Mengukur Warna Selai Kacang

Mengukur Warna Selai Kacang

Satu perusahaan petani kacang, Sunland,Inc, spesialisasi dalam kacang-kacangan seperti kacang tanah dan memproses  kacang-kacang tersebut dalam berbagai cara, termasuk diproduksi menjadi selai kacang. Untuk mengontrol kualitas warna, mereka menyerahkan pada Konica Minolta  Sensing Americas. Sebelumnya, mereka mengandalkan inspeksi visual dari USDA, dimana hal ini tidak bisa menghasilkan pengukuran yang objektif.

Efektifitas Waktu dan Produksi

Supervisor quality control di Sunland, Inc, Samantha Rector, mengatakan, ”Kami mempelajari metode baru dan lebih bisa diandalkan yang telah dikembangkan oleh Konica Minolta untuk mempercepat proses evaluasi warna pada selai kacang yang pada saat bersamaan, membuat proses lebih konsisten dan lebih objektif.

Sunland, Inc menggunakan CR400 dan CR410 Chroma Meter untuk membantu pengukuran mereka. Pada proses produksi apapun, unit ini bisa dengan cepat mengevaluasi warna dan tidak lagi butuh kondisi pengamatan khusus untuk menganalisa keakuratan hasil pengukurannya. Para pekerja mengisi petridish dengan selai kacang, dan menaruhnya diatas instrument Konica Minolta Sensing untuk diukur. CR410 menampilkan hasil pengukuran dalam nilai angka, yang bisa di cocokkan dengan  grade yang dimiliki USDA. Apakah hasilnya A, B atau sub standart. Hasilnya dapat di print untuk setiap batch produksi.

Rector menambahkan, “Konica Minolta CR410 Colorimeter sangat membantu kami dalam menghemat waktu dan biaya dengan menghilangkan proses trial and error dan meningkatkan angka produktivitas.

Karena itu, untuk memastikan perusahaan selai kacang anda atau perusaah makanan dapat menentukan standart warna, percayakan pada instumen Konica Minolta Sensing. Kami akan menganalisa aplikasi yang anda gunakan dan memberikan saran instrument yang paling cocok untuk anda gunakan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di marketing@almega.co.id.

Bagaimana Cara Mengukur Warna Metalik?

Warna dapat mempengaruhi manusia dalam banyak cara, terutama untuk warna metalik. Dalam dunia industri seperti otomotif, warna metalik banyak digunakan untuk membuat sebuat produk terlihat berbeda dan menarik perhatian pembeli. Dengan berkembangnya trend gaya otomotif saat ini, sangat penting untuk belajar bagaimana mengatur prosedur control warna secara praktis dan mudah.

Cat metalik pada mobil sangat bervariasi dalam warna dan efek kilau yang pas pada sebagian besar industri otomotif. Warna metalik ini terbuat dari penambahan alumunium  yang diolah menjadi pigmen atau cat yang tidak di pigmentasi. Alumunium partikel ini ketika dilihat dibawah mikroskop, memiliki kilau yang ukurannya berbeda, tingkat kecerahan dan warna, tergantung dari sudut pandang ketika dilihat.

Ketika mengukur warna metalik, diperlukan adanya beberapa sudut pandang berbeda untuk menangkap keseluruhan ragam warna selama formulasi dan pencampuran serpihan logam dalam lapisan. Spechtrophotometer portable dengan multi angle sangat direkomendasikan untuk menganalisa warna cat. Ketika ditempelkan di permukaan atau tes panel, pengukuran menangkap 3 atau bahkan lebih sudut pandang secara bersamaan. Setiap pengukuran ini menunjukkan variable colorimetric seperti lightness, hue and chroma. Data perbedaan warna metalik bisa juga diukur seperti membandingkan sistem kendaraan dan tes panel satu dengan yang lain.

Spectrophotometer multi angle yang dimiliki Konica Minolta dalah CM M6, dengan mudah mengukur warna metalik dengan 6 sudut pandang berbeda yaitu -150, 150, 250, 450, 750 dan 1100, hal ini memudahkan pengukuran warna metalik.

 

Untuk informasi lebih detail mengenai produk Konica Minolta CM M6, silakan hubungi marketing@almega.co.id

Bagaimana proses pembuatan kosmetik?

