Pentingnya Konsistensi Warna pada Kosmetik

pengukuran warna kosmetikWarna menyediakan sarana bagi para artis untuk merubah kanvas yang kosong menjadi sebuah karya seni atau dinding yang putih menjadi fokus utama dari sebuah ruangan. Walaupun kebanyakan dari kita tidak memiliki kemampuan artistik seperti artis profesional, kita dapat melukis kanvas kita masing-masing setiap pagi, siang dan malam. Perempuan dan laki-laki mempunyai kemampuan untuk merubah wajah mereka dari pucat menjadi sawo matang dengan sentuhan kuas dan persediaan kosmetik mereka.

Teori warna, yang biasanya mengacu pada cahaya, cat, plastik, cairan dan makanan, juga ditemukan pada alat rias wajah (makeup). Di kosmetik, kita melihat dan memberi perhatian pada empat bagian dari teori warna. Pigmen adalah bagian dari makeup untuk memberi warna terhadap suatu bahan. Pengertian warna secara tiga dimensi yang umum adalah hue, chroma dan value. Hue menentukan nama yang ditetapkan pada sebuah warna. Chroma untuk menetapkan intensitas sebuah warna dan value menentukan terang atau gelap sebuah warna.

warna kosmetikYang terakhir, pemantulan warna di setiap tipe kosmetik, dimana hal ini dapat membedakan penampilan untuk matte, metalik, warna pekat, tembus pandang dan transparan. Jadi, lain kali Anda menggunakan kosmetik untuk berpergian, buatlah teman Anda kagum dengan menjelaskan bahwa Anda telah memilik harmoni warna yang melengkapi pakaian Anda.

Bahan-bahan tertentu dapat dikombinasikan untuk memberu warna dan konsistensi terhadap riasan Anda. Hal ini meliputi agen pewarna, peningkat volum (bulking agent), tabir surya dan bahan tambahan lainnya. Agen pewarna dihasilkan dari tiga bahan utama: mineral, tumbuhan dan hewan. Bubuk bit seringkali ditemukan pada kosmetuk untuk memberi kesan merah pada pipi. Mineral seperti belangkin/ter, bubuk aluminium dan oksida besi ditemukan di seluruh jenis kosmetik. Jadi lain kali Anda menggunakan kosmetik, ingat bahwa banyak teori dan teknologi pengukuran warna diaplikasikan pada produk kosmetik favorit Anda!

alat pengukur warnaUntuk pengetahuan lebih lanjut mengenai pengetahuan dan pengukuran warna untuk kosmetik atau bidang lainnya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id.

 

Silakan baca artikel lainnya seputar “Konsistensi Warna dari Botol Sabun atau Shampo” DISINI

Bagaimana Colorimeter yang Digunakan dalam Pengukuran Warna Dapat Membantu Teknisi Menjamin Kemurnian di Cairan

PharmaKebutuhan untuk pengukuran dan evaluasi warna untuk berbagai bentuk cairan ada di banyak industri termasuk farmasi, kimia, minyak bumi dan lain-lain. Hal ini sering dilakukan dengan salah satu colorimeters Konica Minolta dan menggunakan apa yang dikenal sebagai American Public Health Association (APHA) indeks warna sebagai panduan.

Indeks APHA diciptakan oleh seorang ahli kimia bernama A. Hazen pada tahun 1892 sebagai cara untuk mengevaluasi warna air limbah. Sebelum indeks pengukuran warna Hazen ini, ada berbagai penafsiran dari arti “putih air” ketika memeriksa cairan bening yang hanya berisi sedikit warna atau shading.

Indeks Hazen ini memungkinkan untuk membandingkan air limbah dengan larutan stok yang mengandung cairan platinum kobalt. Intinya adalah untuk menentukan jumlah kotoran dalam air limbah yang diuji.

Hari ini, banyak industri menggunakan teknologi pengukuran warna untuk mengevaluasi kemurnian cairan mereka, dan mereka menggunakan skala APHA sebagai panduan dan alat ukur warna canggih sebagai instrumen pilihan mereka dalam mengerjakan tugas.

Misalnya, dalam obat-obatan, penting agar teknisi untuk dapat mengevaluasi senyawa dalam obat cair dan mendeteksi tingkat kotoran. Sebuah colorimeter, diprogram untuk menguji warna tertentu, mampu memberitahu pembuat obat jika cairan yang mereka uji tidak sesuai dengan standar.

Seseorang hanya menggunakan mata nya bisa melihat lima tabung penisilin dan meyakinkan Anda bahwa obat di setiap tabung tampak persis sama seperti yang lain. Tapi biarkan orang tersebut mengukur masing-masing tabung dengan colorimeter, dan dengan cepat dia akan mengungkap variasi dalam warna, yang terdapat dari tabung ke tabung.

