Color Education Series – LED Metrology

LED MetrologyPerkembangan yang luar biasa di bidang LED dalam beberapa tahun terakhir telah membuat kemajuan market yang signifikan untuk aplikasi-aplikasi baru. Display berwarna muncul karena pengenalan dari LED biru dengan intensitas tinggi, sedangkan LED putih dipakai di solid state lighting (lampu padat) dan industri automobile. Aplikasi-aplikasi baru ini membuat permintaan yang ketat dari karakteristik optikal LED, yang merupakan dasar dari kualiti sebuah produk.

Keahlian yang tinggi diperlukan untuk mendapatkan hasil yang tepat dan dapat direproduksi. Color Education Series – LED Metrologi mendiskusikan tentang karakteristik spesial dari LED dan menyediakan rekomendasi untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat. Tujuannya adalah untuk menyediakan referensi kerja untuk para pembaca, selain menjelaskan tentang pengenalan untuk LED metrologi.

Pengenalan singkat ini menjelaskan istilah-istilah dasar dan definiisi yang digunakan dalam fotometri dan kolorimetri, dan detail dari sifat fisis yang spesifik dari LED. Bagian selanjutnya menjelaskan pengaturan tes dan metodologi yang dibutuhkan untuk pengukuran LED yang akurat. Kemungkinan error yang berasal dari interaksi antara LED dan instrumen pengukuran juga dibahas.

Klik di sini untuk mengunduh Color Education Series – LED Metrology.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pengukuran LED dan instrumen pengukuran cahaya lainnya, silakan hubungi (021) 6583 3731 atau marketing@almega.co.id.

Color Rendering Index Illuminance Meter CL-70F

Konica Minolta akan mengeluarkan indeks sesuaian warna (color rendering index – CRI) Illuminance Meter dan berikut ini adalah beberapa hal yang perlu anda ketahui.

Apa itu Color Rendering Index / Indeks Sesuaian Warna?

Sumber cahaya itu terbagi menjadi beberapa macam, dari cahaya matahari sampai cahaya buatan manusia. Untuk dapat menilai atau membandingkan warna dari suatu benda, aturan standarnya adalah dengan membandingkan warna tersebut menggunakan cahaya natural (matahari) atau lampu neon yang memiliki spectrum yang sama dengan matahari. Dengan berkembangnya LED, perlu dipastikan bahwa pencahayaan LED dapat menampilkan benda seperti pencahayaan natural.

Pencahayaan yang menampilkan warna sesuai dengan yang ditampilkan cahaya natural dapat dikatakan memiliki kemampuan sesuaian warna yang baik.

Pencahayaan yang terdapat di pasaran, sebagai contoh lampu pijar, neon dan LED, memiliki deskripsi masing-masing seperti “white”, “warm white” atau “cool white” yang menampilkan warna yang berbeda dari suatu benda. Gambar di bawah menunjukkan benda yang di terangi oleh tiga pencahayaan berbeda.

Color Rendering Index Indeks Sesuaian Warna CL-70F

Warna yang ditampilkan berbeda dan ini dikarenakan oleh sifat sesuaian warna dari lampu tersebut. Kemampuan ini disebut Indeks Sesuaian Warna atau lebih dikenal dengan Color Rendering Index (CRI).

Warna “R” dari Indeks Sesuaian Warna/CRI

CRI mengindikasikan bagaimana 15 warna tes ditampilkan dengan pencahayaan tertentu. Saat membandingkan suatu pencahayaan dengan standar referensi sumber cahaya, Index CRI dengan nilai 100 adalah yang terbaik.

Color Rendering Index Indeks Sesuaian Warna CL-70F

Ra adalah “rata-rata indeks sesuaian warna” dan merupakan rata-rata dari R1 sampai dengan R8. Warna-warna ini mewakilkan warna yang biasa muncul di tempat umum atau benda yang kita pakai.

R9-R15 adalah “index spesial sesuaian warna”. “Warna-warna spesial” ini adalah warna merah, kuning, hijau dan biru dengan rona kroma yang relatif tinggi. R9 dipakai untuk mengevaluasi reproduksi warna merah dan dibutuhkan dalam bidang kesehatan. Sedangkan R15 dipakai untuk warna kulit.

Nilai yang paling tinggi untuk CRI adalah 100 dan nilai negatif untuk beberapa sumber cahaya seperti lampu sodium tekanan rendah mengindikasikan sifat sesuaian warna yang jelek. Rating ini mendeskripsikan bagaimana sebuah sumber cahaya dapat menampilkan warna untuk mata manusia dan seberapa jelas variasi warna di bayangan benda tersebut tertampilkan.
Semakin tinggi rating CRI, semakin bagus kemampuan sesuaian warnanya.

Kualitas warna dari sebuah cahaya dinilai menggunakan CRI. Dengan kata lain, CRI dapat dideskripsikan sebagai kemampuan sebuah lampu untuk menampilkan warna “asli” dari suatu benda sesuai dengan yang ditampilkan oleh cahaya matahari.
CRI dengan nilai 100 sama dengan cahaya natural/matahari. Lampu yang bagus memiliki rating sekitar 95, hampir sama dengan cahaya natural.

