Mengukur Pewarna Makanan Alami

ap-food-colorants-blog-1-200x129Warna mempengaruhi persepsi selera konsumen dan penerimaan, yang mengapa pewarna atau aditif warna sering ditambahkan ke dalam makanan untuk membuat mereka tampak lezat dan menggugah selera. Mereka juga dapat ditemukan dalam aplikasi non-makanan seperti obat-obatan dan alat kosmetik. Pewarna makanan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu buatan dan alami.

Karena banyak konsumen yang mengungkapkan kekhawatiran terhadap pewarna buatan ap-food-colorants-blog-2dalam makanan, produsen mencari cara untuk menggantikan pewarna buatan dengan pewarna alami. Namun, pewarna-pewarna alami, yang mana pada umumnya berasal dari buah-buahan dan sayuran, cenderung kurang terang dan mahal. Selain itu, hal tersebut membutuhkan dosis yang lebih tinggi daripada pewarna buatan untuk mencapai warna yang sama. Hal ini dapat meningkatkan biaya produksi. Dosis yang berlebihan juga dapat menutupi aroma yang diinginkan serta rasa makanan. Agar dapat mempertahankan warna yang diinginkan tanpa harus menggunakan pewarna makanan alami yang berlebihan, alat ukur warna akan sangat membantu Anda.

Spectrophotometer konica minolta

Pewarna makanan alami datang dalam berbagai bentuk seperti serbuk, cair, ataupun pasta. Setiap bentuk memerlukan modus pengukuran tertentu, baik pantulan atau transmisi, agar mencapai data warna yang akurat dan berulang. Alat ukur warna seperti Spectrophotometer CM-5 Konica Minolta, mampu mengukur baik reflektansi dan transmitansi, serta memberikan solusi yang menghemat biaya bagi para produsen untuk memformulasi ulang resep warna mereka. Berbagai macam aksesoris juga tersedia untuk membantu produsen melakukan pengukuran warna dengan mudah.

Silakan tonton video ini untuk mempelajari tentang bagaimana CM-5 membuat pengukuran warna secara mudah.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang mengukur pewarna makanan alami, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Kendali Warna pada Produk Botol dan Tutup Botol

Merek (branding) sering didefinisikan sebagai aset yang berharga bagi sebuah perusahaan. Perusahaan mengelola merek mereka dengan hati-hati untuk menciptakan nilai, pangsa pasar dan image perusahaan. Pengelolaan merek yang baik dapat menghasilkan penjualan yang lebih tinggi, tidak hanya pada satu produk, tetapi juga pada produk-produk lainnya yang terasosiasi dengan merek tersebut. Masyarakat umum membedakan aspek psikologis dan emosional, seperti contohnya perasaan, persepsi, pengalaman, kepercayaan, image, dan aspek lainnya yang berkaitan dengan merek tersebut.

Merek mengkomunikasikan artinya menggunakan bahasa warna dan bentuk. Seperti kalimat “Sebuah gambar melukiskan ribuan kata-kata”, maka persepsi umum manusia terbentuk akibat warna dan bentuk. Sebagai contoh, umumnya kita mengkaitkan garis horizontal dengan kestabilan, dan garis diagonal dengan kedinamisan. Secara natural, kita juga mengasosiasikan warna merah dengan sesuatu yang panas dan penuh api, sedangkan warna biru dengan sesuatu yang teduh dan dingin.

Merek dan warna saling berkaitan erat karena warna menjadi metode termudah untuk menyampaikan pesan tanpa kata-kata. Warna menjadi komponen visual yang paling pertama diingat oleh masyarakat umum terhadap sebuah merek, kemudian diikuti oleh bentuk/symbol, warna, dan kata-kata. Riset menunjukkan bahwa elemen seperti preferensi pribadi, pengalaman, pendidikan, perbedaan kebudayaan, konteks dan lain sebagainya, sering memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah warna dirasakan oleh seseorang.

