Cara Mengukur Warna Karagenan

Karagenan adalah zat tambahan makanan yang sering ditemukan dalam produk-produk seperti minuman, produk susu dan daging olahan. Karagenan diekstraksi dari rumput laut merah yang dapat dimakan, diproses dan digiling menjadi bubuk sebelum digunakan. Ketika ditambahkan ke dalam makanan, karagenan dapat mempengaruhi penampilan estetika keseluruhan makanan, oleh karena itu penting untuk mengontrol warna karagenan. Untuk mengontrol warna karagenan secara akurat diperlukan instrumen warna dengan ruang warna CIEL * a * b *.

Karagenan terutama berwarna putih penekanan harus ditempatkan hanya pada nilai lightness (L *) daripada delta E sebagai dasar untuk kontrol warna. Nilai L * karagenan bervariasi sesuai dengan preferensi pelanggan atau di mana ia akan digunakan. Misalnya, nilai L * dari aplikasi daging biasanya antara 84 dan 88. Untuk produk susu dan minuman, nilai L * adalah antara 90 dan 96.

Alat ukur warna seperti Konica Minolta Chroma Meter CR-410, dilengkapi dengan data kolorimetri CIE L * a * b * dapat membantu produsen mengevaluasi dan mengontrol warna karagenan. Instrumen yang ringkas dan ringan, CR-410 cocok untuk penggunaan ditempat, memberikan evaluasi warna yang cepat dan obyektif yang membantu meningkatkan produktivitas.

Aksesori seperti pemegang sampel dan lampiran bahan granular tersedia untuk membantu produsen menyederhanakan proses pengukuran.

Klik di sini untuk menonton video CR-410.

Untuk informasi dan konsultasi mengenai produk dengan tim ahli dapat menghubungi marketing @almega.co.id

Pengukuran Warna Minuman Susu Probiotik

Warna memainkan peran penting dalam membentuk persepsi pelanggan tentang makanan. Pelanggan sering menggunakan karakteristik sensorik untuk menentukan kualitas dan keamanan produk. Untuk produsen minuman susu probiotik, kemampuan untuk menghasilkan warna yang tepat secara konsisten bukan hanya pernyataan tentang kualitas produk mereka, tetapi juga penting bagi merek mereka.

Instrumen pengukuran warna umumnya digunakan dalam industri makanan untuk evaluasi warna yang tepat dan konsisten. Dalam tahap penelitian dan pengembangan, instrumen pengukuran warna dapat membantu produsen minuman susu probiotik menganalisis atau menyempurnakan formulasi mereka. Warna bahan mentah seperti susu bubuk skim dan perasa atau pewarna dapat diverifikasi sebelum memulai. Selama proses produksi, dapat digunakan untuk memantau warna minuman susu probiotik selama pemrosesan bahan dan pencampuran serta inspeksi warna produk akhir.

Parameter yang biasa digunakan untuk menentukan kualitas warna minuman susu probiotik adalah ruang warna CIE L * a * b * dan CIE L * C * h. Dengan bantuan instrumen pengukuran warna seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-5 dan berbagai macam asesorisnya, produsen minuman susu probiotik dapat mengukur dan mengevaluasi warna dengan mudah.

Untuk informasi dan konsultasi mengenai produk dengan tim ahli dapat menghubungi marketing @almega.co.id

Cara Mengukur Warna Susu Bubuk

Warna, aspek penampilan makanan, adalah indikator utama kualitas. Ini juga merupakan indikator keamanan yang penting karena konsumen cenderung menggunakan karakteristik sensorik seperti penampilan untuk menentukan apakah makanan tersebut aman untuk dikonsumsi. Setiap produsen susu memahami pentingnya warna, menggunakan alat pengukur warna untuk membantu mereka memastikan warna yang tepat tercapai secara konsisten.

