Menguji Kualitas Air Dengan Colorimeter

Mata manusia adalah alat yang luar biasa, mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Tetapi kemampuannya  terbatas, terutama ketika membedakan antara warna dan corak yang sangat mirip dalam penampilan, satu sama lain. Untuk aplikasi pengukuran warna dengan air, colorimeter mengembalikan tingkat akurasi setinggi mungkin.

Beberapa orang akan berkata, “Tapi airnya jernih. Mengapa Anda ingin mengukurnya? ” Salah satu alasannya adalah karena kotoran, misalnya, dalam air minum kemasan dapat mengubah warna air terlalu sedikit untuk dibedakan oleh seseorang. Namun, instrumen pengukuran warna yang tepat akan melihat perbedaannya dengan cepat.

Di pabrik pembotolan air, misalnya, pekerja kontrol kualitas mengukur sampel air yang mereka ketahui murni. Data dari pengukuran itu disimpan dalam memori kolorimeter. Saat pengukuran dilakukan pada kumpulan air lainnya, instrumen memberi tahu pengguna jika ada variasi warna, mengingatkan mereka tentang kemungkinan kontaminasi.

Alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur air limbah untuk menentukan tingkat pengotor yang dikandungnya. Untuk tugas ini, teknisi sering kali menyetel instrumen ke apa yang dikenal sebagai indeks warna APHA untuk digunakan sebagai standar pengukuran warna mereka.

APHA adalah singkatan dari American Public Health Association dan indeks yang mereka adopsi dibuat pada tahun 1892 oleh seorang pria bernama A. Hazen, yang adalah seorang ahli kimia. Indeks APHA memungkinkan untuk pertama kalinya mengukur pengotor dalam air limbah dengan membandingkannya dengan larutan khusus yang mengandung platinum cobalt.

Banyak model colorimeter yang dapat dipegang dengan tangan dan portabel, sehingga memudahkan pengguna untuk membawanya ke berbagai area di dalam pabrik pengolahan air atau pembotolan. Alat ini mudah dioperasikan, bahkan untuk pengguna pertama kali dan dilengkapi sejumlah menu dan program yang sesuai dengan banyak tugas pengukuran.

Namun tidak hanya dalam pengukuran air yang kami temukan instrumen ini. Mereka juga digunakan untuk mengukur berbagai cairan lain seperti obat-obatan, larutan kimia, produk minuman, dan lainnya. Dalam semua kasus ini, mereka memberi tahu pengguna tentang variasi warna apa pun dari standar yang telah diprogram sebelumnya.

Konica Minolta menawarkan rangkaian lengkap perangkat pengukur warna canggih yang digunakan di seluruh dunia di laboratorium, pabrik, dan fasilitas pengujian ketika pembacaan warna yang tepat diperlukan. Untuk informasi dan konsultasi mengenai produk dengan tim ahli dapat menghubungi marketing@almega.co.id.

Menggunakan Pengukuran Warna untuk Meningkatkan Produksi Just-In-Time (JIT)

Untuk memaksimalkan efisiensi dalam menanggapi ketidakpastian ekonomi dan faktor sosial yang berubah cepat seperti selera konsumen, produsen di seluruh industri mengadopsi metodologi manufaktur JIT. Bergerak menuju filosofi ini membutuhkan evaluasi berkelanjutan dari proses manufaktur dan investasi dalam teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Di antara yang paling vital dari teknologi tersebut adalah pengukuran warna dan teknologi manajemen.

Spektrofotometer dan perangkat lunak analisis warna dapat diintegrasikan dengan mudah dalam proses pembuatan untuk menangkap data warna digital yang objektif. Ini memungkinkan pabrikan untuk mengidentifikasi cacat material atau kesalahan proses. Misalnya, menggunakan spektrofotometer dan perangkat lunak warna, produsen dapat menangkap dan memanfaatkan data warna digital untuk menentukan toleransi warna dan memverifikasi apakah warna produk sesuai dengan standar. Ini memastikan warna tetap konsisten dan akurat dari awal proses hingga produk akhir.

Selain itu, dengan data warna digital, standar warna yang sama dapat dengan mudah dibagikan di sepanjang rantai pasokan atau dengan lokasi pabrik yang berbeda untuk memastikan konsistensi terlepas dari lokasi. Konica Minolta menawarkan beragam solusi instrumentasi pengukuran warna dan perangkat lunak analisis warna untuk memenuhi beragam kebutuhan di berbagai industri.

