Nilai titik Putih dan Efeknya pada Nilai Kualitas Produk

Sebuah titik putih adalah seperangkat nilai warna yang menentukan warna “putih”. Hal ini penting dalam mendapatkan gambar menjadi warna yang benar, karena subjektivitas mata manusia. Hal ini karena mata otomatis berhubungan pewarnaan dan warna titik terang dalam gambar.

Titik putih diukur dalam Kelvin (K) (suhu warna) dan berasal dari warna radiator benda hitam yang memancarkan rona putih bila dipanaskan hingga suhu tertentu. Titik putih umumnya berkisar antara 4500K ke 9500K, 4500K di radiator benda hitam akan kekuningan atau kemerahan putih dan di 9500K, akan tampak putih kebiruan.

Contoh dari titik putih dan bagaimana hal itu mempengaruhi gambar dapat dilihat pada gambar di bawah. Gambar di sebelah kiri diatur pada suhu warna 4500K dan memiliki rona hangat. Gambar yang berdekatan diatur pada suhu warna 9500K dan gambar tampaknya memiliki warna kebiru-biruan.

crocs-shoes-white-point Bagi kebanyakan menampilkan pandangan, default titik putih akan 6500K, jadi jika Anda peduli dengan bagaimana gambar Anda akan terlihat pada layar, dengan menggunakan titik putih dari 6500K pada umumnya akan aman. Karena mirip dengan kebanyakan layar perangkat seperti komputer dan ponsel.

Ponsel Untuk mengukur dan menyesuaikan poin putih untuk menampilkan dan tercapai kualitas gambar yang optimal, makan analisa warna dibutuhkan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang cara menyesuaikan layar Anda, hubungi kami di (021) 65833731 atau email kami di: marketing@almega.co.id

Kendali Warna di Industri Perasa dan Aroma

Perasa dan aroma digunakan pada produk makanan terproses, produk perawatan tubuh serta produk pembersih lainnya.

Dengan bertumbuhnya jumlah konsumen, jumlah produksi dari produk-produk tersebut tentunya harus ditambah. Dan dengan adanya peningkatan volume produksi, maka berdampak juga pada meningkatnya jumlah perusahaan di industri perasa dan aroma.

Untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap produk berkualitas tinggi dewasa ini, produksi perasa dan aroma merupakan sebuah teori ilmiah. Bahan baku pembuatan perasa dan aroma tidak hanya diuji elemen rasa dan baunya, namun juga ada parameter lain yang menjadi semakin penting dewasa ini, yaitu warna.

Penilaian terhadap warna suatu produk dilakukan oleh konsumen tanpa sadar, suatu penilaian yang dilakukan bahkan sebelum pengujian rasa dan aromanya, sebab warna telah menjadi indikasi kualitas produk. Kualitas warna suatu produk dijaga dengan baik oleh ilmuwan yang melakukan uji warna di laboratorium, untuk memastikan bahwa warna yang dihasilkan konsisten.

Bahan baku perasa dan aroma umumnya berbentuk larutan dan digunakan dalam jumlah yang sangat kecil. Oleh karena itu, pengujian dilakukan dengan menggunakan instrumen pengukur warna dengan metode penyebaran cahaya (transmittance).
spectrophotometer-cm-5-alat-ukur-warna-pengukuran-warna-dan-cahaya1-e1435032631626Salah satu instrumen pengukur warna yang menggunakan metode tersebut adalah Konica Minolta Spectrophotometer CM-5. Dengan kemampuan menguji warna yang semi-transparan, instrumen ini dapat mengakomodasi pengukuran secara terus menerus selama proses produksi dengan menggunakan flow cell, cell holder dan sistem pengukuran sampel secara otomatis.

Untuk pengukuran sampel berbahan cairan atau larutan dalam jumlah yang kecil, Spectrophotometer CM-5 juga dilengkapi aksesoris berupa Cell Measurement Set berukuran 10mm, yang didesain khusus untuk pengujian sampel dalam jumlah kecil, yang sekaligus juga membantu mengurangi biaya pengujian sampel. Aksesoris ini juga dapat digunakan untuk pengujian menggunakan indeks Gardner, yaitu indeks yang umum digunakan pada pengujian sampel berbentuk cairan dari warna kuning muda hingga cokelat tua yang umumnya ditemukan pada proses produksi perasa dan aroma.

Warna dari produk yang masih setengah jadi atau sudah jadi, seperti gel dan pasta yang sifatnya transparan atau berwarna gelap juga dapat diukur dengan menggunakan CM-5. Sampel ditempatkan pada cawan petri yang didesain khusus, tabung cell, cawan petri berukuran kecil, cincin penahan dancell holder untuk kemudahan pengujian.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi PT. Almega Sejahtera di marketing@almega.co.id atau melalui telpon di 021-65833731.