Persepsi Warna pada Botol dan tutup Botol

Karena warna sangatlah penting bagi sebuah merek, banyak perusahaan memiliki spesifikasi dan kendali yang ketat untuk warna kemasan yang digunakan pada produk mereka, terutama pada produk makanan dan minuman. Merek suatu produk konsumsi tercermin pada warna, bentuk, logo dan desain kemasan, terutama pada produk minuman, dimana merek perusahaan dapat diterjemahkan melalui botol dan tutup botolnya.

Pengukuran dan Analisa Warna

Instrumen analisa warna, seperti spectrophotometer benchtop, digunakan untuk mengukur warna secara ilmiah. Spektrofotometer digunakan secara luas untuk menentukan nilai warna suatu produk. Pengukuran nilai warna dari botol dan tutupnya dilakukan pada berbagai tahapan produksi, mulai dari pengembangan produk, pemeriksaan bahan baku, serta pembentukan botol dan tutup botolnya.

Pemeriksaan Bahan Baku:

Pemeriksaan warna dari bahan baku seperti masterbatch atau resin dilakukan menggunakan tabung sel kaca atau cawan petri untuk menampung butiran butiraresinsn material. Hal ini menentukan keterulangan dari pengukuran. Setelah diisi, tabung kaca atau cawan petri diletakkan pada spektrofotometer benchtop untuk diukur. Apabila hasil pengukuran diluar rentang toleransi yang sudah ditentukan, bahan baku akan ditolak dan dikembalikan ke pemasok.

Pembentukan Botol:

Warna botol diukur pada tahap pembentukan, dimana pada tahap ini sangatlah penting untuk mendapatkan warna yang benar, sebelum dicetak dan dibentuk menjadi bentuk botol yang diinginkan. bottlesBentuk awal sebuah botol adalah seperti tabung, yang kemudian ditempatkan pada perform holder, untuk memastikan penempatan yang konsisten untuk pengukuran. Tergantung dari kepekatan warna botol yang diinginkan, fungsi pengukuran pantulan (reflectance) atau transmisi (transmission) warna digunakan secara berurutan.

Tutup botol:

Untuk tutup botol, warnanya diukur menggunakan fungsi pantulan (reflectance). Umumnya, hanya bagian atas saja yang diukur, namun sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan pengukuran pada bagian sisi tutup botol pada beberapa posisi berbeda. Kemudian hasil pengukuran dirata-rata, sehingga hasil pengukuran lebih tinggi keterulangannya.

Konica Minolta menawarkan berbagai jenis instrumen untuk pengukuran dan analisa warna. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk kami, silakan menghubungi tim kami di marketing@almega.co.id. Tim kami selalu siap sedia untuk berdiskusi dengan anda tentang aplikasi pengukuran warna di industri yang anda jalankan.

 

Bagaimana Mengukur Warna Saus?

Saus yang siap untuk dikonsumsi (instan) atau untuk food dressing, seperti saus cabai dan salad telah menjadi bagian yang penting untuk makanan-makanan masa kini, dimana saus ini sering digunakan untuk meningkatkan kelezatan rasa dan penampilan makanan. Ada berbagai jenis saus di pasar saat ini. Bagi para produsen, mencapai warna yang tepat secara konsisten sangatlah penting dalam pasar yang kompetitif karena warna berkaitan dengan kualitas produk itu sendiri. Warna yang tidak konsisten menyebabkan kesan negatif pada kedua produk dan merek. Mengukur warna saus memungkinkan produsen untuk mengontrol warna dan memastikan agar mereka tetap akurat serta konsisten.