Pelajari lebih lanjut tentang dasar kolorimetri dan spektrofotometri dasar dengan buklet pendidikan kami.

Untuk informasi dan konsultasi mengenai produk dengan tim ahli dapat menghubungi marketing @almega.co.id.

Cek Warna Produk Kecantikan Untuk Bibir

Bibir merupakan salah satu bagian terpenting pada fitur wajah. Warna bibir yang memikat seringkali menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang melihatnya. Lipstik adalah produk kecantikan untuk bibir yang paling banyak dicari.

Lipstik terdiri dari basis putih (fraksi padat, cair, semi-pasta) dan basis berwarna. Basis putih berasal dari berbagai jenis dan sifat wax (beeswax, nauba wax, dll) dan berbagai minyak (nabati, sintetik, dll). Wax berperan dalam pembentukan struktur stick, mengatur kemampuan ketahanan terhadap pemanasan dan tingkat kekerasan pada penggunaan.

Di sisi lain, minyak membuat lipstik berkilau, mudah digunakan, tapi sayangnya juga bertanggung jawab atas terbentuknya rembesan. Material lemak lainnya seperti butter, minyak nabati terhidrogenasi dan ester lemak dihubungkan antara wax dan minyak, berperan penting dalam homogensitas, ketebalan, berwarna krim, berlemak dan menahan lapisan pada bibir dan sebagai basis warna.

Pentingnya penentuan bahan pewarna pada produk kosmetik

  1. Menjamin bahan pewarna yang ditambahkan pada produk kosmetik adalah bahan yang diijinkan
  2. Menjamin informasi pada label tepat dan sempurna
  3. Menentukan penyebab alergi dan reaksi dermatologi
  4. Membantu investigasi forensik
  5. Menentukan stabilitas bahan pewarna yang ditambahkan pada berbagai matriks
  6. Kontrol kualitas

Penentuan bahan pewarna pada produk kosmetik

6.jpg

Lipstik sebagai produk kosmetik dekoratif mengandung persentase tertinggi penggunaan bahan pewarna, seringkali berupa campuran dari sejumlah bahan pewarna. Bahan pewarna lipstik biasanya digunakan pada kisaran 1-10%. Umumnya, bahan pewarna yang ada pada produk kosmetik harus diisolasi dari matriks untuk proses analisis kualitatif dan kuantitatif-nya.

Untuk memproduksi produk bibir seperti ini, konsistensi warna merupakan hal yang sangat penting. Bagaimana caranya mencapai keterulangan yang baik pada produksi kosmetik?

Sama halnya dengan proses produksi pada industri lainnya, analisa secara visual sering menjadi langkah awal untuk mengkonfirmasi apakah jenis warna yang dihasilkan sama dengan yang diinginkan. Sayangnya, analisa secara visual adalah metode dengan banyak keterbatasan untuk memastikan kualitas warna. Terkadang pada beberapa jenis produk kosmetik terutama pada produk lipstik, adanya perbedaan tekstur dan kilau produk dapat menyulitkan dalam melakukan analisa warna. Spektrofotometer adalah instrumen yang sangat berguna untuk metode uji kualitas, dan dapat diaplikasikan pada berbagai tahapan proses produksi untuk memastikan konsistensi warna yang dihasilkan pada tiap tahapannya.

Hal ini sangat membantu untuk mengurangi kesalahan warna yang rentan terjadi sejak awal proses produksi berlangsung. Selain itu, instrumen ini juga dapat membantu produsen kosmetik dalam menghindari pemborosan waktu dan biaya, serta memastikan kualitas produk yang tinggi secara konsisten.

Tentunya, pengukuran warna yang akurat hanya dapat dicapai apabila instrumen yang digunakan juga berkualitas tinggi. Konica Minolta merupakan yang terdepan untuk instrumen pengukuran warna berteknologi tinggi, dengan produk-produk seperti CM-5.

Gbr. Konica Minolta CM-5

CM-5 Merupakan bench top spectrophotometer yang sangat mudah digunakan.  Alat ukur warna ini dilengkapi dengan tombol dan LCD warna yang berukuran cukup besar sehingga mudah dibaca. Alat ini mempunyai kemampuan untuk kalibrasi otomatis disaat setiap awal penggunaan, dapat menguji dengan berbagai bentuk dan ukuran sample baik itu sample dalam bentuk granul, bubuk powder, pasta, cair, padat.

Selain itu  alat ini juga dilengkapi dengan fitur untuk memakai USB yang bisa langsung ditancapkan pada alat .

