Meningkatkan Kualitas Tepung dengan Pengukuran Warna

ap-flour-blog-1-200x133Warna dan tekstur adalah hal-hal yang sangat penting untuk konsumen, pabrik tepung melalui proses yang panjang untuk memastikan bahwa warna tepung mereka memenuhi harapan klien. Pengecekan ini dilakukan terutama berdasarkan pada permintaan konsumen. Ketika dalam proses penggilingan, endosperma tersebut terpisah dari kulitnya dan kadar abu memberikan indikasi untuk proses ini. Kadar abu yang tinggi menunjukkan kadar kulit yang tinggi dan ini merupakan indikasi dari kelas-kelas tepung. Dari berbagai gandum, warna tepung dapat menjadi indikasi yang terpercaya untuk melihat kualitas gandum dan pengecekan ini sangat penting untuk para produsen agar dapat melihat kualitas tepung tersebut.

Pengukuran warna dengan spektrofotometer dan kromameter telah banyak digunakan di industri pabrik untuk membantu para produsen mempertahankan kualitas tepung mereka. Ruang warna seperti CIE L*a*b* adalah pengecekan warna yang sudah umum dilakukan.

Dibawah ini adalah ekstrak dari Canadian Grain Commission mengenai bagaimana untuk mengukur warna tepung dan bubur tepung semolina.

CIELAB Tristimulus Pengukuran Warna Tepung

Minolta model CM-5 top-port spektrofotometer yang berdiri sendiri (d/8 geometri dan diameter area pengukuran 30 mm) digunakan untuk menentukan warna sampel tepung gandum. Sebuah cawan petri berdiameter 45 mm diisi dengan sampel tepung. Kemudian cawan tersebut ditepuk secara perlahan hingga tepungnya menjadi rata dan tidak ada kesenjangan yang terlihat dari dasar cawan tersebut. Kedalaman/tinggi tepung tersebut adalah paling sedikit 10 mm. Hasil pengecekan dilaporkan sebagai rata-rata duplikat penentuan parameter L*, a*, dan b* dari model warna CIELAB, yang masing-masing menunjukkan nilai-nilai penerangan, kemerahan, dan kekuningan. Berikut adalah hasil untuk 10° pengamat standar dan D65 illuminant:

  • L*: 100 putih, 0 hitam
  • A*: +60 merah, -60 hijau
  • B*: +60 kuning, -60 biru

CIELAB Tristimulus Pengukuran Warna untuk Bubur Tepung Semolina

Sebuah spektrofotometer top-port yang berdiri sendiri digunakan untuk menentukan warna gandum durum dari bubur tepung semolina. Sampel percobaannya dibuat menjadi bubur dengan mencampurkan 10 gram semolina pada dasar kelembapan 14% dan 12.5 ml air hasil penyulingan. Setelah dicampur dengan menggunakan pengaduk overhead yang dilengkapi dengan paddle aduk poros (2 menit, 100 rpm), bubur dituangkan ke dalam cawan Petri (45 mm diameter) dan didiamkan selama 5 menit sebelum melakukan analisa. Warna bubur tepung semolina ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer Minolta model CM–5 yang dilengkapi dengan d/8 geometri dan area pengukuran dengan diameter 30 mm. Hasil pengecekan dilaporkan sebagai rata-rata duplikat penentuan parameter L*, a*, dan b* dari model warna CIELAB, yang masing-masing menunjukkan nilai penerangan, kemerahan, dan kekuningan. Hasil untuk 10° standar pengamat dan D65 illuminant adalah sebagai berikut:

  • L*: 100 putih, 0 hitam
  • a*: +60 merah, -60 hijau
  • b*: +60 kuning, -60 biru

Untuk informasi dan pengetahuan lebih lanjut mengenai pengukuran warna tepung dan bidang lainnya, silahkan hubungi PT. Almega Sejahtera melalui email marketing@almega.co.id