Menjaga Penampilan Tetap Cantik: Penggunaan Spektrofotometer pada Industri Kosmetik

Pada produk-produk kosmetik, warna adalah segalanya. Jika anda menginginkan riasan mata yang dramatis, atau hanya mempertegas warna kulit anda menjadi lebih cerah atau gelap, warna kosmetik yang anda gunakan dapat mengubah keseluruhan penampilan wajah anda. Sebagian besar konsumen kosmetik akan menemukan palet warna yang mereka sukai kemudian akan terus membeli warna yang sudah dipilih tersebut terus menerus karena dirasa cocok dengan keinginan mereka. Hal ini membuktikan betapa pentingnya keterulangan (repeatability) dalam produksi kosmetik, karena akan meningkatkan penjualan akibat kesetiaan konsumen terhadap produk tersebut.

KosmetikBagaimana caranya mencapai keterulangan yang baik pada produksi kosmetik? Tentunya dengan melakukan pengukuran warna yang tepat. Sama halnya dengan proses produksi pada industri lainnya, analisa secara visual sering menjadi langkah awal untuk mengkonfirmasi apakah jenis warna yang dihasilkan sama dengan yang diinginkan. Sayangnya, analisa secara visual adalah metode dengan banyak keterbatasan untuk memastikan kualitas warna. Terkadang pada beberapa jenis produk kosmetik, adanya perbedaan tekstur dan kilau produk dapat menyulitkan dalam melakukan analisa warna.

Menjawab permasalahan ini, maka teknologi spektrofotometri diperkenalkan untuk menetapkan metode yang pasti dalam menentukan kualitas warna. Dengan menggunakan instrument analisa warna berakurasi tinggi maka akan membuat nilai referensi yang terukur, yang dapat dijadikan perbandingan terhadap warna asli, untuk emmastikan warna yang dihasilkan memenuhi tolerasi yang ditetapkan. Spektrofotometer adalah instrumen yang sangat berguna untuk metode uji kualitas, dan dapat diaplikasikan pada berbagai tahapan proses produksi untuk memastikan konsistensi warna yang dihasilkan pada tiap tahapannya.

Secara keseluruhan, spektrofotometer menjadi pilihan terbaik bagi industri kosmetik sebab instrumen ini dapat mengkonfirmasi data dari pengukuran warna yang didapat dengan analisa visual yang dilakukan, serta memberikan nilai angka yang mudah untuk dijadikan perbandingan. Hal ini sangat membantu untuk mengurangi kesalahan warna yang rentan terjadi sejak awal proses produksi berlangsung. Selain ini, instrumen ini juga dapat membantu produsen kosmetik dalam menghindari pemborosan waktu dan biaya, serta memastikan kualitas produk yang tinggi secara konsisten.

Alat ukur warna

Tentunya, pengukuran warna yang akurat hanya dapat dicapai apabila instrumen yang digunakan juga berkualitas tinggi. Konica Minolta merupakan yang terdepan untuk instrumen pengukuran warna berteknologi tinggi, dengan produk-produk sperti CM-5, CM-700d dan CM-3700a. Instrumen-instrumen ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dapat memastikan pengukuran warna yang tepat untuk industri kosmetik, memastikan konsumen terlihat cantik menggunakan kosmetik yang dihasilkan.

Selain instrumen yang berkualitas tinggi, Konica Minolta juga memiliki perangkat lunak untuk pengujian kualitas dan formulasi warna. Dengan mengkombinasikan perangkat lunak ini dengan instrumen analisa warna, maka akan menghasilkan nilai ukur warna yang akurat dan tertelusur pada setiap langkah proses produksi. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PT. Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Bagaimana Pengukuran Warna dan Penampilan Bekerja di Industri 4.0?

