Preparasi sampel dan Presentasi Praktek Terbaik untuk Pengukuran Warna Akurat

CR 400Untuk pengukuran warna secara akurat dari sampel Anda, dibutuhkan prosedur yang terstandarisasi.

Hal ini termasuk persiapan dan menyajikan sampel yang sama untuk tiap pembacaan pengukuran oleh instrument. Kesalahan dan inkonsistensi antara sampel dan standard sangat mungkn terjadi, jika metode terstandarisasi tidak diikuti. Langkah dibawah merupakan praktik preparasi dan penyajian terbaik untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan konsisten saat pengukuran warna dari sampel Anda.

Preparasi Sampel
Pertahankan konsistensi dalam ketebalan, ukuran dan kuantitas sampel untuk tiap pembacaan pengukuran dengan menggiling, mencampur, memotong/mengiris atau melipat sampel dengan sama sebelum tiap pengukuran.

Untuk sampel berpendar atau transparan, lipat/bungkus sampel hingga tidak dapat dilewati cahaya. Sampel harus dibungkus/dilipat dalam jumlah yang sama untuk tiap pengukuran. Jika sampel tidak dapat dibungkus/dilipat, letakkan background standard di belakang sampel untuk tiap pengukuran. Background dengan penampakan polos (contoh keramik putih) direkomendasikan agar tidak mempengaruhi hasil pengukuran.

Untuk sampel serbuk, granul, cairan atau mudah hancur, tempatkan dalam wadah bersih yang sama (contohnya cawan petri) untuk tiap pengukuran.cm5

Pisahkan lemak, pengotor atau residu lain dari sampel-sampel agat tidak berefek terhadap akurasi dari pembacaan pengukuran.

Untuk sampel yang diproduksi dalam temperatur yang tinggi, sampel harus tetap dingin hingga suhu lingkungan untuk stabilisasi perubahan warna sebelum pengukuran dilakukan.

Penyajian Sampel
Berdasarkan bentuk sampel dan instrument yang digunakan, letakkkan sampel secara datar pada permukaan, datar pada bagian atas area pengukuran instrument, atau sudut yang sama di tiap pembacaan pengukuran.

 

Spectrophotometer CM-5

Untuk sampel serbuk, granul atau sampel lain yang mudah hancur, pengisian ulang sampel yang dari batch sama biasanya dibutuhkan saat pengukuran untuk menjaga level yang sama dari sampel untuk tiap pembacaan pengukuran.

Untuk sampel banyak warna, berpola atau bergaris, tempatkan sampel dengan posisi yang sama untuk tiap pengukuran. Rotasi 90 derajat atau perubahan dalam lokasi pengukuran dari sampel mungkin dibutuhkan pada pembacaan tiap pengukuran untuk mendapatkan representasi yang baik dari warna sampel. Sebagai catatan, apabila inkonsistensi terjadi, kemungkinan dibutuhkan rerata.

Jika sampel tidak dapat diukur secara konsisten, ukur sebagai standard terlebih dahulu. Kemuadian, pindahkan dan ukur lagi sebagai sampel. Jika perbedaan warna (Delta E*ab) diantara pengukuran ini 0.25 atau lebih tinggi, kemudian sampel kemungkinan tidak dapat diukur secara akurat atau konsisten. Pada kasus seperti ini, beberapa variable terlibat dalam sampel itu sendiri, bagaimana sampel ditangkap oleh instrument atau pengguna mempunyai instrument yang sesuai untuk aplikasi tertentu.

Menentukan prosedur-prosedur untuk persiapan dan penyajian setiap sampe untuk pengukuran harus didokumentasikan dan disebarkan secara internal dan melalui rantai supply anda. Hal ini untuk memastikan bahwa mengikuti pedoman yang sama untuk konsistensi warna, akurasi dan efisiensi operasional.