Mereka yang terlibat dalam proyek-proyek pengukuran warna menggunakan indeks APHA atau indeks warna lain untuk membimbing mereka tidak hanya terhadap konsistensi dalam penampilan cairan itu dari satu batch ke yang berikutnya tetapi juga untuk mengontrol kualitas atau kemurnian produk. Sebuah colorimeter dapat diatur untuk setiap standar warna yang digunakan sebagai patokan untuk setiap pengukuran.

Kebanyakan cairan – dari obat-obatan, cat untuk larutan kimia dan air – memiliki standar warna yang memberitahu produsen dan penguji bahwa sampel yang diukur terdiri dari rasio yang benar, atau, dalam kasus air dan minyak bumi, jika ada kotoran.

Dari semua industri di mana warna cairan diukur, industri farmasi memiliki resiko paling besar – nyawa manusia. Hanya melalui penggunaan indeks warna yang tepat dan instrumentasi canggih seorang penguji dapat memastikan bahwa obat mereka murni, memiliki campuran yang benar dan mampu memberikan fungsi yang tepat, di setiap batch.

Ketika A. Hazen, ahli kimia, mengembangkan indeks warna APHA, ia mungkin tidak pernah membayangkan itu akan digunakan untuk banyak aplikasi selain mengukur tingkat pengotor dalam air limbah. Tapi hari ini, seperti yang kita lihat, banyak industri menggunakan petunjuk dan indeks warna-standar lainnya untuk mengontrol kualitas, konsistensi dan kemurnian dalam berbagai zat.

Konica Minolta memproduksi instrumentasi canggih untuk pengukuran warna, cahaya dan objek. Ini termasuk colorimeters, spektrofotometer, spectroradiometers dan scanner 3D.

Jika Anda ingin tahu tentang colorimeters Konica Minolta atau salah satu produk kami yang lain, jangan ragu untuk menghubungi PT. Almega Sejahtera di (021) 6583 3731 atau melalui email di sini.

Pengkodean Warna untuk Pil

Pengkodean Warna untuk PilKarena populasi terus tumbuh menjadi lebih tua, penggunaan obat resep juga mengalami peningkatan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut Kedokteran, menunjukkan bahwa empat dari lima orang dewasa secara rutin mengkonsumsi obat setiap minggu. Berdasarkan jumlah itu, hampir sepertiganya mengkonsumsi lima pil atau lebih per hari. Dengan penggunaan obat resep yang tinggi setiap waktu, baik pasien maupun penyedia jasa kesehatan semakin sulit menentukan pil mana yang harus dipilih.

Menentukan apakah sebuah pil mengandung cairan, bubuk atau hanya sebuah kapsul sering kali sulit untuk diketahui dengan mata telanjang. Kesulitan lebih lanjut yaitu bahwa beberapa obat memiliki nama yang hampir sama yang dapat menyebabkan kesalahan pemberian obat resep atau pada pemakaian sehari-hari pil ini oleh pasien. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Salah satu solusi yang disarankan untuk permasalahan ini adalah dengan menggunakan pengkodean warna obat untuk mengeliminasi kesalahan.

Dengan menggunakan spektrofotometer dan kolorimeter, pabrikan obat dapat menciptakan sebuah sistem pengkodean warna yang efektif untuk memberikan dokter, apoteker dan pasien sebuah sistem yang dapat membantu melakukan diferensiasi pil yang seharusnya digunakan. Spektrofotometer dan kolorimeter dapat dimanfaatkan untuk menciptakan standar warna spesifik untuk masing-masing jenis pil. Tidak hanya dapat mengeliminasi kesalahan manusia/human error (terjadi lebih dari setengah kesalahan pengobatan) tapi juga menyediakan kestabilan dan konsistensi warna pada setiap pil yang memungkinkan pemakai dengan mudah mengidentifikasi pemilihan obat yang tepat.

Ini dapat menjadi solusi yang populer dan sejumlah instansi federal mulai menggunakan pengkodean warna obat sebagai suatu persyaratan. Saat ini banyak perusahaan farmasi mencari cara untuk memastikan alat pengukuran cahaya dan warna yang mereka pakai mampu untuk memenuhi standar federal yang ketat. Konika Minolta unggul dalam industri pengukuran cahaya dan warna dengan sejarah panjang dalam mendukung klien-kliennya dengan peralatan yang canggih. Kami memiliki sejumlah spektrofotometri dan kolorimeter berkualitas tinggi yang mampu mendukung pengukuran cahaya dan warna dengan cepat, akurasi tinggi dan konsisten untuk industri obat dan di banyak aplikasi lainnya.

