Apa yang Anda Tidak Ketahui tentang Cara Pria dan Wanita Melihat Warna

Makanan Warna LadyNyatanya, perbedaan jenis kelamin juga menentukan bagaimana kita memvisualisasikan warna. Artis dan ilmuwan Stephen Von Worley, menyelidiki lebih dari 5 juta individu lalu membuat grafik untuk 2000 warna yang paling sering disebut berdasarkan masing-masing jenis kelamin. Hasilnya sangat bervariasi antara bagaimana pria dan wanita melihat warna secara berbeda.

Studi ini menunjukkan bahwa wanita cenderung menggunakan nama untuk warna dengan berbagai macam variasi, seperti “Robin’s egg blue” atau Raspberry selain menggunakan nama dasar seperti merah, hijau dan biru. Pria lebih memilih untuk tetap memakai nama standar untuk warna, seperti biru, biru gelap dan biru tua. Selain itu, perbedaan utama terlihat sewaktu pria atau wanita mencoba mendeskripsikan warna yang bukan warna dasar.

Sewaktu diminta untuk menyebut warna campuran antara warna dasar, wanita cenderung untuk memilih kata-kata yang lebih kewanitaan/halus, seperti “dusty teal”, “neon lavender” dan “pale sage”. Di lain pihak, pria seringkali (atau secara sengaja) menyebutkan respon lucu untuk warna tertentu, seperti warna kuning seperti “muntah” waktu wanita menyebutnya sebagai warna “mustard”. Kelucuan ini berlanjut sewaktu lebih banyak pria merespon terhadap lebih banyak warna seperti “pinkish” dan “hijau monster”.

Walaupun mudah untuk tertawa, studi ini sangat berguna karena menunjukkan aspek lain bagaimana warna dipersepsikan oleh orang normal. Visualisasi warna dapat menjadi sangat subjektif dengan banyak faktor yang menentukan hasil akhir. Ini menyebabkan proses pengendalian warna di proses manufaktur/produksi sangatlah penting.

Konica Minolta memiliki beberapa alat pengukur/analisa warna yang sangat akurat dan dapat membantu pemakainya untuk menjaga kestabilan warna di proses produksi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk Konica Minolta, mohon hubungi marketing@almega.co.id.

Alat Ukur Warna

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bergelut dengan beragam warna yang dapat diukur secara ilmiah. Colorimeter dan Spectrophotometer adalah alat ukur warna yang menquantify warna dalam satuan angka. CIE LAB dan CIE LCH adalah color space yang umum dipakai dalam dunia industri untuk mengevaluasi / menyortir / menentukan mutu dari suatu produk.
CIEColorSpaceColorimetri lebih dikenal dengan istilah Chroma Meter menggunakan sensor fotodioda, seperti halnya fungsi color matching retina mata manusia yang bisa mendeteksi tiga nilai warna primer. Ketiga nilai dasar inilah yang nantinya mendasari perhitungan color space CIE LAB / CIE LCH.

Spectrophotometer bekerja atas dasar prinsip cahaya putih yang datang ke suatu prisma yang didispersikan menjadi suatu spektrum panjang gelombang. Sensor spektral mengukur spektrum dan memberikan karakter spekral dari cahaya itu sendiri. Di sinilah ‘sidik jari’ warna dari suatu cahaya diukur.

Colorimeter dapat mengukur tiga warna primer dengan mudah. Akan tetapi, colorimeter mempunyai keterbatasan, yaitu tidak bisa mengukur metamerisme dan juga color strength. Spectrophotometer mempunyai tingkat keakurasian lebih tinggi dan kemampuan lebih canggih. Ini sangat bermanfaat untuk menganalisa warna lebih jauh karena dapat menentukan nilai reflektansi spektral dari setiap panjang gelombang. Hal ini membuat spetrophotometer mempunyai harga jual lebih dibandingkan dengan colorimeter. Oleh karena itu, ketika sampai pada tahap pemilihan alat, penting sekali bagi kita untuk mengetahui sampai dimana kebutuhan kita (untuk aplikasi apa? Butuh seberapa akurat ?) sehingga tidak salah dalam memilih dalam investasi.

Teori warna dan alat ukur warna tidak diajarkan di bangku sekolah. Keduanya adalah suatu ilmu pengetahuan yang butuh untuk ‘diselami’. Sebagai contoh, tidak mudah bagi kita untuk memilih alat ukur warna mana yang paling sesuai dengan aplikasi yang kita miliki hanya dengan melihat brosur / katalog yang ada. Kita butuh berkonsultasi dengan mereka yang mampu menjawab kebutuhan kita secara tepat serta kompeten memberikan solusi terhadap permasalahan yang mungkin kita hadapi.