Konica Minolta Sensing merupakan teknologi unggul dalam solusi pengukuran warna dan cahaya, membantu mengorganisasikan formula, mengevaluasi dan mengatur warna untuk memenuhi hasil kualitas dan operasional produk dengan lebih efisien

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Mengukur Warna Intensitas

Mengukur Warna IntensitasBidang warna-sensitif seperti fotografi dan film, dan bahkan di banyak bidang ilmu seperti kimia analitik, sering prihatin dengan beberapa aspek warna. Di antaranya, Kromatisitas, atau semua warna, adalah salah satu yang paling penting. Karena kemurnian dan saturasi warna tertentu sepanjang spektrum warna sering dapat menghasilkan informasi penting seperti susunan kimia suatu zat atau visibilitas keseluruhan bagian-bagian tertentu dari sebuah adegan, mampu mengukur dan menganalisis intensitas warna dalam handal dan terukur Cara ini sangat penting. Beberapa contoh penggunaan spesifik untuk pengukuran intensitas warna meliputi:

Tekstil dan kain manufaktur produsen tekstil biasanya menghasilkan batch besar kain, yang masing-masing harus persis sama dalam hal keterangan, warna dan kecerahan. Namun, mata manusia tidak terlalu mahir menemukan perbedaan dan variasi dalam intensitas warna karena warna sekitarnya, kondisi pencahayaan, dan kondisi atmosfer dapat mempengaruhi reseptor warna mata. Dengan demikian, ia telah menjadi sangat umum bagi produsen tekstil untuk memanfaatkan spektrofotometer atau colorimeters untuk mengukur sampel batch kain sebagai bagian dari langkah-langkah pengendalian kualitas mereka. Karena banyak hal yang bisa mengganggu reproduksi pewarna warna, dan karena bahkan sedikit perbedaan dalam intensitas warna dapat membahayakan identitas produsen merek, perangkat warna penginderaan ini sangat penting dalam menjaga intensitas warna dan Kromatisitas konsisten di batch besar tekstil dan kain.

Fotografi profesional fotografi sangat sensitif terhadap warna, dan perangkat seperti meter cahaya dapat digunakan baik ketika merencanakan pemotretan dan selama pascaproduksi untuk menyoroti warna tertentu dalam gambar. Demikian pula, banyak kampanye fotografi komersial mengandalkan keterangan warna tertentu, seperti warna merek, latar belakang yang menggangu penglihatan. Dalam kasus ini, colorimeters dapat digunakan untuk memastikan bahwa warna tertentu selalu mencapai tingkat yang sama intensitas di seluruh gambar yang berbeda dengan berbagai jenis tingkat latar belakang yang menggangu penglihatan.

Layar kalibrasi digital display digital seperti yang ditemukan di TV HD dan laptop sering membutuhkan kalibrasi khusus untuk mencapai output warna maksimum. Karena banyak hal yang bisa mengganggu operasi mereka, faktor-faktor seperti cahaya ambient, produsen panel LED, dan line-in jenis dan kualitas misalnya, pajangan ini mendapatkan keuntungan dari menggunakan analisa warna karena tingkat hitam dan tingkat putih dapat disesuaikan dengan tepat untuk kondisi tertentu melihat .

Terlepas dari aplikasi, pengukuran intensitas warna sering diperlukan tidak hanya untuk tujuan estetika, tetapi juga untuk memastikan konsistensi di manufaktur yang sudah berjalan untuk memastikan bahwa menampilkan performa lebih tinggi dan memaksimalkan nilai mereka. Akhirnya, karena melihat kondisi untuk bisa menampilkan perubahan, seringkali diperlukan untuk mengambil beberapa pembacaan kolorimetri pada beberapa kali terhadap sample atau standar. Hal ini memastikan bahwa fluktuasi jangka pendek faktor dalam pengaturan kalibrasi warna, dan bahwa manufaktur dan tampilan pengaturan optimal di berbagai kondisi. Untuk informasi lebih lanjut tentang teknologi pengukuran warna, dan untuk melihat bagaimana colorimeter bisa berguna.

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Membangun Merek yang Lebih Baik

Membangun Merek yang Lebih Baik

Kita hidup disekelilingi oleh warna, baik itu warna silver metalik mobil Toyota yang kita kemudikan, warna kuning keemasan dari buah pisang yang kita makan, bahwa warna emas dari produk iPhone yang kita gunakan sehari-hari. Warna adalah suatu hal yang penting bagi dunia sekita kita. Warna dapat mendefinisikan karakter kita, meningkatkan nafsu makan, bahkan dapat juga meningkatkan inpresi orang lain terhadap pribadi kita. Aktivitas dan respons kita dipengaruhi oleh warna. Warna menjadi sebuah bahasa yang universal, seperti contohnya warna lampu lalu lintas dan warna aspal jalan di dunia semuanya sama.