Pengertian dari kosmetik menurut FDA adalah produk yang diaplikasikan pada kulit yang bertujuan untuk membersihkan, mempercantik dan menghaluskan kulit. Untuk menambah kecantikan para penggunanya, kosmetik haruslah terbuat dari bahan-bahan berkualitas. Produsen kosmetik tentunya sadar apa saja bahan yang boleh digunakan untuk proses produksi. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai apa saja jenis-jenis kosmetik.

Maskara

Di Amerika, maskara pada umumnya diberi warna dengan karbon hitam. Untuk warna lain seperti coklat, menggunakan besi yang dioksidasi, dan pigmen anorganik bisa menciptakan warna ungu atau biru. Dari sini, banyak produsen menggunakan emulsi – mengeluarkan tetesan cairan kecil yang tidak larut ke yang lain – diatas air dan pengental untuk menciptakan cream. Lalu, pigmen dan lilin dicampur didalam partikel besar hingga bercampur sempurna, sehingga maskara dalam keadaan warna sempurna, dan tidak akan membahayakan mata penggunanya.

Lipstik

Intinya, pembuatannya menggunakan lilin dan minyak yang dilelehkan bersama. Selanjutnya pigmen warna dan cairan solven dicampur. Setelah proses pencampuran selama berjam-jam dan pengaturan, formula tadi diletakkan di wadah lipstick dan didinginkan, sehingga bisa mempertahankan bentuknya. Foundation dan BedakSeperti kedua jenis kosmetik sebelumnya, produk ini juga dibuat dengan minyak dan pigmen. Parfum juga sering ditambahkan untuk mengurangi adanya bau dari bahan yang digunakan selama proses produksi. Setelah proses ini, bahan yang ditambahkan tergantung dari jenis produk. Umumnya untuk produk terbaru, dibuat untuk kulit sensitive, sehingga produsen tidak menggunakan bahan keras.

Apapun jenis kosmetik yang diproduksi, pasti akan ada proses pembuatan. Warna harus diukur disetiap proses produksi, untuk menghasilkan produk yang maksimal. Konica Minolta memiliki teknologi pengukuran warna yang pas diaplikasikan di industry kosmetik. Apakah sampel berbentuk bubuk, cairan atau kream, produk dan software yang dimiliki Konica Minolta dapat menjawab kebutuhan pengukuran warna. Produk yang dapat diaplikasikan dalam industry kosmetik adalah the CR-400 Chroma Meter , CM-700d dan CM-5 Spectrophotometers.

Apakah Bayi Dapat Mengenal Warna yang Berbeda?

Seiring dengan angka, huruf, dan bentuk, salah satu hal paling awal yang diajarkan pada masa kanak-kanak kita adalah warna pelangi. Namun, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa manusia sebenarnya terlahir dengan kemampuan untuk mengenali warna. Tidak, kita tidak keluar dari rahim kemudian langsung mengetahui bahwa warna merah adalah merah atau biru disebut biru, namun penelitian menunjukkan bahwa bayi mampu membedakan warna dari satu sama lain dan memisahkannya ke dalam kategori yang berbeda.

PENELITIAN WARNA

Dalam sebuah eksperimen penelitian warna yang dilakukan oleh ilmuwan Anna Franklin di Universitas Sussex di Inggris, bayi berusia 4-6 bulan ditunjukkan 14 warna berbeda dari roda warna. Setelah diberi warna yang sama beberapa kali, mereka kemudian menunjukkan warna yang berbeda. Jika bayi itu menatap warna baru, ia akan menatap lebih lama dari yang sebelumnya, dan hal ini berarti bahwa ia mengenalinya sebagai warna baru. Hal ini disimpulkan dengan menggunakan sesuatu yang dikenal sebagai “infant looking time,” yang merupakan gagasan bahwa bayi akan menatap sesuatu yang lebih lama jika hal tersebut adalah hal yang tidak mereka ketahui.

