CL-500A: Salah Satu Spectrophotometer Terbaik di Market

CL-500A Illuminance Spectrophotometer, hanya dari Konica Minolta Sensing, merupakan alat ukur cahaya. Alat ukur ini banyak digunakan untuk mengevaluasi kualitas cahaya di bandara, kantor, rumah sakit, dan lainnya. Tetapi, hal apakah yang membedakannya dari yang lain, seperti spectrophotometer yang lebih terjangkau?

Salah satu perusahaan telah menggunakan CL-500A untuk mengukur cahaya yang tidak biasa: yaitu memastikan agar lampu pantai dapat memancarkan panjang gelombang yang aman untuk penyu bayi.

Biasanya, setelah menetas, penyu bayi tertarik pada bulan yang tercermin dari air. Namun, lampu memancarkan panjang gelombang dalam jarak nanometer tertentu, hal ini mungkin dapat menarik kura-kura tersebut sebagai gantinya. Karena pencahayaan seperti ini biasanya berada di arah yang berlawanan dari laut, hal itu memberikan masalah utama bagi hatchlings.

Memastikan pencahayaan yang sehat adalah hal yang sangat penting untuk pekerja lingkungan dan keselamatan para hatchlings – maka dari itu, perusahaan tersebut mempercayakan CL-500A. Setelah sebelumnya perusahaan tersebut telah menggunakan spectrophotometer ini untuk pengukuran pencahayaan dalam ruangan dan luar ruangan, CL-500A merupakan alat ukur cahaya yang lebih unggul dari merek lain. Spectrophotometer ini menunjukkan spektrum warna individu dan nilai R (R values) (pengukuran untuk Indeks Color Rendering), trial dan error akan menjadi lebih sedikit terjadi jika dibandingan dengan instrumen lainnya.

Selain itu, CL-500A juga dapat memberikan pengukuran akurat untuk kaki lilin LED kuning di lingkungan satwa liar, sementara itu, alat pengukuran cahaya yang lainnya dapat mengecilkan pengukuran ini dengan jumlah yang besar. Alat ini juga memiliki perangkat lunak manajemen data, CL-s10w, sebagai aksesoris standar. Pengguna dapat mengikuti sebuah template untuk mengekspresikan variasi kromatisitas dari sumber pencahayaan, sehingga mudah unutk membedakan perbedaan warna yang cocok dengan judgement secara visual.

Untuk informasi lebih lanjut tentang alat ukur cahaya dan aplikasinya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Lampu LED Merevolusionerkan Pencahayaan Mobil

alat ukur cahaya  Dengan perkembangan teknologi LED di hampir semua industri, tidak mengherankan jika mereka mempunyai efek yang besar terhadap aplikasi di industri otomotif. Produsen mobil sedang melihat untuk menggunakan lampu LED di beberapa model mobil karena keuntungan dari lampu LED (Baca: Solusi Lengkap untuk Industri Otomotif).

Keuntungan yang paling jelas dari kehadiran LED pada desain lampu depan adalah lampu led mobilpeningkatan dalam penglihatan yang lebih terang dan detail. Hal ini memperbolehkan pengendaran untuk memiliki bantuan tambahan dalam mengendarai mobil di kondisi yang redup atau pada cahaya yang kurang baik. Keuntungan lainnya adalah sorotan LED yang terfokus, sehingga mengurangi kesilauan untuk pengendara dari
arah sebaliknya. Cahaya LED dapat ditujukan pada arah yang seharusnya, yaitu jalan raya.
Lampu LED bertahan lebih lama daripada lampu pada umumnya, sehingga biaya perawatan pun lebih rendah. Selain itu, lampu ini menyediakan sarana bagi desainer dan produsen mobil untuk mengeksplorasi desain baru untuk lampu, peredupan automatis, dan sistem bantuan cahaya yang mengikuti arah dari belokan mobil.

Model lampu LED tertentu menggunakan daya yang sangat kecil sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar dan mengurangi emisi CO2. Dengan harga bahan bakar yang fluktuatif, inovasi seperti ini tentunya akan menarik perhatian pembeli, karena sistemnya yang eco-friendly, dan membantu pemilik mobil untuk menambah efisiensi penggunaan bahan bakar.

desain led mobilTentunya keuntungan dan inovasi yang dihasilkan dari kehadiran lampu LED masih banyak lagi. Dengan mulai berpindahnya sistem pencahayaan ke lampu LED, pengecekan kualitas LED juga menjadi hal yang penting bagi para produsen mobil. Konica Minolta memiliki alat-alat pengukuran cahaya yang akurat, cepat dan efisien, yang mampu menyediakan pengukuran yang detail dan tepat secara konsisten. Untuk informasi lebih lanjut tentang alat ukur cahaya, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id.

Baca juga artikel berikut:

Color Education Series – LED Metrology

 

 

Alat Ukur Warna dan Cahaya untuk Evaluasi pada Otomotif

untitledEvaluasi warna dan cahaya pada otomotif adalah hal yang penting, terutama untuk memastikan konsistensi warna dan cahaya agar sesuai dengan standard yang diinginkan pada proses produksi.

Kini, aplikasi untuk evaluasi otomotif dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur warna dan cahaya Konica Minolta pada bagian eksterior serta interior kendaraan.

Beberapa contoh untuk aplikasi pengukuran warna dan cahaya pada bagian eksterior otomotif yaitu, warna kaca depan mobil dapat diukur dengan spectrophotometer CM-700d dan spectrophotometer CM-5; untuk lampu depan mobil dapat diukur dengan 2D Color Analyzer CA-2500A dan Illuminance Meter T-10A; untuk warna gagang pintu dan cat metalik, dapat diukur dengan CM-512m3a.

