak perusahaan minuman besar memahami pentingnya untuk menjaga konsistensi warna, memanfaatkan instrumen pengukuran warna untuk membantu mereka mencapai warna yang tepat secara konsisten.

Minuman memerlukan proporsi yang tepat dari bahan-bahan untuk mencapai warna yang tepat dan mengukur warna bahan dapat membantu meminimalkan adanya varian warna. Selain itu, mengevaluasi warna akhir minuman membantu menentukan apakah tindakan perbaikan selanjutnya akan diperlukan.

Suatu minuman, apakah itu dalam bentuk buram, bening, maupun transparan, memerlukan modus pengukuran tertentu untuk mencapai data warna yang terpercaya dan berulang. Minuman yang buram seperti smoothies, dengan isi yang padat/solid, tidak memungkinkan cahaya untuk menembus warnanya, dapat diukur dengan menggunakan mode reflektansi. Untuk pengukuran warna minuman yang bening seperti the ataupun minuman ringan berkarbonasi, penggunaan baik dalam modus transmisi pantulan atau dipilih berdasarkan tingkat transparansi. Minuman-minuman yang transparan seperti air mineral yang memungkinkan cahaya untuk menembusnya dengan sedikit atau tanpa gangguan sama sekali, oleh karena itu, mode terbaik untuk mengukurnya adalah dengan menggunakan mode transmisi.

Alat ukur warna seperti Spektrofotometer CM-5 Konica Minolta dilengkapi dengan top-port ap-color-control-beverages-blog-2dan ruang transmisi, dimana alat ini mampu mengukur warna dan tampilan minuman, baik dalam bentuk buram, transparan, dan tembus/bening. Menggunakan CM-5 dengan aksesoris seperti sel dan kuvet, berbagai jenis sampel minuman dapat diukur dengan mudah.

Klik disini untuk menonton video CM-5.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kontrol warna minuman, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Solusi Pengukuran Warna dalam Industri Makanan

Mata Anda mempengaruhi Persepsi Anda pada Makanan

Pengukuran Warna Makanan adalah Penting

Warna dapat mempengaruhi apa yang akan dibeli oleh konsumen, contohnya untuk mengetahui kematangan pada buah dan sayur, warna dari saus tomat, atau warna pada coklat.

Pengukuran Obyektif dan Berulang

Warna menunjukkan kesegaran, rasa, dan kualitas. Dibandingkan dengan beberapa parameter yang diperlukan untuk memonitor analisa yang akurat dalam laboratorium pangan, warna memberikan indikator kualitas yang dapat terlihat secara cepat. Tentunya, hal tersebut harus diperhatikan melalui pengukuran warna bahan-baku pangan secara obyektif dan akurat saat proses produksi dan produk akhir.

Rak display makanan di supermarket didominasi oleh makanan olahan dan konsumen mengharapkan adanya konsistensi. Variasi warna dapat disebabkan oleh karakteristik alami, namun konsumen dapat berpikir bahwa hal tersebut dikarenakan proses produksi yang buruk, penggantian resep, atau produk yang sudah kadaluwarsa. Makanan olahan tentunya harus memiliki analisis dan cara monitor perbedaan warna yang akurat selama proses produksi. Perubahan suhu, waktu, dan proses dapat mempengaruhi penampilan warna dan stabilitasnya, sehingga sangatlah penting bagi Anda untuk melakukan kontrol warna yang akurat.

Selain itu, untuk memastikan konsistensi produk yang didisplay pada rak supermarket, pengukuran warna telah membuktikan cara monitor yang berguna untuk mengetahui minat konsumen, research and development, serta peningkatan pada metode pengolahan makanan.

Sudah tidak zamannya lagi pengukuran visual yang subyektif

Dalam industri pertanian, alat ukur warna dan kolorimetrik telah meng-gantikan tingkat skala berdasarkan pemeriksaan visual (contoh: klasifikasi daging, warna salmon, warna kuning telur). KONICA MINOLTA adalah penyedia solusi analisa warna yang ternama untuk industri makanan, ingredients, dan minuman, dimana Konica Minolta menyediakan alat ukur warna untuk beragam aplikasi, baik itu di lapangan, dalam laboratorium, maupun produksi.

Aksesoris yang didesain untuk pengukuran berulang dan akurat

Alat ukur warna KONICA MINOLTA juga dilengkapi dengan beragam aksesoris yang didesain sedemikian rupa untuk membantu penggunanya dalam menghasilkan pengukuran berulang dan mengurangi waktu persiapan sample. Presentasi sample yang konsisten adalah kunci untuk mendapatkan akurasi, dan dengan menggunakan aksesoris yang tepat dalam proses berulang, hal tersebut dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada data warna.

