Pengukuran Warna Pada Surimi

surimiSurimi adalah jenis makanan olahan yang dapat ditemukan dalam berbagai masakan Asia. Ia terbuat dari ikan mincing atau daging lainnya yang dibuat dalam bentuk adonan. Tergantung pada rasa yang diinginkan dari produk surimi, tambahan zat aditif yang berbeda ditambahkan. Jika surimi dikemas dan dibekukan, bahan pengawet seperti krioprotektan ditambahkan selama proses pencampuran adonan untuk mempertahankan kesegaran dan kualitasnya.

Dalam industri makanan, warna tidak hanya merupakan indikator penting terhadap kesegaran dan kualitas makanan, namun juga merupakan faktor penting dalam mempengaruhi pilihan makanan konsumen. Penerapan teknologi penilaian warna instrumental selama proses pembuatan surimi dapat membantu meningkatkan kualitas warna dan hasil produksi.

Dalam tahap penelitian dan pengembangan, alat ukur warna dapat membantu menentukan jumlah aditif yang dibutuhkan untuk menghilangkan pigmen kuning dan studi tentang surimi. Pada tahap proses pengontrolannya, alat ukur warna dapat digunakan untuk memantau warna surimi selama pencampuran bahan serta pengecekan dan penilaian dari kedua bahan baku dan produk surimi akhir. Satuan warna yang biasa digunakan adalah CIE L*a*b*. Warna kekuningan yang tidak diinginkan dalam surimi dapat ditentukan dengan nilai *b. Nilai kemerahan, yang ditunjukkan oleh nilai *a, dapat digunakan untuk menentukan kesegaran bahan baku.

Spectrophotometer CM-5

Alat ukur warna seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-5, dengan top port dan ruang transmitansi, cocok untuk mengukur sampel makanan apapun. Bersama dengan aksesoris seperti cawan petri, target mask, dan cell, produsen surimi dapat mengukur warna dengan mudah.

Klik disini untuk mempelajari lebih lanjut.

Jika terdapat pertanyaan lebih lanjut mengenai Spectrophotometer CM-5 Konica Minolta serta aplikasi lainnya, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Bagaimana Pengukuran Warna dan Penampilan Bekerja di Industri 4.0?

Industri 4.0, kata kunci untuk manufaktur dalam waktu dekat menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) ke dalam manufakturnya. Seringkali disebut sebagai revolusi industri ke-4, Industri 4.0 bekerja dengan menggunakan teknologi digital untuk membangun sesuatu secara efisien. Inti Industri 4.0 adalah pabrik cerdas yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi di supply chain serta produksi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi.

Pemilik merek otomotif memiliki plants yang tersebar di seluruh dunia. Merek otomotif terkemuka di dunia memiliki lebih dari 100 pabrik di seluruh dunia. Untuk memastikan konsistensi warna suku cadang / parts otomotif adalah tantangan yang sulit. Dengan komponen yang berasal dari ratusan supply chain, untuk dapat memenuhi spesifikasi warna yang tepat bukanlah hal yang mudah.

Dengan banyak standar fisik dan sample yang beredar, untuk mendapatkan warna yang tepat dapat menjadi hal yang membingungkan dan rumit. Lalu, bagaimana sebuah perusahaan otomotif bergerak menuju Industri 4.0?

Sensor, analisis data, dan komputasi awan (cloud computing) adalah kunci bagi Industri 4.0 untuk mendorong efisiensi. Warna, gloss dan tekstur, serta dasar pengukuran warna dan penampilan menggunakan sensor dan dengan teknologi sekarang ini, sudah mungkin bagi kita untuk memiliki inter-instrument agreement (IIA) spektrofotometer, gloss meter, dan sistem pengukuran tampilan total yang tinggi.

alat ukur warna konica minolta

Spektrofotometer Konica Minolta CM-25cG memiliki data IIA yang sangat baik dan data yang dapat direproduksi dapat menghasilkan data warna digital yang bermakna. Selain itu, dengan Rhopoint IQ-S 20/60/85 dan Total Appearance Measurement System, informasi gloss dan tekstur dapat dikomunikasikan secara efektif sehingga  menghasilkan penampilan yang harmonis untuk inspeksi otomotif.