Warna merupakan sesuatu yang sifatnya kritis

Dalam hal membangun sebuah merek, warna sangatlah penting. Bayangkan apabila logo Coca Cola berwarna biru, atau lambing McDonalds tiba-tiba berwarna hijau, tentunya persepsi kita menjadi berbeda. Dari hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa warna merupakan faktor penting yang membangun identitas sebuah merek. Perusahaan global seperti Apple, Toyota, Coca Cola, McDonalds contohnya, menggunakan warna sebagai elemen penting agar konsumen dapat mengidentifikasi produk mereka secara instan.

Dalam pengelolaan sebuah merek, warna produk harus konsisten untuk memastikan kualitas dari produk dan layanan yang ditawarkan. Banyak perusahaan yang sukses menginvestasikan banyak biaya untuk melakukan kendali dan pengukuran warna untuk memastikan warna pada produk mereka selalu konsisten.

Perusahaan-perusahaan ini menggunakan instrumen pengukuran warna seperti chroma meter dan spectrophotometer untuk memastikan warna yang digunakan tepat setiap saat. Di Konica Minolta Sensing, kami mengukur warna dan cahaya untuk membantu perusahaan-perusahaan membangun merek mereka dengan lebih baik. Konica Minolta memproduksi instrumen pengukuran warna yang sesuai dengan standar internasional, dan semua instrumen didesain dan diproduksi di Jepang. Program dari Konica Minolta, yaitu Color Education Series, diperkenalkan ke banyak perusahaan di seluruh dunia untuk membantu mereka mengerti teori ilmiah dari pengukuran warna.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai bagaimana Konica Minolta dapat membantu anda membangun merek yang lebih baik, silakan mengirimkan pertanyaan anda ke marketing@almega.co.id, atau melalui website kami di www.analisawarna.com.

Mengapa Kita Mengukur Warna dan Cahaya?

Mengapa kita mengukur cahaya?

Salah satu faktor paling penting mengapa kita mengukur cahaya adalah untuk alasan keamanan, dengan prioritas utama pada aplikasi pencahayaan di jalanan dan di landas pacu penerbangan. Pengaturan cahaya di jalanan dan landas pacu pesawat umumnya berfungsi untuk pengaturan dan pengalihan lalu lintas. Kedua area ini harus mendapatkan cahaya yang cukup dan tidak boleh menggunakan pencahayaan yang redup, sebab bisa berakibat fatal bagi pengendara dan pengguna jalan. Untuk memastikan pencahayaan yang cukup sepanjang jalan dan landasan pacu pesawat secara akurat, maka digunakan instrumen pengukur cahaya seperti luminance dan illuminance meter.

Kegunaan lainnya dari pengukuran cahaya adalah untuk mengembangkan sumber cahaya yang hemat energy, memastikan konsistensi cahaya yang diteruskan dari layar LED, memastikan area ruang tamu mendapatkan pencahayaan yang cukup, dan lain sebagainya.

Mengapa kita mengukur warna?

Warna manjadi salah satu faktor penting dalam menjual barang dan jasa, terutama pada industri makanan dan minuman. Warna mendefinisikan kesegaran, rasa dan kualitas. Warna merupakan indicator kualitas utama secara visual untuk produk makanan dan minuma. Dewasa ini, konsumen menginginkan adanya konsistensi warna produk, sebab apabila warna produk tidak konsisten maka dapat diasosiasikan dengan proses produksi yang buruk, perubahan formulasi, atau bahan baku yang sudah kadaluwarsa.

Industri lainnya yang menitikberatkan warna sebagai indikasi kualitas adalah industri farmasi. Industri ini berada dibawah pengawasan ketat dari Food and Drug Administration atau di Indonesia dikenal dengan sebutan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengukuran warna pada industri farmasi dapat digunakan untuk menguji adanya kontaminasi terhadap produk yang dihasilkan.

Konsistensi warna sebuah produk merupakan indikasi dari kualitas merk produk yang dipasarkan. Untuk pengukuran warna, chromameter dan spectrophotometer umumnya digunakan.