Illuminance vs Luminance

Apakah ada perbedaan antara ” Illuminance ” dan ” Luminance “?

Istilah pencahayaan bisa membingungkan; dua istilah yang paling sering digunakan dan sering tercampur adalah Illuminance  dan Luminance .

Illuminance

Iluminansi adalah penerangan suatu area permukaan. Ini adalah ukuran jumlah cahaya yang jatuh (menerangi) dan menyebar ke area permukaan tertentu. Ini berkorelasi dengan bagaimana manusia memandang kecerahan dari area yang diterangi. Iluminansi sering disebut kecerahan, yang menyebabkan kebingungan, karena kecerahan juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan pencahayaan. Kecerahan adalah referensi sensasi fisiologis dan persepsi cahaya sehingga tidak untuk digunakan untuk tujuan kuantitatif.

Satuan SI untuk penerangan adalah lux (lx). Kadang-kadang orang menggunakan istilah foot-candle. Foot-candle adalah unit iluminansi non SI yang banyak digunakan di Amerika Serikat. Istilah “foot-candle” berarti “penerangan di permukaan oleh sumber candela satu kaki jauhnya”. Satu kaki lilin setara dengan satu lumen per kaki persegi yang kira-kira 10,764 lux.

Iluminansi (lux) dihitung menggunakan pengukur iluminansi (lux), pengukur kroma, atau spektrofotometer iluminasi.

Luminance

Luminance adalah ukuran jumlah cahaya yang melewati, memancarkan, atau dipantulkan dari permukaan tertentu yang bergerak pada sudut padat. Hal ini menunjukkan seberapa banyak kekuatan cahaya yang dapat dirasakan oleh mata manusia. Jadi luminansi menunjukkan kecerahan permukaan yang dipancarkan atau dipantulkan. Luminance digunakan dalam industri layar untuk mengukur kecerahan layar.

Luminance diukur menggunakan pengukur pencahayaan atau spektroradiometer.

Untuk informasi dan konsultasi mengenai produk dengan tim ahli dapat menghubungi marketing @almega.co.id.

Menggunakan Pengukuran Warna untuk Meningkatkan Produksi Just-In-Time (JIT)

Untuk memaksimalkan efisiensi dalam menanggapi ketidakpastian ekonomi dan faktor sosial yang berubah cepat seperti selera konsumen, produsen di seluruh industri mengadopsi metodologi manufaktur JIT. Bergerak menuju filosofi ini membutuhkan evaluasi berkelanjutan dari proses manufaktur dan investasi dalam teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Di antara yang paling vital dari teknologi tersebut adalah pengukuran warna dan teknologi manajemen.

Spektrofotometer dan perangkat lunak analisis warna dapat diintegrasikan dengan mudah dalam proses pembuatan untuk menangkap data warna digital yang objektif. Ini memungkinkan pabrikan untuk mengidentifikasi cacat material atau kesalahan proses. Misalnya, menggunakan spektrofotometer dan perangkat lunak warna, produsen dapat menangkap dan memanfaatkan data warna digital untuk menentukan toleransi warna dan memverifikasi apakah warna produk sesuai dengan standar. Ini memastikan warna tetap konsisten dan akurat dari awal proses hingga produk akhir.

Selain itu, dengan data warna digital, standar warna yang sama dapat dengan mudah dibagikan di sepanjang rantai pasokan atau dengan lokasi pabrik yang berbeda untuk memastikan konsistensi terlepas dari lokasi. Konica Minolta menawarkan beragam solusi instrumentasi pengukuran warna dan perangkat lunak analisis warna untuk memenuhi beragam kebutuhan di berbagai industri.

Pelajari lebih lanjut tentang dasar kolorimetri dan spektrofotometri dasar dengan buklet pendidikan kami.

Untuk informasi dan konsultasi mengenai produk dengan tim ahli dapat menghubungi marketing @almega.co.id.

Pentingnya Manajemen Warna dalam Industri Percetakan

Warna merupakan elemen penting dalam industri percetakan, terutama dalam menampilkan warna offset dan digital printout yang tepat serta konsisten. Hal ini membantu untuk membedakan hasil cetakan yang bagus dari yang buruk, maka, penerapan manajemen warna dalam industri percetakan adalah penting.

Mengukur warna bersifat subyektif karena persepsi warna bervariasi antar individu. Faktor-faktor seperti perbedaan lingkungan pencahayaan, sudut pandang, dan warna latar belakang dapat mempengaruhi persepsi warna hasil cetakan. Berikut adalah beberapa praktik terbaik untuk diterapkan ke dalam alur kerja cetak:

  • Gunakan spectrodensitometer untuk mengukur warna dan mengkomunikasikan data CIE L*a*b* untuk evaluasi dan pemahaman yang mudah. Spectrodensitometer juga memungkinkan penggunanya mengatur kondisi pencahayaan yang berbeda untuk evaluasi warna di bawah lingkungan yang berbeda.
  • Sumber cahaya dapat mempengaruhi warna, oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan Light Booth atau pindah ke lingkungan pencahayaan yang berbeda untuk mengevaluasi warna.
  • Pastikan Anda mengkalibrasi printer Anda setiap hari untuk memastikan konsistensi warna yang baik.
  • Selalu evaluasi antara target dan sampel. Gunakan colorimeter untuk memeriksa perbedaan warna dan sesuaikan warnanya agar sesuai dengan warna target.

Untuk informasi lebih lanjut tentang aplikasi manajemen warna, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id