Virgin Coconut Oil (VCO)

Virgin Coconut Oil (VCO) CM-5 spektrofotometerDalam beberapa tahun terakhir, Virgin Coconut Oil (VCO) mendapatkan banyak keunggunlan untuk manfaat kesehatan mereka. Perbedaan utama antara minyak kelapa dan VCO adalah proses ekstraksi. VCOs diproduksi menggunakan proses dingin di mana tidak ada panas yang digunakan dalam proses ekstraksi.

Tidak adanya panas selama ekstraksi adalah penting karena mempertahankan kandungan asam laurat dari Medium Chain triglyceride (MCT). Tidak seperti minyak kelapa biasa yang melibatkan panas dalam proses produksinya, menyebabkan asam laurat (MCT) yang hancur sebagian.

Asam laurat dan MCT memiliki banyak manfaat kesehatan dan mereka bertindak sebagai antibiotik, menghancurkan virus dan patogen. Ini juga memiliki efek terapi pada gangguan otak dan dapat membantu membakar lebih banyak lemak di dalam tubuh.

Virgin Coconut Oil (VCO) yang diproduksi di Filipina yang diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Umumnya, ada warna standar yang dibutuhkan oleh importir. Setiap importir memiliki standar warna mereka sendiri dan itu adalah sekitar CIE ΔEab 0.5.

Di pabrik-pabrik VCO mempunyai standar warnanya. Jika perbedaan warna melebihi batas yang sudah ditetapkan, batch ditolak dan dikirim untuk re-blending untuk mencapai standar yang diperlukan.

Pengukuran warna standar VCO melibatkan langkah-langkah berikut:

  1. Sampel ditempatkan dalam kuvet 10 ml untuk pengukuran liquid transmisi menggunakan CM-5.
  2. Menggunakan Illuminant D65 dan 10º.
  3. Tetapkan Standard dan toleransi didalam alat CM-5
  4. Setiap sample atau produk nya akan dilakukan pengukuran.
  5. Jika sampel masih dalam toleransi, batch disetujui.
  6. Jika batch nya tidak memenuhi standar, akan dilakukan proses pencampuran ulang untuk memcapai standar yang diinginkan.

Carilah edisi berikutnya kami pada kelapa kering.

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Pengkodean Warna untuk Tablet Obat-Obatan

Karena populasi terus tumbuh menjadi lebih tua, penggunaan obat resep juga mengalami peningkatan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut Kedokteran, menunjukkan bahwa empat dari lima orang dewasa secara rutin mengkonsumsi obat setiap minggu. Berdasarkan jumlah itu, hampir sepertiganya mengkonsumsi lima tablet atau lebih per hari. Dengan penggunaan obat resep yang tinggi setiap waktu, baik pasien maupun penyedia jasa kesehatan semakin sulit menentukan tablet mana yang harus dipilih.
pillMenentukan apakah sebuah tablet mengandung cairan, bubuk atau hanya sebuah kapsul sering kali sulit untuk diketahui dengan mata telanjang. Kesulitan lebih lanjut yaitu bahwa beberapa obat memiliki nama yang hampir sama yang dapat menyebabkan kesalahan pemberian obat resep atau pada konsumsi tablet ini sehari-hari oleh pasien. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Salah satu solusi yang disarankan untuk permasalahan ini adalah dengan menggunakan pengkodean warna obat untuk mengeliminasi kesalahan.

Dengan menggunakan spectrophotometer dan colorimeter, pabrik obat dapat menciptakan sebuah sistem pengkodean warna yang efektif untuk memberikan dokter, apoteker dan pasien sebuah sistem yang dapat membantu melakukan diferensiasi tablet yang seharusnya digunakan. Spectrophotometer dan colorimeter dapat dimanfaatkan untuk menciptakan standar warna spesifik untuk masing-masing jenis tablet. Tidak hanya dapat mengeliminasi kesalahan manusia/human error (yang terjadi lebih dari setengah kasus kesalahan pengobatan) tapi juga menyediakan kestabilan dan konsistensi warna pada setiap tablet yang memungkinkan pemakai dengan mudah mengidentifikasi pemilihan obat yang tepat.

