Mengukur Warna Putihnya Cucian/Kain

ap-laundry-whiteness-blog-1-200x100Dalam industri laundry (pencucian) atau perhotelan komersial, penyortiran linen seperti handuk-handuk dan seprai berdasarkan tingkat noda mereka merupakan prosedur yang penting. Karena tidak semua noda dapat dihilangkan dengan zat kimia biasa, pengelompokkan linen menjadi tingkat noda berat, sedang, dan ringan akan membantu mengoptimalkan jumlah bahan kimia yang digunakan, serta mencegah pencucian ulang yang tidak diperlukan.

Linen-linen dikategorikan ke dalam tingkat noda yang berbeda berdasarkan seberapa putihnya mereka. Umumnya, untuk mengevaluasi tingkat warna putih suatu cucian dilakukan secara visual. Tetapi, untuk menghasilkan penilaian visual yang konsisten dari tingkatan warna putih tersebut adalah hal yang sulit, sebab, faktor-faktor seperti warna di sekitar, kondisi pencahayaan, dan mata yang lelah dapat mempengaruhi warna yang terlihat oleh mata kita.

Untuk mengevaluasi tingkat putih sebuah linen secara obyektif, diperlukan alat ukur warna seperti Konica Minolta CR-20 color reader. Karena model ini cocok untuk digunakan langsung di tempat, color reader CR-20 mampu mengukur indeks putih dan populer di banyak tempat laundry untuk melakukan evaluasi yang cepat, mudah, dan obyektif.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana mengontrol seberapa putihnya produk Anda ataupun bidang lainnya, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel “Pengujian Warna Putih Linen pada Laundry Komersial” DISINI

Mengukur Warna Lensa Kontak

ap-contact-lens-blog-200x85Pada masa kini, lensa kontak berwarna merupakan lensa yang modis dengan desain dan warna-warna yang lebih beragam dan tegas. Warna lensa dapat melengkapi pemakaian kosmetik dan dengan adanya para desainer kreatif yang menciptakan warna-warna baru, para produsen mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk memastikan bahwa warna lensa kontak yang diproduksi sesuai dengan spesifikasi yang tepat dan warna tersebut dapat dicapai secara konsisten.

Mempertahankan penglihatan yang jelas sangatlah penting pada lensa kontak, namun, proses pewarnaan pada media yang bening dapat mengurangi kejernihan pada media/benda tersebut. Dengan kelengkungan permukaan dan daerah yang kecil, pengontrolan warna pada lensa kontak merupakan hal yang sulit. Instrumen warna CIE L*a*b* digunakan untuk memeriksa transmisi, kejelasan, dan warna lensa optik. Pengukuran lensa kontak pada umumnya mengikuti prinsip yang sama, kecuali untuk lensa yang lebih kecil. Dengan metodologi yang tepat dan bantuan jig, sifat optik dapat diukur dengan mudah dan berulang.

Alat ukur warna seperti Spektrofotometer Konica Minolta CM-5 dilengkapi dengan ruang khusus yang mampu melakukan pengukuran transmitansi. Berbagai macam aksesoris juga tersedia untuk membantu mempertahankan dan mengukur lensa-lensa kecil.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai CM-5 dan bagaimana cara untuk mengukur warna lensa kontak, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

 

Meningkatkan Kualitas Tepung dengan Pengukuran Warna

ap-flour-blog-1-200x133Warna dan tekstur adalah hal-hal yang sangat penting untuk konsumen, pabrik tepung melalui proses yang panjang untuk memastikan bahwa warna tepung mereka memenuhi harapan klien. Pengecekan ini dilakukan terutama berdasarkan pada permintaan konsumen. Ketika dalam proses penggilingan, endosperma tersebut terpisah dari kulitnya dan kadar abu memberikan indikasi untuk proses ini. Kadar abu yang tinggi menunjukkan kadar kulit yang tinggi dan ini merupakan indikasi dari kelas-kelas tepung. Dari berbagai gandum, warna tepung dapat menjadi indikasi yang terpercaya untuk melihat kualitas gandum dan pengecekan ini sangat penting untuk para produsen agar dapat melihat kualitas tepung tersebut.

Pengukuran warna dengan spektrofotometer dan kromameter telah banyak digunakan di industri pabrik untuk membantu para produsen mempertahankan kualitas tepung mereka. Ruang warna seperti CIE L*a*b* adalah pengecekan warna yang sudah umum dilakukan.

Dibawah ini adalah ekstrak dari Canadian Grain Commission mengenai bagaimana untuk mengukur warna tepung dan bubur tepung semolina.

