Mengukur Warna Coklat

Coklat memiliki berbagai bentuk dan sering digunakan sebagai bahan penyedap dalam banyak produk-produk confectionery. Sifat seperti warna dan penampilan merupakan atribut penting saat menentukan kualitas coklat. Di industri coklat, proses pemutihan pada permukaan coklat (fat bloom) tidak diinginkan. Fenomena yang diinginkan ini adalah hasil dari kesalahan selama produksi, yaitu seperti tempering dan fase pendinginan/cooling, serta kondisi penyimpanan yang tidak tepat.

Alat ukur warna banyak digunakan di industri makanan karena alat ukur warna menawarkan pengujian warna secara tepat dan konsisten. Dalam tahap penelitian dan pengembangan, penggunaan alat ukur warna dapat membantu produsen coklat untuk menganalisa dan menyempurnakan formulasi mereka. Pada tahap proses pengontrolannya, alat ukur warna dapat digunakan untuk memantau warna dan penampilan selama pencampuran serta pemerataan fase coklat sehingga dapat memastikan bahwa warna pada coklat diuji dengan akurat dan konsisten.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan kualitas warna makanan adalah dengan menggunakan satuan warna CIE L*a*b*. Whiteness index (WI) adalah parameter lain yang dapat membantu untuk mengukur dan mengevaluasi fat bloom secara obyektif. Dengan bantuan alat ukur warna seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-5, produsen coklat dapat mengukur warna coklat dengan mudah sehingga membantu meningkatkan kualitas dan hasil produk coklat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna untuk industri makanan dan minuman serta aplikasi lainnya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Bagaimana Mengukur Warna Es Krim?

ap-ice-cream-color-blog-1-200x140Es krim terbuat dari bahan susu dan krim, adalah sebuah makanan dessert popular yang dinikmati oleh banyak orang di seluruh dunia. Es krim memiliki berbagai rasa dan kombinasi, menggunakan bahan- bahan seperti buah-buahan, kakao, dan pewarna. Warna mempengaruhi preferensi konsumen dan persepsi terhadap makanan, maka dari itu, mengukur dan memantau warna pada es krim sangatlah penting untuk dilakukan.

Untuk mengadopsi manajemen warna dalam proses produksi es krim membantu para produsen untuk meningkatkan konsistensi dan mengoptimalkan kualitas. Warna bahan mempengaruhi warna keseluruhan es krim, oleh karena itu, memverifikasi apakah nilai-nilai L*a*b* mereka berada dalam kisaran nilai yang diinginkan, membantu meminimalkan varian warna. Dikarenakan es krim mengubah sifat fisik mereka secara konstan ketika mencair, Anda direkomendasikan untuk mengukur warna es krim dalam bentuk cair untuk mendapatkan evaluasi yang akurat dan konsisten.

Spectrophotometer CM-5 Konica Minolta dapat melakukan pengukuran reflektansi dan ap-ice-cream-color-blog-2transmitansi, mampu untuk mengukur berbagai sampel, apakah dalam bentuk bahan padat atau campuran krim berbentuk es cair. Berbagai macam aksesoris seperti cawan petri dan sel, tersedia untuk membantu produsen dalam memperoleh pengukuran berulang.

Klik disini untuk menonton video produk CM-5.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengukuran warna es krim, alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email di: marketing@almega.co.id

 

Warna, Rasa, dan Emosi

Makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok kita yaitu: makan. Rasa lapar merupakan hal yang normal dan reaksi yang sehat terhadap keinginan kita untuk memakan sesuatu karena kekurangan nutrisi/makanan. Proses ini memiliki 2 aspek yang penting: fisik dan emosi,  keduanya bekerja secara individual terhadap apa yang kita makan.

Makanan, warna dan emosi

Jika kita mengetahui bahwa warna berkorelasi dengan aspek emosional maka kita dapat menerima bahwa proses pemilihan makanan akan dipengaruhi oleh emosi. Karena itu, pengaruh emosi dan warna terhadap pemilihan makanan tidak dapat dipungkiri. Sebagai contoh, makanan penutup (dessert), selain mengandung banyak gula juga diberi warna pink karena banyak orang menghubungkan warna ini dengan sikap positif (kasih sayang, cinta, dsb).

Warna, rasa dan emosi

Seperti yang dapat kita lihat pada tabel 1, hijau merupakan warna yang paling sering muncul pada makanan karena warna ini berhubungan erat dengan buah-buahan dan sayuran. Setelah warna hijau, warna merah juga sering muncul karena relasinya dengan sambal dan banyak makanan lainnya.

Emosi

Ketika warna dan emosi berelasi dengan ketat, ternyata emosi dapat dikategorikan sebagai emosi negatif dan positif. Emosi positif adalah bahagia, cinta, kasih sayang; sedangkan emosi negatif adalah kesedihan, rasa tidak aman dan bahaya.

Warna merah menunjukkan emosi yang bertentangan karena selain direlasikan dengan cinta dan kebahagiaan, warna ini juga berhubungan dengan perasaan marah.

Beberapa hubungan antara warna dan rasa adalah:

  • Manis. Rasa ini berelasi dengan warna pink, buah-buahan, permen dan coklat.
  • Pahit. Berhubungan dengan warna hijau dan kuning, buah jeruk dan rasa sedih.

Kesimpulan

  • Setiap rasa mempunyai relasi dengan warna, seperti pink dengan manis, putih untuk asin, merah untuk pedas dan oranye untuk asam-manis.
  • Hal ini juga berlaku untuk makanan, dimana setiap makanan mempunyai warnanya masing-masing.
  • Warna memegang peranan penting untuk rasa dan emosi, dimana kedua hal ini mempengaruhi proses pemilihan makanan oleh para customer.