Tepuk Tangan!mempengaruhi penetapan berapa nilai dE*ab yang seharusnya. Untuk dua bagian yang berdekatan satu sama lain (contoh: body mobil dengan bumpernya), dE*ab yang ketat (kecil) harus digunakan. Jika tidak perbedaan warna tentunya akan terlihat dengan jelas. Lain halnya untuk bagian lainnya seperti body mobil dengan kaca spion, toleransi dE*ab bisa lebih besar (tidak begitu ketat) karena kedua bagian tersebut tidak akan jelas terlihat dikarenakan jaraknya yang terpisah (tidak berdekatan).

Pemilihan dan penggunaan dE*ab yang tepat sangat penting dalam pengontrolan warna. Menggunakan toleransi dE*ab yang besar bisa berdampak penolakan dan kurang percaya diri di hadapan pelanggan, ekstrimnya akan berdampak suatu perusahaan akan merugi. Sedangkan toleransi dE*ab yang sangat kecil akan membuat bagian produksi kesulitan yang bisa berakibat banyak bahan buangan. Untuk mendapatkan dE*ab yang paling dapat, Anda dapat berkonsultasi dengan ahlinya.

Silakan klik disini untuk informasi lebih lanjut.

Berapa Delta E (DE*ab) Yang Direkomendasikan?

Ketika mengukur warna, umum jika akan ada pertanyaan ‘berapa toleransi Delta E*ab yang direkomendasikan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan?’ Sayang sekali tidak ada rekomendasi tentang berapa besarnya Delta E*ab yang harus kita gunakan oleh karena dE*ab yang sama untuk warna yang berbeda mungkin akan memiliki persepsi warna yang berbeda secara visual.

Ada suatu warna dimana mata manusia sangat sensitif untuk
Ukur Warna Alat Chroma Meter CR-400 Mengukur Warnamembedakan warna, namun ada juga suatu warna dimana mata manusia tidak begitu sensitif untuk melihat perbedaannya. Oleh karena itu pemakaian dE*ab yang sama untuk semua warna adalah sangat tidak direkomendasikan. Sebagai salah satu contoh, untuk warna chroma rendah seperti biege / krem, mata manusia akan sangat sensitif untuk dapat melihat perbedaan warna yang sangat kecil sekalipun. Sedangkan untuk warna chroma tinggi seperti merah tua, sedikit perbedaan warna (seperti halnya yang terjadi pada warna beige) belum tentu terlihat oleh kasat mata. Hal ini sama dengan halnya saat mata kita bisa melihat perbedaan warna yang sangat jelas untuk warna abu-abu muda daripada warna hitam.

Mengidentifikasi Perbedaan Warna Menggunakan Lab atau LCH Koordinat 1Selain mata kita yang sangat sensitif, penerapan produk (untuk keperluan apa) juga akan mempengaruhi penetapan berapa nilai dE*ab yang seharusnya. Untuk dua bagian yang berdekatan satu sama lain (contoh: body mobil dengan bumpernya), dE*ab yang ketat (kecil) harus digunakan. Jika tidak perbedaan warna tentunya akan terlihat dengan jelas. Lain halnya untuk bagian lainnya seperti body mobil dengan kaca spion, toleransi dE*ab bisa lebih besar (tidak begitu ketat) karena kedua bagian tersebut tidak akan jelas terlihat dikarenakan jaraknya yang terpisah (tidak berdekatan).

Pemilihan dan penggunaan dE*ab yang tepat sangat penting dalam pengontrolan warna. Menggunakan toleransi dE*ab yang besar bisa berdampak penolakan dan kurang percaya diri di hadapan pelanggan, ekstrimnya akan berdampak suatu perusahaan akan merugi. Sedangkan toleransi dE*ab yang sangat kecil akan membuat bagian produksi kesulitan yang bisa berakibat banyak bahan buangan. Untuk mendapatkan dE*ab yang paling dapat, Anda dapat berkonsultasi dengan ahlinya.

Silakan klik disini untuk informasi lebih lanjut.

Praktek Terbaik: Formulasi Warna Untuk Menyesuaikan Warna Standar Sehingga Lebih Efisien

Ketika merumuskan warna dye, tinta, cat, plastik, atau bahan lainnya, prosedur dan kondisi standar yang diperlukan untuk mencocokkan standar warna melalui proses yang lebih efisien. Ini melibatkan identifikasi variabel dalam laboratorium atau proses produksi, membangun lingkungan yang tertruktur, dan kondisi dan metode untuk memastikan hasil formulasi menjaga akurasi dan konsistensi mendefinisikan. Selain itu,  instrumentasi pengukuran warna dan perangkat lunak formulasi canggih yang diperlukan untuk mendapatkan warna yang benar pertama kalinya atau dengan meminimalkan membuang waktu.