CIELAB Tristimulus Pengukuran Warna Tepung

Minolta model CM-5 top-port spektrofotometer yang berdiri sendiri (d/8 geometri dan diameter area pengukuran 30 mm) digunakan untuk menentukan warna sampel tepung gandum. Sebuah cawan petri berdiameter 45 mm diisi dengan sampel tepung. Kemudian cawan tersebut ditepuk secara perlahan hingga tepungnya menjadi rata dan tidak ada kesenjangan yang terlihat dari dasar cawan tersebut. Kedalaman/tinggi tepung tersebut adalah paling sedikit 10 mm. Hasil pengecekan dilaporkan sebagai rata-rata duplikat penentuan parameter L*, a*, dan b* dari model warna CIELAB, yang masing-masing menunjukkan nilai-nilai penerangan, kemerahan, dan kekuningan. Berikut adalah hasil untuk 10° pengamat standar dan D65 illuminant:

  • L*: 100 putih, 0 hitam
  • A*: +60 merah, -60 hijau
  • B*: +60 kuning, -60 biru

CIELAB Tristimulus Pengukuran Warna untuk Bubur Tepung Semolina

Sebuah spektrofotometer top-port yang berdiri sendiri digunakan untuk menentukan warna gandum durum dari bubur tepung semolina. Sampel percobaannya dibuat menjadi bubur dengan mencampurkan 10 gram semolina pada dasar kelembapan 14% dan 12.5 ml air hasil penyulingan. Setelah dicampur dengan menggunakan pengaduk overhead yang dilengkapi dengan paddle aduk poros (2 menit, 100 rpm), bubur dituangkan ke dalam cawan Petri (45 mm diameter) dan didiamkan selama 5 menit sebelum melakukan analisa. Warna bubur tepung semolina ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer Minolta model CM–5 yang dilengkapi dengan d/8 geometri dan area pengukuran dengan diameter 30 mm. Hasil pengecekan dilaporkan sebagai rata-rata duplikat penentuan parameter L*, a*, dan b* dari model warna CIELAB, yang masing-masing menunjukkan nilai penerangan, kemerahan, dan kekuningan. Hasil untuk 10° standar pengamat dan D65 illuminant adalah sebagai berikut:

  • L*: 100 putih, 0 hitam
  • a*: +60 merah, -60 hijau
  • b*: +60 kuning, -60 biru

Untuk informasi dan pengetahuan lebih lanjut mengenai pengukuran warna tepung dan bidang lainnya, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id

 

Perbedaan Colorimeters, Spectrophotometers dan Sistem In-Line

Dalam kehidupan sehari-hari, warna hadir dalam berbagai macam variasi, dan warna-warna ini memainkan peran yang sangat penting. Namun, tidak seperti panjang atau berat, warna bersifat subjektif, sehingga tidak mungkin bahwa orang akan memberi respon yang sama ketika diminta untuk menggambarkan objek yang sama. Sebagai contoh, jika kami mengatakan “mobil merah” atau “apel merah”, mereka akan membayangkan berbagai gambaran tentang merah karena persepsi warna mereka dan pengalaman masa lalu yang masing-masing berbeda. Ini adalah kendala utama dengan warna, tetapi kemajuan dalam ilmu pengetahuan modern dan teknologi telah membantu untuk memecahkan masalah ini. Dengan diperkenalkannya instrumen pengukuran warna seperti colorimeters, spektrofotometer, dan sistem in-line kami dapat mengkuantifikasi warna. Instrumen yang sangat maju secara teknis mampu memberikan nilai numerik untuk membantu mengukur, mengendalikan dan menentukan warna. Artikel ini akan membantu menjelaskan perbedaan antara sistem colorimeters, spektrofotometer, dan in-line yang merupakan instrumen pengukuran warna yang paling populer.

colorimeters spectrophotometers dan sistem in line

Colorimeters adalah instrumen pengukur warna yang melakukan pengukuran “tristimulus” berdasarkan cahaya yang melewati tiga filter utama, merah, hijau, dan biru (RGB – Red, Green, Blue), dimana alat ini dapat mensimulasikan sensitifitas mata manusia terhadap cahaya. Pengukuran warna tristimulus menyediakan data tentang berapa banyak dari tiga komponen ini hadir dalam cahaya yang dipantulkan atau dikirimkan oleh produk. Data tersebut dapat digunakan untuk mengatur komponen warna atau menentukan apakah warna dari produk yang diproduksi sesuai dengan standar atau referensi.

Sebuah colorimeter tristimulus memiliki keuntungan tertentu seperti harga yang relatif rendah, ukuran yang kompak, mobilitas dan pengoperasian yang sederhana. Colorimeters dapat menentukan nilai kolorimetri, di bawah satu sumber cahaya dan digunakan terutama untuk pengukuran reflektansi. Namun, colorimeter tidak sesuai untuk analisis warna kompleks seperti metamerism, kekuatan pewarna, atau formulasi resep.

