Bunga Bionik dengan Daun Berubah Warna

Smart FlowerKita telah melihat film tentang manusia dan mesin yang memiliki kemampuan super seperti kekuatan super, penglihatan X-ray dan kecepatan super, sehingga bunga bionik terdengar kurang ambisius dibandingkan dengan kekuatan super lainnya. Tetapi setelah dilihat lebih dekat, bunga “pintar” ini adalah bioteknologi luar biasa yang menggabungkan sistem sirkuit tanaman dengan komponen elektronik.

Ide dibalik bunga bionik adalah usaha untuk membuat tanaman yang lebih pintar dan dapat merespon terhadap perubahan lingkungannya dan memberi tahu para petani caranya untuk dapat bertahan. Mungkin yang paling mengagumkan dari bunga bionik adalah cara pembuatannya. Para ilmuwan dari Swedia membuat bunga bionik dengan mengisi sistem bunga mawar dengan polimer sintetik (plastik) yang dinamakan PEDOT-S. karena struktur stem bunga tersebut, polimer dihisap seperti bunga menghisap air. Setelah dihisap sepenuhnya, PEDOT-S dirangkai menjadi kabel listrik konduktif sepanjang 10 cm.

Para ilmuwan lalu dapat memanfaatkan elektrolit dan mineral dari tumbuhan (yang membawa kandungan listrik) untuk membuat sirkuit elektronik. Eksperimen lainnya dengan menyuntikkan PEDOT-S ke seluruh bunga mawar memperbolehkan ilmuwan untuk membuat piksel yang dapat merubah warna dari daun jika diinginkan.

Semua ini merujuk ke pertanyaan: apakah aplikasi untuk bunga bionik? Kemungkinan aplikasi yaitu untuk memonitor kesehatan tumbuhan atau menempatkan sensor di tumbuhan untuk mengambil energi. Daun yang dapat berubah warna juga dapat memberi informasi terhadap petani tentang kualitas tanah atau perubahan di lingkungan.

Prototipe yang dapat bekerja masih dalam tahap perkembangan, tetapi teknologi ini dapat membuat jalan baru menuju ramah lingkungan.

Untuk pengetahuan lebih lanjut mengenai warna, silakan menghubungi marketing@almega.co.id.