Memahami Specular Component Included (SCI) dan Specular Component Excluded (SCE)

Kondisi permukaan dapat mempengaruhi warna dan appearance/tampilan dari sebuah benda. Benda glossy berwarna biru akan nampak lebih jenuh sedangkan benda serupa dengan permukaan tidak rata, akan terlihat lebih kusam. Manusia menangkap warna melalui refleksi/pantulan cahaya yang terpantul pada suatu objek, dan kondisi perbedaan permukaan akan memantulkan cahaya secara berbeda. Ada dua cara bagaimana cahaya memantulkan suatu benda, disebut sebagai refleksi specular dan refleksi difus.

Refleksi specular terjadi ketika cahaya memantul sejajar namun berada pada sudut yang berbeda dari sumber cahaya. Mirip dengan bagaimana pantulan bola dari dinding. Pantulan terjadi dengan kuat pada benda dengan permukaan rata dan glossy. Ketika pantulan tersebar keberbagai arah, ini disebut pantulan difus, dan terjadi pantulan yang kuat pada benda matt atau permukaan tidak rata.

Untuk mengukur warna asli benda tanpa dipengaruhi kondisi lingkungan, diperlukan metode pengukuran Specular Component Included (SCI). Model SCI mencakup cahaya pantulan specular dan difusi, dan sangat ideal untuk color matching dan memantau kualitas warna.

Mode pengukuran Specular Component Excluded (SCE), tidak termasuk cahaya yang dipantulkan specular, digunakan untuk mengevaluasi warna suatu benda yang berkolerasi dengan persepsi visual. Menggunakan mode SCE, permukaan glossy biasanya akan mengukur lebih gelap dari permukaan matt dengan warna yang sama, mirip dengan bagaimana mata kita melihat benda. Mode ini biasanya digunakan selama evaluasi pengontrolan kualitas untuk memastikan warna cocok dengan standar warna dengan inspeksi visual.

Mengapa Penting Mengukur Gloss dalam Sudut 85, 60 dan 20?

Visual appearance

Visual appearance dari produk adalah faktor utama dalam memenangkan minat customer. Selain warna, gloss adalah parameter kunci dari pengukuran yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas visual. Gloss diukur dengan mengukur jumlah cahaya yang dipantulkan dari permukaan dan pengukuran dicatat dalam unit gloss (GU). Semakin tinggi gloss unit, permukannya akan semakin reflektif dan glossy.

Sama seperti warna, persepsi level gloss sangat subjektif antara manusia. Hal-hal yang dapat membuat glossy untuk designer furniture bisa merusak pabrikan mobil. Untuk mencapai kebutuhan level gloss secara akurat dan konsisten, penggunaan gloss meter sangat dibutuhkan.

Level gloss yang berbeda, akan merefleksikan cahaya secara berbeda juga. Untuk mengakomodasi skala yang lebih besar dari gloss dan menentukan perbedaan dasar dalam nilai gloss, ada lebih dari satu pengukuran geometri yang direkomendasikan.  Banyak industri menggunakan sudut 85°/60°/20° spesifikasi geometri dalam ASTM D523 untuk mengukur gloss. Menggunakan 60° sebagai sudut pengukuran standar, pembacaan dibawah 10 GU  dan diatas 70 GU direkomendasikan untuk diukur lagi menggunakan 85° dan 20° geometri masing-masing, untuk mengoptimalkan keakuratan pengukuran.

Tri gloss instrument

Tri gloss instrument dengan sudut A 85°/60°/20° seperti Rhopoint IQ, mampu mengukur gloss dan mengukur efek yang terkait dengan lapisan seperti kulit jeruk dan kabut secara bersamaan, memberikan solusi hemat biaya dan menghemat waktu untuk pengukuran appearance.