Industri 4.0, kata kunci untuk manufaktur dalam waktu dekat menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) ke dalam manufakturnya. Seringkali disebut sebagai revolusi industri ke-4, Industri 4.0 bekerja dengan menggunakan teknologi digital untuk membangun sesuatu secara efisien. Inti Industri 4.0 adalah pabrik cerdas yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi di supply chain serta produksi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi.

Pemilik merek otomotif memiliki plants yang tersebar di seluruh dunia. Merek otomotif terkemuka di dunia memiliki lebih dari 100 pabrik di seluruh dunia. Untuk memastikan konsistensi warna suku cadang / parts otomotif adalah tantangan yang sulit. Dengan komponen yang berasal dari ratusan supply chain, untuk dapat memenuhi spesifikasi warna yang tepat bukanlah hal yang mudah.

Dengan banyak standar fisik dan sample yang beredar, untuk mendapatkan warna yang tepat dapat menjadi hal yang membingungkan dan rumit. Lalu, bagaimana sebuah perusahaan otomotif bergerak menuju Industri 4.0?

Sensor, analisis data, dan komputasi awan (cloud computing) adalah kunci bagi Industri 4.0 untuk mendorong efisiensi. Warna, gloss dan tekstur, serta dasar pengukuran warna dan penampilan menggunakan sensor dan dengan teknologi sekarang ini, sudah mungkin bagi kita untuk memiliki inter-instrument agreement (IIA) spektrofotometer, gloss meter, dan sistem pengukuran tampilan total yang tinggi.

alat ukur warna konica minolta

Spektrofotometer Konica Minolta CM-25cG memiliki data IIA yang sangat baik dan data yang dapat direproduksi dapat menghasilkan data warna digital yang bermakna. Selain itu, dengan Rhopoint IQ-S 20/60/85 dan Total Appearance Measurement System, informasi gloss dan tekstur dapat dikomunikasikan secara efektif sehingga  menghasilkan penampilan yang harmonis untuk inspeksi otomotif.

Ribuan sampel fisik yang kompleks dan mahal dalam supply chain sekarang dapat dikomunikasikan secara digital. Bersama dengan platform cloud, perusahaan global dapat mengatur warna data digital dengan lancar.

Dengan Industri 4.0, para produsen otomotif dapat mempersingkat proses pengukuran warna dengan menggunakan manajemen data warna digital serta alat ukur warna untuk menjaga kualitas warna pada otomotif.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna dan cahaya pada otomotif, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Bagaimana Mengukur Warna Metalik?

Warna mempengaruhi kita dalam banyak hal, terutama untuk palet metalik. Metalik sangat cocok digunakan terutama pada saat Hari Natal karena membantu memberikan kilauan meriah dalam desain kartu ucapan dan kertas kado. Di industri otomotif, warna metalik banyak digunakan untuk membuat produk yang sangat menarik bagi pembeli. Dengan tren styling otomotif yang terus berkembang, mempelajari bagaimana cara menjaga prosedur kontrol warna tetap praktis dan mudah adalah penting.

Cat mobil metalik sangat bervariasi dalam warna dan efek kilau agar sesuai dengan sebagian besar aplikasi otomotif. Cat tersebut dibuat dengan menambahkan aluminium ground halus ke dalam cat berpigmen atau tidak berpigmen. Partikel aluminium halus ini (serpihan logam) akan memberikan kilau yang berbeda dalam ukuran, kecerahan dan warna. Hal ini bergantung pada sudut pandangnya.

Saat mengukur warna metalik, beberapa sudut pandang diperlukan untuk menangkap color travel secara penuh karena perumusan dan interferensi serpihan logam yang ada di lapisan. Sebuah spektrofotometer multi-angle yang portabel direkomendasikan untuk menganalisa warna cat metalik. Bila diletakkan di permukaan kendaraan atau panel uji, pengukuran dilakukan pada 3 atau lebih sudut pandang secara bersamaan. Masing-masing pengukuran ini mewakili variabel kolorimetri seperti lightness/kecerahan, hue/rona, dan kroma. Perbedaan warna data warna metalik juga dapat ditentukan sebab kebanyakan sistem membandingkan kendaraan dan test panel satu sama lain.

