Mengukur Warna Sarung Tangan Sekali Pakai (Disposable Gloves)

Sarung tangan secara luas digunakan dalam banyak industri seperti industri kesehatan dan makanan untuk perlindungan pribadi atau pencegahan kontaminasi. Mereka umumnya terbuat dari bahan elastomer sintetis seperti nitrile dan vinyl atau lateks karet alam. Secara tradisional, warna sarung tangan sekali pakai hanya tersedia dalam warna putih atau biru. Hari ini, dengan semakin pentingnya kode warna di alat pelindung diri, sarung tangan sekali pakai tersedia dalam berbagai warna.

Warna sarung tangan adalah penting karena menyediakan isyarat visual untuk pekerja dan supervisor mereka. Dalam industri makanan, kode warna sarung tangan yang digunakan untuk mencegah kontaminasi silang dari makanan mentah dan makanan yang matang selama food handling. Dalam industri medis, kode warna sarung tangan juga digunakan untuk membantu membedakan antara nitrile dan sarung tangan karet.

Kualitas sering dikaitkan dengan konsistensi warna dan menerapkan kontrol kualitas warna dalam proses pembuatan sarung tangan akan membantu Anda untuk mencapai warna yang tepat secara konsisten. Mengevaluasi warna sarung tangan secara visual adalah hal yang cukup sulit karena cara mata manusia melihat dan menggambarkan warna adalah berbeda. Selain itu, faktor-faktor seperti kondisi pencahayaan, warna sekitarnya dan ukuran sampel juga mempengaruhi persepsi kita tentang warna.

Dalam pengukuran warna, satuan warna yang umum digunakan adalah CIE L*a*b*. Dengan bantuan alat ukur warna, penilaian warna yang akurat dan konsisten sangat mungkin untuk dilakukan. Kebanyakan sarung tangan sekali pakai tidak sepenuhnya buram karena bahan atau ketebalannya. Melipat sarung tangan sebelum pengukuran juga dianjurkan untuk memastikan opacity.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai cara mengukur warna sarung tangan sekali pakai, silakan hubungi PT Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id