Instrumen ini dapat menjadi solusi yang populer, dan bahkan sejumlah instansi federal mulai menggunakan pengkodean warna obat sebagai suatu persyaratan. Saat ini banyak perusahaan farmasi mencari cara untuk memastikan alat pengukuran cahaya dan warna yang mereka pakai mampu untuk memenuhi standar regulasi yang ketat. Konika Minolta unggul dalam industri pengukuran cahaya dan warna dengan sejarah panjang dalam mendukung klien-kliennya dengan peralatan yang canggih. Kami memiliki sejumlah spectrophotometer dan colorimeter berkualitas tinggi yang mampu mendukung pengukuran cahaya dan warna dengan cepat, akurasi tinggi dan konsisten untuk industri obat dan di banyak aplikasi lainnya.

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

 

Menguji Tingkat Kemurnian Warna Putih Pada Produk Farmasi dengan Spectrophotometer

Agar suatu komponen dapat diklasifikasikan sebagai zat yang aman untuk dikonsumsi di industri farmasi, komponen tersebut harus melalui proses pengujian yang ketat serta memenuhi berbagai peraturan dan regulasi yang berlaku. Salah satu contoh komponen yang banyak digunakan di industri farmasi adalah bubuk talc atau yang dikenal dengan talcum powder. Struktur dan kelembutan talcum powder menjadi karakteristik ideal untuk digunakan sebagai pelumas (lubricant) pada tablet obat-obatan. Talcum powder juga digunakan sebagai komponen utama pada selaput kapsul (coating). Khusus untuk industri farmasi, harus dipastikan bahwa talcum powder yang digunakan adalah yang berkualitas tinggi, agar aman digunakan atau dikonsumsi secara medis.

pill

Persyaratan standar dari talcum powder mencakup struktur kimia dari zat tersebut, dan dapat dievaluasi apakah terdapat kandungan zat lain yang dapat mempengaruhi tingkat kemurniannya. Hal ini ditetapkan sebagai standar untuk menjamin bahan kimia yang terkandung di talcum powder tersebut aman untuk digunakan.  Apabila talcum powder dan zat lainnya yang digunakan pada formulasi produk farmasi tidak memenuhi persyaratan saat dilakukan pengujian, maka zat tersebut tidak boleh digunakan sebagai bahan baku.

Pengujian ini dapat dilakukan dengan mengukur tingkat kemurnian warna putih dari talcum powder menggunakan spectrophotometer, seperti yang ditawarkan oleh Konica Minolta CM-700d. Spectrophotometer ini akan mengukur nilai kemurnian warna putih pada talcum powder, yang sangat sulit ditentukan hanya dengan mata manusia saja. Apabila talcum powder tersebut murni secara kimia, warnanya akan putih. Namun, apabila ada elemen lainnya yang mengurangi kemurnian talcum powder tersebut, maka warna nya akan menunjukkan adanya variasi. Oleh karena itu, deteksi warna dengan spectrophotometer akan mengindikasikan kandungan zat-zat kimia lainnya yang dapat menghindari penggunaan sampel talcum powder tersebut untuk obat-obatan. Saat dicapai korelasi antara warna dengan tingkat kemurnian, maka pengujian talcum powder, atau zat berwarna putih lainnya, akan sangat mudah dilakukan di industri farmasi. Kemudian, setelah hasil pengukuran didapat, grafik dapat digunakan untuk memudahkan pengguna mengidentifikasi tingkat warna putih untuk memastikan apakah susunan kimia pada talcum powder tersebut sudah sesuai dengan persyaratan atau belum, memastikan kualitas dan keamanan produk obat-obatan yang dihasilkan.

ptas-website