Mengenai aplikasi pengukuran warna dan cahaya pada bagian interior otomotif, beberapa contohnya yaitu, warna dasbor dapat diukur dengan Spectrophotometer CM-700d, CM-2500c serta Gloss Meters UG-60 Plus dan Gloss Peters MG-268Plus; untuk warna setir mobil dapat diukur dengan spectrophotometer CM-700d; untuk warna kursi dan langit-langit mobil dapat diukur dengan Chroma Meter CR-410, serta warna bagian dalam pintu dapat diukur dengan spectrophotometer CM-700d.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan cahaya Konica Minolta,serta aplikasi pada otomotif, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Lampu LED Ditemukan Dapat Merusak Susu

ledPara ilmuwan di Cornell University akhir-akhir ini menemukan bahwa lampu LED yang bersinar pada susu selama beberapa jam dapat mengurangi kualitas cairan lebih dari yang dapat dilakukan oleh mikroba. Para ilmuwan tersebut melakukan eksperimen untuk menguji usia, lemak, konten mikrobiologi, serta paparan cahaya pada sampel susu dengan menggunakan beragam analisis. LED menurunkan kualitas rasa susu lebih dari sampel yang memiliki kontaminasi mikrobiologi lebih dari 20.000 CFU/mL. Para peminum susu memilih cairan untuk disimpan lebih lama daripada cairan disimpan dalam wadah yang normal di dekat lampu LED sedikitnya selama durasi 4 jam. Susu yang belum terkena lampu LED mempertahankan kualitas tinggi hingga kurun waktu 2 minggu.

Susu memiliki sejumlah bahan kimia fotosensitif, seperti riboflavin dan klorofil. Ketika terkenamilk cahaya baik alami maupun buatan, energi fotonik ini akan pindah ke susu yang sebenarnya, yang akan bereaksi secara berantai dan menciptakan senyawa baru serta molekul. Hal ini, pada akhirnya, dapat menyebabkan berubahnya aroma dan rasa susu menjadi buruk. Orang-orang yang meminum susu tersebut terkadang menggambarkan rasanya seperti rasa plastik atau kardus.

Seorang supervisor di Cornell University mengatakan bahwa meskipun banyak orang melihat kesegaran susu dari usianya, namun penelitian membuktikan bahwa cahaya adalah faktor yang lebih besar dalam  mempengaruhi rasa dan aroma susu. LED juga dapat mengurangi manfaat gizi susu dan menyebabkan penampilan dari packaging susu berubah. Karena proses pengemasan susu yang digunakan sekarang ini telah terkena cahaya dari beragam level, hal ini dapat menyebabkan perbaikan packaging di masa depan, seperti mengubah botol susu untuk membuatnya tahan terhadap cahaya. Dikarenakan penelitian sebelumnya telah difokuskan pada lampu neon, penemuan ini juga membuka pintu baru untuk eksperimen dengan lampu yang berbeda di masa depan.

Konica Minolta Sensing memiliki katalog lengkap tentang pengukuran cahaya, seperti CL-500A Illuminance Spectrophotometer dan CL-70F CRI Illuminance Meter. Perangkat serbaguna ini dapat mengukur semua jenis cahaya, baik untuk cahaya LED maupun neon.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat analisa cahaya dan warna, silakan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

 

Mengapa Mengukur Kilau dalam 85°, 60°, dan 20°?

gloss 85-60-20Tampilan visual dari suatu produk adalah salah satu faktor utama dalam menangkap preferensi pelanggan. Selain warna, kilau adalah kunci parameter pengukuran lain yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas visual. Kilau diukur dengan menghitung jumlah cahaya yang terpantul dari permukaan dan pengukuran tersebut akan dicatat dalam satuan gloss units (GU). Semakin tinggi unit gloss yang terukur, maka hal tersebut menandakan permukaan yang lebih reflektif dan lebih mengkilap.

Seperti warna, persepsi tingkat kilau ialah bersifat subjektif antara orang-orang yang berbeda. Yang mungkin terlihat mengkilap menurut desainer furnitur, mungkin terlihat kusam bagi para produsen mobil. Maka dari itu, untuk mencapai tingkat kilau yang diinginkan secara akurat dan konsisten, tentunya diperlukan penggunaan gloss meters.

Tingkat kilau yang berbeda akan memancarkan cahaya yang berbeda. Untuk mengakomodasi range kilau yang lebih luas serta menentukan perbedaan yang sesungguhnya dalam nilai gloss / kilau, lebih dari satu pengukuran geometri dianjurkan untuk digunakan. Banyak industri-industri yang menggunakan geometri  85°/60°/20°, yang ditentukan dalam ASTM D523 untuk mengukur kilau. Dengan menggunakan 60° sebagai sudut pengukuran standar, pengukuran dibawah 10 GU dan lebih dari 70 GU dianjurkan untuk diukur kembali menggunakan geometri 85° dan 20° secara berturut-turut, agar dapat mengoptimalkan akurasi dalam pengukuran tersebut.

Sebuah 85°/60°/20° instrument tri-gloss seperti Rhopoint IQ  mampu mengukur kilau dan efek yang berhubungan dengan lapisan seperti tekstur orange peel dan kabut secara bersamaan, sehingga dapat memberikan solusi yang menghemat biaya dan waktu, untuk mengukur suatu tampilan.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pengukuran kilau dan solusi tentang pengukuran tampilan, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id