Spektrofotometer adalah alat analisa warna yang paling tepat, akurat dan canggih untuk pengendalian kualitas dan formulasi warna. Spektrofotometer melakukan pengukuran warna di seluruh jangkauan spektrum warna, tidak hanya RGB. Mereka mengukur reflektansi spektral atau transmitansi dari suatu obyek di seluruh spektrum dari panjang gelombang yang terlihat, yaitu dari 400mm ke 700mm. Karena kemampuan instrumen yang lebih besar, membuat alat ini menjadi pilihan untuk formulasi warna, terutama untuk menentukan warna standard dan toleransi, mengkomunikasikan warna antara satu pabrik dengan lainnya, dan kontrol kualitas warna.

Spektrofotometer memiliki presisi dan felksibilitas pengukuran yang lebih tinggi. Alat ini cocok untuk menganalisis warna yang lebih kompleks karena dapat menentukan spektral reflektansi pada panjang gelombang yang dipilih. Namun, spektrofotometer lebih mahal daripada colorimeters. Selalu pertimbangkan seberapa akurat setiap warna harus diukur sebelum memilih jenis instrumen yang akan digunakan dalam aplikasi tertentu.

Sistem pengukuran warna in-line dapat memberikan kumpulan data warna seiringan dengan proses produksi/operasi yang cepat. Dengan menggunakan pencahayaan multi-directional (dari berbagai arah) dan sensor yang tidak berkontak langsung, sistem ini ideal untuk material yang bertekstur dan tidak rata. Sistem pengukuran warna in-line juga mampu mengukur cahaya yang ditransmisikan dari plastik bening dan film. Sistem ini memberikan data dalam kecepatan tinggi, akurat, dan dapat langsung mendeteksi kondisi out-of -spec ( OOS ), sehingga mengingatkan operator sehingga koreksi dapat segera diterapkan.

Untuk informasi lebih lanjut bagaimana alat-alat ini dapat membantu Anda, silakan hubungi marketing@almega.co.id atau melalui (021) 6583 3731.

Pengukuran Warna Kulit Menggunakan Alat Ukur Warna

Pengukuran Warna KulitDalam praktek dermatologi dan penelitian klinis, petunjuk visual seperti warna merupakan faktor utama untuk diagnosis yang tepat dan penilaian untuk kerusakan kulit. Kuantifikasi eritema dan pigmentasi penting untuk penilaian in vivo untuk reaksi kulit terhadap rangsangan eksternal seperti radiasi ultraviolet. Pengukuran warna dari kerusakan kulit juga berguna untuk evaluasi kuantitatif dari kemanjuran terapi untuk kerusakan kulit tersebut.

Namun, inspeksi secara visual (mata) dapat dipengaruhi oleh persepsi dan interpretasi subjektif yang sulit diukur. Hal ini karena ada seperti berbagai macam cara untuk mengekspresikan warna sehingga membuat pengdeskripsian warna atau perbedaannya sangat sulit. Terlepas dari kemampuan mata manusia untuk mengenali hingga jutaan warna, kita tidak dapat menjelaskan dengan tepat persepsi warna kita tanpa sarana yang memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan kuantifikasi/pengukuran yang objektif, berdasarkan ilmu pengetahuan dan tidak merusak jaringan kulit.

Chromameter atau spektrofotometer dari Konica Minolta dapat digunakan untuk mengamati warna kulit. Untuk mengukur perubahan warna kulit, sistem warna CIE L * a * b * sering digunakan. Parameter L * a * b * dapat mengukur warna kulit dan karena itu dapat menyamai bagaimana dokter kulit atau rata-rata orang melihat warna dari kulit tersebut. Nilai L * dan b * sering digunakan untuk mengevaluasi jumlah epidermal melanin, sedangkan nilai a * digunakan untuk mengevaluasi jumlah eritema (juga disebut sebagai hemoglobin) dalam pleksus superfisial. Dalam upaya untuk menganalisa pigmentasi kulit, ‘Individual Tipologi Angle (ITA)’ atau ‘Alpha Karakteristik Angle’ telah diusulkan.

Indeks eritema dan melanin adalah indikator yang mengukur intensitas eritema dan pigmentasi. Indeks ini berasal dari data reflektansi kulit pada area spektrum tertentu. Tidak seperti koordinat warna, indeks ini dirancang untuk menunjukkan jumlah yang berkorelasi linear dengan jumlah hemoglobin dan melanin di kulit. Oleh karena itu, mereka dapat dianggap sebagai penilaian kuantitas secara fisik. Keuntungan utama dalam menggunakan Konica Minolta Spektrofotometer dalam analisis kulit dengan Software CM-SA, dibandingkan dengan alat yang lebih konvensional, adalah kemampuan untuk menyediakan kedua data yang kolorimetri (yaitu, L * a * b *), serta, melanin dan indeks hemoglobin.

Untuk mengetahui tentang sistem warna CIE L * a * b *, ITA, indeks hemoglobin dan melanin, Anda dapat menghubungi kami melalui marketing@almega.co.id atau melalui (021) 6583 3731.