Untuk informasi lebih lanjut dan apabila tertarik dengan produk alat uji warna ini, silahkan menghubungi kami dengan email ke : marketing@almega.co.id

Uji Stabilitas Warna Pada Sediaan Kapsul dan Tablet

Obat sudah menjadi kebutuhan dasar dalam urusan kesehatan pada kehidupan manusia modern. Untuk mengatasi berbagai gejala penyakit, dunia farmasi mengenal beberapa bentuk sediaan obat.  Yang berwujud cair biasa disebut sirup, yang serbuk biasa di sebut puyer, sedangkan padat ada yang berupa tablet atau kapsul.

Menurut sejumlah referensi di bidang farmasi, kapsul sebenarnya obat serbuk (puyer) yang dimasukan ke dalam cangkang padat yang mudah larut. Cangkang itu sendiri biasanya terbuat dari gelatin atau dari pati lainnya.  Saat kita menerima obat berupa kapsul, sangat lazim cangkangnya terdiri dari dua warna yang berbeda.

Sedangkan sediaan obat dalam bentuk tablet adalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau bahan pengisi. Tablet terdapat dalam berbagai ragam bentuk, ukuran, bobot, kekerasan, ketebalan dan dalam aspek lain, tergantung pada penggunaan yang dimaksudkan dan metode penggunaanya.

Tablet biasanya berbentuk bundar dengan permukaan datar, atau konveks. Bentuk khusus seperti kaplet, segitiga, lonjong, Empat segi dan segi enam heksagonal dikembangkan oleh beberapa pabrik untuk membedakan peroduknya terhadap produk pabrik lainnya. Tabletpun dibuat dengan warna yang berbeda-beda.

Bahan pewarna pada dasarnya jenis yang digunakan pada produk obat adalah sama dengan jenis bahan pewarna yang digunakan pada makanan. Dengan demikian semua jenis bahan pewarna yang diizinkan digunakan pada makanan, diizinkan pula untuk digunakan dalam produk obat, pada umumnya di gunakan untuk sediaan sirup, tablet dan kapsul.

Penggunaan bahan pewarna dalam obat konsentrasinya relative sangat kecil apabila dibandingkan penggunaannya dalam makanan. Dilain pihak penggunaan obat itu sendiri mempunyai dosis dan aturan pakai yang tepat. Dengan demikian bahan pewarna dalam obat yang dikonsumsi oleh manusia jumlahnya sangat kecil dan hampir tidak berarti.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa penggunaan bahan pewarna harus dilakukan secara tepat, yang ditinjau dari aspek proses teknologi produksi yang berpengaruh pada tampilan tablet.

Zat pewarna ditambahkan dalam jumlah kecil bertujuan untuk :

  • Menutupi warna obat yang kurang baik, sehingga mempunyai nilai estetika yang menarik.
  • Untuk mengidentifikasi produk, sebagai pembeda 1 produk dengan produk lainnya.
  • Dengan ditambahkannya bahan pewarna dapat menjadi penawar bau dari obat tersebut.
  • Jika menggunakan bahan peraroma-perasa, bahan pewarna dapat digunakan untuk menyesuaikan warna terhadap aroma-rasa tersebut.
  • Untuk membedakan dosis.
  • Untuk memudahkan pengwasan misalnya warna yang pudar menunjukan bahwa kapsul/tablet tersebut telah rusak.

Pewarna yang digunakan haruslah pewarna yang dibolehkan oleh undang-undang untuk digunakan sebagai pewarna untuk sediaan obat. Bahan pewarna ada yang larut di dalam air ada yang tidak larut. Pewarna ditambahkan dalam bentuk larutan atau suspense dalam granulasi basah, tergantung apakah pewarna tersebut larut atau tidak. Penggunaan pewarna yang larut kemungkinan dapat terjadi migrasi zat warna selama proses pengeringan yang dapat mengakibatkan tidak meratanya warna.

Penggunaan pewarna yang larut kemungkinan dapat terjadi migrasi zat warna selama proses pengeringan yang dapat mengakibatkan tidak meratanya warna. Penggunaan pewarna yang tidak larut dapat mengurangi resiko interaksi yang kemungkinan terjadi dengan zat aktif dan bahan tambahan lain. Terhadap tablet yang telah diberi pewarna, sangat penting untuk dilakukan pengukuran kestabilan warna pengkilapan, serta perubahan warna karena pengaruh cahaya pada permukaan tablet. Pengukuran dapat dilakukan dengan Spektrofototometer.

