Bagaimana Lampu Toko Dapat Mempengaruhi Konsumen ?

Penerangan adalah alat penting yang membantu menciptakan pengalaman toko yang dapat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen.

Seperti pada umumnya bahwa toko dengan pencahayaan yang terang dan penuh warna dapat dengan mudah menarik konsumen.

Namun ini tidak praktis karena konsumsi energi yang tinggi dan tidak ramah lingkungan. Studi terbaru mulai mencari alternatif dan menemukan bahwa kecerahan toko bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen

Studi pertama menemukan bahwa meskipun kecerahan toko signifikan bagi konsumen, suhu warna dan rendering sama pentingnya. Suhu warna cahaya yang tepat dapat mengarahkan pelanggan ke bagian-bagian tertentu di dalam toko atau bahkan produk tertentu. Studi ini juga menemukan bahwa pencahayaan yang terang, ketika turun dari langit-langit, tampak efektif di jendela toko.

Studi kedua menganalisis reaksi orang-orang dengan melacak gerakan mata mereka diberbagai pengaturan pencahayaan toko. Mereka menemukan bahwa alih-alih area yang terang benderang yang akan dikunjungi, namun mata orang lebih tertarik pada area dengan pencahayaan yang kontras dan cahaya biru lebih menarik perhatian daripada warna lainnya.

Instrumen pengukuran cahaya seperti Konica Minolta Chroma Meter CL-200A dan Illuminance Spectrophotometer CL-500A dapat membantu mengevaluasi suhu warna dan kecerahan berbagai jenis pencahayaan dengan mudah.

Untuk konsultasi gratis tentang suhu warna dan pengukuran kecerahan berbagai pencahayaan dapat menghubungi PT Almega Sejahter melalui email marketing@almega.co.id

Penampilan Barang Berwarna Putih

Warna dan penampilan memainkan peran penting dalam membentuk persepsi pelanggan terhadap barang yang berwarna putih atau peralatan rumah tangga. Pelanggan sering mengevaluasi kualitas peralatan berdasarkan penampilan mereka.

Bagi produsen, kemampuan untuk menghasilkan warna dan penampilan yang tepat secara konsisten bukan hanya pernyataan tentang kualitas produk mereka, tetapi juga penting bagi merek mereka.

Atribut seperti warna, kilau, kabut, dan kulit jeruk berkontribusi pada daya tarik estetika suatu produk. Kontrol dan manajemen warna dan penampilan yang teliti, dari bahan baku hingga barang jadi, membantu memastikan komponen yang terkoordinasi dengan warna sempurna dan menghasilkan alat berkualitas tinggi.

Terlepas dari warna dan penampilan, kinerja tampilan peralatan rumah tangga juga harus dievaluasi keseragaman dan presisi. Indikator lampu latar seperti tombol sensor sentuh diperiksa untuk konsistensi dan keseragaman warna dan pencahayaan. Layar diuji keterbacaannya di bawah berbagai kondisi visual dan sudut pandang

Instrumen dan solusi penginderaan Konica Minolta banyak digunakan dalam penampilan dan tampilan evaluasi kinerja. Color Analyzers , Illuminace Meter, dan Luminance Color Meter membantu memastikan kinerja tampilan dan standar kualitas terpenuhi secara konsisten. Spektrofotometer dan Goniofotometer dapat membantu secara spesifik mengontrol dan memverifikasi penampilan dan warna secara objektif dan konsisten.

Untuk informasi dan konsultasi mengenai analisa warna dengan tim ahli dapat menghubungi marketing@almega.co.id

Memahami Specular Component Included (SCI) dan Specular Component Excluded (SCE)

Kondisi permukaan dapat mempengaruhi warna dan appearance/tampilan dari sebuah benda. Benda glossy berwarna biru akan nampak lebih jenuh sedangkan benda serupa dengan permukaan tidak rata, akan terlihat lebih kusam. Manusia menangkap warna melalui refleksi/pantulan cahaya yang terpantul pada suatu objek, dan kondisi perbedaan permukaan akan memantulkan cahaya secara berbeda. Ada dua cara bagaimana cahaya memantulkan suatu benda, disebut sebagai refleksi specular dan refleksi difus.

Refleksi specular terjadi ketika cahaya memantul sejajar namun berada pada sudut yang berbeda dari sumber cahaya. Mirip dengan bagaimana pantulan bola dari dinding. Pantulan terjadi dengan kuat pada benda dengan permukaan rata dan glossy. Ketika pantulan tersebar keberbagai arah, ini disebut pantulan difus, dan terjadi pantulan yang kuat pada benda matt atau permukaan tidak rata.

