Manfaat Spektrofotometer di Industri Kimia

plastik warnaProduk kimia seperti bubuk, pelet, butiran, tablet, serat, pasta dan cairan memerlukan metodologi pengukuran yang berbeda. Berbagai instrumen Konica Minolta memastikan Anda akan mampu untuk mengukur warna serta metrik lainnya di industri tertentu, dalam refleksi atau transmisi, seperti contohnya adalah APHA, haze berkolerasi, skala gardner, ASTM D1500, kekuningan, serta putih, dalam refleksi atau transmisi.

Spektroskopi adalah cara yang cepat dan mudah untuk mengevaluasi susunan kimiawi solusi dan sampel. Bahan kimia digunakan pada banyak produk seperti obat-obatan, produk perawatan pribadi, makanan, dan banyak lagi. Sama seperti bahan-bahan lainnya, kualitas mereka harus dievaluasi, sebagai bagian dari proses produksi.

Dengan menggunakan warna, spektrofotometer dapat mengukur indeks kimia / farmasi spectrophotometer-cm-5-alat-ukur-warna-pengukuran-warna-dan-cahaya1-e1435032631626standar seperti Gardner, Hazen / APHA, Jumlah Warna Yodium, Farmakope Eropa dan AS. Dengan kemampuan untuk mengidentifikasi informasi ini dalam suatu zat, ahli kimia dapat menentukan keamanan menggunakan bahan kimia tertentu dan menentukan bagaimana mereka dapat berinteraksi satu sama lain.

Sebuah Spektrofotometer Benchtop kini sangat inovatif dengan fitur yang mudah untuk digunakan dan layar onboard besar. CM-5 adalah spektrofotometer bench-top dengan top facing port yang berarti perubahan mudah untuk sampel padat dan sampel pada cawan petri. Alat ini juga dapat mengukur warna sampel cair dan transparan.

CM-5 adalah spektrofotometer bench-top yang sangat serbaguna untuk mengukur warna solid, granular pucat dan sampel cairan, baik dalam pantulan atau transmisi. Konsep top-portini menawarkan berbagai ukuran aperture, memungkinkan pengukuran untuk hampir semua jenis sampel. CM-5 dengan demikian adalah alat laboratorium yang sangat berguna untuk aplikasi seperti rasa dan aroma, makanan, kimia, farmasi, serta plastik.

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

CM-5 dapat bekerja dengan sendirinya berkat layar warna yang besar dan firmware yang luas, sehingga menawarkan seluruh sistem kolorimetri utama termasuk indeks industri tertentu untuk mengukur cairan transparan seperti Gardner, Hazen / APHA, Yodium, FarmakopeEropa dan AS. Selain itu, kombinasi dengan software opsional SpectraMagic NX, haze danindeks yang lebih banyak tersedia.

Pekerjaan rutin yang sangat intuitif dijamin oleh fitur seperti kalibrasi otomatis, operasi Wizard dan dukungan dalam tujuh (7) bahasa.
Fitur-fitur utama:
• Pengukuran dalam 3 langkah sederhana
• Software Terpadu dan layar LCD menghilangkan kebutuhan untuk komputer terpisah
• Grading LULUS / GAGAL untuk pembacaan cepat
• Fleksibilitas untuk mengukur ukuran dan bentuk sampel yang berbeda

 

Bagaimana Colorimeter yang Digunakan dalam Pengukuran Warna Dapat Membantu Teknisi Menjamin Kemurnian di Cairan

PharmaKebutuhan untuk pengukuran dan evaluasi warna untuk berbagai bentuk cairan ada di banyak industri termasuk farmasi, kimia, minyak bumi dan lain-lain. Hal ini sering dilakukan dengan salah satu colorimeters Konica Minolta dan menggunakan apa yang dikenal sebagai American Public Health Association (APHA) indeks warna sebagai panduan.

Indeks APHA diciptakan oleh seorang ahli kimia bernama A. Hazen pada tahun 1892 sebagai cara untuk mengevaluasi warna air limbah. Sebelum indeks pengukuran warna Hazen ini, ada berbagai penafsiran dari arti “putih air” ketika memeriksa cairan bening yang hanya berisi sedikit warna atau shading.