Ribuan sampel fisik yang kompleks dan mahal dalam supply chain sekarang dapat dikomunikasikan secara digital. Bersama dengan platform cloud, perusahaan global dapat mengatur warna data digital dengan lancar.

Dengan Industri 4.0, para produsen otomotif dapat mempersingkat proses pengukuran warna dengan menggunakan manajemen data warna digital serta alat ukur warna untuk menjaga kualitas warna pada otomotif.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan cahaya pada otomotif, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Mengukur Warna Coklat

Coklat memiliki berbagai bentuk dan sering digunakan sebagai bahan penyedap dalam banyak produk-produk confectionery. Sifat seperti warna dan penampilan merupakan atribut penting saat menentukan kualitas coklat. Di industri coklat, proses pemutihan pada permukaan coklat (fat bloom) tidak diinginkan. Fenomena yang diinginkan ini adalah hasil dari kesalahan selama produksi, yaitu seperti tempering dan fase pendinginan/cooling, serta kondisi penyimpanan yang tidak tepat.

Alat ukur warna banyak digunakan di industri makanan karena alat ukur warna menawarkan pengujian warna secara tepat dan konsisten. Dalam tahap penelitian dan pengembangan, penggunaan alat ukur warna dapat membantu produsen coklat untuk menganalisa dan menyempurnakan formulasi mereka. Pada tahap proses pengontrolannya, alat ukur warna dapat digunakan untuk memantau warna dan penampilan selama pencampuran serta pemerataan fase coklat sehingga dapat memastikan bahwa warna pada coklat diuji dengan akurat dan konsisten.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan kualitas warna makanan adalah dengan menggunakan satuan warna CIE L*a*b*. Whiteness index (WI) adalah parameter lain yang dapat membantu untuk mengukur dan mengevaluasi fat bloom secara obyektif. Dengan bantuan alat ukur warna seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-5, produsen coklat dapat mengukur warna coklat dengan mudah sehingga membantu meningkatkan kualitas dan hasil produk coklat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna untuk industri makanan dan minuman serta aplikasi lainnya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Pentingnya Konsistensi Warna pada Kosmetik

pengukuran warna kosmetikWarna menyediakan sarana bagi para artis untuk merubah kanvas yang kosong menjadi sebuah karya seni atau dinding yang putih menjadi fokus utama dari sebuah ruangan. Walaupun kebanyakan dari kita tidak memiliki kemampuan artistik seperti artis profesional, kita dapat melukis kanvas kita masing-masing setiap pagi, siang dan malam. Perempuan dan laki-laki mempunyai kemampuan untuk merubah wajah mereka dari pucat menjadi sawo matang dengan sentuhan kuas dan persediaan kosmetik mereka.

Teori warna, yang biasanya mengacu pada cahaya, cat, plastik, cairan dan makanan, juga ditemukan pada alat rias wajah (makeup). Di kosmetik, kita melihat dan memberi perhatian pada empat bagian dari teori warna. Pigmen adalah bagian dari makeup untuk memberi warna terhadap suatu bahan. Pengertian warna secara tiga dimensi yang umum adalah hue, chroma dan value. Hue menentukan nama yang ditetapkan pada sebuah warna. Chroma untuk menetapkan intensitas sebuah warna dan value menentukan terang atau gelap sebuah warna.

warna kosmetikYang terakhir, pemantulan warna di setiap tipe kosmetik, dimana hal ini dapat membedakan penampilan untuk matte, metalik, warna pekat, tembus pandang dan transparan. Jadi, lain kali Anda menggunakan kosmetik untuk berpergian, buatlah teman Anda kagum dengan menjelaskan bahwa Anda telah memilik harmoni warna yang melengkapi pakaian Anda.