Saus juga memiliki berbagai jenis seperti warna buram atau transparan. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi para food technologist untuk mengukur warna saus. Selain itu, mengukur warna juga merupakan hal yang subjektif karena persepsi terhadap warna adalah berbeda-beda diantara satu individu dengan yang lainnya. Selanjutnya, faktor-faktor seperti ukuran sample dan kondisi pencahayaan juga dapat mempengaruhi penilaian warna. Alat ukur warna akan memberikan nilai numeric untuk warna, yang memungkinkan penggunanya untuk mengukur dan mengkomunikasikan warna secara obyektif.

Saus dan dressing membutuhkan proporsi bahan-bahan yang tepat untuk mencapai warna yang benar. Memverifikasi warna bahan membantu meminimalkan varians warna. Selain itu, mengukur warna saus dalam seluruh proses produksi juga memastikan bahwa warna yang tepat dapat dicapai secara konsisten.

Spectrophotometer Konica Minolta

Spectrophotometer Konica Minolta CM-5 dengan satuan warna CIE L*a*b* akan membantu penggunanya untuk mengukur warna saus dan dressing dengan mudah. Klik disini untuk menonton video CM-5.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna Konica Minolta serta aplikasinya, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Minyak Sawit dan Minyak Inti Sawit

Minyak Sawit dan Minyak Inti SawitDua jenis minyak yang dihasilkan dari buah kelapa sawit – minyak sawit dan minyak inti sawit. Minyak sawit berasal dari pulp, sementara minyak inti sawit berasal dari kernel buah; maka keduanya berbeda dalam warna.

Minyak kelapa sawit berwarna kemerahan karena karoten alami, seperti alpha-karoten, beta-karoten dan likopen, nutrisi yang sama yang memberikan warna pada tomat dan wortel. Kelapa sawit tidak mengandung jumlah kolesterol yang signifikan dan menjadi semi-padat pada suhu kamar.
Minyak sawit dan minyak inti sawit adalah bahan yang umum digunakan dalam margarin, biskuit, roti, sereal, mie instan, cokelat, es krim, sabun, shampoo, lipstik, lilin, deterjen dan jenis-jenis kosmetik. Daftar produk yang menggunakan kelapa sawit sangat banyak, diperkirakan bahwa sekitar setengah dari semua item yang ditemukan di supermarket mengandung minyak sawit.

Minyak sawit banyak digunakan dalam makanan dan minyak inti sawit digunakan dalam kosmetik. Meluasnya penggunaan minyak ini karena biaya yang rendah dan stabilitas oksidatif tinggi yang baik untuk menggoreng (minyak sawit) dan dasar untuk produk sabun (minyak inti sawit).

Kelapa sawit terserdia di kelas yang berbeda dan masing-masing kelas berbeda dalam nuansa, yang berkisar dari merah ke oranye. Sama seperti cat air, pencampuran warna yang berbeda akan menghasilkan warna lain, maka pencampuran nilai yang berbeda dari minyak sawit menjadi produk dapat menyebabkan perubahan warna. Untuk teknologi analisa warna, spektrofotometer atau kroma meter membantu untuk mengukur tujuan warna. Data ini memberikan nilai warna numerik untuk membantu para pengguna dalam pengembangan produk mereka, sehingga untuk memastikan konsistensi warna produk.

Awal penggunaan minyak sawit kembali setidaknya 5.000 tahun yang lalu. Di masa lalu, kelapa sawit dianggap sebagai komoditas penting, Inggris menggunakannya sebagai pelumas untuk mesin sementara orang Eropa menggunakannya sebagai minyak goreng.