  

Diterjemahkan dari: “Colors, flavors and emotions” by Georgina Ortiz Hernandes, Asociación Mexicana de Investigadores del Color, Universidad Nacional Autónoma de México.

Untuk info lebih lanjut mengenai pengukuran warna dan beragam aplikasinya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Kontrol Warna Untuk Produk Keju

ap-cheese-product-blog-1-200x98Keju memiliki berbagai nuansa warna kuning dan oranye, tergantung dari jenis susu dan pewarna makanan yang digunakan. Susu mengandung beta-karoten, sebuah pigmen alami yang memberikan warna oranye pada wortel. Jumlah beta-karoten bervariasi, sesuai dengan diet hewan, dimana hal ini mempengaruhi warna keju. Untuk mengatasi masalah warna keju yang tidak konsisten, produsen keju menggunakan annatto, pewarna makanan alami, untuk mencapai warna keju yang diinginkan.

Warna makanan memiliki pengaruh yang kuat terhadap preferensi konsumen dan identifikasi 2rasa. Dalam produksi keju, untuk mencapai keseragaman warna adalah penting dan cukup sulit. Mengadopsi manajemen warna seluruh proses produksi keju membantu meningkatkan kualitas warna dan hasil dalam produksi keju.

3Evaluasi warna keju dapat dilakukan secara visual dengan membandingkannya terhadap diagram warna keju standar National Cheese Institute (NCI). Namun, perbandingan tersebut adalah subyektif dan banyak faktor-faktor seperti kondisi pencahayaan dan ukuran sample dapat mempengaruhi penilaian. Lebih dari itu, standar keju ini mungkin terbuat dari plastic chip atau replika lilin, yang mungkin tidak sepenuhnya mewakili warna keju yang sebenarnya.

Dengan teknologi masa kini, produsen keju dapat menggunakan alat ukur warna seperti 4Spektrofotometer CM-5 Konica Minolta. CM-5 dapat mengukur warna referensi keju yang sebenarnya dan menyimpan data untuk referensi dan kontrol di masa depan. Dilengkapi dengan top-port dan ruang transmisi, CM-5 memiliki fleksibilitas untuk mengukur beragam sampel keju, apakah itu adalah parut, bubuk, maupun pasta.

Klik disini untuk menonton video CM-5.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pengukuran warna keju atau evaluasi warna makanan lainnya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Silakan baca artikel “Mengukur Warna Yoghurt” dengan klik DISINI

Sejarah Color Vision

Penglihatan mata manusia terhadap warna bekerja dengan memanfaatkan tiga protein sensitif cahaya yang berbeda untuk memahami panjang gelombang cahaya, yang disebut sebagai penglihatan trikromatik. Kebanyakan primata, bagaimanapun, hanya memiliki penglihatan dikromatik, yang berarti bahwa mereka tidak dapat mendeteksi perbedaan antara merah dan hijau. Apakah yang mendorong spesies kita untuk memiliki penglihatan trikromatik? Monyet howler dapat membantu menjelaskan tentang evolusi kita.
Pekerja riset di Universitas Calgary baru-baru ini menerbitkan sebuah makalah teori tentang mengapa spesies primata tertentu dapat mengembangkan penglihatan warna. Dari alasan yang disampaikan dalam analisa mereka yaitu bahwa monyet howler mengembangkan penglihatan / vision trikromatik agar lebih mudah menemukan makanan bergizi.

Penglihatan warna mereka berbeda dengan banyak monyet lain di Amerika Selatan dan Tengah. Kemampuan primata dalam melihat warna dapat sangat bervariasi, bahkan dalam satu spesies pun. Alasan utama perbedaan ini adalah diet. Sementara monyet lain memakan serangga, makanan utama monyet howler adalah buah dan daun. Pada pohon-pohon tertentu seperti Ficus dari Kosta Rika, daun yang lebih baru menawarkan lebih banyak nutrisi dan monyet lebih menyukai mereka. Daun-daun ini berwarna rona kemerahan dan untuk membedakannya dari yang lain, monyet howler mengembangkan dan menggunakan penglihatan trikromatik nya.

Proses serupa mungkin juga terjadi di Asia dan Afrika, di mana para primata lebih cenderung memakan daun daripada serangga. Namun, penting untuk dicatat bahwa ‘buta warna’ juga memiliki kelebihan tersendiri. Misalnya, saat berburu serangga yang sedang berkamuflase, warna sebenarnya dapat menghalangi predator karena warnanya membuat mereka mudah berbaur dengan latar belakangnya. Monyet yang buta warna lebih tanggap terhadap pola dan bisa memotong melalui kamuflase untuk melihat interupsi pada pola kulit atau lingkungan lainnya.

Jadi, nampaknya penglihatan trikromatik berevolusi karena hal tersebut bermanfaat untuk mengumpulkan makanan. Tetapi, penglihatan kita tidak sempurna, bahkan untuk makanan dan perbedaan dalam pewarna makanan dapat membuat kita tidak dapat membedakannya secara langsung. Konica Minolta Sensing menawarkan berbagai alat ukur warna untuk industri makanan, seperti model CR-400 dan CR-410 Chroma Meter.

Silakan hubungi PT Almega Sejahtera selaku sole agent Konica Minolta Sensing di Indonesia melalui email: marketing@almega.co.id dan kami akan membantu Anda dalam mencapai standar kualitas warna!