Bahan-bahan tertentu dapat dikombinasikan untuk memberu warna dan konsistensi terhadap riasan Anda. Hal ini meliputi agen pewarna, peningkat volum (bulking agent), tabir surya dan bahan tambahan lainnya. Agen pewarna dihasilkan dari tiga bahan utama: mineral, tumbuhan dan hewan. Bubuk bit seringkali ditemukan pada kosmetuk untuk memberi kesan merah pada pipi. Mineral seperti belangkin/ter, bubuk aluminium dan oksida besi ditemukan di seluruh jenis kosmetik. Jadi lain kali Anda menggunakan kosmetik, ingat bahwa banyak teori dan teknologi pengukuran warna diaplikasikan pada produk kosmetik favorit Anda!

alat pengukur warnaUntuk pengetahuan lebih lanjut mengenai pengetahuan dan pengukuran warna untuk kosmetik atau bidang lainnya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id.

 

Silakan baca artikel lainnya seputar “Konsistensi Warna dari Botol Sabun atau Shampo” DISINI

Apakah Arti Struktur Nano untuk Warna?

Apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana burung merak dan hewan lain mendapatkan warna utama mereka? Atau bagaimana bulu pada burung merak selalu tampak biru, bahkan jika Anda melihatnya dari sudut yang berbeda? Hal ini bukanlah karena pigmen warna, namun disebabkan oleh struktur nano. Karena make-up mereka, struktur nano ini memantulkan cahaya dengan cara yang unik sehingga gelombang cahaya berpotongan dan menciptakan warna-warna cerah. Sekarang ini, tim peneliti di Institut Teknologi Karlsruhe telah menemukan lebih banyak tentang bagaimana cara struktur ini bekerja dan kemungkinan manfaatnya bagi kita.

Ilmuwan yang mempelajari tarantula biru menemukan bahwa warna laba-laba adalah hasil rambut mereka. Mengenai hal ini, mereka menemukan bahwa hal tersebut terdiri dari beberapa lapisan dan menyerupai struktur bunga. Dengan menggunakan analisa dari komputer, para periset mulai memperhatikan bagaimana rambut tersebut dapat memantulkan cahaya dan berusaha menyalinnya dengan bantuan printer 3D khusus yang dapat membuat potongan mikro dan nano. Mereka berhasil menciptakan struktur seperti rambut yang memiliki sudut pandang 160 derajat, artinya apabila dilihat pada salah satu sudut tersebut, ia akan tampak seperti warna yang sama. Itulah sudut pandang buatan manusia terbesar yang pernah dibuat sejauh ini.

Namun, apa artinya ini bagi kita? Struktur nano ini tidak hanya lebih terang dan lebih kuat dari warna alami lainnya, tapi juga tidak beracun, tidak seperti pigmen. Selain itu, para ilmuwan percaya bahwa dalam waktu dekat ini dapat memainkan peran yang besar dalam industri tekstil. Bidang lain mungkin lebih lambat untuk mengadopsi struktur nano ini, tetapi bukan karena kurangnya kemungkinan aplikasinya. Saat ini, tidak banyak printer 3D yang mampu membuatnya. Sampai hal ini menjadi lebih luas, menggunakan struktur nano mungkin terbukti sulit. Para ilmuwan, bagaimanapun, yakin bahwa masalah ini akan segera diperbaiki.

Jika Anda adalah seorang peneliti yang mempelajari struktur nano yang sama, atau hanya mencoba menciptakan warna yang konsisten, konsultasikanlah kepada para ahlinya dan pastikan bahwa warna Anda adalah sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebagai contoh, Spectrophotometer CM-512m3A dan CM-M6 keduanya mudah digunakan dan dapat mengevaluasi warna dari sejumlah sudut pandang. Pastikan Anda mengukur warna struktur nano dengan Konica Minolta Sensing.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengukuran warna dan cahaya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id