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Virgin Coconut Oil (VCO)

Virgin Coconut Oil (VCO) CM-5 spektrofotometerDalam beberapa tahun terakhir, Virgin Coconut Oil (VCO) mendapatkan banyak keunggunlan untuk manfaat kesehatan mereka. Perbedaan utama antara minyak kelapa dan VCO adalah proses ekstraksi. VCOs diproduksi menggunakan proses dingin di mana tidak ada panas yang digunakan dalam proses ekstraksi.

Tidak adanya panas selama ekstraksi adalah penting karena mempertahankan kandungan asam laurat dari Medium Chain triglyceride (MCT). Tidak seperti minyak kelapa biasa yang melibatkan panas dalam proses produksinya, menyebabkan asam laurat (MCT) yang hancur sebagian.

Asam laurat dan MCT memiliki banyak manfaat kesehatan dan mereka bertindak sebagai antibiotik, menghancurkan virus dan patogen. Ini juga memiliki efek terapi pada gangguan otak dan dapat membantu membakar lebih banyak lemak di dalam tubuh.

Virgin Coconut Oil (VCO) yang diproduksi di Filipina yang diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Umumnya, ada warna standar yang dibutuhkan oleh importir. Setiap importir memiliki standar warna mereka sendiri dan itu adalah sekitar CIE ΔEab 0.5.

Di pabrik-pabrik VCO mempunyai standar warnanya. Jika perbedaan warna melebihi batas yang sudah ditetapkan, batch ditolak dan dikirim untuk re-blending untuk mencapai standar yang diperlukan.

Pengukuran warna standar VCO melibatkan langkah-langkah berikut:

  1. Sampel ditempatkan dalam kuvet 10 ml untuk pengukuran liquid transmisi menggunakan CM-5.
  2. Menggunakan Illuminant D65 dan 10º.
  3. Tetapkan Standard dan toleransi didalam alat CM-5
  4. Setiap sample atau produk nya akan dilakukan pengukuran.
  5. Jika sampel masih dalam toleransi, batch disetujui.
  6. Jika batch nya tidak memenuhi standar, akan dilakukan proses pencampuran ulang untuk memcapai standar yang diinginkan.

Carilah edisi berikutnya kami pada kelapa kering.

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id

Pengkodean Warna untuk Tablet Obat-Obatan

Karena populasi terus tumbuh menjadi lebih tua, penggunaan obat resep juga mengalami peningkatan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut Kedokteran, menunjukkan bahwa empat dari lima orang dewasa secara rutin mengkonsumsi obat setiap minggu. Berdasarkan jumlah itu, hampir sepertiganya mengkonsumsi lima tablet atau lebih per hari. Dengan penggunaan obat resep yang tinggi setiap waktu, baik pasien maupun penyedia jasa kesehatan semakin sulit menentukan tablet mana yang harus dipilih.
pillMenentukan apakah sebuah tablet mengandung cairan, bubuk atau hanya sebuah kapsul sering kali sulit untuk diketahui dengan mata telanjang. Kesulitan lebih lanjut yaitu bahwa beberapa obat memiliki nama yang hampir sama yang dapat menyebabkan kesalahan pemberian obat resep atau pada konsumsi tablet ini sehari-hari oleh pasien. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. Salah satu solusi yang disarankan untuk permasalahan ini adalah dengan menggunakan pengkodean warna obat untuk mengeliminasi kesalahan.

Dengan menggunakan spectrophotometer dan colorimeter, pabrik obat dapat menciptakan sebuah sistem pengkodean warna yang efektif untuk memberikan dokter, apoteker dan pasien sebuah sistem yang dapat membantu melakukan diferensiasi tablet yang seharusnya digunakan. Spectrophotometer dan colorimeter dapat dimanfaatkan untuk menciptakan standar warna spesifik untuk masing-masing jenis tablet. Tidak hanya dapat mengeliminasi kesalahan manusia/human error (yang terjadi lebih dari setengah kasus kesalahan pengobatan) tapi juga menyediakan kestabilan dan konsistensi warna pada setiap tablet yang memungkinkan pemakai dengan mudah mengidentifikasi pemilihan obat yang tepat.

Instrumen ini dapat menjadi solusi yang populer, dan bahkan sejumlah instansi federal mulai menggunakan pengkodean warna obat sebagai suatu persyaratan. Saat ini banyak perusahaan farmasi mencari cara untuk memastikan alat pengukuran cahaya dan warna yang mereka pakai mampu untuk memenuhi standar regulasi yang ketat. Konika Minolta unggul dalam industri pengukuran cahaya dan warna dengan sejarah panjang dalam mendukung klien-kliennya dengan peralatan yang canggih. Kami memiliki sejumlah spectrophotometer dan colorimeter berkualitas tinggi yang mampu mendukung pengukuran cahaya dan warna dengan cepat, akurasi tinggi dan konsisten untuk industri obat dan di banyak aplikasi lainnya.

Untuk info lebih lanjut tentang alat ukur warna dan cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera di email kami: marketing@almega.co.id