Untuk mengukur warna asli benda tanpa dipengaruhi kondisi lingkungan, diperlukan metode pengukuran Specular Component Included (SCI). Model SCI mencakup cahaya pantulan specular dan difusi, dan sangat ideal untuk color matching dan memantau kualitas warna.

Mode pengukuran Specular Component Excluded (SCE), tidak termasuk cahaya yang dipantulkan specular, digunakan untuk mengevaluasi warna suatu benda yang berkolerasi dengan persepsi visual. Menggunakan mode SCE, permukaan glossy biasanya akan mengukur lebih gelap dari permukaan matt dengan warna yang sama, mirip dengan bagaimana mata kita melihat benda. Mode ini biasanya digunakan selama evaluasi pengontrolan kualitas untuk memastikan warna cocok dengan standar warna dengan inspeksi visual.

Mengapa Penting Mengukur Gloss dalam Sudut 85, 60 dan 20?

Visual appearance

Visual appearance dari produk adalah faktor utama dalam memenangkan minat customer. Selain warna, gloss adalah parameter kunci dari pengukuran yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas visual. Gloss diukur dengan mengukur jumlah cahaya yang dipantulkan dari permukaan dan pengukuran dicatat dalam unit gloss (GU). Semakin tinggi gloss unit, permukannya akan semakin reflektif dan glossy.

Sama seperti warna, persepsi level gloss sangat subjektif antara manusia. Hal-hal yang dapat membuat glossy untuk designer furniture bisa merusak pabrikan mobil. Untuk mencapai kebutuhan level gloss secara akurat dan konsisten, penggunaan gloss meter sangat dibutuhkan.

Level gloss yang berbeda, akan merefleksikan cahaya secara berbeda juga. Untuk mengakomodasi skala yang lebih besar dari gloss dan menentukan perbedaan dasar dalam nilai gloss, ada lebih dari satu pengukuran geometri yang direkomendasikan.  Banyak industri menggunakan sudut 85°/60°/20° spesifikasi geometri dalam ASTM D523 untuk mengukur gloss. Menggunakan 60° sebagai sudut pengukuran standar, pembacaan dibawah 10 GU  dan diatas 70 GU direkomendasikan untuk diukur lagi menggunakan 85° dan 20° geometri masing-masing, untuk mengoptimalkan keakuratan pengukuran.

Tri gloss instrument

Tri gloss instrument dengan sudut A 85°/60°/20° seperti Rhopoint IQ, mampu mengukur gloss dan mengukur efek yang terkait dengan lapisan seperti orange peel dan kabut secara bersamaan, memberikan solusi hemat biaya dan menghemat waktu untuk pengukuran appearance.

Metamerisme

Metarisme

Metamerisme terjadi ketika dua objek dengan warna yang sama muncul identik di bawah satu sumber cahaya, tetapi berbeda di bawah sumber cahaya lain. Contohnya, kaos dan celana yang terlihat memiliki bayangan yang mirip yaitu bayangan hitam dibawah sumber cahaya yang terlihat seperti biru tua dan hitam keabu-abuan masing-masing dibawah sinar matahari.Fenomena ini biasanya disebabkan oleh variasi dalam pigmen dan formulasi warna.

Karena bisa terjadi metarisme, untuk mencapai suatu keakuratan dan warna yang konsisten dari produk, menjadi suatu tantangan bagi pabrikan, khususnya bagi produk-produk yang dirakit menggunakan berbagai macam parts dari berbagai supplier yang memiliki formulasi warna tersendiri. Jika terjadi ketidak cocokan dalam warna, bukan hanya akan mengakibatkan biaya perbaikan, tetapi juga akan mengakibatkan persepsi kosnumen. Untuk mengurangi atau menghindari masalah ini, sangat penting untuk mengevaluasi warna objek untuk mengidentifikasi metarisme.

Instrumen seperti spectrophotometer yang dilengkapi dengan spectral power distributions dengan berbagai macam illuminants akan dibutuhkan untuk mengidentifikasi metarisme. Spectrophotometer juga memiliki kemampuan untuk menampilkan kurva spectral reflektan yang membuat user bisa melihat dengan jelas warna dari kedua objek yang berbeda. Objek dikatakan metameric  ketika kurva spectral kedua objek berpotongan  satu sama lain setidaknya tiga kali.

Konica Minolta Sensing menawarkan rangkaian spectrophotometer, ada yang portable dan benctop untuk memenuhi kebutuhan dan syarat yang berbeda. Dengan menggunakan quality control software, SpectraMagic NX, user akan mampu untuk melihat metarisme index (MI). MI adalah indikasi numeric dimana objek berupa metameric.