NEW SPECTROPHOTOMETER CM-M6

Spektrofotometer multi-angle seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-M6 dapat dengan mudah mengukur warna logam/metalik pada 6 sudut pandang: -15 °, 15 °, 25 °, 45 °, 75 ° dan 110 °, sehingga memungkinkan Anda untuk melihat keseluruhan color travel.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengukuran warna pada cat metalik atau otomotif, silakan menghubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Pentingnya Manajemen Warna dalam Industri Percetakan

Warna merupakan elemen penting dalam industri percetakan, terutama dalam menampilkan warna offset dan digital printout yang tepat serta konsisten. Hal ini membantu untuk membedakan hasil cetakan yang bagus dari yang buruk, maka, penerapan manajemen warna dalam industri percetakan adalah penting.

Mengukur warna bersifat subyektif karena persepsi warna bervariasi antar individu. Faktor-faktor seperti perbedaan lingkungan pencahayaan, sudut pandang, dan warna latar belakang dapat mempengaruhi persepsi warna hasil cetakan. Berikut adalah beberapa praktik terbaik untuk diterapkan ke dalam alur kerja cetak:

  • Gunakan spectrodensitometer untuk mengukur warna dan mengkomunikasikan data CIE L*a*b* untuk evaluasi dan pemahaman yang mudah. Spectrodensitometer juga memungkinkan penggunanya mengatur kondisi pencahayaan yang berbeda untuk evaluasi warna di bawah lingkungan yang berbeda.
  • Sumber cahaya dapat mempengaruhi warna, oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan Light Booth atau pindah ke lingkungan pencahayaan yang berbeda untuk mengevaluasi warna.
  • Pastikan Anda mengkalibrasi printer Anda setiap hari untuk memastikan konsistensi warna yang baik.
  • Selalu evaluasi antara target dan sampel. Gunakan colorimeter untuk memeriksa perbedaan warna dan sesuaikan warnanya agar sesuai dengan warna target.

Untuk informasi lebih lanjut tentang aplikasi manajemen warna, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id

Mengukur Warna Coklat

Coklat memiliki berbagai bentuk dan sering digunakan sebagai bahan penyedap dalam banyak produk-produk confectionery. Sifat seperti warna dan penampilan merupakan atribut penting saat menentukan kualitas coklat. Di industri coklat, proses pemutihan pada permukaan coklat (fat bloom) tidak diinginkan. Fenomena yang diinginkan ini adalah hasil dari kesalahan selama produksi, yaitu seperti tempering dan fase pendinginan/cooling, serta kondisi penyimpanan yang tidak tepat.

Alat ukur warna banyak digunakan di industri makanan karena alat ukur warna menawarkan pengujian warna secara tepat dan konsisten. Dalam tahap penelitian dan pengembangan, penggunaan alat ukur warna dapat membantu produsen coklat untuk menganalisa dan menyempurnakan formulasi mereka. Pada tahap proses pengontrolannya, alat ukur warna dapat digunakan untuk memantau warna dan penampilan selama pencampuran serta pemerataan fase coklat sehingga dapat memastikan bahwa warna pada coklat diuji dengan akurat dan konsisten.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan kualitas warna makanan adalah dengan menggunakan satuan warna CIE L*a*b*. Whiteness index (WI) adalah parameter lain yang dapat membantu untuk mengukur dan mengevaluasi fat bloom secara obyektif. Dengan bantuan alat ukur warna seperti Konica Minolta Spectrophotometer CM-5, produsen coklat dapat mengukur warna coklat dengan mudah sehingga membantu meningkatkan kualitas dan hasil produk coklat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai alat ukur warna untuk industri makanan dan minuman serta aplikasi lainnya, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email: marketing@almega.co.id