Sebelum proses perumusan warna, kondisi evaluasi pengukuran warna berikut dan visual yang harus ditentukan:

Instrument model, type, and geometry

  • Standard illuminants
  • Standard observer
  • Viewing angle
  • Color space
  • Color difference formula
  • Color tolerance values
  • Sample preparation and presentation methods
  • Light sources for visual evaluations

Setelah kondisi didefinisikan, proses formulasi warna standar dapat dilanjutkan. Di bawah ini adalah formulasi warna praktik umum terbaik untuk mencocokkan warna standar dengan meminimalkan membuang waktu.

Warna Pengukuran dan Evaluasi Praktek Terbaik untuk menyesuaikan Standar Warnacm512m3a_a01

Idealnya, resep warna yang sama yang digunakan untuk membuat standar harus digunakan ketika merumuskan warna produk. Ini, bagaimanapun, sering tidak mungkin. Sebuah proses perumusan warna harus didefinisikan untuk membuat resep yang cocok dengan standar yang pertama kali atau dengan tidak membuang waktu.

Setelah kondisi didefinisikan, proses formulasi warna standar dapat dilanjutkan. Di bawah ini adalah formulasi warna praktik umum terbaik untuk mencocokkan standar dengan limbah minimal dan waktu.

Warna Pengukuran dan Evaluasi Praktek Terbaik untuk Sesuai Standar Warna

Idealnya, resep warna yang sama yang digunakan untuk membuat standar harus digunakan ketika merumuskan warna produk. Ini, bagaimanapun, sering tidak mungkin. Sebuah proses perumusan warna harus didefinisikan untuk membuat resep yang cocok dengan standar yang pertama kali di buat tanpa harus membuang waktu.

Sebuah warna standar pertama-tama harus didefinisikan secara internal atau antara pemasok dan pelanggan. Menggunakan hasil warna pengukuran instrumentasi khusus untuk kebutuhan aplikasi Anda, mengukur warna yang Anda inginkan dan mencocokkan untuk produk jadi dan menyimpan nilai warnanya.

  • Upload nilai warna standar untuk perangkat lunak formulasi warna, seperti perangkat lunak Colibri, untuk menghitung resep yang paling cocok dengan standar
  • Dari resep dihitung dalam perangkat lunak, membuat batch kecil dari warna ini. Setelah mempersiapkan dan, jika diperlukan, pendingin sampel dalam proses standar, mengukurnya menggunakan spektrofotometer untuk membandingkan nilai warna dan kurva pantulan dengan standar
  • Secara visual membandingkan sampel terhadap standar dalam lingkungan yang terkendali dari pengaruh cahaya untuk melihat apakah ada inkonsistensi terlihat. Sampel harus dibandingkan dengan setidaknya tiga sumber cahaya yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang paling akurat dan mengidentifikasi metamerism
  • Simpan resep yang ideal dalam perangkat seperti software atau Instrument warna untuk mengingat dan mereproduksi dalam batch untuk masa depan

Harap dicatat, perangkat lunak formulasi warna mungkin menghitung beberapa resep berdasarkan parameter yang telah ditetapkan, seperti “pencocokan warna terbaik” atau “biaya yang terbaik,” yang sangat cocok dengan warna standar. Hal ini sangat penting untuk mengidentifikasi resep yang paling cocok dengan warna standar di bawah illuminants didefinisikan dan sumber cahaya melalui tes visual dan instrumental (misalnya, setidaknya sifat metameric). Pewarna bahwa pengguna merasa bekerja terbaik bersama-sama berdasarkan sejarah masa lalu harus dipertimbangkan juga.

 Kondisi dan prosedur untuk formulasi warna distandarkan

Selain mendirikan pengukuran warna dan evaluasi prosedur standar, kondisi formulasi standar juga diperlukan untuk menjaga konsistensi dan meningkatkan efisiensi seluruh proses pencocokan warna. Ini termasuk pemeliharaan peralatan dan kondisi mendefinisikan yang dapat berdampak hasil formulasi.

Menjaga peralatan formulasi untuk memastikan itu adalah dalam rangka kerja yang tepat.

Memantau ketelitian material masuk atau pigmen untuk memastikan konsistensi dapat di pertahankan.

Menetapkan metode weighing untuk substrat, pewarna, pigmen, atau pembantu berdasarkan berat benda yang akan  menjadi warna standar.

  • Kalibrasi rutin untuk timbangandan instrumentasi pengukuran warna pada waktu yang dijadwalkan untuk menjaga akurasi dan kinerja optimal
  • Menjaga booth cahaya yang digunakan selama evaluasi visual dengan mengganti lampu seperti yang direkomendasikan oleh pemasok lampu.
  • Atur suhu ruangan tetap sehingga tidak menimbulkan penyimpangan dalam warna sampel Anda
  • Standarisasi prosedur dari awal sampai akhir, termasuk penciptaan sampel untuk pengukuran, pencampuran sampel, flash saat setelah campuran, suhu oven untuk pengeringan, dan waktu pengeringan, sehingga tidak mempengaruhi warna akhir

Dengan standarisasi proses perumusan warna dan membangun lingkungan yang terkendali, pengguna dapat melakukan lebih efektif dan sesuai standar warna dengan meminimalkan waktu yang terbuang.