Mengapa Indeks Sesuaian Warna itu Penting?Color Rendering Index Indeks Sesuaian Warna CL-70F Meter

Sumber cahaya dengan nilai CRI yang tinggi dapat digunakan di rumah sakit, photography, videography agar dapat menampilkan warna yang akurat. Pakar kesehatan perlu melihat warna “asli” agar dapat mendiagnosa dengan benar. Sedangkan gambar dan video akan terlihat realistic jika warna “asli” dapat direproduksi.

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Download (English)

Apakah Cahaya dari Papan Iklan Digital Terlalu Terang?

Dengan maraknya penempatan papan iklan diluar ruangan dewasa ini, sering ada kebutuhan untuk membuat papan iklan lebih terang untuk mengambil perhatian pembaca saat sedang berkendara. Namun, ada batasan antara menarik perhatian atau mengganggu pengendara. Batasan ini tidak seharusnya dilanggar sebab berpotensial untuk membahayakan pengemudi. Pada kasus-kasus semacam ini, akan sangat membantu apabila instrumen penguji cahaya dan iluminasi digunakan untuk memastikan papan iklan digital tersebut tidak terlalu terang, namun tetap efektif dalam menyampaikan informasi yang ingin diberikan ke konsumen potensial oleh papan iklan tersebut.

Papan iklan diluar ruangan merupakan bisnis yang sangat kompetitif. Papan iklan diluar ruangan juga harus bersaing tempat dengan rambu-rambu jalanan dan papan iklan lainnya. Untuk pendapatkan perhatian dari pengendara dan orang-orang yang lewat di jalanan, banyak produsen produk barang dan jasa yangmulai mengganti papan iklan mereka dengan layar digital yang berteknologi tinggi, yang tidak hanya bisa menampilkan gambar-gambar yang terang dan menarik, namun juga bisa merotasi posisi iklan tersebut, sehingga satu papan iklan digital bisa digunakan oleh beberapa klien sekaligus.

cs2000-cahaya-warna-suhu-spectrum

Penggunaan layar digital ini juga menimbulkan bahaya yang mungkin tidak diperhatikan oleh pemasang iklan, yaitu kemungkinan besar papan iklan layar digital ini menarik perhatian pengendara dan calon konsumen lainnya terlalu lama, sehingga tidak memperhatikan lalu lintas dihadapannya.

Papan iklan digital diluar ruangan harus diberikan pencahayaan yang cukup untuk mencapai dua tujuan utama, yaitu: pertama, harus menarik perhatian pengendara dari jarak tertentu, sehingga memblokir kompetisi yang timbul dari iklan lainnya, dan kedua, harus cukup terang untuk memudahkan iklan untuk dilihat. Kedua tujuan ini sebenarnya bertolak belakang dengan keamanan, sebab seperti salah satu studi yang dilakukan oleh peneliti Swedia, apapun yang mengalihkan perhatian pengendara dari jalanan selama lebih dari dua detik akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Selain itu, ada juga risiko bahwa papan iklan ini mengganggu penglihatan pengendara, terutama di malam hari. Oleh karena itu, untuk memastikan para produsen barang dan jasa mencapai target konsumen sekaligus tetap tidak mengganggu penglihatan pengendara, digunakanlah instrumen pengukur cahaya. Ada beberapa cara untuk mengaplikasikan teknologi pengukuran cahaya pada papan iklan digital diluar ruangan dan ada dua kasus yang penting dari kondisi cahaya di siang dan malam hari.

Gunakan instrumen pengukur cahaya untuk mengkalibrasi papan iklan digital untuk memastikan tingkat pencahayaan yang optimal pada siang hari. Mungkin hal ini terdengar umum, namun pada umumnya pencahayaan papan iklan digital sangatlah buruk dibawah sinar matahari langsung, sehingga menjadi penting untuk menggunakan instrumen penguji cahaya saat fase percobaan di lapangan agar iklan tetap terlihat walaupun dibawah sinar matahari langsung. Saat tingkat pencahayaan menurun pada sore menjelang malam hari, mungkin setting yang digunakan di siang hari malah justru menjadi terlalu terang di malam hari, yang bisa membahayakan bagi pengendara. Situasi ini juga menyebabkan pemborosan listrik dan menyebabkan cepatnya terjadi kerusakan akibat meningkatnya panas pada papan iklan digital.

Gunakan instrumen pengukur cahaya untuk mengkalibrasi layar display di malam hari.

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Solusi Lengkap untuk Industri Otomotif

Desain yang ringan dan praktis dari CL-500A Illuminance Spectrophotometer memudahkan anda untuk membawa instrumen ini kemana-mana sesuai dengan kebutuhan pengukuran anda. Instrumen ini dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat iluminasi lampu-lampu modern seperti LED dan EL. Selain itu, panjang gelombang serta puncak gelombang spectral radian dapat diuji langsung pada instrumen.