Menguji Tingkat Kemurnian Warna Putih Pada Produk Farmasi dengan Spectrophotometer

Agar suatu komponen dapat diklasifikasikan sebagai zat yang aman untuk dikonsumsi di industri farmasi, komponen tersebut harus melalui proses pengujian yang ketat serta memenuhi berbagai peraturan dan regulasi yang berlaku. Salah satu contoh komponen yang banyak digunakan di industri farmasi adalah bubuk talc atau yang dikenal dengan talcum powder. Struktur dan kelembutan talcum powder menjadi karakteristik ideal untuk digunakan sebagai pelumas (lubricant) pada tablet obat-obatan. Talcum powder juga digunakan sebagai komponen utama pada selaput kapsul (coating). Khusus untuk industri farmasi, harus dipastikan bahwa talcum powder yang digunakan adalah yang berkualitas tinggi, agar aman digunakan atau dikonsumsi secara medis.

pill

Persyaratan standar dari talcum powder mencakup struktur kimia dari zat tersebut, dan dapat dievaluasi apakah terdapat kandungan zat lain yang dapat mempengaruhi tingkat kemurniannya. Hal ini ditetapkan sebagai standar untuk menjamin bahan kimia yang terkandung di talcum powder tersebut aman untuk digunakan.  Apabila talcum powder dan zat lainnya yang digunakan pada formulasi produk farmasi tidak memenuhi persyaratan saat dilakukan pengujian, maka zat tersebut tidak boleh digunakan sebagai bahan baku.

Pengujian ini dapat dilakukan dengan mengukur tingkat kemurnian warna putih dari talcum powder menggunakan spectrophotometer, seperti yang ditawarkan oleh Konica Minolta CM-700d. Spectrophotometer ini akan mengukur nilai kemurnian warna putih pada talcum powder, yang sangat sulit ditentukan hanya dengan mata manusia saja. Apabila talcum powder tersebut murni secara kimia, warnanya akan putih. Namun, apabila ada elemen lainnya yang mengurangi kemurnian talcum powder tersebut, maka warna nya akan menunjukkan adanya variasi. Oleh karena itu, deteksi warna dengan spectrophotometer akan mengindikasikan kandungan zat-zat kimia lainnya yang dapat menghindari penggunaan sampel talcum powder tersebut untuk obat-obatan. Saat dicapai korelasi antara warna dengan tingkat kemurnian, maka pengujian talcum powder, atau zat berwarna putih lainnya, akan sangat mudah dilakukan di industri farmasi. Kemudian, setelah hasil pengukuran didapat, grafik dapat digunakan untuk memudahkan pengguna mengidentifikasi tingkat warna putih untuk memastikan apakah susunan kimia pada talcum powder tersebut sudah sesuai dengan persyaratan atau belum, memastikan kualitas dan keamanan produk obat-obatan yang dihasilkan.

ptas-website

Kendali Warna menentukan Kualitas Produk

Produk makanan dan minuman dewasa ini, baik produk yang dibekukan, didinginkan, terbungkus plastik, ataupun dalam kemasan sering menitikberatkan pada tampilan eksternalnya dibandingkan pada bau ataupun rasa nya. Sebab produk tersebut harus menarik bagi mata pelanggan, untuk membuat pelanggan mau membelinya. Hal ini juga terjadi dengan produk makanan yang segar dan belum diolah, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daging dan ikan. Standar warna tertentu menjadi dasar bagi pelanggan untuk menentukan apakah produk yang dibeli tersebut segar atau tidak. Oleh karena itu, dewasa ini Banyak produsen makanan dan minuman menggunakan alat ukur warna untuk memastikan warna produk yang dihasilkan sesuai dengan standar, dan menarik bagi konsumen.

Pada industri makanan dan minuman dewasa ini, ada dua metode yang digunakan untuk pengukuran warna, yaitu Colorimetry dan Spectrophotometry.
CR400_A05Colorimetry adalah teknik pengukuran warna dengan menggunakan tiga komponen warna primer yang terlihat oleh mata manusia, yaitu merah, hijau dan biru (juga dikenal dengan sebutan RGB). Pengukuran ketiga komponen warna ini memberikan data mengenai berapa banyak dari ketiga komponen warna ini terkandung dalam cahaya yang dipantulkan (umumnya jika produk tersebut sifatnya padat) atau diserap (jika produk tersebut bersifat cairan) oleh produk makanan yang dianalisa.

Data hasil analisa tersebut bia digunakan untuk menyesuaikan komposisi bahan baku untuk formulasi produk makanan dan minuman, atau untuk menentukan faktor seperti tingkat kematangan dan kerusakan yang terjadi pada produk makanan dan minuman pada saat pengiriman dan penyimpanan, bahkan untuk menentukan kualitas rasa dan kapan produk tersebut seharusnya dibuang sebab sudah tidak aman dikonsumsi.

Walaupun tidak ada batasan mengenai keuntungan dari metode colorimetry, tetap harus diingat bahwa metode pengukuran warna ini menggunakan konsep yang kurang lebih sama dengan kemampuan mata manusia menilai warna. Artinya, warna-warna sekunder seperti oranye, ungu, kuning, coklat, dan sebagainya tidak terukur secara individu. Hal ini bisa menjadi kelemahan bagi produsen makanan dan minuman untuk mereplikasi warna semirip mungkin dengan hasil yang diinginkan.