Berikut adalah beberapa fakta menarik:
  • Pohon kelapa sawit dapat tumbuh hingga 20 meter dan memiliki rentang hidup rata-rata 25 tahun.
  • Setiap bagian dari buah kelapa sawit mengandung minyak 50%.
  • Minyak kelapa sawit dapat dipanen 12 bulan dalam setahun.
  • Pohon kelapa sawit bisa menghasilkan 10 ton tandan buah per hektar.
  • Rata-rata 3,9 ton minyak sawit mentah dan 0,5 ton minyak inti sawit dapat diekstraksi per hektar.
  • Serat Sisa dari pabrik inti sawit digunakan sebagai bahan pangan hewan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang ilmu warna dan aplikasi warna, Anda dapat menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email di marketing@almega.co.id

Menjaga Penampilan Tetap Cantik: Penggunaan Spektrofotometer pada Industri Kosmetik

Pada produk-produk kosmetik, warna adalah segalanya. Jika anda menginginkan riasan mata yang dramatis, atau hanya mempertegas warna kulit anda menjadi lebih cerah atau gelap, warna kosmetik yang anda gunakan dapat mengubah keseluruhan penampilan wajah anda. Sebagian besar konsumen kosmetik akan menemukan palet warna yang mereka sukai kemudian akan terus membeli warna yang sudah dipilih tersebut terus menerus karena dirasa cocok dengan keinginan mereka. Hal ini membuktikan betapa pentingnya keterulangan (repeatability) dalam produksi kosmetik, karena akan meningkatkan penjualan akibat kesetiaan konsumen terhadap produk tersebut.

KosmetikBagaimana caranya mencapai keterulangan yang baik pada produksi kosmetik? Tentunya dengan melakukan pengukuran warna yang tepat. Sama halnya dengan proses produksi pada industri lainnya, analisa secara visual sering menjadi langkah awal untuk mengkonfirmasi apakah jenis warna yang dihasilkan sama dengan yang diinginkan. Sayangnya, analisa secara visual adalah metode dengan banyak keterbatasan untuk memastikan kualitas warna. Terkadang pada beberapa jenis produk kosmetik, adanya perbedaan tekstur dan kilau produk dapat menyulitkan dalam melakukan analisa warna.

Menjawab permasalahan ini, maka teknologi spektrofotometri diperkenalkan untuk menetapkan metode yang pasti dalam menentukan kualitas warna. Dengan menggunakan instrument analisa warna berakurasi tinggi maka akan membuat nilai referensi yang terukur, yang dapat dijadikan perbandingan terhadap warna asli, untuk emmastikan warna yang dihasilkan memenuhi tolerasi yang ditetapkan. Spektrofotometer adalah instrumen yang sangat berguna untuk metode uji kualitas, dan dapat diaplikasikan pada berbagai tahapan proses produksi untuk memastikan konsistensi warna yang dihasilkan pada tiap tahapannya.

Secara keseluruhan, spektrofotometer menjadi pilihan terbaik bagi industri kosmetik sebab instrumen ini dapat mengkonfirmasi data dari pengukuran warna yang didapat dengan analisa visual yang dilakukan, serta memberikan nilai angka yang mudah untuk dijadikan perbandingan. Hal ini sangat membantu untuk mengurangi kesalahan warna yang rentan terjadi sejak awal proses produksi berlangsung. Selain ini, instrumen ini juga dapat membantu produsen kosmetik dalam menghindari pemborosan waktu dan biaya, serta memastikan kualitas produk yang tinggi secara konsisten.

Alat ukur warna

Tentunya, pengukuran warna yang akurat hanya dapat dicapai apabila instrumen yang digunakan juga berkualitas tinggi. Konica Minolta merupakan yang terdepan untuk instrumen pengukuran warna berteknologi tinggi, dengan produk-produk sperti CM-5, CM-700d dan CM-3700a. Instrumen-instrumen ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dapat memastikan pengukuran warna yang tepat untuk industri kosmetik, memastikan konsumen terlihat cantik menggunakan kosmetik yang dihasilkan.

Selain instrumen yang berkualitas tinggi, Konica Minolta juga memiliki perangkat lunak untuk pengujian kualitas dan formulasi warna. Dengan mengkombinasikan perangkat lunak ini dengan instrumen analisa warna, maka akan menghasilkan nilai ukur warna yang akurat dan tertelusur pada setiap langkah proses produksi. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id