Instrumen ini juga memliki tampilan Color Rendering Index (CRI) yang informatif. Indeks ini menggambarkan perbandingan antara sumber cahaya yang diuji dengan standar iluminan. Nilai maksimum adalah 100, dimana nilai ini akan menurun apabila indeks perbedaan warna bertambah. Hal ini mengindikasikan sejauh mana perbedaan tampak produk apabila berada dibawah sumber cahaya uji, dibandingkan dengan warna natural dibawah cahaya matahari. Scotopic iliminance dan rasio S/P dari scotopic illuminance dapat diukur dengan instrument tersebut baik dengan atau tanpa dilengkapi denga perangkat lunak. Fungsi pengukuran lainnya diantarata adalah mode pengukuran secara berkelanjutan, nilai rata-rata dari beberapa pengukuran, pengukuran dengan jeda waktu (delayed measurements) dan tampilan data pada panjang gelombang yang spesifik.

CL-500A dilengkapi dengan stopkontak tripod standar pada bagian permukaan atas dan bawah, sehingga dapat dengan mudah ditepatkan pada dudukan menghadap ke atas atau kebawah. Instrumen ini juga dilengkapi dengan perangkat lunak yang mudah digunakan. Perangkat lunak ini akan membaca hasil pengukuran dari CL-500A secara langsung kedalam format MS Excel. Hal ini akan mempermudah proses data lebih lanjut menggunakan format yang telah tersedia pada instrumen dengan grafik ataupun fungsi-fungsi MS Excel lainnya. Selain untuk pengukuran variasi warna, perangkat lunak ini juga dilengkapi dengan fungsi untuk menampilkan tingkat indeks satuan MacAdam ADCM dan grafik CIE.

CL-500A Illuminance Spectrophotometer dari Konica Minolta memudahkan evaluasi untuk mengkoordinasi warna dan intensitas pada pencahayaan otomotif. Produk ini merupakan instrumen pengukur yang tepat untuk pencahayaan didalam dan diluar kendaraan, pengukuran CRI dan gelombang spectral radian. Ketepatan instrumen ini akan membatasi kesalahan yang mungkin terjadi pada pengukuran di industri otomotif.

Sistem pencahayaan sebuah kendaraan membutuhkan keseragaman dan ketepatan yang ekstrim, tidak hanya untuk produsennya, namun untuk keamanan pengemudinya juga. Merupakan hal yang sangat penting bahwa standar kecerahan dan pengukuran LED selalu konsisten dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya. CL-500A menyajikan solusi lengkap untuk yang ingin mencapai tujuan tersebut. Produk ini dapat mengukur cahaya yang dipantulkan dari tombol-tombol lampu, pencahayaan di interior kendaraan, layar display, lampu depan dan belakang kendaraan, dan masih banyak lagi. Saat proses produksi dan kendali mutu berlangsung, pengukuran dilakukan dan dibandingkan dengan nilai standar yang telah ditetapkan oleh produsen otomotif. Data pengukuran kemudian dapat ditransfer ke perangkat lunak CL-s10w untuk dievaluasi dan di verifikasi.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai aplikasi pengukuran cahaya di industri anda, silakan menghubungi kami di marketing@almega.co.id.

Nilai titik Putih dan Efeknya pada Nilai Kualitas Produk

Sebuah titik putih adalah seperangkat nilai warna yang menentukan warna “putih”. Hal ini penting dalam mendapatkan gambar menjadi warna yang benar, karena subjektivitas mata manusia. Hal ini karena mata otomatis berhubungan pewarnaan dan warna titik terang dalam gambar.

Titik putih diukur dalam Kelvin (K) (suhu warna) dan berasal dari warna radiator benda hitam yang memancarkan rona putih bila dipanaskan hingga suhu tertentu. Titik putih umumnya berkisar antara 4500K ke 9500K, 4500K di radiator benda hitam akan kekuningan atau kemerahan putih dan di 9500K, akan tampak putih kebiruan.

Contoh dari titik putih dan bagaimana hal itu mempengaruhi gambar dapat dilihat pada gambar di bawah. Gambar di sebelah kiri diatur pada suhu warna 4500K dan memiliki rona hangat. Gambar yang berdekatan diatur pada suhu warna 9500K dan gambar tampaknya memiliki warna kebiru-biruan.

crocs-shoes-white-point Bagi kebanyakan menampilkan pandangan, default titik putih akan 6500K, jadi jika Anda peduli dengan bagaimana gambar Anda akan terlihat pada layar, dengan menggunakan titik putih dari 6500K pada umumnya akan aman. Karena mirip dengan kebanyakan layar perangkat seperti komputer dan ponsel.

Ponsel Untuk mengukur dan menyesuaikan poin putih untuk menampilkan dan tercapai kualitas gambar yang optimal, makan analisa warna dibutuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang cara menyesuaikan layar Anda, hubungi kami di (021) 65833731 atau email kami di: marketing@almega.co.id