Untuk metode spectrophotometry, saat ini merupakan metode yang paling tepat dan akurat untuk pengukuran warna pada produk makanan dan minuman. Instrumen spectrophotometer mengukur pembiasan, pemantulan atau penyerapan cahaya pada seluruh spektrum warna yang berada pada gelombang cahaya 400nanometer hingga 700 nanometer. Metode ini menghasilkan pengukuran warna yang spesifik dan akurat pada berbagai jenis warna yang diinginkan. Spectrophotometer memiliki keunggulan dalam analisa warna secara spesifik, sehingga membuat instrumen ini dipilih sebagai instrumen terbaik untuk digunakan pada industri makanan dan minuman.

Pada beberapa tahun terakhir, penggunaan spectrophotometer pada industri makanan dan minuman sudah meningkat untuk standarisasi dan pengujian mutu bahan baku, spesifikasi warna produk akhir (seperti pada produk selai, jeli, minuman, sirup, dsb), analisa dan pengembangan jenis produk makanan dan minuman baru, serta untuk memilah produk-produk berdasarkan pengukuran warna.

Perangkat Lunak dan Metodologi
Salah satu kunci utama pada berkembangnya penggunaan alat ukur warna pada industri makanan dan minuman adalah ketersediaan perangkat lunak yang mudah dimengerti dan diaplikasikan, yang berisi data pengukuran warna, pencocokan warna, formulasi warna dan pengujian mutu berdasarkan warna. Jika dikorelasikan dengan data dari laboratorium dan pengujian produk, warna bisa menjadi salah satu komponen utama yang menentukan seberapa menariknya suatu produk bagi konsumen, jangka waktu konsumsi produk, serta kemungkinan terjadinya kerusakan atau kontaminasi produk.

Perangkat lunak untuk formulasi dan pencocokan warna kini tersedia untuk digunakan pada spectrophotometer untuk aplikasi di laboratorium. Perangkat lunak ini dilengkapi dengan data pengujian apakah sampel lulus/tidak, dan data ini dapat diperbarui sesuai dengan perubahan standar yang berlaku. Selain itu, perangkat lunak ini menjadi komponen integral bagi fungsi pengujian mutu dari portabel colorimeter dan spectrophotometer.

Produk spectrophotometer dan colorimeter dari Konica Minolta Inc beserta perangkat lunaknya memberikan solusi lengkap bagi kebutuhan pengukuran warna di industri makanan dan minuman. Selama lebih dari 20 tahun terakhir Konica Minolta sudah berinovasi dengan hampir empat (4) generasi teknologi. Oleh karena itu, produk yang disajikan dari divisi pengukuran warna telah dipastikan sebagai produk-produk yang responsif secara teknologi dan memberikan kemudahan bagi produsen serta laboratorium pengujian mutu makanan dan minuman dalam memastikan produk yang dihasilkan berkualitas tinggi, aman dikonsumsi dan menarik pelanggan untuk membeli.

For more information, contact: marketing@almega.co.id

Penunjukan PT. Almega Sejahtera sebagai Reseller Sensing Produk Konica Minolta di Indonesia

Alat Ukur Warna

Setelah selama ini dikenal sebagai agen tunggal produk-produk Mettler Toledo dan ERWEKA di Indonesia, maka bersama dengan ini kami hendak menginformasikan bahwa terhitung mulai tanggal 1 April 2015, PT. Almega Sejahtera telah ditunjuk oleh Konica Minolta Inc. sebagai distributor eksklusif produk-produk instrumen pengukuran warna dan cahaya dari Konica Minolta, diantaranya spectrophotometer, colorimeter, luminance meter, illuminance meter, light sensor, chroma meter, spectroradiometer, chlorophyll meter, display color analyzer dan 2D color analyzer.

Oleh karena itu, mulai dari tanggal yang tersebut diatas, PT. Almega Sejahtera telah resmi menangani penjualan serta layanan purnajual produk-produk Konica Minolta di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Konica Minolta di Indonesia, silakan menghubungi kami di:

PT. Almega Sejahtera
Jl. Mitra Sunter Boulevard Blok A1-2, Ruko Sunter Permai Indah
Sunter Jaya – Jakarta Utara, INDONESIA
No. Telp: 021-65833731/32 No. Fax : 021-65833741/42
Email: marketing@almega.co.id

Dengan bertambahnya rangkaian produk yang kami tawarkan kepada anda, PT. Almega Sejahtera berharap bisa memenuhi kebutuhan customer lebih banyak lagi, dan dapat memberikan solusi lengkap untuk kebutuhan aplikasi anda di berbagai industri.

Demikian informasi ini kami sampaikan.

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,
Segenap Direksi & Staff
PT. Almega Sejahtera