Pengertian Inter-Instrument Agreement

Koordinasi dan komunikasi sampel atau spesifikasi warna produk dapat melelahkan ketika banyak pabrik atau pemasok terlibat. Ini semakin meningkat ketika model instrumen pengukur warna yang berbeda digunakan di semua lokasi ini. Hal ini berpotensi mengakibatkan pengerjaan ulang, pemborosan, dan penolakan yang mahal, oleh karena itu, penggunaan instrumen pengukur warna yang serupa dengan Inter-Instrument Agreement (IIA) yang baik direkomendasikan untuk memastikan konsistensi warna.

IIA, dinyatakan dalam Delta E (ΔE * ab), adalah ukuran seberapa dekat dua atau lebih warna alat ukur dari model yang sama akan membaca warna yang sama.

Nilai IIA diperoleh pertama-tama dengan mengukur set ubin warna 12 BCRA ditambah ubin hitam dan putih. Selanjutnya, ia menghitung dan rata-rata perbedaan warna dengan membandingkan nilai terhadap nilai yang diukur menggunakan instrumen “master”. Semakin kecil nilai IIA, semakin dekat hasil pengukurannya.

Selain memiliki instrumen pengukur warna dengan IIA yang baik, menetapkan standarisasi dalam prosedur dan kondisi pengukuran juga sama pentingnya dalam memastikan konsistensi warna.

Poin-poin berikut harus didefinisikan, didokumentasikan dan dibagikan secara internal atau di seluruh rantai pasokan untuk membuat pengukuran warna bermakna.

  • Model dan geometri instrumen
  • Penerangan standar
  • Pengamat standar 10 ° atau 2 °
  • Ruang warna dan rumus perbedaan warna
  • Prosedur untuk mempersiapkan dan menyajikan sampel
  • Kondisi pencahayaan untuk evaluasi visual

Untuk konsultasi gratis tentang cara memilih instrumen pengukuran warna yang tepat dan bagaimana mengembangkan dan menerapkan proses warna yang efektif khusus untuk aplikasi Anda dan kebutuhan operasional dapat menghubungi PT Almega Sejahtera melaului email marketing@almega.co.id

 

Warna Permen manis

Meskipun bentuknya imut, potensi dan pasar bisnis permen sangat besar, tak hanya di pasar lokal, pasar internasional juga menjanjikan. Indonesia menempati posisi ke-24 pengekspor permen terbesar di dunia.  Bisnis permen di Indonesia tidak pernah sepi walaupun trend-nya berganti sesuai jaman.

Pada tahun 90an mungkin kita ingat permen jenis tamarine sangat hits pada masa itu lalu perlahan berganti dengan permen chewy, permen rasa buah, permen susu, permen karet, permen jahe, permen jelly, permen mint, permen coklat dan sekarang permen dengan pendapatan terbesar adalah permen kopi.

Teknologi pembuatan produk-produk permen mempunyai aspek seni yang lebih besar dibanding dengan pengolahan pangan modern lainnya. Kombinasi ilmu pengetahuan dan seni dilakukan untuk memodifikasi sifat-sifat gula yang merupakan bahan utama permen, terutama untuk memperoleh efek tekstur yang diinginkan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengontrol kondisi kristalisasi gula dan perbandingan gula/sirup glukosa, serta gula/air.

Parameter mutu yang paling penting dalam permen adalah tekstur yang merupakan jumlah beberapa sifat fisik termasuk Densitas, Kekerasan, Plastistas, Viskositas untuk produk berberbalut coklat, Konsistensi, Warna dan Citarasa. Sifa-sifat tersebut bervariasi dalam jenis permen yang berbeda, antara lain lunak, tekstur empuk pada marshmallow atau “chocolate cream centers” sampai keras seperti gelas pada permen keras.

Warna merupakan salah satu parameter mutu paling penting dalam pembuatan permen, pewarna yang digunakan dalam pembuatan permen dapat berupa pewarna alami maupun pewarna sintetik yang lebih tahan terhadap perlakuan dan proses pengolahan. Baik pewarna alami maupun sintetik yang digunakan harus berupa senyawa yang tergolong “Food Grade”.

Warna yang menarik merupakan hal yang penting karena warna merupakan daya tarik penjualan yang langsung dan mempengaruhi respon organoleptik terhadap flavor, yang pada akhirnya sangat menentukan penerimaan konsumen.

Kontrol kualitas warna produk permen bisa menggunakan produk  Color Reader CR-10 Plus dari Konica Minolta.

Color Reader CR-10 Plus Konica Minolta adalah alat pembaca warna portable untuk control warna secara cepat dan tepat. Dengan aplikasi perangkat lunak bawaan, memudahkan perubahan pengaturan instrument, menetapkan toleransi, penilaian lulus/gagal dan analisis data langsung pada instrumen, data dapat dengan mudah di transfer ke komputer dengan konektivitas USB.

CR-10 Plus memiliki kemampuan untuk mengukur perbedaan warna secara akurat yang dinyatakan dalam L* a* b* dan dE* atau L* C* H* dan dE* ditampilkan pada layar LCD yang mudah dilihat. CR-10 Plus menawarkan area pengukuran standar 8 mm dan 5 mm dengan aksesori opsional yang berguna dalam ragam aplikasi. Semua pengukuran warna diambil dengan menggunakan kondisi D65 dan 10 derajat pengamat standard an Specular Component Included (SCI) sambil menawarkan cahaya lampu Xenon untuk masa pakai lebih lama dan bacaan yang lebih stabil.

CR-10 Plus Konica Minolta dengan desain yang ringkas dan sangat mudah dioperasikan baik di lapangan ataupun di laboratorium. Instrumen dengan kualitas tinggi namun ekomonis sangat sempurna untuk pengecekan warna pada industri permen.

Untuk informasi dan konsultasi mengenai produk dengan tim ahli dapat menghubungi marketing @almega.co.id