Untuk pengujian kestabilan warna pada sediaan obat Spektrofotometer CM-5 dari Konica Minolta dapat menjadi solusinya.  Spektrofotometer adalah instrument pengukuran warna yang mudah digunakan dan dilengkapi dengan keyboard an layar LCD berwarna dan software onboard yang menghilangkan kebutuhan akan komputer yang terpisah karena data dapat diolah dari instrument.

Spektrofotometer CM-5 dapat mengukur sampel dalam berbagai bentuk seperti pellet, padatan, gelatin, bubuk dan pasta. Spektrofotometer CM-5 memiliki kemampuan untuk melakukan pengukuran untuk industry kimia dan farmasi dengan beberapa indeks standar : Gardner, Hazen/APHA, Lodine Color Number, US Pharmacopeia dan European pharmacopeia. Dengan demikian Spektrofotometer CM-5 merupakan instrument Laboratorium serba guna yang sempurna untuk aplikasi Farmasi.

Gbr. Konica Minolta Spektrofotometer CM-5
Klik Brosur

Sebelum sediaan obat Kapsul/Tablet di distribusikan kepasaran tentu saja uji kestabilan warna sangat diperlukan. Misalnya dalam 1 strip kapsul/tablet terdapat isi 10 kapsul/tablet apabila dalam 1 strip terdapat perbedaan warna tentu saja sediaan obat kapsul/tablet tersebut tidak akan di terima dipasaran karena akan diasumsikan bahwa sediaan obat tersebut rusak. Produk akan dikembalikan dan akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan baik secara produksi ataupun kredibilitas.

Untuk informasi atau konsultasi bersama dengan tim ahli untuk pengujian kestabilan warna pada kapsul/tablet silahkan menghubungi marketing@almega.co.id.

Mendeteksi Obat Palsu dengan Spektrofotometer

Spektrofotometer adalah instrumen unik yang digunakan untuk menganalisis warna dan penampilan suatu objek. Ada banyak jenis spektrofotometer, masing-masing dengan tujuan khusus.

Baru-baru ini, spektrofotometer telah digunakan dalam perang melawan obat palsu yang dijual di pasar gelap. Perusahaan farmasi dengan hati-hati mendokumentasikan warna senyawa spesifiknya baik untuk kontrol kualitas maupun untuk alasan paten dan merek dagang.

Senyawa kimia dan teknik peracikan yang digunakan untuk membuat obat mempengaruhi warnanya, sehingga memungkinkan perusahaan farmasi untuk membuat profil warna untuk setiap produk mereka. Ketika warna batch sampel menyimpang dari standar mereka, dengan cepat diidentifikasi dengan spektrofotometer dan dibuang. Sekarang, teknik yang sama digunakan oleh organisasi pemerintah di seluruh dunia untuk mendeteksi dan menyita obat-obatan terlarang sebelum mereka memasuki pasar gelap.

Berharap mendapat untung besar, banyak organisasi kriminal menggunakan bandara, pelabuhan, dan jalan raya untuk menyelundupkan narkotika ilegal dan obat-obatan palsu. Obat-obatan terlarang ini seringkali terdiri dari bahan kimia beracun yang menyerupai obat yang sah dan kemudian dijual di pasar gelap atau melalui internet. Namun, dengan tersedianya spektrofotometer bench-top dan portable di pelabuhan utama dan kendaraan pemerintah, banyak obat ini tidak pernah masuk sirkulasi.

Ketika sebuah fasilitas pabrik obat ilegal atau individu yang membawa obat-obatan yang dicurigai ditemukan, laboratorium pengujian obat keliling digunakan. Laboratorium seluler ini dengan cepat menganalisis pola warna dan pantulan dari setiap bahan yang disita menggunakan spektrofotometer dan membandingkan data yang dihasilkan dengan profil produk perusahaan farmasi. Jika bahan-bahan tersebut tidak konsisten dengan profil produk ini, instansi penegak hukum akan segera diberi tahu dan obat-obatan terlarang disita.

Sementara itu spektrofotometer telah ada sejak lama, kemampuan dan penggunaannya terus berkembang. Organisasi pemerintah di seluruh dunia menggunakan instrumen berkinerja tinggi ini untuk tidak hanya mendeteksi zat ilegal, tetapi untuk mencegah zat berbahaya memasuki pasar legal, terutama di industri makanan dan farmasi.

Untuk permintaan produk dan konsultasi gratis tentang Spektrofotometer dapat menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id