Sejarah Color Vision

Penglihatan mata manusia terhadap warna bekerja dengan memanfaatkan tiga protein sensitif cahaya yang berbeda untuk memahami panjang gelombang cahaya, yang disebut sebagai penglihatan trikromatik. Kebanyakan primata, bagaimanapun, hanya memiliki penglihatan dikromatik, yang berarti bahwa mereka tidak dapat mendeteksi perbedaan antara merah dan hijau. Apakah yang mendorong spesies kita untuk memiliki penglihatan trikromatik? Monyet howler dapat membantu menjelaskan tentang evolusi kita.
Pekerja riset di Universitas Calgary baru-baru ini menerbitkan sebuah makalah teori tentang mengapa spesies primata tertentu dapat mengembangkan penglihatan warna. Dari alasan yang disampaikan dalam analisa mereka yaitu bahwa monyet howler mengembangkan penglihatan / vision trikromatik agar lebih mudah menemukan makanan bergizi.

Penglihatan warna mereka berbeda dengan banyak monyet lain di Amerika Selatan dan Tengah. Kemampuan primata dalam melihat warna dapat sangat bervariasi, bahkan dalam satu spesies pun. Alasan utama perbedaan ini adalah diet. Sementara monyet lain memakan serangga, makanan utama monyet howler adalah buah dan daun. Pada pohon-pohon tertentu seperti Ficus dari Kosta Rika, daun yang lebih baru menawarkan lebih banyak nutrisi dan monyet lebih menyukai mereka. Daun-daun ini berwarna rona kemerahan dan untuk membedakannya dari yang lain, monyet howler mengembangkan dan menggunakan penglihatan trikromatik nya.

Proses serupa mungkin juga terjadi di Asia dan Afrika, di mana para primata lebih cenderung memakan daun daripada serangga. Namun, penting untuk dicatat bahwa ‘buta warna’ juga memiliki kelebihan tersendiri. Misalnya, saat berburu serangga yang sedang berkamuflase, warna sebenarnya dapat menghalangi predator karena warnanya membuat mereka mudah berbaur dengan latar belakangnya. Monyet yang buta warna lebih tanggap terhadap pola dan bisa memotong melalui kamuflase untuk melihat interupsi pada pola kulit atau lingkungan lainnya.

Jadi, nampaknya penglihatan trikromatik berevolusi karena hal tersebut bermanfaat untuk mengumpulkan makanan. Tetapi, penglihatan kita tidak sempurna, bahkan untuk makanan dan perbedaan dalam pewarna makanan dapat membuat kita tidak dapat membedakannya secara langsung. Konica Minolta Sensing menawarkan berbagai alat ukur warna untuk industri makanan, seperti model CR-400 dan CR-410 Chroma Meter.

Silakan hubungi PT Almega Sejahtera selaku sole agent Konica Minolta Sensing di Indonesia melalui email: marketing@almega.co.id dan kami akan membantu Anda dalam mencapai standar kualitas warna!