Meskipun sebelumnya kita berpikir bahwa pemisahan warna mungkin merupakan konstruksi sosial yang sewenang-wenang, eksperimen ini menunjukkan hal yang berbeda. Setelah mempelajari reaksi 179 bayi, hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi dapat memisahkan warna menjadi lima kategori yang berbeda: merah, kuning, hijau, biru, dan ungu. Kemampuan bawaan untuk membedakan warna ini mungkin telah terbukti bermanfaat bagi nenek moyang kita yang paling awal saat harus mengenali warna “aman” vs. “berbahaya” untuk situasi tertentu di alam liar, seperti saat kita bertemu dengan tanaman atau hewan beracun.

SPECTROPHOTOMETER

Meskipun kita mungkin bisa mengenali hanya lima warna berbeda seperti bayi, spektrofotometer dari Konica Minolta Sensing dapat melakukan banyak hal. Spektrofotometer portabel seperti CM-M6 atau CM-25cG dapat mengukur warna sample yang Anda letakkan di depannya, tidak peduli kondisi pencahayaan, bentuk, atau teksturnya. Dan tidak seperti bayi, mereka tidak perlu memandang warnanya terlalu lama untuk mempelajarinya – spektrofotometer portabel dari Konica Minolta Sensing dapat melakukan pengukuran hanya dalam hitungan detik, bahkan terkadang lebih cepat. Lihatlah berbagai macam spektrofotometer yang tersedia dari Konica Minolta Sensing hari ini!

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai spektrofotometer atau alat pengukur warna lainnya, silakan menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Bagaimana Makeup Dibuat?

Kosmetik didefinisikan oleh FDA sebagai produk yang digunakan pada kulit manusia “untuk membersihkan, mempercantik, meningkatkan daya tarik, atau mengubah penampilan.” Untuk meningkatkan kecantikan penggunanya, makeup harus berkualitas tinggi. Oleh karena itu, produsen perlu menyadari bahan apa yang mereka masukkan ke dalam kosmetik mereka. Mari kita pelajari lebih dekat tentang apa yang termasuk ke berbagai jenis makeup.

1. MASKARA

Di Amerika Serikat, maskara biasanya diwarnai dengan karbon hitam. Untuk warna lain seperti coklat, oksida besi biasanya digunakan, dan pigmen anorganik dapat membuat mascara berwarna ungu atau biru. Dari sana, sebagian besar perusahaan menggunakan emulsi-mengeluarkan tetesan cairan kecil yang tidak larut ke dalam cairan lain – di atas air dan pengental untuk menciptakan krim. Kemudian, pigmen dan lilin dicampur sampai partikel besar telah pecah sehingga maskara memiliki warna yang tepat dan tidak akan merugikan/merusak mata orang lain.

2. LIPSTIK

Awalnya, lilin dan minyak dicairkan bersama. Selanjutnya, pigmen warna dan larutan pelarut tercampur. Setelah dicampur selama berjam-jam, formula dimasukkan ke dalam tabung lipstik dan didinginkan sehingga bisa menjaga bentuknya.

3. FoUNDATION & BEDAK

Seperti dua jenis makeup sebelumnya, foundation dan bedak juga dibuat dengan minyak dan pigmen. Parfum juga sering ditambahkan untuk menghilangkan bau dari bahannya. Dari situ, bahan yang digunakan di dalamnya juga sering bergantung pada jenis produknya. Banyak produk baru dibuat khusus untuk kulit sensitif, jadi produsen tidak memasukkan bahan-bahan yang keras untuk kulit.

Tidak masalah jenis produsen kosmetik mana pun yang membuat makeup, semua hal di atas adalah proses yang pasti terlibat. Warna perlu diukur pada setiap langkah proses sehingga produk akhirnya membuat Anda terlihat cantik. Konica Minolta Sensing memiliki berbagai pilihan instrumen pengukuran yang sempurna untuk industri kosmetik. Apakah sampel itu berbentuk bubuk, cairan, atau krim, produk alat ukur warna dan software kami dapat memberikan pengukuran yang produsen butuhkan. Lihat Chroma Meter CR-400 atau CM-5 dan CM-700d Spectrophotometers; dan lihat bagaimana instrumen kami dapat membantu Anda memenuhi standar kualitas warna dengan mudah.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai alat ukur warna untuk sample kosmetik, farmasi, serta lainnya, silakan menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id