Indeks Hazen ini memungkinkan untuk membandingkan air limbah dengan larutan stok yang mengandung cairan platinum kobalt. Intinya adalah untuk menentukan jumlah kotoran dalam air limbah yang diuji.

Hari ini, banyak industri menggunakan teknologi pengukuran warna untuk mengevaluasi kemurnian cairan mereka, dan mereka menggunakan skala APHA sebagai panduan dan alat ukur warna canggih sebagai instrumen pilihan mereka dalam mengerjakan tugas.

Misalnya, dalam obat-obatan, penting agar teknisi untuk dapat mengevaluasi senyawa dalam obat cair dan mendeteksi tingkat kotoran. Sebuah colorimeter, diprogram untuk menguji warna tertentu, mampu memberitahu pembuat obat jika cairan yang mereka uji tidak sesuai dengan standar.

Seseorang hanya menggunakan mata nya bisa melihat lima tabung penisilin dan meyakinkan Anda bahwa obat di setiap tabung tampak persis sama seperti yang lain. Tapi biarkan orang tersebut mengukur masing-masing tabung dengan colorimeter, dan dengan cepat dia akan mengungkap variasi dalam warna, yang terdapat dari tabung ke tabung.

Mereka yang terlibat dalam proyek-proyek pengukuran warna menggunakan indeks APHA atau indeks warna lain untuk membimbing mereka tidak hanya terhadap konsistensi dalam penampilan cairan itu dari satu batch ke yang berikutnya tetapi juga untuk mengontrol kualitas atau kemurnian produk. Sebuah colorimeter dapat diatur untuk setiap standar warna yang digunakan sebagai patokan untuk setiap pengukuran.

Kebanyakan cairan – dari obat-obatan, cat untuk larutan kimia dan air – memiliki standar warna yang memberitahu produsen dan penguji bahwa sampel yang diukur terdiri dari rasio yang benar, atau, dalam kasus air dan minyak bumi, jika ada kotoran.

Dari semua industri di mana warna cairan diukur, industri farmasi memiliki resiko paling besar – nyawa manusia. Hanya melalui penggunaan indeks warna yang tepat dan instrumentasi canggih seorang penguji dapat memastikan bahwa obat mereka murni, memiliki campuran yang benar dan mampu memberikan fungsi yang tepat, di setiap batch.

Ketika A. Hazen, ahli kimia, mengembangkan indeks warna APHA, ia mungkin tidak pernah membayangkan itu akan digunakan untuk banyak aplikasi selain mengukur tingkat pengotor dalam air limbah. Tapi hari ini, seperti yang kita lihat, banyak industri menggunakan petunjuk dan indeks warna-standar lainnya untuk mengontrol kualitas, konsistensi dan kemurnian dalam berbagai zat.

Konica Minolta memproduksi instrumentasi canggih untuk pengukuran warna, cahaya dan objek. Ini termasuk colorimeters, spektrofotometer, spectroradiometers dan scanner 3D.

Jika Anda ingin tahu tentang colorimeters Konica Minolta atau salah satu produk kami yang lain, jangan ragu untuk menghubungi PT. Almega Sejahtera di (021) 6583 3731 atau melalui email di sini.

Apa itu Plasticizer?

Plasticizer adalah bahan tambahan/additif yang meningkatkan flexibiltas dan ketahanan dari suatu material. Plasticizer digunakan tiap tahun dalam jumlah banyak digunakan untuk memproduksi plastik, bahan pelapis/coating, film, dan filamen untuk aplikasi di berbagai industri, seperti automotif, kesehatan dan barang konsumsi lainnya. Hampir 90% plasticizer digunakan untuk polyvinyl chloride (PVC), dimana penggunaan bahan plasticizer dapat menambah ketahanan dan kekentalan dari PVC, sehingga membuat PVC lebih mudah untuk dibentuk/dimanipulasi.