Pemimpin teknologi dalam warna dan solusi pengukuran cahaya, Konica Minolta Sensing membantu organisasi merumuskan, mengevaluasi, dan warna kontrol untuk memenuhi kualitas produk dan tujuan operasional yang lebih efisien.

Baca selanjutnya Mengapa Kita Mengukur Warna dan Cahaya?

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Preparasi sampel dan Presentasi Praktek Terbaik untuk Pengukuran Warna Akurat

CR 400Untuk pengukuran warna secara akurat dari sampel Anda, dibutuhkan prosedur yang terstandarisasi.

Hal ini termasuk persiapan dan menyajikan sampel yang sama untuk tiap pembacaan pengukuran oleh instrument. Kesalahan dan inkonsistensi antara sampel dan standard sangat mungkn terjadi, jika metode terstandarisasi tidak diikuti. Langkah dibawah merupakan praktik preparasi dan penyajian terbaik untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan konsisten saat pengukuran warna dari sampel Anda.

Preparasi Sampel
Pertahankan konsistensi dalam ketebalan, ukuran dan kuantitas sampel untuk tiap pembacaan pengukuran dengan menggiling, mencampur, memotong/mengiris atau melipat sampel dengan sama sebelum tiap pengukuran.

Untuk sampel berpendar atau transparan, lipat/bungkus sampel hingga tidak dapat dilewati cahaya. Sampel harus dibungkus/dilipat dalam jumlah yang sama untuk tiap pengukuran. Jika sampel tidak dapat dibungkus/dilipat, letakkan background standard di belakang sampel untuk tiap pengukuran. Background dengan penampakan polos (contoh keramik putih) direkomendasikan agar tidak mempengaruhi hasil pengukuran.

Untuk sampel serbuk, granul, cairan atau mudah hancur, tempatkan dalam wadah bersih yang sama (contohnya cawan petri) untuk tiap pengukuran.cm5

Pisahkan lemak, pengotor atau residu lain dari sampel-sampel agat tidak berefek terhadap akurasi dari pembacaan pengukuran.

Untuk sampel yang diproduksi dalam temperatur yang tinggi, sampel harus tetap dingin hingga suhu lingkungan untuk stabilisasi perubahan warna sebelum pengukuran dilakukan.

Penyajian Sampel
Berdasarkan bentuk sampel dan instrument yang digunakan, letakkkan sampel secara datar pada permukaan, datar pada bagian atas area pengukuran instrument, atau sudut yang sama di tiap pembacaan pengukuran.

 

Spectrophotometer CM-5

Untuk sampel serbuk, granul atau sampel lain yang mudah hancur, pengisian ulang sampel yang dari batch sama biasanya dibutuhkan saat pengukuran untuk menjaga level yang sama dari sampel untuk tiap pembacaan pengukuran.

Untuk sampel banyak warna, berpola atau bergaris, tempatkan sampel dengan posisi yang sama untuk tiap pengukuran. Rotasi 90 derajat atau perubahan dalam lokasi pengukuran dari sampel mungkin dibutuhkan pada pembacaan tiap pengukuran untuk mendapatkan representasi yang baik dari warna sampel. Sebagai catatan, apabila inkonsistensi terjadi, kemungkinan dibutuhkan rerata.

Jika sampel tidak dapat diukur secara konsisten, ukur sebagai standard terlebih dahulu. Kemuadian, pindahkan dan ukur lagi sebagai sampel. Jika perbedaan warna (Delta E*ab) diantara pengukuran ini 0.25 atau lebih tinggi, kemudian sampel kemungkinan tidak dapat diukur secara akurat atau konsisten. Pada kasus seperti ini, beberapa variable terlibat dalam sampel itu sendiri, bagaimana sampel ditangkap oleh instrument atau pengguna mempunyai instrument yang sesuai untuk aplikasi tertentu.

Menentukan prosedur-prosedur untuk persiapan dan penyajian setiap sampe untuk pengukuran harus didokumentasikan dan disebarkan secara internal dan melalui rantai supply anda. Hal ini untuk memastikan bahwa mengikuti pedoman yang sama untuk konsistensi warna, akurasi dan efisiensi operasional.

Konica Minolta Sensing merupakan teknologi unggul dalam solusi pengukuran warna dan cahaya, membantu mengorganisasikan formula, mengevaluasi dan mengatur warna untuk memenuhi hasil kualitas dan operasional produk dengan lebih efisien

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id