Standar dalam Industri Makanan – Chroma Meter CR-400/410

Sejak pengenalan Chroma-Meters yang pertama, alat ini telah menjadi “defacto standard”, terutama dalam industri makanan dan bahan pangan. Seri CR-400 memiliki peng-operasian yang sederhana, mudah dibawa, durabilitas/daya tahan, keandalan, dan fleksibel untuk beragam aplikasi.

Aksesoris seperti glass cells, cawan petri, dan sample holders tersedia untuk menyederhanakan proses pengukuran dan persiapan sample. Dengan menggunakan aksesoris yang tepat dalam CR-400, aksesoris tersebut dapat digunakan untuk mengukur bahan padat, pasta, butiran, bubuk, dan cair.

CR-400 memiliki area pengukuran sebesar ø 8 mm untuk sample yang homogen atau memiliki area kecil.

CR-410 memiliki area pengukuran yang besar yaitu: ø 50 mm untuk mengukur sample yang lebih bervariasi dan bertekstur, seperti bubuk, butiran, atau bahan yang telah digiling.

Chroma Meters dapat dikonfigurasi untuk bekerja secara sendiri atau terhubung dengan PC/ komputer dengan opsi software untuk quality control.

Alat untuk Produk Kopi  – CR-410C Coffee Colorimeter

CR-410C coffee colorimeter dapat mengukur warna kopi selama proses produksi, yaitu: seluruh biji kopi mentah, biji kopi yang dipanggang, dan bubuk kopi.

Dengan menggunakan indeks kopi “Specialty Coffee Association of Americas” (SCAA), CR-410C menghitung warna, perbedaan dari standar, tingkat pemanggangan (terang, medium, medium gelap, gelap), dan informasi PASS/FAIL.

Tipe Alat untuk Produk Tomat – CR-410T Tomato Colorimeter

CR-410T handheld tomato colorimeter menggunakan indeks yang disetujui oleh USDA untuk mengukur dan mengecek warna pada proses produksi produk tomat. Dengan menyederhanakan pembacaan pengukuran menjadi satu angka yang mengindikasikan kualitas, penggunanya dapat mengecek keseraga-man dan konsistensi warna dari satu batch ke batch lainnya.

CR-410T dapat digunakan untuk mengukur warna beragam jenis sample tomat, termasuk pasta, jus, dan saus tomat. Alat ini mudah untuk digunakan, terjangkau, mudah digenggam, dan dapat terhubung ke SpectraMagicNX Software untuk mengatur data yang diperoleh.

Kemudahan dalam pengukuran untuk seluruh produk roti – Baking Contrast Meter BC-10 Plus

Baking Contrast Meter BC-10 Plus adalah handheld colorimeter unik untuk mengukur baking contrast pada seluruh produk bakery, termasuk roti, buns, biskuit, dan lain-lain.

Sangat mudah untuk digunakan, BC-10 Plus yang kompak dapat menghasilkan nilai warna single baking contrast unit (BCU) atau classic L*a*b* untuk membantu para penggunanya mengontrol proses pemanggangan di line produksi mereka.

Serba Guna dan Mudah Digunakan – CM-5 Top-port Spectrophotometer

CM-5 adalah generasi terbaru pertama dari alat ukur warna untuk laboratorium dimana penggunanya bisa mendapat keuntungan dari produktifitas yang meningkat dan peningkatan akurasi pada pengukuran warna untuk semua jenis sample. Alat ini dikembangkan untuk pengecekan warna pada industri bahan pangan, makanan, dan minuman, dimana alat ini memiliki standar yang baru seperti fleksibilitas total aplikasi dan memiliki desain yang user-friendly.

Penyelarasan top port memungkinkan pengukuran dalam sampel reflektan padat secara langsung di atas port pengukuran, sementara sample bubuk, butiran, pasta atau cair dapat diukur melalui petri-dish. Dengan adanya fitur tersebut, hal ini memungkinkan bermacam-macam dapat diganti dengan cepat, di mana pengukuran rutin atau jumlah sample yang banyak diperlukan. CM-5 juga memiliki ruang transmisi yang sesuai dengan sel dengan optical path antara 2 dan 60 mm untuk memberikan data warna pada sampel cair dengan tingkat transmisi yang berbeda.

  • Panduan pengguna di layar dan port USB yang memungkinkan pengguna mengkonfigurasi dan menyimpan profil pengguna yang berbeda.
  • Penggunanya dapat mengendalikan semua fungsi alat, dan melihat hasilnya melalui layar warna yang besar.
  • Alat juga dapat terhubung dengan Software Quality Control sebagai opsional untuk menyimpan, melaporkan, dan analisa yang lebih luas.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna untuk industri makanan dan minuman, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id