Warna susu rentan berubah selama proses pembuatan, terutama bubuk. Hal ini disebabkan paparan panas yang tinggi selama pemrosesan yang menimbulkan reaksi maillard. Reaksi kimia ini tidak hanya mengubah penampilan susu bubuk, tetapi juga mempengaruhi rasanya. Pemantauan warna yang hati-hati diperlukan untuk memastikan konsistensi serta untuk mengevaluasi variabel proses manufaktur yang dapat menyebabkan perubahan warna.

Dalam tahap penelitian dan pengembangan, penggunaan instrumen warna dapat membantu produsen susu menentukan proses pencampuran bubuk susu yang optimal. Pada tahap kontrol proses, instrumen warna dapat digunakan untuk memantau warna selama proses panas.

Parameter yang biasa digunakan untuk menentukan kualitas warna susu adalah ruang warna CIE L * a * b * dan CIE L * C * h. Dengan bantuan instrumen warna seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-5, produsen susu dapat mengukur dan mengevaluasi warna susu bubuk dengan mudah.

Apabila Anda membutuhkan informasi dan konsultasi mengenai produk dengan tim ahli dapat menghubungi marketing @almega.co.id

Mengukur Warna Kopi 3 in 1

ap-another-coffee-blog-1-200x116Kopi 3 in 1 (tiga dalam satu) adalah kopi instan yang dikemas dengan non-dairy creamer dan gula yang ditambahkan ke dalamnya. Mirip seperti kopi instan, pembuatan kopi 3 in 1 memerlukan air panas atau hangat agar dapat larut untuk dikonsumsi.

Karena adanya penambahan non-dairy creamer dan gula pada kopi 3 in 1 ini, pengukuran warna campuran kopi 3 in 1 relatif lebih sulit untuk dilakukan dibandingkan dengan  mengukur warna kopi instan. Untuk menghilangkan adanya variasi warna, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mengukur kopi 3 in 1 tersebut dalam bentuk cair.

Untuk mengukur warna pada kebanyakan minuman, penggunaaan data kolorimetri CIE L*a*b* dianjurkan. Dengan menggunakan Spektrofotometer Konica Minolta, nilai-nilai CIE L*a*b* dapat diukur dan digunakan untuk mengukur warna pada kopi 3 in 1.

Klik disini untuk informasi lebih lanjut mengenai Spektrofotometer Konica Minolta.

Dan, untuk informasi lebih lanjut mengenai pengetahuan dan aplikasi warna, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel “Pengontrolan Warna Pada Minuman” DISINI

Cara Mengukur Warna dari Bubuk Kopi Instan

Kopi instant memudahkan kita untuk meminum kopi kapanpun dan dimanapun. Hanya tambahkan air ke bubuk kopi, lalu Anda dapat menikmati kopi Anda. Kopi diproses/dimasak dari biji kopi yang sudah dipanggang dan dihaluskan, lalu diubah menjadi bubuk dengan cara pembekuan atau spray drying.

Metode pwarna biji dan bubuk kopiemanggangan dan persiapan mempengaruhi rasa dari kopi itu sendiri. Dalam pemanggangan, warna dari biji kopi adalah suatu indikator dan proses pemasakan membutuhkan proporsi tertentu dari bahan baku agar konsistensi warna dari bubuk kopi dapat diproduksi.

Pengukuran warna dapat menjadi subjektif karena mata kita tidak sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada standar visual yang dapat membantu produsen membandingkan warna. Warna dari bubuk kopi tergantung pada tingkat pemanggangan dan proses pemasakan. Pengecekan warna pada saat pemanggangan dan pemasakan sangat diperlukan untuk mengurangi perbedaan warna pada biji kopi.

KONICA MINOLTA

Pada pengukuran warna, ruang warna yang sering di Diagram warna L*a*b* pakai adalah CIE L*a*b dan CIE L*C*h. Dengan bantuan instrumen analisa warna seperti Konica Minolta Chroma Meter CR-410C atau Spektrofotometer CM-5, para pengguna dapat mengukur warna dengan mudah, membantu mereka untuk meningkatkan kualitas dan profit dari produksi bubuk kopi instant.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengetahuan dan aplikasi warna, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui marketing@almega.co.id.