Plasticizer adalah salah satu bahan kimia paling laku yang dapat merubah sifat dari plastik, cat, karet, konkrit, tanah liat dan lem/perekat. Kebanyakan plasticizer berbentuk cairan dan sebagian besar tidak berwarna, tetapi ada beberapa jenis yang berwarna kuning muda sampai kuning cerah.
Bagaimana Mengukur Warna Chemical Konica Minolta CM-5American Society for Testing and Materials (ASTM) memiliki metode pengukuran warna untuk cairan tidak berwarna, yang merupakan metode standar untuk menganalisa plasticizer. Skala yang digunakan untuk plasticizer berwarna terang adalah warna APHA, atau dikenal sebagai skala Hazen.

Tetapi untuk plasticizer berwarna gelap, yang tidak dapat dilihat dengan skalah APHA, metode ASTM harus digunakan. Metode tes ini menggunakan skala warna Gardner.

Atas berkembangnya teknologi seni akhir-akhir ini, analisa/pengukuran warna dapat dilakukan secara objektif menggunakan Konica Minolta CM-5 Spectrophotometer. CM-5 dapat melakukan evaluasi warna untuk plasticizer secara akurat, menggantikan metode tradisionil dan evaluasi visual secara subjektif.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengukuran warna untuk plasticizer atau cairan lainnya, Anda dapat menghubungi kita di marketing@almega.co.id.

Psikologi Warna untuk Merek

Pernahkah Anda bertanya mengapa Anda mempunyai warna favorit? Mengapa Anda merasa rileks saat melihat warna hijau? Bagaimana kuning cerah dapat mengangkat mood Anda secara instan dan melihat warna merah meningkatkan detak jantung Anda?

Warna ada di sekeliling kita dan kita dapat mengasosiasikan warna terhadap semuanya. Tidak ada cara untuk menghindar dari kenyataan bahwa warna dapat memengaruhi emosi dan pikiran kita. Secara psikologi kita dapat menjelaskan perasaan kita dengan menggunakan warna, sebagai contoh untuk mengingatkan kita akan bahaya, kita menggunakan warna merah. Atau untuk orang yang masih polos atau baru, kita menggunakan perumpamaan “masih hijau”.

Banyak penulis dan ilmuwan menjelaskan bagaimana warna memengaruhi mood kita dan efek psikologi dari warna. Ini menunjukkan bahwa manusia dapat terpengaruh oleh warna dan kita secara genetik merespon terhadap warna dengan cara tertentu. Salah satu caranya adalah dengan “branding” (memberi merek).

Branding adalah suatu kata yang dipakai secara umum oleh banyak orang, tetapi apakah arti sebenarnya dari kata itu? ‘Brand’ sebenarnya adalah merek atau identitas dari suatu perusahaan. Merek mewakilkan ide, filosofi dan moto dari suatu produk. Branding/pemberian merek adalah bagaimana perusahaan menciptakan hubungan langsung dengan sang pemakai.

Bagaimana Mengukur Warna Chemical Konica MinoltaSeperti peribahasa “Satu gambar seribu kata”.

Lalu, apakah bentuk dan warna itu penting? Tentu saja! Mengapa? Karena persepsi manusia dibangkitkan denga warna dan bentuk. Sebagai contoh, lazimnya kita memahami garis horizontal sebagai arti kestabilan atau garis miring sebagai dinamika dan umumnya kita mengasosiasikan warna terhadap lingkungan, seperti merah berarti panas dan berapi, biru untuk dingin dan berair.

Merek terpaut secara kuat terhadap warna dan bentuk karena mereka menawarkan komunikasi secara instan untuk menjelaskan pesan tanpa kata-kata. Branding merupakan suatu cara untuk mengkomunikasikan kualitas, nama, tanda, simbol dan desain dari perusahaan, dengan menggunakan warna dan bentuk.

Warna adalah komponen visual yang orang ingat pertama kali untuk merek, diikuti dengan bentuk/simbol lalu angka dan pada akhirnya kata-kata. Riset membuktikan bahwa pengalaman, perbedaan kultur, konteks, dan lain-lain mempunyai efek terhadap bagaimana warna tertentu diterima oleh kita.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang ilmu warna dan aplikasi di dunia nyata, Anda dapat menghubungi kita di marketing@almega.co.id.